
“Terimakasih bocah nakal,” kata Tu Long langsung melesat dengan kekuatan penuhnya karena tak ingin kalah cepat dari Bo Long.
Wuss..!!
Tu Long langsung sampai ke salah satu musuhnya.
“Mau kemana kau anak nakal, ayah belum menghukummu kau malah melarikan diri,” kekeh Tu Long sambil mengayunkan cakarnya menggunakan tangan kirinya.
Orang berjubah merah yang terus melesat tanpa memperdulikan ucapan Tu Long langsung merasakan bahaya, dengan cepat ia membalikan kepalanya.
Crash..!!
Kepala orang berjubah merah langsung terbang setelah ia membalikkan badannya.
Tu Long langsung melesat setelah membunuh orang tadi.
Wuss..!!
Tidak jauh dari Tu Long.
Bo Long kini mengayunkan tinjunya, terlihat tinju Bo Long dengan cepat ke arah dada musuhnya.
Bam..!!
Duar..!!
Bersamaan dengan tubuh musuhnya terpental, kini Bo Long memegang jantung musuhnya yang masih berdenyut.
Crash..!!
Jantung tersebut langsung pecah setelah Bo Long meremasnya.
Bo Long tersenyum sambil melirik ke arah Tu Long.
“Hehe,, aku pasti akan menang darimu,” ejek No Long melalui telepati kepada Tu Long.
Wuss..!!
Bo Long langsung menghilang dari tempatnya.
Dalam sekejap, Bo Long dan Tu Long membunuh orang berjubah merah hingga menyisakan pemimpinnya saja yang kini terlihat sekarat.
“Aku yang lebih dulu menyerangnya, jadi akulah yang membunuhnya,” kata Bo Long menatap Tu Long dengan tajam.
“Enak saja, aku yang melumpuhkannya, jadi akulah yang membunuhnya,” kata Tu Long tak mau kalah.
***
Di tempat Bai An, Duan Du dan To Gel kini keempat dari klan Dhu datang.
Tap tap..!!
“Se.. Senior, terimakasih atas bantuan anda,” kata Dhu San dengan tulus memberi hormat.
Dhu Yan, Du Lan, Dhu Qin juga ikut membungkukkan badannya dengan hormat.
“Terimakasih Tuan muda,” kata mereka bertiga.
__ADS_1
Bai An langsung melambaikan tangannya dengan santai.
“Kalian seharusnya berterimakasih kepada saudara kecilku yang masih pingsan, jangan berterimakasih kepada kami, jika ia tidak mempunyai jiwa penolong yang tinggi dan kesini dengan sendirinya, maka kami tidak akan kesini,” kata Bai An dengan jujur.
Dhu San yang mendengar itu langsung mengangguk, setelah mengangguk, pandangan matanya tak sengaja memperhatikan jubah milik Bai An dan Duan Du.
Tubuh Dhu San seketika bergetar hebat.
Dhu Lan yang melihat itu langsung maju lebih dulu dengan perasaan khawatir.
“Kakek, kau kenapa? Jangan tinggalkan kami,” kata Dhu Lan dengan nada suara serak.
Dhu Yan dan Dhu Qin juga ikut maju, mereka berdua langsung memegang jubah kakeknya.
Dhu San yang di goyang-goyang langsung tersadar.
“Kalian, bersikaplah sopan kepada penolong kita,” kata Dhu San dengan tegas.
Seketika, ketiga remaja itu langsung menundukkan kepalanya dengan patuh.
Dhu San langsung berlutut.
“Tuan,, mohon bantuan anda, kami akan membayar anda berapapun yang anda inginkan, kebetulan juga kami datang ke daratan barat ini untuk menyewa kelompok pembantai.” Kata Dhu San.
Bai An langsung melambaikan tangannya.
“Aku paling benci orang yang lebih tua dariku bersujud di depanku,” kata Bai An dengan dingin.
Wuss..!!
Brak..!!
“Tuan muda, kami bingung siapa yang harus membunuh orang ini di antara kami berdua, jika boleh tahu, kira-kira siapa yang paling pantas membunuhnya di antara kami berdua.” Kata Tu Long sambil menapakkan kakinya dengan elegan di tanah.
Wajah Tu Long terlihat tampan, Tu Long kini tidak memakai tudungnya, sama halnya dengan Bo Long.
Ketiga remaja dari klan Dhu langsung terpana saat melihat wajah Bo Long dan Tu Long yang terbilang lebih dari tampan.
Glek..!!
“Wuah..!! Paman berdua ini tampan sekali,” spontan Dhu Qin berteriak tanpa sadar.
Dengan cepat Dhu Lan menyumpal mulut adiknya.
“Jaga bicaramu, itu kurang sopan,” bisik Dhu Lan dengan suara yang sangat pelan.
Bo Long dan Tu Long bukannya marah, mereka langsung tersenyum lebar karena di bilang tampan.
Saat mereka ingin bicara.
Bai An lebih dulu berkata.
“Hmm..!! Jadi asal kalian sebenarnya dari mana hingga datang ke benua barat ini untuk menyewa kelompok pembantai?” Tanya Bai An menatap ke arah Dhu San.
Mendengar itu Dhu San langsung bercerita dengan jujur, setelah cukup lama bercerita, Dhu San mengahiri ceritanya dengan berkata.
“Kami datang kesini hanya untuk menyelamatkan anggota keluarga kami yang masih hidup, saat ini mereka semua di kurung di Sekte Neraka Dunia.”
__ADS_1
“Kami setuju,” teriak Tu Long, Bo Long, dan Duan Du dengan semangat.
Mereka tidak menunggu Bai An lebih dulu membuka suara, karena tahu akal licik Bai An yang banyak tingkah jika soal uang.
Sama halnya dengan Duan Du, Duan Du langsung setuju karena memiliki beberapa alasan juga.
Bai An hanya bisa menghela nafas di luar saja, tapi dalam hatinya ia sungguh kesal dengan tingkah ketiga saudaranya.
Tak lama Bai An mengeluarkan senyum lebar karena telah menemukan beberapa rencana.
Menyadari ada yang salah, Duan Du, Tu Long dan Bo Long merasakan bulu kuduk mereka tiba-tiba berdiri.
“Ehem-ehem..!!”
Bai An dan yang lainnya langsung tersadar setelah mendengar suara dehaman dari Dhu San.
Dhu San yang di tatap langsung menelan air liurnya.
Glek..!!
“Ba.. Bagaimana para senior, apakah kalian setuju kami sewa,” kata Dhu San sedikit tergagap.
“Hmm..!! Kau tidak perlu menyewa kami, karena tugas sebenarnya dari kelompok pembantai adalah menolong orang yang lemah, tertindas dan benar-benar membutuhkan, untuk yang kalian dengar itu hanyalah sebuah kedok saja,” kata Bai An dengan jujur.
“Benar, karena kakak ku adalah orang yang menjadi pemimpin tertinggi kelompok pembantai, kami sengaja keluar karena ingin pergi ke Daratan Timur yang katanya Daratan yang memiliki kekuatan setara dengan Daratan Barat ini,” kata Duan Du memberitahukan maksud mereka pergi.
“Benar, jadi kalian tidak perlu membayar kami,” kata Bo Long menambahkan.
“Hehe,, mungkin lebih tepatnya kami di Daratan Barat ini tidak ada lawan yang menarik, jadi kami ingin mencari lawan kesana,” kekeh Tu Long sambil mengepalkan tangannya dengan semangat.
Dhu San, Dhu Yan, Dhu Lan dan Dhu Qin yang mendengar kata-kata Bai An dan para saudaranya langsung mengangguk-angguk saja walau tidak terlalu mengerti.
Setelah itu mereka langsung pergi dari sana.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Kita akan istirahat di sini,” kata Bai An memberitahu yang lain.
Semuanya mengangguk patuh.
Setelah itu mereka langsung membagi tugas, ada yang pergi berburu, ada yang menghidupkan api dan ada yang membuat bumbu.
1 jam telah berlalu, saat ini mereka baru mulai makan, kebetulan juga dengan To Gel baru sadar dari pingsannya karena kelelahan dan kehabisan darah.
Saat To Gel bangun, terlihat To Gel selalu melirik ke arah Bai An dan Duan Du.
“Ada apa?” Tanya Bai An pura-pura tidak tahu maksud dari tatapan To Gel.”
“I.. Itu, aku ingin menjdi kuat Tuan muda,” jawab To Gel dengan sedikit tergagap.
Bai An langsung melirik ke arah Duan Du.
Duan Du yang di lirik langsung melirik ke arah Tu Long, Tu Long juga langsung melirik Bo Long, Bo Long yang terahir langsung tersenyum lebar.
Bo Long langsung melirik ke arah Dhu Lan.
__ADS_1
To Gel yang di bingungkan karena selalu berpindah tatapan, kini tatapannya ke arah Dhu Lan yang selalu menatap dirinya.
Seketika To Gel langsung bertatap muka dengan Dhu Lan.