
Lin Xue langsung mengambil buku menu tersebut dan langsung menunjuk tanpa memperdulikan wajah semua orang.
“Aku pilih ini,, ini, ini, dan ini, ini juga.”
Pelayan wanita itu sungguh terkejut melihat banyak sekali menu makanan yang di pilih, namun ia langsung sadar jika mereka ada banyak dan berpikir mungkin Lin Xue memilihkan mereka juga.
Namun pikirannya salah besar, saat wanita itu akan pergi, ia langsung di panggil.
“Hei, kau mau kemana? kami masih belum memesan apapun,” suara dingin Lang Zai membuat pelayan tersebut berkeringat dingin, dengan cepat ia membalik badannya dan kembali dengan cepat untuk memberikan Lang Zai memilih menu makanan yang akan di pesan.
Bai An hanya tersenyum kecut, ia tahu apa yang dipikirkan oleh pelayan ini sehingga langsung pergi tadi.
Setelah semua orang memilih, Bai An memberikan uang tips 1 koin emas kepada pelayan wanita tersebut yang mana membuatnya bersemangat.
Saat menunggu pesanan akan tiba, Bai An melihat sekeliling dan hanya beberapa orang saja yang berada di lantai 4 ini, orang-orang tersebut juga terlihat ada yang seorang bangsawan, dan ada yang kultivator bebas.
Tap,, tap,,
Dengan berani seorang pria terlihat berumur 40 tahunan, memiliki wajah cukup tampan dan ada bekas luka cakar di wajahnya.
“Hei, aku ingin kau menemaniku bermain malam ini, jika kau tidak mau. Maka, aku akan memaksamu dengan sedikit lembut,” kata laki-laki tersebut tersenyum mesum, lidahnya menjilati bibirnya sendiri, di belakang laki-laki itu ada 3 pria cukup tua yang mengikuti dan kekuatan mereka cukup tinggi yang mana membuat Bai An cukup terkejut.
Kekuatan pria yang memiliki bekas luka ini ada di tingkat Dewa Emas Awal, yang mana bisa menjadi tetua inti bagi sebuah klan dan tetua dalam bagi sekte tingkat 4 kebawah.
Saat ini Lin Xue mendengus dingin, walau kekuatannya masih berada di Dewa Biasa, namun ia terlihat sama sekali tidak takut.
“Pergilah, sebelum aku berubah pikiran untuk membuatmu menjadi daging cincang.”
Nada dingin Lin Xue justru membuat pria yang memiliki bekas luka cakar tersebut semakin senang, “Kau terlihat semakin liar jika berada di atas ranjang,” kata pria tersebut dengan wajah mesum.
Kata-katanya membuat gelak tawa bagi 3 rekannya yang berada di belakang.
“Jangan lupa sisakan untuk kami,” ucap salah satu dari mereka.
Keempat orang ini sama sekali tidak memandang Bai An dan yang lainnya, karena mereka tidak merasakan apapun, sehingga menganggap Bai An dan yang lainnya hanyalah semut.
Saat pria tersebut akan memegang tangan Lin Xue, sebuah suara membuatnya langsung berkeringat dingin.
__ADS_1
“Apakah kau tidak memandang kami?,” kata Lang Zai dengan tekanan yang khusus diberikan kepada pri yang memiliki bekas luka cakar.
Bruk,,
Pria tersebut langsung bersujud, itu bukan keinginannya. Namun karena tidak kuat menahan tekanan dari Lang Zai.
“Ampun Tuan,, saya memiliki mata, namun tidak bisa melihat kebesaran anda,” nada suara pria tersebut sangat ketakutan yang mana membuat ketiga temannya langsung heran.
“Pergilah sebelum nona kami berubah pikiran, jika ia ingin kalian mati, maka rutuki nasip kalian yang menganggu orang yang salah.” Lang Zai langsung berkata melalui telepati karena usulan dari Bai An.
Dengan cepat ia berdiri kemudian menarik temannya pergi dari sana dengan cepat.
Tap,, tap,,
Tak menunggu lama,,
Beberapa pelayan langsung datang dengan membawa banyak sekali pesanan yang mereka pesan.
Lin Xue langsung tersenyum, jika ia tidak lapar tadi maka ia akan menghajar orang-orang tadi, namun karena ia merasakan lapar sehingga malas meladeni orang-orang tadi.
“Ini pesanan anda Tuan, Nona,” dengan sopan pelayan tadi menaruh makanan tersebut di meja Bai An.
Kini semua tangan Lin Xue di baluti oleh makanan, terlihat ia mengambil beberapa makanan yang berbeda lalu memasukkannya kedalam mulutnya.
Bai An yang melihat hal tersebut langsung bergumam, “Mengapa aku seperti melihat Bibi memiliki kesamaan dengan seseorang, tapi siapa?”
Sedangkan Lang Zai hanya tersenyum kecut, karena ia tahu siapa yang mirip dengan Nona Lin Xue.
Saat mereka mulai dengan lahap makan, datang sebuah teriakan cukup menganggu mereka.
“Itu mereka kakak, mereka semua telah mengeroyok dan menghina klan kita,” teriak pemuda yang wajahnya di penuhi oleh balutan kain yang menutupi semua wajahnya, kecuali mata, bibir dan hidungnya.
Pemuda yang di baluti kain menunjuk-nunjuk Bai An dan yang lainnya sambil meraung marah dan menfitnah Bai An.
Bai An langsung melirik ke arah asal suara.
Saat itu ia melihat banyak sekali orang baru saja sampai lantai 4.
__ADS_1
Bai An dapat melihat hanya dua orang saja yang cukup kuat, mungkin setara dengan patriark klan Lee yang mati.
Salah satunya terlihat sepuh dan satunya lagi terlihat masih muda, ia juga berjalan dekat pemuda yang sedang berteriak-teriak seperti orang gila.
Saat pemuda yang di sebut kakak sudah dekat, ia langsung membeku, bersamaan dengan pria tua yang terlihat sepuh.
Mereka membeku karena tahu siapa Bai An dan yang lainnya, mereka juga mendapat informasi dari Kelompok Teratai Hitam dalam bidang mata-mata.
Dengan cepat ia menarik adiknya.
“Tuan Muda, maafkan apa yang di perbuat adik saya, saya akan menghukumnya dengan keras saat kembali.” Pria muda tersebut membungkuk bersamaan dengan memaksa adiknya bersujud dengan menekan kepalanya menggunakan tangan kirinya.
Adiknya yang melihat kelakuan kakaknya meraung marah dan ingin berteriak, namun dengan cepat pemuda tersebut memukul kepala adiknya hingga pingsan.
Bai An yang melihat itu hanya mengeryitkan alisnya bingung.
“Tuan Muda,, sepertinya mereka mengetahui keberadaan kita dan apa yang telah kita perbuat selama ini walau kita berusaha menutupinya.”
Mendengar ucapan Lang Zai, Bai An hanya mengangguk.
Beberapa saat Bai An langsung tersenyum penuh makna, ia melihat semua orang di depannya ini seperti uang berjalan sekarang.
Melihat senyum Bai An, pria muda dan pria sepuh tersebut merasa nyawanya akan melayang jika ia salah melakukan pergerakan sedikit saja.
Buk,,
Pria muda dan pria sepuh tersebut langsung berlutut, walau pasukan di belakangnya bingung. Mereka tetap melakukan apa yang di lakukan Tuan Muda mereka.
“Mohon luangkan hidup saya Tuan Muda, saya menyadari kesalahan adik hamba yang terlalu manja hingga ia begini, berbuat semaunya, jika Tuan Muda membunuh saya tidak apa-apa, asal bebaskan adik saya.” Dengan nada pasrah dan lemas pria muda tersebut masih berusaha membela adiknya.
“Potong jari yang mana terselip cincin penyimpanan kalian semua lalu pergilah dari sini dalam waktu 30 detik, jika dalam waktu 30 detik aku merasakan kehadiran kalian di kota ini. Maka jangan salahkan aku.”
Belum selesai Bai An menyelesaikan ucapannya, pemuda tersebut langsung memotong jarinya yang mana terselip ( terpasang ) cincin penyimpanannya.
Pemuda tersebut juga memotong jari adiknya lalu pergi dengan cepat, begitu juga yang lainnya, mereka tidak memikirkan harta mereka, yang mereka pikirkan adalah nyawa mereka dan juga jari mereka bisa tumbuh jika bisa mencapai kekuatan tertentu.
Dalam waktu 20 detik Bai An sudah tidak dapat merasakan kehadiran mereka melalui energi kesadarannya.
__ADS_1
Ia melihat banyak sekali cincin penyimpanan di depannya, tanpa perlu bertarung ia sudah menjarah mereka duluan.
Bai An langsung melambaikan tangannya yang mana membuat cincin penyimpanan berserta jari-jari tersebut menghilang.