Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Bertemu lagi dengan Yao Jing


__ADS_3

Bai An langsung menggelengkan kepalanya. “Bahannya sudah ada, lebih baik kita pergi ke toko senjata dan mencari jirah yang cocok untuk tubuhmu,” ajak Bai An saat ia melihat sebuah Toko senjata yang sangat sepi pengunjung.


Tu Long langsung melirik ke arah kemana pandangan mata Bai An tertuju, lalu ia melihat je arah Bai An. “Ayo Tuan muda, sepertinya menarik,” kata Tu Long semangat.


Mereka berdua langsung berjalan ke toko senjata yang tidak ada pengungjung.


Tap tap..!!


Saat Bai An telah sampai di depan pintu toko. Bai An langsung berkata. “Permisi,, apakah di sini ada orang?”


Bai An sengaja berkata sedikit keras agar pemilik toko keluar.


Melihat tak ada jawaban, Bai An pun langsung masuk bersama Tu Long.


“Permisi, apakah di sini ada orang?” Tanya Bai An sekali lagi, ia juga mengedarkan kesadarannya ke seluruh ruangan. Tapi Toko ini tidak ada penjaga sama sekali.


“Heng.. Kita cari toko senjata yang lain saja Tuan Muda, pemilik toko ini memang tidak berniat menjual barang dagangannya makanya tempat ini sepi,” dengus Tu Long cukup kesal, karena membiarkan Tuan mudanya lelah memanggil.


Bai An melambaikan tangannya. “Sabar dulu, mungkin kita bisa menemukan sesuatu yang menarik,” kata Bai An santai.


Tepat setelah Bai An menyelesaikan ucapannya.


Tak lama kemudian. Seorang wanita yang Bai An dan Tu Long kenal keluar dari balik pintu dengan senyum mengembang.


“Apa yang Tuan muda butuhkan?” Tanya sebuah suara lembut.


Glek..!!


“Kenapa wanita sialan ini ada di sini?” Gumam Tu Long menelan ludahnya. Ia juga cukup kesal dengan wanita ini, karena ia telah melukainya.


Sedangkan untuk Bai An, ia langsung tersenyum. “Benar dugaanku, wanita ini mengikutiku sampai ke kota, tapi kenapa ia tidak menyerangku saat aku berkultivasi?” Gumam Bai An merasa aneh dalam hati.


“Ehem,, Katakan apa tujuanmu yang sebenarnya,” kata Bai An ke intinya.


“Sabar dulu sayang, apakah kau tidak tertarik melihat-lihat senjata lebih dulu?” Kata wanita tersebut yang tak lain Yao Jing.


Melihat Yao Jing mengedipkan matanya dan memanggilnya kata-kata sedikit romantis. Bai An langsung mendengus.


“Jika tak ada yang ingin kau katakan, aku akan pergi. Permisi,” kata Bai An membalikkan badannya.

__ADS_1


Sementara Tu Long yang dari tadi diam, ia menatap Yao Jing dengan ganas, seandainya dengan tatapan ia bisa melukai. Mungkin sudah ribuan kali Tu Long melukai Yao Jong.


Saat Bai An akan melangkahkan kakinya. Sebuah aura tekanan yang khusus untuk dirinya menimpa Bai An.


Untung tubuh Bai An sangat kuat. Tapi ia tetap terkejut saat merasakan kekuatan sebenarnya dari Yao Jing.


“Seorang Ahli Suci,” gumam Bai An terkejut, ia langsung berusaha keras membalikkan badannya dan tersenyum ke arah Yao Jing.


“Baiklah, mungkin saja aku bisa mencarikan Tu Long beberapa senjata yang ia butuhkan,” tepat setalah Bai An menyelesaikan ucapannya. Tekanan energi yang menekannya langsung menghilang.


Yao Jing langsung tersenyum. “Tidak sia-sia aku datang kesini, dapat bertemu dengan calon suami ku,” kata Yao Jing terang-terangan.


Bukannya mempersilahkan Bai An melihat-lihat senjata. Yao Jing malah berkata yang sedikit aneh bagi Bai An dan Tu Long.


“Calon suami? Siapa calon suamimu?” Tanya Tu Long dengan ganas.


“Yang penting itu bukan monster jelek seperti mu,” kekeh Yao Jing.


Sedangkan untuk Bai An. Ia tetap diam, tapi di dalam hatinya kini sedang bergelut. “Apa maksud wanita ini? Aku berencana membuatnya menjadi salah satu pengikutku agar bisa menambah pasukan kekuatanku, dan berencana mengikuti kemauannya untuk melihat-lihat senjata. Tapi?” Gumam Bai An dalam hati.


“Ehem..!! Apa yang kau pikirkan sayang?” Tanya Yao Jing kini tepat di samping Bai An dengan sedikit berbisik.


Saat Bai An melangkah mundur, ia melihat Tu Long kini sudah babak belur dan berdiri kaku seperti di tekan oleh sesuatu. Wajah Tu Long kini terlihat sangat lucu yang langsung membuat Bai An menutup mulutnya menahan tawa.


“Tu.. Tuan muda, wanita monster sialan ini ternyata seorang Ahli Suci, kau harus hati-hati,” kata Bai An melalui telepati.


Tentu Bai An sudah lebih dulu mengetahuinya, dan ia kini melirik Yao Jing karena Bai An sama sekali tidak merasakan niat jahat darinya. Jadi ia dengan dingin bertanya.


“Apa tujuanmu sebenarnya, cepat katakan atau aku tidak akan baik hati lagi?”


“Ooh,, kau cukup dingin juga kepada calon istrimu,” kata Yao Jing sedih.


Bai An langsung acuh melihat ekspresi Yao Jing.


Melihat ia di acuhkan, Yao Jing langsung melangkah maju ke arah Bai An.


Bai An langsung mengeluarkan pedangnya dan berpose siap menyerang.


“Diam di situ dan katakan maksud mu?” Kata Bai An sekali lagi, kini suaranya sangat dingin.

__ADS_1


Yao Jing langsung menghela nafas, matanya langsung berkaca-kaca saat melihat ekspresi Bai An yang begitu kejam.


Bai An tetap acuh, karena Bai An dapat merasakan jika Yao Jing ini lebih berbahaya dari Jing Ling.


“Guru ku ingin bertemu denganmu, dan juga apakah kau tidak bisa bersikap sedikit lebih lembut terhadap wanita,” kata Yao Jing sedikit sedih saat mengutarakan isi hatinya.


“Heng..!! Panggil saja guru mu kesini, aku sedang sibuk,” dengus Bai An tetap dingin lalu berjalan ke arah Tu Long yang kini sedang tersenyum mengejek ke arah Yao Jing.


Dalam hatinya Tu Long berteriak. “Wanita apanya, kau itu seorang monster bukan wanita. Kau harus sadar diri.”


“Tidak bisa, jika guru keluar dari tempatnya. Semua ahli suci akan sedikit gempar,” kata Yao Jing masih sedikit sedih. Ia memang sedih, karena ia kini merasa menyukai Bai An. Dan tak pernah terpikirkan olehnya jika ia di bentak dengan nada dingin oleh orang yang ia sukai. Tentu saja hatinya langsung terpukul keras.


Terlebih lagi Yao Jing tidak pernah terbuka terhadap laki-laki saat mengungkapkan isi hatinya.


Mendengar itu, Bai An langsung melihat ke arah Yao Jing dan berkata. “Siapa yang perlu dialah yang datang. Mengapa aku harus repot-repot datang ke tempatnya,” dengus Bai An dan menambahkan. “Lepaskan tali energi yang mengikat bawahanku, jika tidak aku akan menghancurkan tempat ini.”


Yao Jing langsung melepaskan tali energi yang mengikat Tu Long dan maju ke arah Bai An. Yao Jing kini tidak punya pilihan selain sedikit memaksa.


“Maafkan aku sayang, aku sungguh menyukaimu sehingga tidak ingin melukaimu dari pertama kali kita bertemu. Tapi sekarang aku tidak punya pilihan lain,” kata Yao Jing langsung mengeluarkan sebuah Token Teleportasi.


Dengan cepat Yao Jing melesat ke arah Bai An. Bai An yang menyadari hal tersebut langsung langsung mengeluarkan pedangnya.


“Jangan salahkan aku jika melukai seorang wanita,” gumam Bai An langsung menebas pedangnya.


“Tebasan Ashura,” kata Bai An sedikit keras.


Wuss..!!


Sebuah lesatan energi dari tebasan pedang Bai An langsung melesat ke arah Yao Jing.


Tapi dengan cepat Yao Jing menghilang dan muncul di depan Bai An.


Buk..!!


Yao Jing langsung menepuk pundak Bai An dan menghilang bersama Bai An.


Tu Long yang melihat itu langsung mengamuk tidak jelas. Aura penuhnya langsung di keluarkan dan menghancurkan toko senjata tersebut.


Banyak orang-orang dari berbagai Ras langsung menghindar karena tidak ingin ikut campur.

__ADS_1


Hingga para penjaga kota datang dengan seragam lengkap untuk menangkap siapa yang membuat onar.


__ADS_2