
“Klan Sa, klan kalian sudah melemah karena kematian Sang Kematian, jadi kau jangan sombong,” teriak Iblis paling gendut dengan senyum mengejek.
“Heng..!! Walaupun Leluhur Sa kami telah mati, tapi kekuatan klan Sa tidak bisa di anggap remeh, masih ada dua leluhur yang setingkat dengan Leluhur Sa Rui.” Dengus pemuda yang paling tua dengan sedikit sombong ia langsung meludah ke arah sekumpulan iblis tersebut.
“Kau,” teriak iblis paling normal dengan memancarkan aura iblisnya ia ingin maju menghajar pemuda paling tua tersebut.
“Apa? Kau sungguh serangga kecil berani sekali ingin melawan Tuan muda ketiga ini,” dengus Sa Bun.
Iblis yang paling kurus langsung menggebrak mejanya hingga hancur.
Brak..!!
“Kau ingin mati rupanya, sekte iblis sesat tidak akan takut kepada klan Sa kalian yang sombong dan angkuh itu,” kata iblis paling kurus lalu mengeluarkan sebuah belati kembar.
Sa Bun tak mau kalah, begitu juga dengan anggota klan Sa yang berada di belakang, mereka semua langsung mengeluarkan senjata mereka.
Saat mereka ingin bertarung, sebuah aura langsung menekan mereka semua yang membuat keributan.
“Apakah kalian ingin mati?”
Sebuah suara dingin menggema di restaurant tersebut.
Saat Sa Bun ingin menjawab, suara tersebut muncul kembali.
“Aku tak mau tahu apapun alasan kalian, jika kalian ingin saling membunuh, di luar saja jangan merusak kenyamanan para pelanggan restaurant ku.”
Tanpa menunggu lama, klan Sa dan murid Sekte Iblis Sesat langsung berhamburan keluar.
Tentu saja mereka takut, karena suara tersebut adalah pemilik Restaurant Mawar ini, dia adalah peringkat 100 Dewa Abadi yang sangat jarang muncul.
Biasanya setiap keributan, yang muncul adalah manager restaurant yang memiliki kekuatan peringkat 10000 Dewa Abadi.
Kemunculannya ini membuat beberapa pelanggang yang datang heran dan tercengang.
Sementara Bai An langsung kesal, uang sakunya kini pergi. Tapi tak lama ia tersenyum kecil, karena Bai An cukup tertarik dengan suara lembut namun terkesan dingin tadi.
Para saudara Bai An, terutama Lang Zai dan Tu Long langsung berkata melalui telepati.
“Tuan muda, biarkan kami yang pergi mengejarnya.”
Bai An langsung melirik ke arah Lang Zai dan Tu Long yang kini bersemangat, tapi bagi orang di meja sebelah Bai An. Saat melihat senyum semangat Lang Zai dan Tu Long, mereka bergidik ngeri seperti melihat orang yang haus akan darah.
Di dunia yang Bai An datangi ini adalah dunia bebas dengan kematian maupun perbudakan. Tapi di samping kebebasan tersebut, dunia ini juga penuh oleh peraturan.
Bai An mengangguk dan berkata. “Jangan terlalu lama, jika bisa pancing juga amarah klan Sa.”
__ADS_1
Lang Zai dan Tu Long langsung melesat keluar setelah mendengar jawaban dari Bai An.
Long Yuan dan para saudara Bai An hanya menggelengkan kepalanya saja.
“Tuan muda, bagaimana dengan Sekte Iblis Sesat, aku merasa Master Sekte dan beberapa penetua mereka adalah pengikut Kaisar Dewa Sesat,” kata Long Yuan melalui telepati.
Bai An langsung mengangguk. “Cukup pancing saja mereka keluar, karena beberapa dari mereka pasti tidak bersalah, buat serapi mungkin,” kata Bai An mengangguk.
Long Yuan, Yu Fan, Fanghu, Sin Ting dan Son Teng langsung pergi.
Kini hanya Bai An dan Pixiu saja yang tersisa.
Saat Bai An melirik ke arah tempat sepi, Bai An langsung berkata.
“Apa kau tidak lelah bersembunyi Nona,” kata Bai An tersenyum tipis.
Dalam sekejap seorang wanita muncul menggunakan cadar.
Walau ia menggunakan cadar, kecantikannya tetap saja terlihat jelas.
Bahkan beberapa orang yang duduk cukup jauh dari meja Bai An langsung menatap wanita tersebut dengan pandangan mesum.
Tap tap..!!
Wanita bercadar tersebut langsung duduk dengan elegan.
“Hmm..!! Laki-laki yang cukup dingin,” kata wanita tersebut tersenyum di balik cadarnya.
Saat Bai An ingin mengatakan sesuatu.
Sebuah teriakan terdengar.
“Hei kalian berdua pergilah dari sini, jangan membuat keributan atau aku akan memberitahu manager Restaurant ini jika kalian menganggu wanita ku,” kata seorang manusia berbadan kekar dan cukup tampan.
Bai An langsung berdiri. “Silahkan nikmati sesukamu,” kekeh Bai An.
Pixiu juga ikut berdiri saat melihat Bai An berdiri. Saat Bai An ingin melangkahkan kakinya.
Sebuah suara wanita lembut terdengar.
“Apakah aku semurah itu sehingga kau mengatakan nikmati sesukamu kepada orang lain,” kata wanita tersebut, tapi kini dengan nada yang sangat dingin.
Sedangkan laki-laki berbadan kekar yang berniat menganggu wanita tersebut kini berdiri kaku karena di tekan oleh aura wanita tersebut.
Laki-laki tersebut sampai kencing di celananya, karena ia tahu aura wanita tersebut.
__ADS_1
“No.. Nona,”
Slash..!!
Kepala laki-laki tersebut langsung melayang, di bawah tatapan tak percaya semua orang melihat pembunuhan yang begitu berani di restaurant ini.
Bai An dan Pixiu terlihat santai.
Sedangkan wanita yang bernama Gi Lian langsung berdiri dengan acuh. “Gi San, bereskan mayat menjijikkan ini,” kata Gi Lian melalui telepati.
Tak lama Gi San yang tak lain manager Restaurant Mawar langsung muncul lalu menatap semua pelanggan.
Seketika, semua pelanggan langsung berpura-pura tak melihat kejadian tersebut. Mereka langsung makan sambil bicara hal yang lain.
Bai An kini mulai berjalan dengan santai.
Tap tap..!!
“Tunggu, kau belum membayar makanan yang kau pesan,” kata Gin Lian, lalu menambahkan. “Terlebih kau belum menjawab pertanyaanku tadi, jika kau tidak menjawab. Jangan harap bisa keluar dari sini.”
Bai An langsung melempar sebuah kantong berisi kristal tingkat tinggi ke arah Gi Lian.
“Jika kau tak menjawab pertanyaanku lebih dulu, maka aku tak akan menjawab pertanyaanmu,” kata Bai An dengan dingin dan tetap melangkahkan kakinya dengan santai.
Saat Bai An akan keluar dari pintu sebuah serangan tak terlihat datang dari belakang.
Pixiu yang merasakan lebih dulu, terlebih lagi ia berjalan di belakang Bai An langsung melambaikan tangannya santai.
Piar..!!
Terdengar suara pecah.
Gi Lian langsung mendengus ke arah Pixiu. “Apa kau tidak malu berlindung kepada temanmu,” kata Gi Lian sambil melirik Bai An.
Pixiu yang mendengar itu langsung mendengus lalu ingin menyerang Gi Lian. Tapi Bai An langsung menghentikannya.
“Jangan di ladeni, ayo kita pergi,” kata Bai An memegang pundak Pixiu sambil tersenyum di balik jubahnya sedikit melirik ke arah Gi Lian.
Gi Lian yang menyadari ada yang salah langsung melesat ke arah Bai An dan Pixiu dengan kecepatan penuhnya.
Wuss..!!
Bai An dan Pixiu langsung menghilang saat Gi Lian sampai.
Gi Lian langsung kesal dengan menginjakkan kaki kanannya tiga kali.
__ADS_1
Rencana Gi Lian sebenarnya adalah mengundang Bai An ke klannya untuk membantu klannya melawan tiga klan besar yang selalu menekannya. Jika hanya satu klan mungkin klan Gi bisa membunuh mereka semua, tapi ini ada 3 klan yang rata-rata memiliki kekuatan 100 orang Dewa Abadi dan salah satu di setiap klan tersebut setara dengan Gi Lian, yang berarti kekuatanya peringkat 100 Dewa Abadi.
“Sial jika begini, aku harus mencari mereka,” gumam Gi Lian kemudian menghilang.