Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pesan Dari Bai An kepada Para Saudaranya


__ADS_3

Daratan tengah...


Di Restaurant, saat ini Hei Long terdiam saat mendengar pesan suara dari Bai An, dan tak lama wajahnya menujukkan tanda-tanda senang.


Tak lama Hei Long melihat keempat orang didepannya dengan wajah penasaran lalu salah satu antara mereka bertanya.


"Apa isi pesan dari Tuan Muda?" ucap Xiong Zai dengan nada bersemangat.


"Hmmm Tuan Muda tidak bisa kesini langsung karena ia akan membereskan daratan timur terlebih dahulu!"


Mendengar jawaban dari Hei Long mereka semua menjadi lesu kecuali Xiong Zai, karena ia tahu pasti tidak mungkin Hei Long senang kalau isi pesan Bai An seperti itu saja.


"Lalu apa lagi?" tanya Xiong Zai lagi.


Mendengar pertanyaan Xiong Zai yang bertanya lagi membuat, Xin Feng, Tang Meng, dan Zou-Zou melihat kearah Hei Long yang tersenyum tipis.


"Saudara tertua Long Yuan lalu Saudara kelima Lang Zai dan Kakak Tuan Muda Cen Tian akan kesini membantu kita!" jawab Hei Long dengan nada bersemangat.


Mendengar itu membuat Xiong Zai lebih bersemangat lagi, sedangkan Xin Feng dan yang lain bingung kenapa mereka senang, karena tidak Tuan Muda mereka yang kesini tapi saudara tertua hanya itu saja membuat mereka senang.


"Kenapa kalian berdua bersemangat?" tanya Xin Feng.


"Ahh aku lupa memberitahumu tentang saudara-saudara kami!" ucap Xiaong Zai lalu menceritakan sedikit tentang saudara-saudaranya.


"Hmmm jika Saudara tertua Long Yuan, Saudara Lang Zai dan Cen Tian datang, apakah kita bisa mengatasi masalah ini?" tanya Tang Meng penasaran setelah mendengar cerita Xiong Zai.


"Ya mungkin orang yang setara dengan kami walaupun mereka berjumlah 100 pun Saudara Long Yuan bisa menghadapinya sendiri karena aku mendengar Tuan Muda bilang tingkat Kultivasi Saudara Long Yuan meningkat pesat dan kini berada ditingkat Holy Emperor menengah yang akan sedikit lagi menembus puncak!" jawab Hei Long dengan santai.


"Apaaaa!"


"Apaaa!"


"Apaaa!"


"Apaaa!"


Mereka semua terkejut mendengar tingkat kultivasi dari Long Yuan dan yang paling kaget adalah Xiaong Zai karena dulu saat Long Yuan menjadi Tuan mereka tingkatannya masih Holy Monarch puncak, dan ia tahu untuk menembus satu tingkat saja membutuhkan ratusan tahun jadi ia sangat terkejut sedangkan ia dan Hei Long masih ditingkat yang sama karena sulit untuk menembus tingkat selanjutnya.


Xiong Zai masih tetap tertahan ditingkat Grand Dao awal dan Hei Long masih berada dibawahnya Holy Tryant puncak, namun jika mereka berdua bertarung mereka akan imbang.


Sedangkan ketiga lainnya terkejut karena mereka belum pernah melihat orang sekuat itu dalam hidup mereka jadi mereka semakin semangat dan penasaran.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan Saudara Lang Zai?" tanya Xiong Zai penasaran, karena Lang Zai seorang jenius jadi pasti tingkat kultivasinya meningkat lumayan pikir Xiong Zai.


"Saudara Lang Zai meningkat lebih mengerikan lagi!"


Mendengar nada Hei Long yang tersenyum pahit Xiong Zai jadi semakin penasaran.


"Tingkat apa?" ucap Xiong Zai mendesak.


"Saudara Lang Zai kini berada ditingkat Holy Monarch puncak!"


"Apa, bagaimana bisa?, walaupun ia jenius namun ini terlalu tidak mungkin!"


Nada Xiong Zai menggetarkan restaurant tersebut hingga membuat guncangan yang membuat orang-orang yang sedang makan berhamburan keluar karena mengira gempa bumi terjadi.


"Pelankan suaramu Saudara Xiong!" ucap mereka berempat serempak.


Xiong Zai langsung tersadar lalu diam, dalam hatinya juga ia akan berlatih giat agar tidak mengecewakan Tuan Muda.


Melihat kelakuan Xiong Zai, Hei Long langsung berkata, "Kau tenang saja Saudara Xiong, Saudara Lang Zai meningkat juga karena bantuan pil buatan Tuan Muda, dan Tuan Muda juga mengirimkan kita Pil tersebut untuk meningkatkan kekuatan kita, Pil tersebut kini dibawa Saudara tertua!"


Xiong Zai dan yang lain ikut bersemangat walau mereka bertiga tidak sebut tapi mereka ikut senang dan berharap diberikan pil tersebut.


"Apakah Tuan Muda juga memberikan aku Pil tersebut?" Tanya Xin Feng dengan nada bersemangat.


Mendengar kata-kata Hei Long mereka tercengang, karena pil tingkat raja saja sudah tidak ada di benua rendah ini dan itu hanya sebuah legenda bagi mereka dan pil tingkat raja diberikan kepada para pengikut mereka, betapa kayanya Tuan Muda tersebut.


"Apa itu Pil Tingkat Kuno?" ucap Zou Zou tiba-tiba bertanya karena ia tidak pernah mendengar nama pil tersebut.


Xiong Zai langsung menjawab karena ia tahu pil tersebut dari Bai An juga dulu sewaktu mereka bersama, mereka semua diberikan pengetahuan yang banyak.


"Itu pil yang di Benua Atas pun jarang ada, pil tersebut 1 juta lebih mengerikan dari Pil Tingkat Raja!" jawab Xiong Zai dengan mata yang berbinar-binar karena tidak sabar untuk meningkatkan kekuatannya.


Glekkk...


Xin Feng, Tang Meng, Zou Zou kini mulut mereka ternganga cukup lama lalu menelan air liur mereka sendiri, mereka ingin sekali berteriak namun karena tidak ingin menimbulkan kekacauan mereka hanya menahan dalam hati.


***


Markas para perampok...


Kini Pixiu dan Huang Feng dan semua pengikutnya mempersiapkan diri untuk bertarung melawan orang-orang dunia luar dan para pengikutnya.

__ADS_1


Bon Dan, para ketua perampok dan ketua bandit langsung menghampiri Pixiu dan Huang Feng.


"Tuan mereka akan sampai sekitar 2 atau 3 hari lagi ketempat kita, mata-mata memberi kabar jika mereka bersama Putra Mahkota Kekaisaran Xiao dan pangeran kedua ketiga kelima yang memimpin termasuk 3 orang-orang berjubah hitam!" ucap Bon Dan memberitahu Pixiu dan Huang Feng.


"Hmm kita tunggu saja mereka, kalian berlatihlah seperti biasa anggap mereka sebuah lalat saja, jangan takut karena kita akan membantai mereka semua saat mereka telah sampai!" balas Pixiu percaya diri.


Melihat kepercayaan diri Pixiu yang sombong membuat Bon Dan dan yang lain bingung kecuali Huang Feng, mereka takut bertanya jadi memilih diam.


"Baik Tuan!" jawab mereka serempak lalu kembali ketempat biasa dan berlatih seperti biasa bersama para bawahan mereka.


Hanya Bon Dan yang masih diam membuat Pixiu mengangkat sebelah alisnya.


"Mengapa kau masih disini?" tanya Pixiu.


"Itu Tuan, bagaimana dengan para budak yang kita bawa dulu?, mereka masih lemah terutama anak-anak, saya takut jika mereka ikut bertarung dan mati sia-sia!"


Mendengar pertanyaan Bon Dan, Pixiu langsung mengerti betapa pedulinya orang ini kepada orang-orang yang lemah yang tidak bisa apa-apa.


"Kau tenang saja mereka semua tidak akan bertarung termasuk para perampok dan bandit yang lemah, hanya orang-orang yang lumayan kuat saja ikut bertarung dan itupun kau dan mereka hanya akan melawan prajurit-prajuritnya saja selain itu serahkan sisanya pada kami. Kalau para budak dan perampok yang tidak ikut bertarung nanti hanya akan menonton terjadinya pembantaian karena Tuan Muda akan datang ha ha ha!"


Mendengar jawaban Pixiu dan mendengar kata Tuan Muda membuat Bon Dan bersemangat ia yakin bisa menang jika Tuan Muda itu datang semua bisa teratasi, karena ia pernah mendengar dari Huang Feng bahwa 1000 orang sepertinya mengepung Tuan Mudanya, 1000 orang itu hanya mengantar nyawa.


Awalnya Bon Dan tidak percaya, namun melihat tatapan Huang Feng, ia menjadi percaya.


"Hmmm kau salah Saudara Pixiu, jika Tuan Muda datang, mungkin kita hanya menonton saja, karena cukup Tuan Muda sendiri bertarung menggunakan tubuh fisik wilayah timur ini bisa rata dengan tanah karena kultivasi tuan sekarang semakin tinggi jadi tubuh fisiknya pasti bertambah kuat!" ucap Huang Feng tiba-tiba bergidik, ia menbayangkan bagaimana jika Bai An menggunakan tenaga dalam saat bertarung.


"Kau benar Saudara Huang Feng, mungkin kita hanya menonton!" jawab Pixiu lesu, ia merasa membuat Bai An kecewa yang tidak bisa mengatasi masalah ini hingga membuat Bai An ikut turun tangan.


Sedangkan Bon Dan hanya ternganga dari tadi mendengar pembicaraan mereka, hingga saat ini ia masih ternganga seperti orang idiot.


"Woeee kau ini, apa kau tidak tau jika seekor sapi bisa masuk kemulutmu jika kau terus seperti itu!"


Bon Dan langsung terkejut hingga terjatuh saat mendengar teriakan Pixiu yang mengagetkannya.


"Hehe maaf Tuan!" jawab Bon Dan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudah-sudah Saudara Puxiu, kau ini suka sekali menyebar teror kepada para bandit, perampok dan budak, itu membuat mereka semua takut kepadamu!"


Mendengar nasihat dari Huang Feng, Pixiu hanya terkekeh kecil, sedangkan Bon Dan hanya melihat dengan wajah bingun seperti orang tersesat.


"Terus apa tugasku selanjutnya Tuan Huang?" tanya Bon Dan yang dari tadi bingung karena ia kurang paham kemana arah pembicaraan kedua Tuannya ini.

__ADS_1


"Kau duduk saja disini ikut kami mengawasi mereka berlatih!" jawab Pixiu dan bukan Huang Feng yang menjawab, karena Huang Feng kini terlihat sedang berkomunikasi dengan Bai An.


__ADS_2