Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menemui Long Yuan dan Jing Xan


__ADS_3

Beberapa saat berlalu, kini Bai An bersama yang lain sedang istirahat di kamar mereka masing masing.


Tak ada sedikitpun kendala apapun saat mereka memasuki kota hingga sampai penginapan terbaik di Kota Han ini.


Bai An yang merasa seluruh tubuhnya terasa pegal langsung mengistrirahatkan dirinya. Dan berencana nanti malam untuk mendatangi Long Yuan seorang diri.


Melihat hari sudah siang Bai An tidak menunggu waktu lama mulai menjatuhkan badannya di kasur yang empuk bencampur keras.


Siang hari berlalu dengan cepat, kini malam hari telah tiba.


Tap tap..!


Suara langkah kaki sedang berjalan santai.


Tok tok..!


“Tuan Muda, aku di suruh membangunkanmu untuk makan malam.”


Bai An segera tersadar saat mendengar suara Po Hen.


“Beritahu saja jika aku ingin lebih beristirhat dulu. Tubuh ku masih terasa pegal karena pertarungan tadi,” jawab Bai An berbohong.


Po Hen yang berada di luar langsung menjadi ragu ragu. Karena ia takut akan kena amarah Fanghu, terlebih lagi dua wanita galak yang tidak takut kepada siapapun jika menurutnya benar atau salah. Tetap saja mereka selalu membenarkan diri.


“Tapi,”


Ucapan Po Hen di potong oleh Pixiu yang kebetulan melewati tempat tersebut, karena kamar mereka bersebelahan.


“Biarkan saja. Biar nanti aku yang memberitahu Nona Xue dan Nyonya Yusi.”


Po Hen mengangguk patuh, mereka pun berjalan bersama karena ajakan Pixiu.


Bai An langsung tersenyum melihat mereka telah pergi. Untung saja ia meminta bantuan tadi kepada Pixiu untuk memberitahu mereka nanti.


Sekarang Bai An memikirkan cara bagaimana ia bisa pergi dari sini. Ia yakin pasti akan di awasi oleh Bibinya dan Yusi. Karena mereka kini sangat akrab seperti adik kakak.


Karena pusing, Bai An langsung berjalan menuju kamar mandi dan tidak ingin terlalu memikirkan hal tersebut.


30 menit berlalu. Bai An keluar dari kamar mandi dengan Jubah bewarna biru motip Naga bercampur Singa bersayap.

__ADS_1


Bai An menemukan jubah indah ini dari cincin penyimpanan hasil jarahannya. Ia juga merasa sangat cocok dengan jubah ini sehingga memakainya.


Bai An langsung menghilangkan auranya seperti biasa agar tidak ada yang bisa mengetahui tingkat apa Bai An sebenarnya. Bai An kini terlihat seperti manusia biasa pada umumnya.


Bai An berjalan ke arah jendela kemudia melihat kiri kanan seperti seorang pencuri, dirasa aman. Bai An langsung melompat.


Tap.


Setelah mendarat di tanah, ia langsung berjalan santai. Walau sudah malam Kota Han tetap saja ramai.


Saat berjalan banyak orang sedang memandang ke arah Bai An karena ketampanannya. Melihat itu, Bai An tetap berjalan dan menghiraukan mereka.


“Kau ada dimana? aku telah sampai Kota Han.”


“Tuan Muda, kami berada di penginapan sederhana paling pojok kota atau pelosok kota yang jarang di lalui oleh orang orang. Biarkan kami saja yang mendatangimu.”


Mendengar jawaban Long Yuan. Bai An tersenyum dan berkata. “Tunggu disana, kau beritahu saja arahnya agar aku tidak tersesat.”


5 menit berlalu.


Bai An kini melihat Long Yuan bersama pria sepuh terlihat seperti berumur 100 tahunan. Tapi jika di lihat dari usia tulang, maka unurnya akan membuat orang orang akan merinding.


Ia mengerutkan keningnya karena ia benar benar tidak bisa tingka kultivasi pria sepuh tersebut. Terlebih lagi pria sepuh itu sangat menghormati Long Yuan dan dirinya. Padahal ia baru sampai sampai dan juga mengapa orang sekuat dia mau menjadi anak angkat Long Yuan. Tentu saja ia semakin curiga.


Long Yuan langsung berkeringat dingin. Ia tak tahu harus menjawab apa.


“Dewi, mohon bantuannya.” Kata Long Yuan bicara melalui telepati kepada Mu Xia'er.


“Kau ini dulu seorang yang sangat tegas dan juga berwibawa. Bagaimana mungkin sekarang kau berubah 360° drajat,” dengus Mu Xia'er.


Seketika Long Yuan lemas bercampur tersenyum pahit.


“Apa Nona Xia belum memberitahukan ini kepadamu Tuan Muda?”


Bai An mengeryitkan alisnya mendengar pertanyaan Long Yuan. “Memberitahu apa? kenapa aku tidak tahu apa-apa. Dan juga kenapa sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu kepadaku.”


Long Yuan semakin merasa bersalah karena menyembunyikan identitasnya yang seorang Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga. Ia juga di suruh oleh Mu Xia'er merahasiakan ini.


Sedangkan Mu Xia'er kini bertambah kesal dengan Long Yuan.

__ADS_1


“Untuk saat ini kau tidak perlu tahu An Gege, karena kekuatanmu saat ini masih sangat lemah untuk mengetahui identitas Long Yuan yang sebenarnya. Cukup kau tahu Long Yuan itu adalah pengikut sekaligus saudaramu. Dan untuk orang tua itu adalah memang anak angkatnya.”


“jangan bertanya lagi. Suatu saat nanti kau pasti akan mengetahuinya pada saatnya telah tiba.”


Bai An tiba tiba membeku saat mendengar suara Mu Xia'er yang sangat serius.


Kata kata Mu Xia'er seperti sambaran petir baginya, ia merasa sudah cukup kuat saat ini. Bahkan ia mampu melawan seorang Jendral Besar. Tapi masih di bilang lemah. Siapa yang tidak langsung lemas?


Beberapa saat kemudian mata Bai An memancarkan sebuah tekad untuk bertambah kuat lagi. “Aku harus mencari uang lebih banyak lagi.” Gumam Bai An tiba tiba tersenyum licik.


Long Yuan dan Jing Xan langsung bergidik ngeri melihat senyum jahat Bai An. Karena mereka berdua dari tadi memperhatikan Bai An.


“Oh ya perkenalkan nama ku Bai An. Siapa namamu senior?” tanya Bai An tersenyum hangat.


Long Yuan merasa lega karena Bai An melupakan pertanyaannya karena bantuan Mu Xia'er.


Untuk Jing Xan langsung berdiri.


“Ah..! Maafkan yang tua ini lupa memperkenalkan diri. Nama ku Jing Xan.”


Bai An mengerutkan keningnya. “Mengapa nama mu hampir mirip dengan Penguasa JingXin?” Tanya Bai An.


“Itu karena Penguasa JingXin adalah put.”


Jing Xan langsung diam saat melihat tatapan mata Long Yuan. Tanda isyarat untuk menyembunyikan identitasnya.


“Itu karena Penguasa JingXin adalah satu klan dengan ku dan aku disana menjadi tetua inti di klan pusat Jing.”


Bai An mengangguk walau tahu Jing Xan dan Long Yuan menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi karena ingat perkataan Mu Xia'er tadi, ia tidak ingin bertanya lebih.


Mereka terus berbincang bincang tentang perjalanan mereka masing masing saat berpisah.


Jing Xan kini menjadi pendengar setia. Walau dalam hatinya ia kagum melihat Bai An masih muda tapi memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Tentu JingXan dapat melihatnya karena kekuatannya sudah melebihi tingkat terkuat di dunia ini.


“Besok pagi datanglah ke penginapan ku, kebetulan disana juga ada restaurantnya.”


Setelah mengatakan hal tersebut Bai An langsung pergi. Karena mereka telah selesai membicarakan tentang perjalanan dan juga apa yang akan di lakukan selanjutnya.


“Ayah angkat, kenapa Kakek Angkat suka tersenyum sendiri? Ia juga seperti sedang berkomunikasi. Itu cukup menyeramkan bagiku, saat ia tertawa mengerikan seperti itu. Aku merasakan ia merencanakan sesuatu yang berbahaya.”

__ADS_1


Pletak..!


“Jangan memanggil Tuan Muda dengan sebutan kakek, ia masih muda dan juga ada yang tidak bisa aku ceritakan kepadamu untuk saat ini. Suatu saat kamu akan mengetahuinya sendiri. Kata Long Yuan memukul kepala Jing Xan.


__ADS_2