Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Yao Jing, Monster Sang Pembantai


__ADS_3

1 Hari berlalu.


Saat ini Bai An, Tu Long dan Hei Niu sedang istirahat. Perjalanan yang mereka tempuh sudah cukup jauh. Dari hal ini Bai An mengetahui betapa luasnya Gurun Kematian ini.


Mereka kini sedang membakar Ayam Roh Iblis, beruntung sekali Bai An dapat bawahan orang dari Dunia ini. Sehingga ia cukup tahu letak hutan, walau kecil. Tapi luas hutan ini Bai An perkirakan lebih luas dari Hutan Kegelapan yang ada di dunia tempat tinggal Bai An besar.


“Tuan muda, kenapa aku belum merasakan sedikitpun aura wanita itu? Apa dia tidak mengikuti kita?” Tanya Hei Niu.


Bai An menggeleng. “Kau tahu bahwa dia seperti manusia biasa. Jadi wajar ia akan membutuhkan waktu yang cukup lama mengejar kita.”


Setelah menjawab, Bai An langsung mengambil ayam yang telah matang, lalu memakannya seorang diri. Setelah makan, mereka bertiga minum arak sambil mengobrol tentang dunia ini lebih jauh lagi.


Sekarang Bai An mengetahui bahwa gelar Suci itu ibarat penguasa. Mereka akan di berikan gelar suci dengan alasan yang berbeda-beda. Seperti Monster Suci, mereka mendapat pengakuan dengan cara membantai musuh di medan perang. Ada juga dengan cara mencapai tingkat kultivasi tertentu dan masih banyak lagi.


Sedangkan untuk wanita Elf tersebut Hei Niu masih belum mengetahuinya. Jika ia menyebut namanya mungkin Hei Niu akan terkejut luar biasa. Karena Elf Suci Jing Ling adalah Elf yang terkuat di seluruh Elf Suci lainnya.


***


Sementara masih di wilayah Gurun Kematian. Tepatnya di sebuah kota yang cukup besar. Seorang wanita berlutut di hadapan seorang pria tua.


“Apa kau mesih belum mengetahui apa yang tersembunyi di dalam tubuh manusia itu?” Tanya pria tua tersebut.


“Tidak guru, ia sangat misterius. Untuk tingkat kultivasinya pun aku akan tahu jika ia mengeluarkan eneginya. Dia juga selalu melarikan diri menggunakan celah ruang waktu yang ia sobek layaknya angin.” Jawab wanita tersebut.


“Hmm..!! Aku menyuruhmu menyamar untuk mengikutinya. Bukan malah bertarung melawan mereka,” kata pria tua tersebut sambil menghela nafas kecewa.


“Ampun Guru, murid mu bersalah. Tolong hukum muridmu yang tidak berbakti,” kata wanita tersebut dengan tegas.

__ADS_1


“Sudah-sudah, ada alasan tertentu aku menyuruhmu mengikutinya sehingga aku melarangmu untuk membunuhnya, apapun yang terjadi.” Kata pria tua itu, lalu kembali bergumam. “Apa benar dia Tuan muda? Semoga saja tidak, jika iya. Maka aku akan di hukum oleh Nyonya. Walau Nyonya saat ini sedang bersembunyi dan kekuatannya tidak meningkat sama sekali. Aku tetap harus mengikuti Nyonya apapun yang terjadi, walau aku harus mati di kepung musuh Nyonya sekalipun.”


Pria tua itu adalah salah satu Monster Suci yang terkuat. Tapi tidak ada yang mengetahui seberapa kuat dia. Karena ia sangat jarang keluar jika terjadi perang besar. Dia hanya memiliki satu murid saja. Dan muridnya adalah putri dari pasangan Monster Suci juga.


“Yao Jing Guaiwu, kau boleh mencarinya seorang diri. Tetap suruh para prajurit dan komandan untuk mencari juga agar mereka tidak curiga. Jika bertemu, berusahalah meyakinkannya atau kau langsung menghubungiku.” Kata pria tua tersebut.


Yao Jing Guaiwu atau di artikan Monster Peri tentu terkejut saat mendengar gurunya yang sudah lebih dari jutaan tahun tidak pernah keluar dari kediamannya kini mau keluar hanya gara-gara anak manusia. Ia kini sadar betapa besar kesalahan yang ia telah perbuat.


“Guru, mohon maaf jika muridmu ini lancang. Jika boleh tahu apa yang membuat guru sampai rela turun dari pertapaan hanya untuk menemuinya?” Tanya Yao Jing.


“Aku ingin bertanya apa alasanmu mengikutiku? Jika kau ingin berlatih dan mencari guru, bisa saja kau menyuruh kedua orang tua dan kakekmu untuk melatihmu. Karena mereka bertiga adalah Monster Suci.” Bukannya menjawab, pria tua tersebut balik bertanya.


“I.. Itu, aku cukup membenci keluargaku. Mereka selalu menidas kakak ku. Walau kami berbeda ibu, aku tetap menyanginya.” Jawab Yao Jing agak ragu.


“Bukan itu alasanmu mengikutiku,” kata pria tua tersebut dengan tenang.


“Aku ingin melihat dunia yang jauh lebih luas dan jauh lebih kuat dari dunia ini. Aku juga ingin jauh lebih kuat dari Guru. Walau sampai saat ini aku masih belum mengetahui tingkat kekuatan guru.” Kata Yao Jing dengan tegas.


Kini Yao Jing sedang linglung, tak lama kemudian matanya melotot. Terlihat ia semakin cantik saat matanya melotot, memberi keindahan tertentu jika di pandangi oleh laki-laki.


“Jika tebakanku tidak salah. Manusia tersebut tiba-tiba muncul saat kami pulang berperang dengan Kerajaan Manusia, dan ia juga menguasai Hukum Ruang dan Waktu, dan yang paling aneh lagi, ada seorang monster mengikutinya.” Gumam Yao Jing.


Brak...!!


“Kurang ajar, kenapa aku tidak berpikir sampai kesana,” kata Yao Jing marah-marah kemudian mengutuk Bai An dan Tu Long yang tidak memberitahunya jika mereka berdua tidak berasal dari dunia ini.


Tak lama kemudian Yao Jing memanggil komandam setianya. Komandannya ini tidak memilki hubungan apapun dengan keluarganya. Jadi ia bisa menyuruhnya untuk mencari Bai An dan memberitahu jangan sampai membunuhnya ataupun melukainya. Apalagi sampai kabur.

__ADS_1


Mengetahui tugasnya ini adalah yang terberat selama ia menjabat sebagai Komandan. Bagaimana tidak, musuh yang akan ia hadapi ini, ia tidak boleh melukai, membunuh, dan melarikan diri. Jadi ia harus bagaimana?


Dengan perasaan berat hati, Komandan tersebut pergi bersama dua prajurit elitnya. Karena ia hanya di beri izin membawa paling banyak 2 prajurit.


Untuk Yao Jing, ia kini melesat ke arah kediaman yang sangat besar. Itu tidak seperti kediaman. Melainkan Istana.


Tap tap..!!


Setelah sampai, ia langsung berjalan masuk menuju kediamannya.


***


Di tempat Bai An.


Kini ia berencana mencoba menyerap Inti Monster tersebut, sambil menunggu Jing Ling datang, karena Bai An cukup kasihan terhadap wanita Elf tersebut.


“Hei Niu, bagaimana cara menggunakan Inti Monster ini? Apakah sama dengan menggunakan Kristal Energi yang biasa di pakai sebagai alat pembayaran?” Tanya Bai An.


“Iya Tuan, cuman bedanya. Inti Monster itu harus Tuan genggam,” jawab Hei Niu.


Bai An mengangguk, kemudian melihat Tu Long. “Tu Long, kau juga tingkatkan kekuatanmu,” kata Bai An sambil melempar cincin penyimpanan berisi Pil Kultivasi Tingkat 5 Puncak dan Kristal Tingkat Tinggi.


Tu Long langsung membuang minumannya. Ia dengan sigap menangkap cincin tersebut dan berkata. “Ini yang aku tunggu dari dulu, jika aku mempunyai sumberdaya, aku sudah dari dulu meningkatkan kekuatanku Tua muda,” kata Tu Long bersemangat.


Saat Tu Long melihat isinya yang sangat banyak. Ia tidak serakah, dengan cepat ia membagikannya kepada Hei Niu juga.


Bai An yang melihat itu langsung tersenyum senang. Bai An sengaja memberikan lebih hanya untuk melihat apa yang di lakukan Tu Long. Dan pikiran Bai An memang tidak sia-sia.

__ADS_1


“Cukup aku saja yang serakah, kalian tidak perlu mengikutiku jika masalah harta dan sumberdaya,” gumam Bai An sambil tersenyum dalam hati.


Setelah itu mereka bertiga langsung mencari posisi yang nyaman untuk mereka masing-masing berkultivasi.


__ADS_2