Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pixiu dan Fanghu Vs Ratusan Juta Binatang Roh Iblis


__ADS_3

Jauh dari Dunia tempat Bai An.


Kini berdiri satu orang berbadan kekar memegang dua kapak, wajahnya sangat mirip dengan Fanghu. Ya karena dia memang benar Fanghu, tapi terlihat jelas kini perubahan Fanghu sangat jauh berbeda.


Sementara di sampingnya ada seekor Singa yang sangat besar. Tingginya mencapai ratusan meter dan lebarnya sekitar 40 meter lebih. Bahkan Fanghu terlihat sangat kecil ketika singa tersebut berdiri di sampingnya.


Singa tersebut memiliki sayap bewarna emas cerah. Ia tak lain adalah Pixiu, entah apa yang bisa membuat Pixiu berubah menjadi sosok aslinya. Yang pasti jika ia berubah berarti sosok yang mereka hadapi adalah musuh yang kuat.


“Mereka telah datang sekitar jutaan mil dari sini,” kata Pixiu lalu berubah menjadi manusia.


Jika Bai An melihat kekuatan Pixiu dan Fanghu, Bai An yakin akan malu saat bertemu kedua saudaranya ini. Karena kekuatan Pixiu dan Fanghu kini hampir menyentuh Dewa Abadi.


“Hmmm..!! Mereka benar-benar berniat memusnahkan kita berdua,” kata Fanghu kini menyeringai kejam, tak ada sedikitpun jejak ketakutan atau gentar di raut wajahnya.


“Hehe,, inilah yang aku tunggu-tunggu beberapa bulan lalu semenjak kedatangan kita,” kekeh Pixiu.


Entah apa yang mereka temui atau dapatkan sehingga kekuatan mereka dapat meningkat pesat. Tapi itu bayarannya cukup mahal bagi Pixiu dan Fanghu.


Beberapa saat sebuah getaran yang mengguncang tempat Pixiu dan Fanghu berdiri langsung terjadi.


“Heh,, padahal mereka masih jauh tapi getaran mereka terasa sampai ke sini,” kata Fanghu menggenggam kedua erat kapaknya karena tidak sabar membantai habis musuh yang datang.


“Hmm..!! Jumlah mereka tidak main-main, tadi aku melihat jika jumlah mereka ada ratusan juta bahkan lebih, tapi ini cukup bagus untuk meningkatkan kekuatan kita dan menambah pengalaman bertarung,” kata Pixiu menambahkan, tapi tatapan matanya tetap menatap tajam ke arah depan.


“Saudara Pixiu, apakah kau yakin jika orang di belakang Binatang Roh Iblis ini sebenarnya adalah pengikut Kaisar Dewa Kegelapan kurang ajar itu?” Tanya Fanghu melirik ke arah Pixiu yang masih menatap tajam ke arah depan.


“Benar,, saat kita menemukan harta tersebut di kawasan mereka, aku merasakan aura kegelapan yang sangat pekat. Bahkan itu membuatku merinding saat pertama kali kita sampai dan jatuh di sana. Tapi untung saja harta yang mereka jaga sudah lama bisa kita dapatkan dan gunakan untuk meningkatkan kekuatan kita. Tapi bayarannya kita selalu di kejar-kejar dan selalu sembunyi.”


“Tapi sekarang saatnya kita membalas apa yang mereka lakukan kepada kita yang mana membuat kita cukup malu.” Jawab Pixiu.


“Hehe,, untung saja tidak ada Tuan muda Bai di sini, jika ada mungkin ia akan menertawai kita yang selalu melarikan diri seperti tikus.” Kekeh Fanghu mengingat betapa memalukannya diri mereka beberapa bulan lalu.


“Saudara Fang,, kau jangan ceritakan hal memalukan ini nanti kepada siapapun saat kita kembali.” Kata Pixiu serius lalu menatap Fanghu.


Fanghu terkekeh lalu mengangkat kedua bahunya.


“Jangan bahas itu, lebih baik kita taruhan dengan jujur siapa yang paling banyak membunuh Binatang Roh Iblis maka ia mendapatkan hadiah paling banyak dan yang kalah akan di hukum sesuai kemauan yang menang, bagaimana?” Tanya Fanghu.


“Setuju, dan bersiaplah untuk kalah saudara Fang, mereka sudah sampai,” kekeh Pixiu langsung melesat lebih dulu.


“Kurang ajar, kau curang sekali saudara Pixiu aku tidak terima,” teriak Fanghu ikut melesat dengan kecepatan penuh dan kedua kapaknya siap ia ayunkan.


Sementara Pixiu yang kini melihat lautan Binatang Roh Iblis berbagai jenis dari yang terlemah hingga terkuat semua lengkap.

__ADS_1


Tangan Pixiu lalu terayun dan bayangan cakar langsung terbentuk di belakang tangan Pixiu, itu adalah energinya.


Dengan cepat Pixiu mengayunkannya ke arah lautan Binatang Roh Iblis tersebut.


Wuss..!!


Bom..!!


Serangan cakar Pixiu langsung menyebabkan kawah berbentuk cakar. Pixiu yang melayang di udara tidak berhenti sampai di situ, ia dengan ganas mengayunkan cakar energinya ke arah Burung Binatang Roh Iblis yang terbang.


Bom..!!


Bom..!!


Semua Binatang Roh Iblis yang terkena serangan Pixiu terjatuh. Tapi Binatang Iblis Roh berjenis burung atau yang bisa terbang tersebut tidak ada habisnya. Mereka terbang melesat ke arah Pixiu dengan ganas.


Pixiu kembali mengayunkan cakarnya dengan ganas sambil meraung menggunakan energinya agar beberapa Binatang Roh Iblis terdiam di tempat akibat raungan Pixiu.


Setelah puas menyerang dari jarak jauh, Pixiu terbang lalu menyerang Binatang Roh Iblis yang ada di udara.


Kini ia mengeluarkan sebuah pedang pemberian ibu Bai An.


“Tebasan Pengguncang Langit tahap pertama,” teriak Pixiu.


Jutaan Pedang tersebut langsung melesat setelah Pixiu mengayunkannya ke arah ratusan juta Binatang Roh Iblis yang ada di udara.


Bom..!!


Duar..!!


Sementara di bawah kini Fanghu tak kalah ganas dengan Pixiu.


Ia tadi melarang Pixiu menyerang ke bawah karena bagian bawah adalah bagiannya, tapi jika bagian udara sudah habis maka Pixiu boleh menyerang bagian bawah.


Kini Fanghu mengayunkan kedua kapaknya dengan beringan.


“Kapak Seribu Kematian,” teriak Fanghu.


Seketika satu ayunan kapak Fanghu melesat seribu lesatan energi mirip kapak, tapi Fanghu tidak mengayunkan satu kali saja melainkan lebih dari puluhan kali sehingga itu sudah lebih dari jutaan lesatan energi kapak melesat ke arah ratusan juta Binatang Roh Iblis.


Crash..!!


Bom..!!

__ADS_1


“Mati,, mati,, mati kalian semua Binatang Roh Iblis jelek,” teriak Fanghu sambil tertawa seperti orang gila.


Setelah puas menyerang dari jarak jauh. Fanghu langsung melesat dengan kecepatan penuh dan muncul di lautan Binatang Roh Iblis.


Fanghu langsung mengayunkan kedua kapaknya secara asal di sertai energi yang telah ia alirkan ke kapaknya.


Crashh..!!


Bom..!!


Bom..!!


Tangan Fanghu terlihat seperti menari saat ia mengayunkan tangan sambil memegang kedua kapaknya.


Crash..!!


Crash..!!


Sementara Binatang Roh Iblis yang terkuat ada 5, kini ia menatap dengan ganas dari kejauhan. Salah satu dari Binatang Roh Iblis tersebut memiliki aura Kegelapan yang sangat pekat.


“Kalian berempat, lawan yang ada di bawah, jangan biarkan ia memusnahkan Ras kita seenaknya. Jika di biarkan terus seperti ini Ras kita sebentar lagi akan benar-benar hilang dari dunia ini,” kata Binatang Roh Iblis berjenis berkepala Naga dan tubuhnya pergi singa tapi bersisik. Lalu ia melirik ke arah Pixiu dan menambahkan. “Sementara aku akan melawan yang di sana.”


Binatang Roh Iblis berkapala Naga itu adalah yang memiliki aura kegelapan yang sangat pekat dan kuat, bahkan kekuatannya setara dengan Pixiu, apalagi ia memiliki kelebihan energi kegelapan. Mungkin Pixiu akan kalah jika bertarung melawannya, terlebih ia di bantu jutaan Binatang Iblis yang kini Pixiu lawan.


Keempat Binatang Roh Iblis itu langsung mengangguk dengan sedikit enggan. Jika di lihat secara jelas, mereka terlihat terpaksa melakukan serangan ini karena suatu hal.


Setelah itu, kelima Binatang Roh Iblis tersebut langsung menghilang dari tempat mereka.


Fanghu dan Pixiu yang sedang bertarung seketika menjadi waspada saat merasakan bahaya.


Dengan cepat Fang Hu dan Pixiu mengayunkan senjata mereka masing-masing ke arah yang mereka rasakan paling bahaya.


Wuss..!!


Bom..!!


Bom..!!


...And...


...___________...


Cerita saudaranya Bai An yaitu Fanghu dan Pixiu cukup sampai di sini dulu ya para raider 🤣🤣🤣 🙏🙏

__ADS_1


Karena untuk Long Yuan dan Yu Fan nanti satu Chapter dan Lang Zai satu Chapter. Jadi semua 3 Chapter seperti yang saya janjikan sebelumnya yaitu akan menulis 3 chapter untuk perjalanan para saudara Bai An.


__ADS_2