
Tu Long langsung melempar 1 botol arak ke arah Hei Niu.
“Itulah sebabnya ada minuman ini. Agar bisa menenangkan kita jika ada masalah.” Kata Tu Long seperti seorang penyair yang bisa menyejukkan hati setiap orang yang pikirannya tidak tenang.
Tanpa menunggu lama mereka berdua langsung minum dengan puas.
Sementara wanita yang menjadi adik berbeda ibu Hei Niu kini duduk. Selama ini ia rela menjadi pemimpin atau Jendral untuk melindungi kakaknya secara diam-diam. Tanpa sepengetahuannya atau keluarganya.
Dulu sewaktu Hei Niu dan ia kecil. Mereka sering bermain bersama bahkan Hei Niu selalu menjaganya, itulah membuatnya merasa memiliki seorang kakak. Tapi saat pembangkitan kekuatan monster. Di hari itu juga, Hei Niu dan ibunya tiba-tiba di benci semua orang. Ia sudah sering mencoba memberitahu ayah ibu dan kakaknya untuk melindungi Hei Niu dan ibunya. Tapi mereka malah mengurung dirinya.
“Huuff..!! Lebih baik aku menunggu di sini.” Gumam wanita itu.
Wanita itu duduk disana menunggu, ia takut akan ada beberapa monster yang melewati jalan ini. Sehingga ia bisa memerintah ia untuk pergi. Wanita itu juga sedikit penasaran dengan Bai An sehingga ia tidak membunuhnya atau mengejarnya saat pertama kali Bai An kesini. Melainkan ia pulang menemui gurunya lalu kembali lagi.
Di dalam Gua, kini Tu Long dan Hei Niu sudah melupakan kejadian waktu beberapa saat lalu. Bahkan mereka melupakan adik Hei Niu.
“Saudara Tu, kira-kira kapan Tuan akan selesai? Aku takut jika akan ada banyak monster melalui tempat ini. Kita tidak bisa melawan mereka.” Kata Hei Niu.
“Kau ini,,!! Kau harus tenang, karena Tuan muda dan aku selalu memiliki cara untuk melawan mereka. Bahkan dari kepungan semua bangsamu pun kami bisa selamat. Jika menjalankan rencana rahasia,” kata Tu Long dengan percaya diri.
“Memang apa rencana rahasia itu?” Tanya Hei Niu penasaran.
“Kau akan mengetahuinya cepat atau lambat,” jawab Tu Long kemudian tertidur pulas.
“Mungkinkah rencana strategi membantai habis mereka. Atau rencana bunuh diri?”, gumam Hei Niu mencoba menebak-nebak.
“Dan juga, kenapa dia masih ada di sini? Apa jangan-jangan ia memanggil para bawahannya?”, gumam Hei Niu berpikir. “Tidak-tidak, itu tidak mungkin, jika ia mau, ia bisa membunuh kita bertiga dalam sekejap.”
Karena tak ingin terlalu banyak berpikir. Ia langsung memilih tidur seperti Tu Long. Tapi tidak sepenuhnya tidur. Kesadaran mereka tetap terjaga, jika ada sesuatu hal yang membahayakan datang.
5 hari berlalu.
“Saudara Tu, apakah Tuan tidak apa-apa? Kenapa lama sekali?” Tanya Hei Niu khawatir.
“Kau tenang saja, Tuan muda baik-baik saja. Tidak perlu khawatir seperti itu. Tuan muda itu sangat kuat, kau begini karena belum pernah melihat kekuatan sejati Tuan muda.” Kata Tu Long santai. “Dan juga ada yang lebih mengerikan selalu menjaganya, walau ia sekarang sedang jatuh.” Gumam Tu Long dalam hati saat memikirkan Ling Mei, ibunya Bai An.
Saat pertama kali bertemu. Tu Long langsung mengalami krisis hidup. Hidupnya seperti di ujung kukunya. Tu Long tidak tahu apa yang terjadi, tapi insting liarnya mengatakan jika ibunya Bai An adalah sosok yang mengerikan baginya. Bahkan Mu Xia'er yang ia tidak tahu kekuatannya pun ia tidak setakut itu saat pertama kali bertemu.
“Saudara Tu, kenapa kau melamun? Aku memanggilmu dari tadi,” kata Hei Niu dengan wajah penasaran.
__ADS_1
Tapi Tu Long tetap diam.
10 hari berlalu.
Gua tiba-tiba saja bergetar hebat. Tu Long dan Hei Niu yang ada di dalam gua bahkan kini merangkak berusaha untuk bangun akibat aura yang keluar dari tubuh Bai An. Mereka berdua langsung berusaha keluar dari sini.
Sedangkan Wanita itu langsung berdiri saat merasakan aura yang cukup kuat baginya. Ia langsung menyebarkan energi kesadarannya. Setelah melihat kakaknya berusaha keluar, ia langsung melesat ke arah air terjun.
Wuss..!!
Aura wanita itu langsung keluar untuk melindungi Tu Long dan Hei Niu.
“Aku tidak butuh bantuan mu, pergi,” teriak Hei Niu.
“Hei Niu, lupakan saja. Sudah beruntung kita di bantu. Ayo keluar dari sini,” kata Tu Long menepuk pundak Hei Niu.
Hei Niu langsung tenang, mereka berdua dengan cepat keluar dan mengusir adik Hei Niu yang masih berdiri melihat ke arah Bai An dengan wajah tertarik.
Di tempat Bai An. 10 menit setelah keluarnya Tu Long dan yang lain.
Bom..!!
Bom..!!
“Hoek..!!”
Saat Bai An membuka matanya, ia langsung memuntahkan seteguk darah. Dengan cepat ia mengeluarkan ribuan kristal tingkat tinggi. Kemudian menyerapnya kembali.
Di luar gua yang cukup jauh dari gua.
“Apa kau merasakannya?” Kata monster yang pernah berlutut di hadapan adik Hei Long.
“Iya, ayo hubungi Nona, kita harus kesana. Siapa tahu itu manusia yang kita cari-cari,” kata monster di sebelahnya.
Monster yang di sebelahnya langsung mengangguk kemudian menghubungi adik Hei Niu.
Beberapa menit kemudian. “Apa jawaban Nona?” Tanya yang di sebelah kiri.
“Nona ada di sana, jadi tidak perlu khawatir. Nona juga memberitahu jika itu bukan buronan yang kita cari. Jadi kita di suruh tetap mencari,” jawab monster yang di sebelah kanan dengan perasaan agak bingung.
__ADS_1
“Baiklah, ayo. Tidak usah di pikirkan, aku mencari kesana, sedangkan kau mencari ke arah sana.” Kata monster yang di sebelah kiri. Mereka langsung berpencar. Tapi monster yang di sebelah kiri tidak pergi ke arah yang ia tunjuk. Melainkan pergi ke arah lokasi Bai An berada. Ia juga menghubungi seseorang sambil melesat kesana.
***
Di Luar gua. Tu Long dan Hei Niu kini saling pandang. Mereka berdua kemudian mengangguk bersama. Kemudian melesat masuk.
Tapi langkah mereka terhenti saat melihat adik Hei Niu ikut.
“Kenapa kau ikut, pergilah.” Teriak Hei Niu dengan nada dingin. Tapi wanita itu langsung acuh. Lalu menjawab. “Bukan kau yang ingin ku temui, tapi manusia itu. Siapa tahu ia mata-mata yang ingin membebaskan para manusia yang menjadi makanan kita.”
Wanita itu langsung berlalu, tapi Tu Long langsung menghentikannya. “Jika kau masuk, aku akan membunuhmu. Walau aku mencium kau tidak memiliki niat jahat.” Ancam Tu Long.
“Dengan kekuatan sampah kalian berdua ini menghentikanku,” kata wanita itu kini mulai jengkel.
“Siapa yang kau sebut sampah. Aku adalah monster yang terhormat dan berwibawa,” kata Tu Long melotot.
“Apa kau pikir kau lebih kuat bisa seenaknya? Jangan menurutmu kau lebih kuat kami bisa kau remehkan,” sambung Hei Niu kini sudah dalam wujud Monster Banteng.
“Ingin melawan ku dengan kekuatan lemah ini,” kata wanita itu dengan senyuman mengejek.
“Jangan banyak bicara kau ******,” kata Tu Long, kini sudah di samping adik Hei Niu.
Tu Long dengan cepat mengayunkan cakar sambil berteriak keras.
“Cakar Naga.”
“Jurus pertama Cakar pengoyak Langit.”
Bom..!!
Dengan santai adik Hei Niu menangkis, lalu mundur dengan tangan bergetar.
“Hmm..!! Kau memakai Teknik Manusia,” gumam adik Hei Niu sedikit terkejut. Tapi ia langsung tersenyum karena menemukan lawan yang cukup kuat walau tingkat kultivasinya jauh di bawahnya.
“Heeeh..!! Aku bahkan menguasi banyak. Jadi kau lebih baik pergi, sebelum aku melukai wajah cantikmu itu,” kata Tu Long tersenyum mengejek.
Hei Niu yang tidak jauh langsung menyerang adiknya.
Tapi dengan santai adik Hei Niu melempar Hei Niu.
__ADS_1
Duar..!!