Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Dua Sosok Mengerikan


__ADS_3

Bai En yang melihat itu merasa tidak enak, dengan cepat ia melesat ke arah gerbang dimensi yang dia tak tahu siapa yang membuatnya dan kemana tujuan dari gerbang dimensi tersebut.


Wuss..!!


Ehh..!!


Duan Du dan Thu Khul heran melihat Bai En yang langsung melesat masuk begitu saja tanpa bertanya apa-apa.


Sedangkan Bai An hanya tersenyum tipis, sambil menggelengkan kepalanya.


“Jika kalian berdua sudah meningkatkan kekuatan kalian melebihi apa yang aku sebutkan tadi malam atau menguasai dunia ini, kalian boleh pergi ke alam dewa dengan membawa pasukan, tapi itu terserah kalian saja, asal pada saatnya tiba, kalian harus berada di sana,” kata Bai An menatap ke arah Fanghu dan Yu Fan.


Mereka berdua mengangguk mengerti. “Kami pasti datang tepat waktu atau mungkin kami sudah ada di sana jauh sebelum waktunya,” kata Yu Fan.


“Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu, jaga diri kalian baik-baik,” kata Bai An lalu menatap Duan Du dan Thu Khul.


Thu Kul mengangguk sambil berkata. “Aku akan menunggumu di alam dewa Tuan muda.”


Setelah itu Thu Kul langsung melesat memasuki gerbang dimensi.


Setelah Bai An melihat Thu Kul lenyap, ia langsung berkata. “Ayo, aku tahu maksudmu dari tadi diam.”


Duan Du langsung terkekeh kecil, mereka berdua langsung melesat sambil melirik ke arah Yu Fan dan Fang Hu yang memberikan semangat.


Wuss..!!


Bertepatan saat Bai An dan Duan Du masuk, gerbang dimensi langsung lenyap.


“Saudara Fan, ayo kita juga harus bekerja keras agar dapat meningkatkan kekuatan kita dan juga menguasai dunia ini,” ajak Fanghu terlihat tidak sabar.


Yu Fan hanya menggelengkan kepalanya saja, ia tahu jika Fanghu tidak sabar ingin melihat alam dewa.


Sementara Bai An dan Duan Du, saat mereka memasuki gerbang dimensi dan saat ini berada di ruang dimensi atau ruang hampa.


Bai An membuka matanya dan melirik lorong di depannya, Bai An melirik Duan Du yang ia ikat menggunakan benang energinya agar tidak terpisah.


“Hati-hati, aku merasa arus lorong ruang hampa ini sedang kacau,” kata Bai An sedikit merasa aliran energi disini berputar-putar.


“Apakah ini karena gerbang dimensi yang kakak buat tadi tidak bisa memuat terlalu banyak orang yang melewatinya?” Tanya Duan Du menebak-nebak.


“Benar, aku rasa juga begitu,” jawab Bai An.


Satu hari berlalu.


Dua hari berlalu.

__ADS_1


Tiga hari berlalu.


Tepat satu minggu berlalu Bai An langsung berkata. “Lindungi tubuhmu.”


Duan Du langsung menyelimuti tubuhnya menggunakan setengah energinya.


Tak lama setelah Bai An memberi peringatan, sebuah pusaran energi seperti angin topan datang dengan jumlah jutaan.


Bai An yang melirik itu langsung memperkuat benang energinya agar ia dan Duan Du tidak terpisah.


Wuss..!!


Bai An dan Duan Du terlihat dengan cepat menghindari pusaran energi yang begitu banyak.


Hingga satu bulan telah berlalu, Bai An dan Duan Du masih terlihat menghindari pusaran energi.


Namun jika di perhatikan dengan teliti, wajah Duan Du kini kelelahan.


“Bertahanlah, kita sebentar lagi akan sampai,” kata Bai An yang masih memiliki kurang dari setengah energinya.


Duan Du yang telah kehabisan energi hanya mengangguk dengan lemah.


Tiga bulan berlalu, saat ini Bai An terlihat sedang meminggul Duan Du di pundaknya.


Duan Du satu hari yang lalu sudah pingsan.


“Jika terus begini dalam 2 bulan lagi maka energiku akan terkuras habis tanpa sisa,” gumam Bai An kembali kesal.


Benar saja, dua bulan berlalu dengan cepat.


Saat ini Bai An terlihat sangat lemah.


“Apakah ini perbuatan para kaisar dewa itu yang menjebakku selamanya di ruang hampa ini?” Gumam Bai An, saat memikirkan hal itu, Bai An langsung berkata. “Heng..!! Aku tak boleh menyerah sampai nafas terahirku.”


Tiba-tiba Bai An menyerab energi yang kacau menggunakan Energi Semestanya sebagai perantara.


“Ukhh..!! Sudah ku duga jika energi di ruang hampa inu sangat kuat dan kacau,” gumam Bai An memuntahkan darah.


Hal itu membuat Bai An kehilangan fokus untuk menghindari pusaran energi.


Bom..!!


Tubuh Bai An dan Duan Du langsung terlempar secara bersamaan.


Bai An dengan cepat menarik Duan Du sebelum benang energinya hancur.

__ADS_1


Tap..!!


Setelah menangkap Duan Du. Bai An kembali terkena pusaran energi.


Bom..!!


Seketika Bai An langsung pingsan.


Anehnya, saat Bai An pingsan, pusaran energi tersebut langsung hilang dan muncul cahaya putih tidak jauh dari Bai An dan Duan Du.


Cahaya putih tersebut tak lain gerbang keluar atau gerbang masuk.


Wuss..!!


Tubuh Bai An dan Duan Du langsung tersedot oleh gerbang tersebut.


Hening..!!


Menghilangnya Bai An dan Duan Du di alam hampa menyebabkan keheningan, tak lama kemudian muncul mata besar dari ruang hampa tersebut.


Mata tersebut bewarna biru cerah.


“Hmm..!! Tak ku sangka anak itu mampu bertahan selama 5 bulan lebih, energi semestanya sangat murni menyebabkan ia memiliki kelebihan jika bertarung melawan musuh yang jauh lebih kuat darinya,” gumam mata tersebut.


Setelah itu ia melirik ke arah energi bewarna biru sama seperti energi semesta Bai An. Tapi energi ini terlihat jauh lebih hidup.


Tak lama kemudian energi tersebut berubah menjadi manusia yang sangat cantik.


“Hmm..!! Tak ku sangka keturunanku yang ke berapa ya? Aku lupa,” kata wanita cantik tersebut, lalu kembali berkata. “Anak ini adalah keturunan terahir yang bersama sedikit induk energiku yang dulu aku berikan kepada seorang anak ratusan triliun tahun lalu.”


“Benar, tapi aku tak menduga jika setitik induk energi yang kau berikan bisa berepolusi secepat itu,” kata mata tersebut.


“Itulah yang aku pikirkan, aku juga dapat yakin jika ia sudah mempunyai nyawa yang bisa membuat dirinya berubah menjadi manusia, tapi energi ku ini sedikit licik sama seperti anak itu.” Kekeh wanita cantik tersebut.


“Kenapa kau tidak mengeceknya sendiri, padahal kau yang mempunyai energi?” Tanya mata tersebut.


“Kau tahu jika aku melakukannya maka hukumanku akan bertambah, dulu aku memberikan setitik induk energiku juga karena terpaksa, jika tidak mana mungkin aku memberikannya kepada anak yang tidak aku kenal,” jawab wanita cantik tersebut, terlihat ia juga mengeluarkan senyum.


Mata tersebut mengangguk. “Aku juga tak menduga jika wanita terkuat di alam semesta inti bisa di kalahkan dan di hukum, ke alam semesta kecil ini sama sepertiku,” kekeh mata tersebut.


“Heng..!! Kau tahu jika alam semesta inti ada 10 dan aku orang terkuat ke 9 sedangkan kau orang terkuat ke 8, dan yang mengalahkan kita adalah orang terkuat ke 3. Tapi saat aku lepas, maka aku akan membalasnya dengan beberapa trik kecil,” kata wanita tersebut memikirkan Bai An.


“Hmm..!! Kau dan aku beruntung hanya di hukum, tidak di bunuh.” Dengus mata tersebut.


“Ia tidak membunuh kita karena masih sayang nyawanya, jika tidak menyangai nyawanya maka ia pasti akan di bunuh olehnya.” Dengus wanita itu.

__ADS_1


“Kau benar, peraturan sekarang berubah karena terbunuhnya Chi Long, orang ke 11 terkuat, hal itu menyebabkan alam semesta yang ia atur menjadi kacau.”


__ADS_2