Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mempelajari Buku Manual disaat terjadi pertarungan 2


__ADS_3

Bai An yang mendengar itu langsung melesat, namun saat ia baru melangkah beberapa puluh meter, sebuah serangan yang sangat kuat dengan tekanan daya rusak yang bisa langsung membunuh orang setingkat Bai An dalam sekejap, datang dari arah samping kiri Bai An.


Melihat itu, Bai An dengan cepat mengaliri seluruh tubuhnya dengan energinya untuk menghindari kerusakan yang berada di dalam tubuhnya, dan langsung membuat perisai dengan menyilang tangannya untuk mencoba menahan serangan yang datang.


Wuss,,


Bom,,


Duar,,


“Uukkhh,,”


Bai An langsung terlempar cukup jauh, dan memuntahkan seteguk darah, “Untung aku cepat bereaksi, jika tidak, aku bisa terluka parah atau bahkan mati,” gumam Bai An kini sadar, apa maksut Mu Xia'er memberikannya buku manual Mata Emas, karena lawannya kini bertambah kuat.


“Entah apa yang ia lakukan sehingga menjadi sekuat ini, mungkin kekuatannya ada di tingkat Dewa Emas, aku tidak tahu pasti, tapi ini berbahaya untuk kami berdua jika tidak memiliki kesiapan,” gumam Bai An menatap ke arah dari mana serangan tersebut.


Bom,,


Duar,,


“Ukkhh,,”


“Hmm, Long Yuan juga terkena serangannya, semoga ia tidak terluka parah,” gumam Bai An mendengar suara ledakan yang cukup besar.


Bai An kemydian melesat ke arah suara ledakan, sambil terus bergerak ke arah dimana posisi Long Yuan tadi memberitahunya.


Wuss,,


Bai An langsung sampai ketempat bekas aura Long Yuan, namun sangat tipis, dikarenakan oleh penghalang Hukum Lorong Dimensi tersebut.


Setelah Bai An memeriksa dengan teliti, ia langsung melesat ke arah Long Yuan terpental, jika dirinya tidak salah.


Wuss,,


Bai An langsung melihat Long Yuan yang kini duduk memulihkan dirinya, terlihat jika Long Yuan terluka di bagian organ-organnya.


Long Yuan yang bisa merasakan jarak 1 meter sama seperti Bai An kemudian membuka matanya dan merasakan Bai An berdiri menunggunya menyembuhkan diri.


“Tuan Muda,” kata Long Yuan dengan suara agak parau, akibat lukanya, “Pulihkan dirimu dulu, saudara Yuan, aku akan menjaga mu,” kata Bai An sambil menatap ke arah Leng Cung berada, walau ia tidak tahu pasti, namun, arah utara yang diberitahukan oleh Mu Xia'er tempat keberadaan Leng Cung sangat berguna baginya.


Leng Cung yang kini sedang tertawa bahagia melihat jika serangannya kini bisa melukai keduanya, namun pemuda yang lebih muda masih bisa menahan serangannya, tapi tetap terluka membuatnya tersenyum tipis.

__ADS_1


Namun, Leng Cung tiba-tiba membeku, saat merasakan jika Bai An kini sedang menatap ke arah dirinya, ia mengedarkan kesadarannya dengan lebih teliti, dan ternyata benar, jika Bai An sedang menatap ke arahnya.


“Apa ia tahu aku berada disini?” gumam Leng Cung, tapi tak lama kemudian ia tersenyum kembali, “Walaupun kau bisa merasakan ku pun, itu tak ada gunanya, karena waktu ku tidak banyak sebelum kekuatan pinjaman ini hilang, maka aku yang akan mendatangi kalian langsung,” kata Leng Cung langsung melesat ke arah Bai An dan Long Yuan berada.


Wuss,,


Bai An yang instingnya merasakan bahaya langsung mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya, lalu mengayunkan pedangnya.


“Teknik Naga Angin,”


“Tebasan Cahaya Angin,”


“Teknik Ashura,”


“Tebasan Ashura Penghancur Langit,”


Teriak Bai An langsung menyerang asal ke arah utara.


Kecepatan serangan Bai An sangatlah cepat.


Wuss,,


Leng Cung yang kebetulan melesat dengan cepat dan tidak tahu jika Bai An akan menyerang, kini tidak memiliki kesiapan untuk menghindar. Namun, karena mempunyai pengalaman yang banyak, dengan cepat ia mengayunkan pedangnya dengan santai melawan seranga Bai An.


Bom,,


“Sialan,” teriak Leng Cung saat melihat serangan susulan yang terasa sangat berat.


“Pedang Seratus Kegelapan,” teriak Leng Cung langsung mencoba melawan serangan susulan Bai An.


Namun terlambat, baru saja Leng Cung mengayunkan pedangnya, Teknik Ashura, yang Bai An gunakan sudah lebih dulu mengenai dada Leng Cung.


Bom,,


Leng Cung langsung terpental jauh kebelakang.


“Hoek,,”


Leng Cung langsung bangun dan memuntahkan banyak darah, ia terluka cukup parah, “Sialan, padahal ia hanya berada di tingkat True God, namun mengapa serangannya terasa setingkat dengan Dewa Emas awal.” Kata Leng Cung meraung marah.


Saat Leng Cung ingin melesat kembali, ia langsung meringis.

__ADS_1


“Ukkhh,,”


“Aku harus memulihkan diri secepat mungkin, sebelum waktunya habis,” gumam Leng Cung langsung mengeluarkan beberapa pil bewarna hitam dan memakannya sekaligus, ia tidak peduli bagaimana efek obat yang akan ia minum nanti, yang penting kondisinya bisa pulih dan membunuh Bai An dan Long Yuan secepat mungkin, itulah yang kini Leng Cung pikirkan.


Leng Cung yang tengah melayang langsung duduk bersila di tengah-tengah lorong dimensi.


Bai An yang menunggu Leng Cung kembali menyerang kini tersenyum, ia merasa jika serangannya tadi bisa melukai Leng Cung dan kini sedang memulihkan diri.


Bai An kini juga telah kehabisan energinya, ia telah menggunakan semua energinya tadi saat serangan keduanya, tadi Bai An sempat bertaruh pada serangan keduanya, jika Leng Cung tidak terluka, maka mereka berdua yang akan terluka parah.


Saat ini Bai An mencoba membuka Dunia Jiwa, namun tidak bisa, ia ingin memanggil Mu Xia'er, namun ia urungkan, karena ia yakin saat ini Mu Xia'er sedang kesal kepadanya, jadi ia ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin.


Bai An kemudian mengeluarkan pil tingkat ilahi yang ayahnya pernah berikan, Bai An langsung memakan 3 pil pemulih sekaligus, dengan bantuan energi birunya, Bai An memulihkan energinya dengan sangat cepat.


Kini Bai An telah memulihkan energinya sebanyak 50% dan membuka matanya, ia kemudian meraskan Long Yuan yang telah pulih sedang menjaganya.


Bai An tak ingin menunggu lama, ia kemudian mempelajari Buku Manual Mata Emas, Bai An sangat teliti membaca setiap bait dari Manual tersebut.


2 jam kemudian, setelah Bai An membaca dengan teliti dan mencoba mempelajarinya, kini Bai An langsung mencoba memperaktikkannya.


Bai An langsung bangun dan melihat jika energinya telah pulih 80%, ia tahu jika energi biru pasti membantunya, saat ia pokus tadi.


“Mata Emas,” gumam Bai An mencoba, namun tidak terjadi apa-apa.


Bai An cukup bingung, apakah aku kurang menggunakan energi gumam Bai An, karena ia hanya menggunakan 1% energinya saat mencoba mengaktipkannya.


Bai An kemudian mencoba menggunakan 10% energinya, “Mata Emas,” gumam Bai An sekali lagi, tiba-tiba saja Mata Bai An terasa perih dan penglihatannya tiba-tiba menjadi terang.


Bai An langsung memejamkan matanya, tak lama Bai An kemduian membuka matanya dan terlihat Mata Bai An kini bersinar keemasan.


Bai An yang baru saja membuka matanya, langsung tersenyum cerah saat ia dapat melihat Long Yuan berdiri 1 meter di sampingnya dengan kondisi waspada, sambil menatap ke arah dirinya.


Bai An kemudian melihat sekeliling dan ia langsung tersenyum pahit, karena ia hanya dapat melihat seluas 2 km. Namun, Bai An cukup puas dengan mata emasnya ini.


“Saudara Yuan, ayo kita lunasi hutang kita yang tadi,” ucap Bai An.


Long Yuan hanya bingung, namun ia langsung menjawab dengan tegas. “Ayo Tuan Muda, aku ingin sekali melunasi hutang ini.”


“Ikuti aku, dengan cara memegang jubah ku,” kata Bai An, menunggu Long Yuan memegang jubahnya.


Tanpa banyak tanya Long Yuan langsung memegang jubah Bai An, karena ia yakin dengan Bai An pasti akan melakukan yang terbaik, walaupun ia tidak dapat melihat wajah Ba An, tapi ia dapat merasakan Bai An sedang tersenyum.

__ADS_1


Bai An dan Long Yuan kemudian melesat ke arah tertentu.


__ADS_2