Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sebuah Informasi dan keserakahan Bai An


__ADS_3

Sebenarnya Fanghu tidak ingin merampas harta tersebut. Tapi ini karena paksaan dari Bai An. Jadi ia terpaksa mengatakan hal tersebut kepada Po Hen.


Fanghu juga melihat orang orang yang datang membantu sebenarnya bukan niat membantu. Tapi mengambil harta para prajurit yang telah mati. Jadi ia cukup geram, karena para pengikutnya yang telah bertarung mati matian tapi para kultivator bebas yang baru datang langsung menjarah harta rampasan tersebut. Siapa yang tidak marah?


Hanya pasukan Walikota saja terlihat tulus membantu.


Kapal perang yang di naiki oleh Bai An, Pixiu, Fanghu dan He Yusi mulai berjalan ke pulau Donghan.


Bai An kini sedang berdua saja dengan Pixiu di ruangan yang cukup besar. Sedangkan Fanghu dan He Yusi kini sedang membicarakan masalah pribadi terlebih dulu di ruang sebelah.


“Bagaimana?”, tanya Bai An sambil melirik Pixiu.


“Hehe dapat Tuan Muda,” jawab Pixiu sambil terkekeh kecil.


Pixiu kemudian mengayunkan tangannya, terlihat dua cincin penyimpanan tingkat tinggi dan tingkat menengah di tangan Pixiu lalu memberikannya kepada Bai An.


Bai An langsung mengambilnya sambil tersenyum bahagia. Bagaimana tidak?


Cincin ini adalah milik Liu Gon dan Liu Ce. Bai An tadi sengaja menyuruh Pixiu membersihkan bekas serpihan es. Dan menyuruhnya mengambil cincin penyimpanan milik mereka berdua.


Bai An malu jika yang mengambil adalah dirinya, itu terlihat jika ia terlalu serakah. Karena Bai An juga menyuruh Fanghu mengambil rampasan perang untuk di bagi bagi kepada orang yang berkontribusi.


“Ini tidak perlu di bagi rata, karena tidak ada yang mengetahuinya,” gumam Bai An terkekeh kecil.


Pixiu hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Bai An kini sama seperti Cen Tian yang mana sama sama gila harta rampasan.


Tap tap..!!


Tok tok..!


“Tuan Muda, apakah aku boleh masuk?”


Mendengar suara Fanghu. Bai An langsung memasukkan cincin tersebut ke dalam cincin penyimpanannya kemudian berkata.


“Masuk.”


Cklek..!

__ADS_1


Fanghu dan He Yusi terlihat di balik pintu kemudian berjalan masuk.


“Ada masalah serius yang perlu kami bicarakan.”


Tanpa basa basi, setelah duduk Fanghu langsung berkata sambil menatap Bai An dengan serius.


Bai An dan Pixiu ikut menjadi serius. Sedangkan He Yusi hanya tersenyum lucu melihat tingkah ketiga.


“Si'er katakanlah apa masalah serius yang ingin kamu beritahu? Karena aku juga ikut penasaran.” Kata Fanghu kini menatap He Yusi.


He Yusi mengangguk.


“Kakak tahu mengapa aku tiba tiba menghilang dan bisa di tangkap?”


“Tentu saja aku tidak tahu? Kamu belum memberitahukannya Si'er,” dengus Fanghu.


He Yusi langsung tertawa kecil.


“Saat aku berusaha mencari dimana Fan Gege di sembunyikan oleh Liu Wang dan pemimpin kelompok Teratai Hitam.”


“Aku tiba-tiba di hadang oleh seseorang berjubah hitam dengan lambang Teratai Hitam yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Bahkan lambang Kelopak Teratai yang mekar di jubahnya membuatku takut saat itu, bersamaan dengan 3 Api di tengah tengahnya.”


“Hingga terjadi pertarungan, tapi itu kurang dari 10 detik saat aku menyerangnya. Aku langsung kalah telak.”


“Tak lama, pemimpin Teratai Hitam datang dan memberi hormat kepada pemuda tersebut dengan sebutan Tuan Muda.”


“Namun pemuda itu menolak di panggil Tuan Muda, dan menyuruh di sebut Tangan kanan Saja. Ia juga berkata biarkan dirimu di ketahui orang orang tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan, setelah itu pemuda tersebut menghilang.”


“Dari sana aku mengetahui jika pemimpin Teratai Hitam saat ini hanyalah kedok saja. Aku tidak mengetahui apa niat mereka sebenarnya.” Kata He Yusi panjang lebar.


Fanghu hanya menganggukkan kepalanya dan berkata. “Siapapun mereka, aku tetap akan membunuhnya, karena sekarang kita bertiga telah berkumpul lagi. Dengan kekuatanmu dan Yu Fan yang setara dan aku hanya berada satu tingkat di bawahmu. Jika bersatu maka aku yakin kita bisa menang. Terlebih lagi ada Penguasa JingXin pasti membantu.”


Raut wajah Fanghu sangat yakin dengan mata tegas bisa membunuh musuhnya.


Tapi berbeda dengan Bai An, ia memikirkan jika He Yusi saja kalah kurang dari 10 detik maka kekuatan orang tersebut melebihi tingkat tertinggi di dunia ini? itulah pikir Bai An.


“Apa kau mengetahui tingkat pemuda tersebut? Nyonya Si.” Tanya Bai An.

__ADS_1


Yusi langsung tersenyum karena Bai An cukup pintar bertanya seperti yang ia tunggu tunggu. Berbeda dengan kakaknya, langsung saja tanpa memikirkan apa yang akan terjadi ke belakang.


“Aku tidak tahu pasti. Tapi menurutku kekuatan Tangan Kanan Kaisar Dewa Kegelapan yang sebenarnya itu melebihi tingkat tertinggi di dunia ini. Aku tidak tahu bagaimana ia bisa menyembunyikan diri dari malapetaka semesta sehingga mampu bertahan sampai saat ini.”


Fanghu langsung berdiri saat mendengar ucapan He Yusi. Bagaimana tidak, jika melebihi tingkat tertinggi di dunia ini berarti orang itu setara dengan tingkat kekuatan Dunia Dewa. Jika seperti itu 100 orang seperti merekapun tidak akan pernah bisa menang. Pikir Fanghu kembali duduk dengan lemas.


Apa yang terjadi dengan Fanghu sama halnya dengan Pixiu.


Berbeda dengan Bai An yang kini sedang merenung. Sebenarnya ia tidak merenung, lebih tepatnya sedang berkomunikasi dengan Mu Xia'er.


“Xia'er. Apa orang yang mengintai kita dulu saat menghancurkan markas cabang Teratai Hitam, adalah orang yang sama dengan cerita He Yusi.”


“Benar itu adalah orang yang sama,” jawab Mu Xia'er terlihat malas.


Bai An langsung mengerutkan kening semakin bingung. “Jika orang yang sama, mengapa ia tidak muncul saat itu?”, tanya Bai An heran.


“Apa kau bodoh An Gege, ia dapat merasakan ku walau aku di dalam dunia jiwamu sehingga ia berhati hati. Kekuatannya juga sangat besar, jadi bertambahlah kuat. Tapi jangan terlalu menggunakan cara instan untuk meningkatkan kekuatan.”


Setelah itu Mu Xia'er langsung diam.


Bai An kini tersadar, ia lupa jika Mu Xia'er adalah seorang Dewi yang kekuatannya Bai An tidak ketahui.


Beberapa saat Bai An langsung tersenyum senyum sendiri.


Saat Pixiu melihat senyum Bai An, ia merasakan ada yang tidak beres dari senyum Bai An.


Sedangkan untuk Fanghu dan He Yusi kini bingung melihat Bai An senyum sendiri seperti orang gila.


“Tuan Muda, kenapa kau tersenyum sendiri. Apa ada yang salah dari perkataan adik ku tadi?”


Bai An langsung tersadar saat mendengar pertanyaan Fanghu, ia sadar jika ada orang di sekelilingnya. Hal tersebut membuatnya cukup malu karena tersenyum senyum sendiri.


“Kau tidak perlu khawatir saudara Fang, aku ada orang yang bisa mengatasinya dan aku akan menemuinya di Kota Han hari ini jika kita sampai atau ia sampai lebih dulu.”


Fanghu dan He Yusi merasa tidak percaya dengan perkataan Bai An. Mereka berdua menatap Bai An lekat lekat, apakah ada kebohongan. Namun mereka tidak melihat adanya tanda kebohongan dari Bai An.


Mereka berdua hanya bisa mengangguk untuk saat ini. Walau masih ada ketidak percayaan di hati mereka berdua dengan ucapan Bai An.

__ADS_1


Bai An hanya tersenyum tipis, ia tidak peduli dengan mereka berdua percaya atau tidak. Yang penting ia sudah berkata jujur.


“Tunggu saja aku disana saudara Long Yuan, dan suruh orang yang menjadi anak angkatmu menyamar agar ia tidak di ketahui.” Jawab Bai An.


__ADS_2