
Saat ini Bai An, Lang Zai, Pixiu, Lin Xue dan Chu Jia sedang memakan sup sederhana di dalam rumah makan sederhana yang tadi di tunjuk oleh Lin Xue.
Terlihat banyak sekali tatapan mata yang memandang ke arah kelompok Bai An, namun semua orang itu tidak ada Bai An rasakan yang memiliki tatapan niat jahat.
Terlebih lagi Lin Xue sengaja mengeluarkan auranya, walau banyak kultivator yang setara bahkan ada yang lebih kuat dari Lin Xue.
30 menit kemudian, kini Bai An dan yang lainnya telah keluar dari rumah makan.
Saat berjalan ke tepi dermaga, Lang Zai langsung berkata melalui telepati.
“Tuan Muda,, ada dua orang yang mengikuti kita tapi mereka tidak mempunyai niat jahat.”
“Aku tahu, biarkan saja mereka mengikuti kita untuk saat ini,” jawab Bai An melalui telepati.
“An'er 30 menit lagi kapal akan datang, kita akan menunggu disini, jika kau ingin jalan-jalan, silahkan tapi jangan terlalu jauh.” Lin Xue membalikkan badannya untuk memberitahu Bai An.
Bai An mengangguk kecil, kemudian ia saling memandang dengan Lang Zai dan Pixiu.
Pixiu langsung mengangguk mengerti.
“Bibi aku akan melihat suasana tepi pantai dulu bersama saudara Lang Zai, Pixiu akan menjagamu disini. Jangan terlalu membuat masalah.”
Tanpa menunggu jawaban Lin Xue. Bai An dan Lang Zai langsung berjalan ke arah utara.
Setelah merasa cukup jauh dari Bibinya. Bai An langsung berkata, “Keluarlah, jangan terus bersembunyi.”
Wuss,,
Wuss,,
Dua orang yang terlihat cukup tua dan setara dengan Lang Zai langsung muncul.
“Maaf kan saya Tuan Muda jika membuat mu merasa tidak nyaman. Kami disuruh menjagamu dari jauh oleh Penguasa Jatuh Yu Fan,” kata salah satu dari mereka dengan hormat dan sopan.
Bai An dan Lang Zai langsung mengerutkan keningnya.
“Kalian dari klan mana?”, tanya Bai An cukup penasaran, karena Yu Fan masih memiliki para pengikut yang cukup kuat.
Dua orang yang cukup tua sekitaran berumur 50 tahun, namun umur aslinya tidak ada yang mengetahui dan mereka juga cukup tampan orang yang berumur tua sepertinya.
Kini mereka saling memandang lalu mengangguk.
“Klan tersembunyi, klan Qiu. Nama ku Qiu Lou dan orang yang di sebelah ku Qiu Lau, dia adik ku.”
Bai An langsung mengangguk saat mendengar nama klan Qiu, karena Yu Fen juga pernah cerita saat masih di penginapan, siapa saja yang masih setia kepada kakaknya.
__ADS_1
“Kalian ke arah barat, bantulah Yu Fen, dia disana sedang membantu para penduduk desa untuk mengungsi ke Kota Han,” kata Bai An.
Qiu Lou terlihat ragu-ragu saat mendengar hal tersebut.
Bai An yang melihat reaksi mereka lantas bertanya. “Ada apa? apa kalian tidak mengenal Yu Fen adiknya Penguasa kalian?”
“Bukan begitu Tuan Muda. Tuan Muda Fen bilang untuk menjaga mu dan Nona Xue, kami bertemu di jalan tadi dan ia langsung menugaskan kami juga,” kata Qiu Lou tersenyum pahit.
Bai An langsung terkekeh, ia tahu jika Yu Fen menyukai Bibinya, namun ia tidak menduga jika sampai memaksa dua orang dari klan Qiu untuk menjaga Bibinya.
“Baiklah, dari pada kalian dari jauh. Lebih baik kalian bersama kami, ayo kita kembali.”
Bai An langsung membalikkan badannya menuju Lin Xue dan yang lainnya berada.
Tap,, tap...!
“An'er siapa para senior?”, tanya Lin Xue langsung menunjuk ke arah Qiu Lou dan Qiu Lau, karena Lin Xue dapat merasakan kekuatan mereka yang cukup tinggi.
Bai An langsung tersenyum kecut saat melihat tidak ada sedikitpun kesopanan dari Lin Xue.
“Mereka adalah para senior yang akan bersama kita ke Kota Han,” jawab Bai An, Lin Xue langsung mengangguk kemudian asik berceloteh lagi dengan Chu Jia.
“Abaikan saja kelakuan Bibi ku, dia orangnya seperti itu,” kata Bai An melirik ke arah dua orang dari klan Qiu.
“Tidak apa-apa Tuan Muda,” jawab mereka serempak dan dengan sopan.
Lang Zai mengangguk dan langsung mengeluarkan beberapa tong kecil yang berisikan arak.
Kedua orang klan Qiu langsung menatap dengan bingung.
“Apa kita akan minum Tuan Muda?”, tanya Qiu Lou.
Bai An mengangguk. “Benar,, apa kalian berdua tidak minum arak?”, tanya Bai An balik.
“Tidak,, tidak...! Kami minum arak, tapi harus di tempat umum seperti ini?”
Mendengar itu, Bai An melirik banyak orang yang melalui jalan ini, banyak juga yang melirik ke arah mereka.
“Mengapa harus malu, ayo aku yang menuangkan arak.” Pixiu langsung mengambil 3 tong kecil yang berisi arak tersebut lalu melempar gelas ke masing-masing termasuk Bai An.
Setelah Pixiu menuangkan arak, mereka langsung bersulang.
Saat Qiu Lou dan Qiu Lau meminum arak tersebut, matanya langsung bersinar.
“Dari mana anda mendapatkan arak ini?” Qiu Lou langsung bertanya dengan semangat.
__ADS_1
“Kami dapat dari menjarah beberapa dari kelompok Teratai Hitam dan pengikut Penguasa Liu Wang,” jawab Lang Zai santai sambil menunggu di tuangkan arak.
“Ini adalah arak yang cukup langka, arak ini sekarang sudah sangat jarang karena ini dulu buatan klan Duan yang telah lama di musnahkan oleh Teratai Hitam, kalian beruntung mendapatkannya,” kata Qiu Lau yang jarang sekali biacara.
Bai An, Lang Zai dan Pixiu hanya mengangguk kecil, karena mereka bukan berasal dari dunia ini, mereka tidak mengenalnya jadi hanya menganggukan kepala aja.
Lin Xue dan Chu Jia yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya.
“An'er jangan terlalu banyak minum,” kata Lin Xue tegas.
Bai An menaikkan sebelah alisnya, “Memang ada apa? Bibi, aku sudah cukup umur untuk minum.”
“Bukan masalah cukup umur, tapi arak ini jika di jual harganya akan mahal,” kata Lin Xue dengan nada semangat.
Qiu Lou dan Qiu Lau juga ikut mengangguk membenarkan ucapan Lin Xue.
Bai An langsung tersnyum tipis, “Kau tenang saja Bibi, ini adalah arak terahir yang kami minum dari arak buatan klan Duan.”
Lin Xue mengangguk kecil kemudian melihat kapal sudah akan sampai.
Melihat Lin Xue memandang ke arah laut, Bai An dan semua kelompoknya ikut memandang ke arah laut dan melihat kapal laut yang cukup besar.
“Wooahh,, besar sekali,” teriak Chu Jia kegirangan.
Bai An juga sebenarnya ingin berteriak karena kagum, namun sadar ia telah dewasa membuatnya hanya kagum dalam hatinya.
Saat itu juga banyak sekali para kultivator, pedagang, dan warga biasa yang berkumpul di tepi dermaga.
Melihat keramaian ini Bai An menyuruh semua orang berkumpul agar tidak berpisah.
Bai An dan yang lainnya langsung ke depan, untung saja mereka lebih dulu di tepi dermaga, jadi mereka tidak perlu mengantri.
“Berapa orang?” tanya penjaga awak kapal.
“7 orang,” jawab Qiu Lou maju ke depan lalu melemparkan tanda pengenal klan Qiu.
Saat melihat tanda pengenal bertulis Qiu dan ada nomer 2, tubuh penjaga awak kapal itu bergetar sesaat, ia langsung membalikkan badannya kemudian lari ke dalam.
5 menit kemudian,, seorang yang seumuran dengan Qiu Lou keluar dengan tenang, ia langsung tersenyum saat melihat Qiu Lou dan Qiu Lau.
Pandangan orang itu terus beralih kepada yang lain dan berhenti saat menatap Bai An.
“Tuan Muda, silahkan.”
Orang tersebut langsung mempersilahkan Bai An masuk lebih dulu, hal tersebut membuat Bai An cukup bingung, ia melirik Qiu Lou yang langsung mengangguk.
__ADS_1
Bai An tanpa menunggu lama langsung masuk saat melihat Qiu Lou tadi, di ikuti oleh Lin Xue, Chu Jia, Lang Zai, Pixiu, Qiu Lau dan Qiu Lou.