
Di dunia jiwa.
Mu Xia'er kini sedang kesal karena, ia merasa di tipu oleh Bai An tadi sehingga ia memberikan banyak sekali informasi. Termasuk informasi tentang siapa Long Yuan sebenarnya.
*
Setelah memberikan kunci inti dunia tersebut. Bai An, Long Yuan dan Pixiu rencananya akan berlatih juga selagi ada waktu luang.
Cukup lama mereka mengobrol. Long Yuan dan Pixiu akhirnya pamit pergi.
Setelah kepergian kedua saudaranya. Mu Xia'er muncul sambil berdecak pinggang.
Matanya melotot ke arah Bai An. Bukannya takut, Bai An malah merasa gemas melihatnya.
“Kau semakin cantik jika sedang kesal Xia'er,” kata Bai An sedikit gombal.
“Kau,” tunjuk Mu Xia'er sambil tersipu malu. Entah mengapa lama kelamaan Mu Xia'er menjadi luluh terhadap Bai An. Berbeda saat ia pertama kali bertemu. “Apakah ini yang namanya benar benar jatuh cinta?” Gumam Mu Xia'er dalam hati.
Tap tap..!!
Buk..!!
Bai An secara tiba tiba memeluk Mu Xia'er dari belakang saat ia sedang melamun.
Bluss...!!
Wajah Mu Xia'er langsung memerah.
“An Gege, lepas atau.”
“Atau apa?” potong Bai An tersenyum lembut.
“Atau,, atau.” Entah mengapa mulut Mu Xia'er terasa terkunci. Ia kini tidak bisa besuara.
Bai An membalikkan badan Mu Xia'er kemudian mengecup keningnya.
“Aku akan lebih berusaha lagi agar suatu hari nanti akulah yang akan menjaga atau melindungimu. Aku juga tidak ingin terlalu bergantung kepadamu.” Bisik Bai An.
Mu Xia'er tersenyum lembut, ia tahu mengapa Bai An tiba tiba mengatakan hal tersebut. Karena sensasi saat seseorang berusaha sendiri dan mendapat jawaban yang ia inginkan atau mistery yang bisa ia pecahkan dengan usaha sendiri sangat berbeda dengan bantuan orang lain. Tentu saja Bai An bahagia sehingga ia mengatakan hal tersebut kepada Mu Xia'er.
Setelah itu Bai An menyuruh Mu Xia'er kembali ke dunia jiwa.
Bai An juga langsung istirahat.
2 hari berlalu.
Tidak ada hal yang istimewa terjadi selama ia di Kota Han, ia juga hanya berkumpul dan membicarakan hal yang tidak terlalu penting.
__ADS_1
1 hari lagi berlalu.
He Yusi entah mengapa datang bersama Lin Xue dan Chu Jia ke kamar Bai An.
Mereka bertiga mengabari akan berangkat saja sekarang. Bai An yang mendengar itu langsung mengerti He Yusi akan melatih mereka.
“Apakah tidak bisa seletah pelelangan selesai dulu? Siapa tahu ada barang berharga yang berguna untuk Bibi dan Jia'er.”
Kata Bai An terlihat enggan kehilangan keluarganya.
“Hmm tempat yang aku tuju. Disana sangat banyak sumberdaya yang cocok untuk mereka berdua. Jadi untuk masalah sumberdaya kau bisa tenang,” jawab He Yusi.
“Hmm..!! Aku juga ingin cepat cepat memperkuat diri. Agar bisa melindungimu dan yang lainnya.” Lin Xue ikut menambahkan sambil memancarkan tekad yang besar. Itu terlihat dari pancaran matanya.
“Benar kakak. Aku juga ingin melindungi kakek dan semua orang. Termasuk membalaskan dedam ayah dan ibu.” Suara Chu Jia sangat imut walau ia berusaha bersuara dingin.
Bai An hanya bisa tersenyum.
“Baiklah, Nyonya Yusi mohon jaga Bibi dan Jia'er. Aku hanya bisa mendoakan kalian baik baik saja selama perjalanan.”
Bai An melambaikan tangannya dan mengeluarkan 3 cincin penyimpanan tingkat tinggi.
“Ini bekal buat kalian semua. Walau tidak seberapa, tapi aku yakin ini akan berguna buat kalain.”
He Yusi, Lin Xue dan Chu Jia mengangguk. Tanpa sungkan lagi mereka mengambilnya.
Setelah membicarakan kemana tujuan He Yusi membawa Lin Xue dan Chu Jia.
Walau hati Bai An terasa enggan berpisah. Ia tetap mengangguk.
He Yusi, Lin Xue dan Chu Jia juga tak lupa berpamitan kepada. Yu Fan, Fanghu, Tang Rou, Jing Xan, Long Yuan dan Pixiu.
“Hati hati nak. Aku tahu tujuanmu adalah dimana dulu aku membawa dan melatihmu.”
He Yusi mengangguk mendengar ucapan Jing Xan. Kemudian melesat pergi bersama Lin Xue dan Chu Jia.
1 Hari setelah kepergian ketiga wanita itu.
Yu Feng dan Chu Shen datang membawa para penduduk. Untung Bai An tidak lupa memberitahu Tang Rou dulu perihal masalah ini saat ia pertama kali datang ke kediaman Walikota.
Walikota Tang Rou dengan cepat menyuruh para prajurit untuk membuat beberapa tenda untuk para penduduk yang di bawa Yu Fen dan Chu Shen.
Walikota Tang Rou awalnya cukup bingung mau menaruh mereka kemana? Karena Kota Han saat ini juga sedang padat. Ini karena adanya acara lelang tahunan juga.
Bai An kemudian memberikan masukan kepada Tang Rou untuk membangun beberapa rumah tambahan di luar Kota Han.
Bai An yang mengerti tentang Tang Rou kekurangan yang juga langsung memberinya hasil rampasan yang ia dapat saat bertarung di atas kapal.
__ADS_1
Fanghu juga ikut memberikan setengah dari yang ia dapat setelah membagi rata dengan Bai An dan yang lainnya.
Walikota Tang Rou cukup terbantu akan hal tersebut.
Setelah mengatasi masalah para penduduk.
Bai An kembali bersama Yu Feng dan Chu Shen. Tak lupa Bai An menceritakan semua yang terjadi kepada mereka berdua. Karena Chu Shen adalah kakek Chu Jia. Dan Yu Fen sangat menyukai Lin Xue.
Mereka berdua hanya mengangguk dengan pasrah. Walau ini demi kebaikan mereka juga.
Setelah itu Yu Fen ijin pergi karena ingin bertemu kakaknya.
Untuk Chu Shen, Bai An suruh tinggal di sini dan akan bekerja untuk Walikota Tang Rou sebagai Wakil Walikota.
1 Hari lagi berlalu.
Ini adalah hari ke 5 Bai An disini dan 2 hari lagi acara lelang akan di mulai.
Bai An mendengar banyak sekali para kultivator bebas, para bangsawan, klan besar maupun sekte besar telah datang kesini.
Ada juga beberapa klan Besar dari Benua Hang Chen dan Benua Hongcu datang kesini. Untung Kota Han cukup terbuka untuk masalah ini. Tapi jika mereka datang untuk mengacau Walikota Tang Rou tidak segan untuk membunuh mereka semua. Itulah yang membuat Walikota Tang Rou cukup di hormati oleh masyarakat dan para kultivator.
Tapi tidak sesikit juga membencinya. Mereka yang haus akan kekuasaan atau keluarga mereka ikut terbunuh sering sekali datang mengacau.
Tap tap..!!
Tok tok..!!
“Tuan Muda,, ini aku Long Yuan dan saudara Pixiu.”
“Masuk,”
Cklek..!
Saat masuk Long Yuan melihat Bai An kini sibuk menghitung hartanya.
Mereka berdua jadi teringat dengan Cen Tian yang mempunyai sifat sama persis.
Bai An melirik ke arah mereka sambil terkekeh. “Aku tahu pikiran kalian. Aku juga sengaja begini karena merindukan sifatnya.” Kata Bai An sedikit pelan.
Terlihat mata Bai An sedikit memerah sedih karena merindukan kakak, para saudara dan semua orang yang telah bersamanya dulu.
Untuk Long Yuan dan Pixiu kini tak sungkan sungkan. Mereka berdua malah menangis, lama kelamaan suara tangis mereka semakin besar.
Bai An melihat itu langsung membuat gerakan tangan membuat formasi segel senyap tingkat rendah.
Bai An tersenyum melihat kedua saudaranya juga ikut merindukan sosok yang pernah bersama mereka saat Di Benua Rendah dulu.
__ADS_1
“Menangislah. Tidak ada yang melarang kita menangis,” gumam Bai An dalam hati. Ia juga kini mengeluarkan air mata karena tak tahan melihat kedua saudaranya yang menangis.
Begitu juga dengan Mu Xia'er.