
Saat memikirkan hal tersebut Long Yuan langsung tersadar saat Bai An memanggilnya berulang kali.
“Saudara Yuan, hei,, saudara Yuan apa kau masih disana?”
“Ah, ya Tuan Muda, maaf saya tadi melamun,” jawab Long Yuan jujur sambil tersenyum malu-malu.
Bai An hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja, padahal yang di lamunkan Long Yuan adalah dirinya yang berkelakuan seperti Long Yuan.
“Ayo kita pergi,” kata Bai An.
Bai An langsung menarik Long Yuan, lalu merobek ruang dan masuk sambil terus menarik Long Yuan yang terus terbengong seperti orang bodoh.
Wuuss,,
Bai An tiba-tiba muncul di Hutan Kegelapan, tepatnya di gua yang pernah Shen Bai tempati dulu.
“Tu,, Tuan Muda, apakah kau bisa menguasai hukum ruang?” tanya Long Yuan langsung dengan suara terbata-bata.
Bai An menjawab dengan menggeleng kepalanya.
“Te,, terus?”
Belum selesai Long Yuan bicara, Bai An langsung memotongnya, karena Bai An tahu ini pasti tidak akan pernah selesai-selesai.
“Cukup, nanti saja kau bertanya. Sekarang lebih baik kau gunakan bola yang terlihat mirip telur itu untuk meningkatkan kekuatanmu disini,” ucap Bai An dengan menahan kesal.
“He,, he,, baik lah Tuan Muda, kalau begitu aku masuk kedalam dulu,” jawab Long Yuan terkekeh lalu melesat masuk tanpa menunggu jawaban dari Bai An.
Baru setelah Long Yuan pergi, Bai An merobek dunia jiwanya dan masuk ke dalam dunia jiwa, karena ia juga ingin mempelajari hukum ruang dan waktu.
Saat ini Bai An melihat Mu Xia'er yang terlihat santai, “Ehem Xia'er, bisakah kau mengirim informasi cara mempelajari hukum ruang dan waktu,” dengan malu-malu Bai An mengutarakan niatnya.
Mu Xia'er lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bai An dan berkata, “Menguasai hukum ruang dan waktu sangat sulit, jadi kau harus bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya.”
Bai An langsung mengangguk penuh tekad, Mu Xia'er yang melihat tekad Bai An, langsung tersenyum tulus.
“Ubah dulu waktu di dunia jiwa ini dengan dunia luar, karena mungkin butuh waktu cukup lama bagimu untuk bisa menguasai hukum tingkat pertama,” ucap Mu Xia'er menyuruh Bai An.
Bai An langsung membayangkan waktu disini 10 tahun dan waktu di dunia nyata 1 jam.
__ADS_1
Setelah itu, Bai An menatap Mu Xia'er dengan tersenyum manis, Mu Xia'er langsung mendengus lalu mengirimkan buku manual hukum ruang dan waktu untuk Bai An pelajari.
Setelah membaca semua isi buku tersebut, Bai An kini seperti orang bodoh, ia kemudian bertanya, “Bagaimana cara mencoba merobek ruang, sedangkan di benua ini aku bisa merobek ruang tanpa hukum?”
Bai An cukup bingung, ia ingin mencoba mempraktekkannya, akan tetapi tanpa hukum ruang ia bisa merobek ruang karena tingkat kekuatannya setara dengan Hukum ruang benua rendah ini.
“Pletak,,”
“Dasar bodoh, baca buku manual ruang dan waktu yang ku berikan dengan benar,” Mu Xia'er langsung memukul kepala Bai An, karena kesal ia tidak membaca dengan teliti dan seksama.
“Uhh,,” Bai An mengusap kepalanya sambil tersenyum getir, “He,, he, karena tidak sabar ingin menguasai Hukum Ruang, aku jadi tidak membaca dengan teliti dan hanya membaca yang penting-penting saja,” ucap Bai An terkekeh.
“Pletak,,”
“Semua isi buku tersebut sangat penting, semua isi buku apapun juga sangat penting, jangan suka menyepelekan hal-hal yang kecil, kau akan menyesal suatu saat nanti, ingat itu.”
Kini Mu Xia'er sangat serius saat mengatakan hal tersebut, suaranya juga sangat serius dan tegas.
Bai An langsung tertegun, tak lama ia langsung mengangguk dan menyesali perbuatannya yang tadi.
Bai An kemudian membaca ulang buku tersebut di dalam pikirannya dengan teliti, tak lama ia mengerti sekarang.
Dan untuk yang tidak menguasai Hukum Ruang dan Waktu adalah, ia harus menggunakan energi yang cukup untuk merobek ruang tersebut seperti yang di lakukan oleh Bai An tadi, dan tidak sembarang orang juga bisa merobek ruang tanpa menguasai hukum ruang dan waktu, itu seperti yang dikatakan Mu Xia'er, orang tersebut harus melebihi tingkat Hukum Ruang Dunia atau Benua tersebut.
Kini Bai An sadar, ia sangat berterimakasih kepada Mu Xia'er yang selalu mengingatkannya , walau caranya agak kasar, namun Bai An cukup bahagia, Mu Xia'er begitu karena, untuk kebaikannya sendiri.
“Xia'er,” panggil Bai An.
Tak lama Mu Xia'er muncul di hadapan Bai An, “Ada apa? menganggu istirahat ku saja,” ucap Mu Xia'er kesal.
Bai An langsung menarik Mu Xia'er ke pelukannya.
Awalnya Mu Xia'er ingin marah dan memberontak, namun ia tiba-tiba diam.
“Terimakasih telah mengajari ku banyak hal, walaupun cara mu agak berbeda, namun itu demi kebaikan ku dan kini aku baru menyadarinya, Terimakasih,” kata Bai An sambil memeluk Mu Xia'er dengan tulus.
Mu Xia'er yang mendengar itu tersenyum lalu mengangguk tanpa membalas dengan kata-kata.
Cukup lama mereka berpelukan, Bai An langsung melepaskan pelukannya dan mengusap rambut Mu Xia'er dengan senyum tulus, “Jika kau ingin istirahat, pergilah, aku tidak akan mengganggu mu sekarang, karena aku telah memahami Hukum Ruang.”
__ADS_1
“Baiklah, jika kau ingin keluar dari dunia jiwa, langsung keluar saja, karena aku masih ingin istirahat,” ucap Mu Xai'er mengangguk.
Setelah itu Mu Xia'er langsung menghilang kembali.
Sebenarnya Mu Xia'er tidak istirahat, ia sebenarnya sedang membuat sesuatu, ia tidak ingin di ketahui oleh Bai An, jadi ia beralasan butuh istirahat.
Melihat Mu Xia'er menghilang, Bai An langsung mencoba memperaktikan membuka ruang di sekitarnya tanpa energi, namun gagal.
Bai An cukup bingung kenapa ia gagal, saat ingin bertanya, ia lupa tidak akan mengganggu Mu Xia'er.
Bai An langsung memutar otaknya namun tidak menemukan solusi, Bai An lalu mencobanya lagi, namun gagal.
Satu tahun berlalu di dunia jiwa, Bai An masih gagal.
“Apa yang terjadi, mengapa aku selalu gagal?” ucap Bai An bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Tak lama, ia teringat jika ini adalah dunia jiwa, ia kemudian merobek ruang dan keluar dari dunia jiwanya.
Bai An langsung muncul di depan gua, tak lama ia mencoba merobek ruang, namun gagal kembali.
“Aaakkkhh,,”
Bai An langsung berteriak frustasi.
“Apa yang kurang ya?” gumam Bai An bertanya-tanya.
Mu Xia'er yang memperhatikan Bai An dari ia pertama kali gagal mencoba merobek ruang kini hanya tertawa lalu menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin memberitahu Bai An apa penyebab, karena ia ingin Bai An berusaha berpikir agar tidak selalu bergantung kepadanya.
Tak lama setelah Bai An bergumam, tiba-tiba gua berguncang cukup hebat bercampur sebuah aura yang sangat kuat keluar dan asalnya berada dari dalam gua.
“Boom,,”
“Duarr,,”
Gua tersebut langsung hancur sebuah menjadi puing-puing.
“Tingkat True God Awal,”
“Mengapa secepat ini ia meningkat 1 tingkat penuh dari Holy Emperor Puncak, dan melewati Supreme Being, langsung ke True God Awal,” gumam Bai An terkejut luar biasa.
__ADS_1