
Xiao Lee Tan dan Xiao Yi juga tak kalah terkejut saat mendengar kata Phoenix Langit, itu adalah sebuah legenda kuno di Benua Rendah ini dan jarang sekali orang percaya akan hal itu. Karena Tubuh Phoenix Langit adalah keturunan langsung dari Binatang Spiritual atau Binatang Surgawi Phoenix Langit.
Jika itu manusia, maka akan dinamakan Tubuh Phoenix langit.
Yunxi langsung bersiaga, karena sangat jarang ada yang ada yang mengetahui tentang jati dirinya yang keturunan Phoenix Langit. "Siapa kalian sebenarnya? Bagaimana kalian tahu jika aku mempunyai Tubuh Phoenix Langit?" Yunxi langsung berteriak ke arah Bai An dan Lang Zai.
Lang Zai mendengus, karena Yunxi membentak ke arah Bai An. "Jaga mulut mu itu, atau aku akan merobeknya!" Lang Zai langsung menatap Yunxi dengan tatapan membunuh.
Yunxi kini, sudah tidak takut lagi. Ia telah siap untuk mati jika orang-orang di depannya ini adalah musuh yang selalu memburunya. Ia langsung membuka segel yang selama ini menahan kultivasinya.
Lang Zai dan Bai An, tahu jika Yunxi menyegel kultivasinya tetap tenang, berbeda dengan Cen Tian. Ia langsung maju untuk melindungi Xiao Yo dan Xiao Lee Tan.
Untuk Bai Luan, tetap tenang. Walaupun tingkat kultivasinya sama dengan Yunxi yaitu Ranah Saint puncak ( Alam Fana )
"Guru, boleh kah aku melawannya?" tanya Bai Luan sambil menunjuk Yunxi, ia juga mengeluarkan kekuatan asli nya yang selama ini ia tekan. Hal itu membuat Yunxi langsung tertegun. Bukan tertegun melihat kekuatan Bai Luan, tapi karena mendengar Bai Luan memanggil Bai An sebutan Guru.
Yunxi langsung mengeluarkan pedang yang mana membuat Bai An mengerutkan kening. Karena pedang tersebut berada pada tingkat Kaisar rendah. Senjata seperti itu cukup jarang, bahkan ia hanya punya satu, itu pun pemberian dari ayahnya sebelum ayahnya pergi.
"Kamu bukan dari benua ini, dari mana asalmu sebenarnya?" tanya Bai An santai.
"Tuan Muda, bukan waktunya bertanya. Lebih baik kita pergi lebih dulu, karena banyak sekali orang-orang yang sedang menonton kita." Suara Lang Zai melalui telepati menyadari Bai An dan melihat sekeliling. Banyak sekali warga maupun kultivator liar menonton mereka dari jarak lumayan jauh.
Bai An langsung mengangguk, lalu tiba-tiba sebuah energi Qi sangat padat menyelimuti tubuh Bai An dan kelompoknya, termasuk Yunxi dan langsung menghilang seperti di telan bumi.
Para warga dan kultivator liar tercengang melihat kejadian itu tepat didepan mata mereka.
Wuusshh...
__ADS_1
Bai An langsung muncul lumayan jauh dari kota Bing..
"Hooeek!"
"Hooeek!"
Xiao Lee Tan dan Xiao Yi langsung memuntahkan makanan yang ia makan tadi di restaurant.
Cen Tian langsung membantu Xiao Yi dengan mengalirkan energi nya, agar tubuh Xiao Yi menjadi stabil, karena kecepatan Bai An tadi saat membawa mereka cukup cepat.
Sedangkan Yunxi langsung tercengang, kini ia menatap Bai An dengan melangkah mundur. Orang yang paling bahaya menurutnya adalah Bai An. Bukan Lang Zai, karena ia menduga jika Lang Zai adalah yang paling kuat walau tidak tahu pasti tingkat kultivasi Lang Zai.
Bai An melirik Yunxi yang melangkah mundur saat melihatnya. ia tersenyum lalu bertanya, "Jawab pertanyaan ku, dari mana sebenarnya kamu berasal? Nona Yunxi."
"Kamu pasti akan membunuh ku, walaupun aku mwnjawab jujur!" ucap Yunxi dingin.
"Jangan kurang sopan seperti itu," Lang Zai langsung mengeluarkan hawa membunuhnya, ia termakan amarah karena sikap Yunxi kepada Tuan Muda nya yang seperti itu.
"Tenangkan dirimu saudara Lang! jika begini, kau malah membuatnya semakin curiga dan mengira kita adalah seorang penjahat yang suka menindas!" suara tenang Bai An langsung membuat Lang Zai menarik aura pembunuhnya.
Yunxi, Bai Luan, Cen Tian, Xiao Lee Tan, dan Xiao Yi kini sedang berlutut, mereka semua melirik Lang Zai dengan tatapan kesal, terutama Cen Tian.
"Aku tidak akan menyakitimu Nona Yunxi, jika kamu jujur menjawab pertanyaan ku, maka aku berjanji akan membantu masalahmu, tapi aku ingin melihat orang yang membuatmu ingin membalas dendam terlebih dulu... Bagaimana?" ucap Bai An langsung.
Yunxi masih terduduk di tanah, kini ia menatap Lang Zai dengan tatapan membunuh. Ia menghiraukan ucapan Bai An.
Lang Zai tetap santai saat di tatap seperti itu, ia lalu mengalihkan pandangan ke arah Cen Tian dan yang lainnya, lalu berkata. "Tuan Muda, sepertinya aku terlalu berlebihan." Suara Lang Zai tersebut melalui telepati agar tidak ada yang mendengarnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin melihat reaksi mereka. Terus lah provokasi mereka, aku ingin lihat, bagaimana cara mereka bertarung jika mereka bergabung menyerangmu!" Balas Bai An.
Tidak ada yang mengetahui, ini sebenarnya adalah ulah Bai An yang sengaja menyuruh Lang Zai menekan mereka semua. Bai An ingin tahu bagaimana respon mereka.
Setelah menyetabilkan diri, Yunxi langsung bangun.
"Kau,, Mati!"
Yunxi tanpa pikir panjang langsung menyerang Lang Zai, Yunxi langsung berada didepan Lang Zai dan mengayunkan pedangnya ke arah kepala Lang Zai.
Lang Zai tersenyum tipis saat melihat pedang tersebut ke arah kepalanya, ia spontan mangalihkan badannya ke kiri untuk menghindari serangan penuh Yunxi.
Baru saja Lang Zai, ke arah kiri. Tiba-tiba di belakangnya sebuah pukulan melesat dan akan mengenai punggungnya, Lang Zai langsung menundukkan badannya.
Saat Lang Zai menunduk, Yunxi langsung mengarahkan pedangnya ke depan untuk menusuk Lang Zai. Namun respon Lang Zai sangat cepat, ia langsung melompat ke atas lalu melangkah untuk menjauhi kedua orang yang menyerangnya.
"Kau akan ku hajar senior Lang, kau telah melukai Yi'er ku!" Teriakan lantang bercampur amarah dan kesal Cen Tian cukup menggema di tempat tersebut.
Lang Zai langsung tersenyum sinis, "Lemah, itu kata yang cocok buatmu junior Tian, karena tidak bisa melindungi kekasihmu sendiri, kau malah menyalahkan aku!" "Begitupun dengan mu mempunyai Tubuh Phoenix sangat lemah karena hanya terkena aura membunuh!" dengus Lang Zai sambil tertawa kecil.
Provokasi Lang Zai ternyata berhasil membuat Cen Tian dan Yunxi terpancing, sedangkan Bai Luan kini menyadari ada yang salah. Karena Bai An tetap diam dan membiarkan Lang Zai memprovokasi kakaknya.
Saat Bai Luan ingin bertanya, ia tiba-tiba mendengar suara Bai An melalui telepati. "Ikuti saja alurnya Luan'er, kau akan menjadi strategi untuk melawan saudara Lang, buat Kak Tian dan wanita itu mau mengikuti intruksimu!"
Bai Luan langsung mengangguk, tidak ada yang menyadari kelakuan Bai Luan yang mengangguk.
Setelah itu, ia melirik Cen Tian dan Yunxi yang kini terbakar amarah dan ingin menyerang Lang Zai.
__ADS_1
"Tunggu, jangan emosi saat menyerangnya, itu akan membuat kerugian bagi kalian berdua!" Teriak Bai Luan.
Bai Luan langsung melompat, ke arah Cen Tian dan Yunxi.