Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Teknik Ashura Tingkat 3 dan Menjarah Semua Harta


__ADS_3

Bai An masih duduk santai di atas pohon.


Melihat kelakuan Tuan mudanya, Pixiu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Pixiu melihat ke arah Gi Lian.


Gi Lian saat ini sedang menebar ratusan bunga Mawar ke arah musuhnya yang berlarian kesana kemari.


Walaupun Gi Lian terlihat tenang dan tidak bar-bar seperti Tu Long. Tapi Gi Lian adalah orang yang paling marah di antara semua orang.


Pasalnya Gi Lian sudah menganggap ketiga klan yang selalu menekan klan Gi sebagai musuh bebuyutan.


Beberapa tetua luar, tetua inti saat ini berlarian, mereka terlihat berusaha menghindari ratusan bunga mawar yang berterbangan ke arah mereka.


Nyatanya, walau mereka lari. Bunga Mawar tersebut tetap mengejar mereka, karena Gi Lian sudah menandai mereka semua.


Tak lama, salah satu tetua luar langsung tersambar bunga mawar.


Bam..!!


Tubuh tetua tersebut hancur sebagaian.


Setelah ledakan terjadi, ledakan susulan datang terus menerus.


Bam..!!


Bam..!!


Hingga sebagian dari para ahli Dewa Abadi ketiga klan mati dengan tubuh hancur.


Tu Long yang melihat itu dari jauh langsung bergidik ngeri.


...___________...


Sementara Bai An yang kini masih duduk santai melihat para saudaranya bertarung langsung menguarkan busur panahnya.


Leluhur Klan Du yakin jika Bai An tidak menyadari keberadaan dirinya terlihat dari betapa santainya Bai An dan tidak memandang ke arahnya dirinya.


Maka dari itu Leluhur klan Du masih diam dan akan bergerak jika patriark klan Du akan mati. Tapi sebenarnya Leluhur klan Du tidak terlalu memperdulikan patriark klan Du mati atau tidak, karena menurutnya ia hanyalah pion kecil.


Bai An langsung terkekeh kecil, ia langsung menarik 4 anak panahnya dan memusatkan tujuanya ke arah Leluhur klan Du.


Wuss..!!


Anak panah pertama Bai An melesat dengan cepat.


Leluhur klan Du langsung mengerutkan keningnya. “Apa ia menyadari keberadaanku?” Gumam Leluhur klan Du dalam hatinya.


Dengan santai ia menghindari ke arah kanan, baru saja ia menghindar, sebuah anak panah susulan langsung melesat tepat berjarak satu meter di depan matanya.


Leluhur klan Du yang niat awalnya hanya menghindari karena merasa Bai An kebetulan memanah tepat ke arahnya dirinya tanpa ia ketahui kini pikirannya langsung sirna.

__ADS_1


Dengan cepat leluhur klan Du melembaikan tinjunya.


Bam..!!


Setelah menghancurkan anak panah kedua, tanpa ia sadari jika anak panah ketiga sudah di depan matanya.


Dengan cepat ia memiringkan kepalanya walau sedikit terlambat.


Crash..!!


Pipi leluhur klan Du langsung tergores yang menyebabkan kini ia marah, apalagi saat melihat anak panah ke empat kini tepat jarak sejengkal di depan jantungnya.


Wuss..!!


Aura leluhur klan Du langsung melonjak hingga menyebabkan anak panah Bai An yang terahir berbelok dan mengenai pohon.


Bai An langsung tersenyum sambil memiringkan kepalanya saat melihat musuhnya kini sudah mulai tersulut emosi.


Bai An tidak ingin membuang waktu lagi, karena ia yakin kini musuh yang mengincar dirinya dan para saudaranya pasti menyadari pertarungan mereka.


Dengan cepat Bai melesat ke arah leluhur klan Du yang kini mengeluarkan kekuatan sebenarnya.


Terlihat dari auranya bahwa ia adalah pengikut Kaisar Dewa Jahat.


Leluhur klan Du juga ikut melesat ke arah Bai An yang kini sudah tidak dapat menahan diri untuk tidak membunuh Bai An.


Kekuatan leluhur klan Du berada di tingkat Dewa Kuning ⭐1 Awal.


Bai An langsung melesatkan 4 anak panahnya.


Wuss..!!


Leluhur klan Du langsung mengayunkan tinju kirinya sambil mengeluarkan pedangnya.


Bam..!!


Setelah menghancurkan keempat anak panah Bai An, leluhur klan Du langsung mengayunkan pedangnya.


“Tebasan Tanpa Hati,” teriak Leluhur klan Du tanpa menekan sedikitpun kekuatannya.


Tebasan leluhur klan Du langsung mengeluarkan sosok hewan mengerikan yang terbuat dari energi yang ia alirkan tadi melalui pedangnya.


Bai An juga tak mau kalah, ia juga mengeluarkan pedangnya setelah memasukkan busur panahnya.


“Tebasan Ashura Tingkat Tiga.”


“Amarah Sang Ashura,” gumam Bai An.


Bai An baru pertama kali mencoba jurus ini, karena Mu Xia'er memberitahunya jika Teknik Ashura tingkat 3 sangat menguras energi.


Seketika muncul sebuah bentuk sekeleton tapi mengenakan topeng sambil memegang pedang terbentuk dari teknik yang Bai An gunakan.

__ADS_1


Wuss..!!


Dengan cepat Sekeleton Bai An langsung menebas hewan musuhnya.


Bom..!!


Hanya dengan satu kali ayunan langsung menghancurkan energi serangan musuhnya.


Sekeleton energi Bai An tak berhenti sampai di sana, ia kembali melesat menebas ke arah Leluhur klan Du yang kini mematung saat melihat teknik terkuatnya di hancurkan begitu mudah.


Dengan cepat Leluhur klan Du sadar dan mencoba untuk menahan serangan dari energi Bai An.


Bom..!!


Leluhur klan Du langsung melotot ke arah Bai An yang kini hanya tersisa kepalanya saja, tak lama kepalanya juga ikut musnah.


Bai An yang melihat itu tertegun sangat lama, ia tak mengira teknik Ashura tingkat tiga akan sekuat ini. Bahkan Bai An tak pernah terpikirkan tekniknya bisa menghancurkan musuh hingga menjadi debu hanya dengan sekali tebasan.


Sama halnya dengan Lang Zai, Pixiu, Bai En, Tu Long dan Gi Lian. Mereka yang baru selesai membantai musuh kini menganga lebar.


Terlebih Lang Zai, Pixiu dan Tu Long, mereka tak pernah menduga jika Tuan muda mereka menyimpan teknik terkuat seperti ini selama mereka bersama.


Untuk Bai En ia menganga tak percaya karena tahu teknik apa yang Bai An gunakan, lebih tepatnya ini teknik Kakeknya tapi yang Bai An gunakan masih persi rendah atau masih setengah dari semua teknik Ashura.


Sementara Gi Lian matanya kini berbinar-binar, kini ia merasa terlindungi karena memiliki kakak yang kuat dan para saudaranya juga kuat.


Bai An langsung tersadar dari lamunannya saat melihat tatapan tak percaya dengan jurus yang ia gunakan.


Dengan cepat Bai An berkata untuk menyadarkan saudara dan kakaknya.


“Saudara Lang Zai, Pixiu, Tu Long, cepat kumpulkan semua harta mereka.”


“Kakak, Lian'er, bantu aku alirkan sedikit energi kalian.”


Bai An menyuruh Bai En dan Gi Lian karena energi mereka yang masih berada 90%


Dengan cepat Lang Zai, Pixiu, Tu Long, Bai En dan Gi Lian tersadar lalu bergerak saat mendengar perintah Bai An.


Bai En dan Gi Lian langsung muncul di samping Bai An yang kini duduk bersila.


Dengan cepat Bai En dan Gi Lian mengalirkan energi mereka ke arah Bai An melalui punggung Bai An.


Sementara Lang Zai, Puxiu dan Tu Long melesat kesana kemari mengumpulkan semua harta musuh.


Lang Zai dan Pixiu langsung mencabut cincin penyimpanan yang terselip di jari musuhnya. Sementara Tu Long tak ingin berlama-lama ia langsung memotong jari semua musuhnya yang telah mati.


Setelah semua selesai dengan cepat. Bai An langsung bangun dan berkata. “Ayo kita pergi lebih dulu, tidak baik untuk melawan mereka karena kondisi kita yang kehabisan energi.”


Lang Zai, Pixiu, Tu Long, Gi Lian langsung mengangguk. Sementara Bai En hanya tersenyum cerah saja.


Mereka semua langsung melesat pergi ke arah barat karena usulan Bai En.

__ADS_1


__ADS_2