Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Bai An kembali Sadar dan Ratu Elf Sefira


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, di dunia jiwa. Bai An kini masih belum sadar saat ia terkena oleh petir kesengsaraan terahir.


Mu Xia'er dengan setia menemani Bai An dan berusaha menyembuhkannya bersama energi biru, kejahilan dan kenakalan nampak hilang dari raut wajah Mu Xia'er, ia malah terlihat serius.


“Kenapa An Gege masih belum sadar?” gumam Mu Xia'er terlihat semakin khawatir di dalam hatinya.


***


Sedangkan di tempat kediaman Jendral Liang, Long Yuan dengan setia duduk di samping Bai An dengan tampang menyedihkan bercampur khawatir.


Kini ia mengetahui apa alasan Bai An semarah itu hingga membuatnya kehilangan kesadaran, bahkan berbagai cara Long Yuan lakukan, Bai An masih belum tersadar dari pingsan nya.


Tap,,


Tap,,


Mo Shen melangkah masuk dengan tergesa-gesa bersama Pixiu dan beberapa Jendral Iblis.


Ada juga seorang wanita cantik dengan telinga runcing bersama Pixiu, Long Yuan membalikkan badannya dan melihat mereka semua.


“Bagaimana, Mo Shen? apakah kau mengetahui cara untuk menyadarkan Tuan Muda?”


Long Yuan menghiraukan kehadiran Pixiu dan elf tersebut, ia langsung bertanya kepada Mo Shen.


“Saudara Yuan, apa yang terjadi sebenarnya? mengapa bisa Tuan Muda seperti ini?” Pixiu yang melihat keadaan Bai An langsung bertanya, ia hanya mendapat pesan, setelah mereka menjalankan tugas atau berhasil mengajak para Elf bekerja sama, maka ia harus kembali dengan cepat tanda menunda-nunda atau alasan apapun.


Setelah sampai di kerajaan Elf, Pixiu langsung mengungkap keinginannya dan para Elf langsung setuju dengan syarat, rakyat Elf juga akan ikut mengungsi ke tempat Puxiu, tanpa pikir panjang Pixiu langsung mengiyakan dan kembali bersama para Elf dengan kecepatan penuhnya.


“Aku merasa, kerajaan Iblis baru saja di serang, aku tidak sengaja melihat kerajaan mereka hancur dan bangsa iblis tingkat rendah semua di rawat.” Elf tersebut langsung mengutarakan pendapatnya.


Mo Shen langsung menatap Ratu Elf tersebut dengan tatapan tajam, dan ingin membalas Ratu Elf tersebut, namun Long Yuan langsung angkat suara.


“Aku tidak butuh perdebatan kalian, yang aku butuh bagaimana cara menyadarkan Tuan Muda.”


Dengan nada tegas dan dingin, Long Yuan menatap mereka semua.


Mereka semua langsung diam.


“Aku ada peninggalan leluhur untuk melihat keadaan seseorang, namun ini hanya satu kali pakai.” Ratu Elf tersebut angkat suara, dan melihat reaksi Long Yuan yang kini langsung menatapnya, ia kemudian tersenyum lalu menambahkan, “Apa yang bangsa Elf kami dapatkan jika membuat Tuan Muda kalian sadar?”


Pixiu dan Mo Shen yang mendengar itu langsung kesal dan ingin memarahi Ratu Elf Sefira.

__ADS_1


Long Yuan langsung mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka, Mo Shen dan Pixiu langsung mundur.


“Aku menjamin keselamatan Bangsa Elf jika kau memberikan peninggalan leluhurmu atau membuat Tuan Muda kami tersadar.” Mata Long Yuan sangat serius dan jujur saat mengatakan hal tersebut.


Ratu Elf Sefira tersenyum, “Walaupun kau berkata jujur, itu belum tentu menjadi jaminan yang pasti untuk keselamatan kami, kita lihat saja buktinya. Kerajaan ini ikut hancur walaupun ada orang sekuat kalian berada disini.” Dengan tenang Ratu Elf Sefira membalas.


Long Yuan dan Mo Shen langsung menghela nafas panjang, saat mendengar balasan dari Ratu Elf Sefira.


“Kehancuran Kerajaan ini bukan akibat serangan musuh,” Mo Shen langsung menjelaskan.


Pixiu dan Ratu Elf Sefira langsung mengangkat alisnya heran, “Kalau bukan musuh lantas siapa?” tanya Pixiu langsung.


“Ini akibat kemarahan Tuan Muda, sehingga mengeluarkan auranya dan meratakan Kerajaan tersebut, dan saat ia marah, ia tiba-tiba kehilangan kesadaran, namun auranya tetap terpancar sangat kuat. Kami semua harus bergabung untuk melumpuhkan Tuan Muda.”


Long Yuan dengan tenang menjawab pertanyaan Pixiu, aura Pixiu langsung naik, “Mengapa kau melumpuhkan Tuan Muda di saat ia pingsan?”


“Kau tenanglah, Tuan Muda begini akibat kematian Xiong Zai, jika kau ingin marah, maka jangan disini. Tapi di tempat pertempuran yang sesungguhnya nanti.” Mo Shen langsung menenangkan Pixiu dan menjawab pertanyaannya.


Pixiu mendengus, lalu pergi tanpa permisi.


Kini Ratu Elf Sefira yang mendengar pembicaraan mereka sadar, jika yang terkuat adalah orang yang sedang terbaring di ranjang.


Ia kinibmemikirkan beberapa rencana, namun saat membisu saat mendengar suara dingin Long Yaun.


“Baik lah, akan aku berikan. asal janji kalian untuk menjaga kami harus kalian tepati.”


Dengan cepat Long Yuan mengangguk, menyanggupi persyaratan Ratu Sefira.


Setelah itu Ratu Sefira izin pergi untuk berdiskusi dahulu bersama rakyatnya, Long Yuan mengangguk dan akan menunggunya disini.


Mo Shen yang menjadi pendengar setia langsung berkata, “Apa kau yakin jika, peninggalan leluhurnya bisa membuat Tuan Muda sadar?”


Long Yuan melirik Mo Shen, lalu mengalihkan pandangan ke arah Bai An, “Kita belum mencobanya, jadi hilangkan pikiran negative mu,”


Mendengar kata-kata Long Yuan, Mo Shen mengangguk dengan malu-malu dan berjalan ke arah kursi kosong lalu ikut duduk menunggu Ratu Sefira datang.


Mo Shen melirik para iblis, “Kalian kembali lah, dan berjaga, jika ada sesuatu hal sekecil apapun langsung kabari aku atau para Binatang Spiritual.”


Mendengar perkataan Raja nya, mereka semua mengangguk lalu pergi setelah memberi hormat.


***

__ADS_1


Dunia Jiwa,


“Ukkhh,, apa yang terjadi,” gumam Bai An masih merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


“An Gege,”


Mu Xia'er yang kebetulan baru sampai langsung berteriak dan spontan memeluk Bai An yang baru saja duduk.


Makanan yang di pegang Mu Xia'er langsung lempar begitu saja.


“Ukkhh,,”


Bai An yang baru saja sadar tiba-tiba meringis saat di peluk, ia cukup kaget. Tapi Bai An tidak menolak pelukan Mu Xia'er, ia merasa nyaman dan menikmati pelukan Mu Xia'er karena merasa ada yang kenyal-kenyal di pipinya hingga darah terus keluar dari hidung Bai An.


Mu Xia'er yang sadar ada yang salah, melepas pelukannya.


“Kiaa, mesum,”


“Pakk,,”


“Buk,,”


“Buk,,”


Setelah teriak sambil menyilang dadanya dengan kedua tangannya, spontan Mu Xia'er menampar dan memukul Bai An dengan kesal.


“Ukkhh,,”


“Am,, Ampun Xia'er,,”


Bai An langsung memelas dengan muka babak belur, ia terlihat memprihatinkan. Tapi Mu Xia'er hanya mendengus kesal.


“Mesum,,” kata Mu Xia'er sekali lagi.


Hal itu membuat Bai An cukup heran, “Bukan kah dia yang berinisiatif memeluk ku duluan?” gumam Bai An bingung, jadi mengapa ia seolah-olah yang menjadi tersangka.


Mu Xia'er melihat itu hanya tersenyum dalam hati, ia sebenarnya cukup bahagia saat memeluk Bai An, namun karena ego wanita dan harga diri wanita sangat tinggi, jadi ia pasti ingin menang sendiri, dan berusaha menyalahkan Bai An.


Karena tak ingin mengungkit masalah tadi, Mu Xia'er langsung bicara.


“Banyak para bawahan mu yang khawatir berlebihan, apa kau ingin melanjutkan latihan?. Karena menurutku kau masih sangat lemah. Tapi, jika kau ingin melihat mereka lebih dulu dan menunda pelatihan mu itu tidak apa-apa.”

__ADS_1


Bai An langsung melihat wajah Mu Xia'er yang terlihat serius, ia langsung menunduk untuk memikirkan apa yang ia lakukan selanjutnya.


__ADS_2