
Sa Yu'er langsung mengangguk dan terlihat wajahnya kini berseri-seri.
Melihat itu, Bai An langsung tersenyum tipis, lalu Bai An melirik ke arah Lang Zai sambil mengangguk.
Seakan sadar ada maksud tertentu dari anggukan Bai An ke arah Lang Zai Sa Yu'er langsung maju.
Namun baru saja ia melangkah, tiba-tiba kepalanya melayang dan jiwanya keluar dari tubuh wanita tersebut.
“Kau tak ada bisa menipuku ******, aku sangat mengenal jelas Xu Yu'er,” kata Bai An dengan dingin.
Sedangkan jiwa asli Sa Yu'er kini muncul lalu tersenyum malu ke arah Bai An.
“Terimakasih karena telah membebaskanku, selama ini aku cukup menderita, aku mohon ahiri saja biar jiwaku langsung pergi ke jiwa Xu Yu'er muda,” kata Sa Yu'er tetap tegar.
Bai An langsung sedih, tak terasa air matanya kini menetes.
“Maafkan aku Yu'er,” gumam Bai An lalu menebas pedangnya ke arah Yu'er.
Crash..!!
Jiwa Sa Yu'er hancur menjadi butiran cahaya kemudian melesat ke arah tertentu.
Bai An langsung menatap tajam ke arah sekumpulan klan Sa.
“Bantai habis mereka semua,” kata Bai An dengan dingin lalu bergumam. “Kaisar Dewa Jahat, aku akan membalas apa yang telah kau lakukan kepada Yu'er 100 kali lipat lebih dari ini.”
Bai An tanpa menunggu lama, Bai An mengayunkan pedangnya ke arah kediaman klan Sa.
“Pedang Ashura Tingkat 2,” gumam Bai An.
Tak lama muncul ribuan pedang energi di sertai sedikit energi kehancuran.
Pedang energi tersebut melesat dengan kecepatan tak kasat mata.
Bom bom..!!
Ledakan langsung terjadi dimana pedang energi Bai An menyentuh benda apapun.
Lang Zai, Pixiu dan Tu Long juga tak mau kalah, mereka mengeluarkan setengah kekuatan mereka untuk membantai habis semua anggota klan Sa, mau laki-laki, perempuan dewa ataupun anak-anak di bantai habis.
Mereka melakukan itu karena setiap anggota klan Sa semuanya adalah pengikut Kaisar Dewa Jahat.
Bai An kini sedang melirik leluhur sepuh dari klan Sa.
Sebenarnya ia bukan asli leluhur klan Sa, ia juga seorang budak yang terpaksa mengikuti kemauan Tangan kanan Kaisar Dewa Jahat.
Tap tap..!!
Lang Zai, Pixiu dan Tu Long langsung muncul di depan Bai An.
Tidak ada senyum bahagia di wajah mereka semua, melainkan semakin memancarkan kemarahan.
“Dia ini benar adiknya Yu'er, dan ia bisa melawan segel di tubuhnya sehingga ia bisa kita selamatkan, tidak seperti Sa Yu'er yang di kendalikan tadi oleh seseorang,” kata Bai An lalu menambahkan. “Kita bawa saja dia dulu dan memikirkan cara untuk membebaskannya.”
Semua saudara Bai An mengangguk. Setelah itu mereka melesat ke arah tertentu.
__ADS_1
***
Masih di kota Chu.
Cukup jauh dari klan Sa.
Saat ini Long Yuan terlihat sedang bermain-main melawan dua leluhur Sekte Iblis Sesat
“Heng,, baru kali ini aku melihat para pengikut Kaisar Dewa Sesat sangat lemah,” dengus Long Yuan.
Dengan cepat Long Yuan muncul lalu mengayunkan pedangnya.
Pedang Long Yuan dengan santai melesat ke arah salah satu leluhur Sekte Iblis Sesat.
Leluhur Sekte Iblis Sesat dengan cepat menganyunkan tombaknya dengan seluruh kekuatannya.
“Tombak Darah,” teriak leluhur Sekte Iblis Sesat.
Trank..!!
Crak,, piarr..!!
Setelah beradu pedang dan tombak, terlihat tombak leluhur sekte Iblis Sesat retak dan hancur.
Pedang Long Yuan langsung melesat ke arah dada kiri leluhur Sekte Iblis Sesat.
Crash..!!
Akhh..!!!
Terdengar suara teriakan menggema, baru saja leluhur Sekte Iblis Sesat ingin mundur.
Dengan santai pedang Long Yuan di ayunkan.
Crash..!!
Tubuh leluhur Sekte Iblis Sesat langsung terbelah menjadi dua.
Long Yuan mendengus dingin, dengan cepat ia melesat mengejar inti jiwa leluhur tersebut yang kini berusaha melarikan diri.
Wuss..!!
“Kau tak akan bisa kabur dariku sampah,” gumam Long Yuan menembak energinya menggunakan telunjuk jarinya saat sudah dekat dengan Inti Jiwa leluhur leluhur tersebut.
Bom..!!
Inti Jiwa Leluhur Sekte Iblis Sesat langsung meledak.
Setelah itu, Long Yuan kembali melesat keluar Sekte Iblis Sesat untuk mengejar salah satu leluhur Sekte Iblis Sehat yang sudah melarikan diri.
Wuss..!!
Dengan cepat Long Yuan muncul di samping leluhur tersebut.
Tapi sesuatu terjadi saat Long Yuan ingin mengayunkan pedangnya.
__ADS_1
Dengan cepat Long Yuan mundur sejauh mungkin.
Bom..!!
Ledakan besar langsung terjadi hingga mengguncang setengah Kota Chu, Long Yuan langsung melirik ke arah retakan di atas langit.
Tak lama muncul sebuah kepala Iblis Berkepala Anjing.
“Hoho,, aku baru tahu ternyata Kaisar Dewa Naga telah bereinkarnasi, tapi bukan saatnya aku membunuhmu di sini,” kekeh sosok Berkepala Anjing.
Ia kembali berkata. “Aku akan menunggumu di Alam Dewa, disana aku akan menyiksa dan membuatmu menjadi budak ku, hahaha.”
Long Yuan yang mendengar itu langsung melesat ke atas langit.
Tapi sebuah suara menghentikannya.
“Jangan gegabah, dia hanya memancing amarahmu,” kata Bai An muncul di samping Long Yuan sambil memegang pundaknya.
Bai An kini terkekeh saat melihat setetes jiwa dari Kaisar Dewa Sesat.
“Heh,, aku baru tahu jika seekor anjing berani muncul di Dunia Setengah Dewa, apakah kau ingin mencari makan dengan menjilat para tikus-tikus ini?” kata Bai An semakin terkekeh.
“Kau,, siapa kau?” Tanya Kaisar Dewa Sesat menggeram marah.
“Siapa aku itu tidak penting, karena cepat atau lambat kita pasti akan bertemu, saat kita bertemu itulah hari dimana kematianmu,” kata Bai An dengan senyum mengejek.
“Aku akan membunuhmu sekarang tikus kecil,” teriak Kaisar Dewa Sesat, Kota Chu langsung bergetar karena tekanan dari aura Kaisar Dewa Sesat.
Bai An juga ikut mengeluarkan auranya yang sangat dingin.
Sebenarnya itu bukan aura Bai An. Melainkan aura dari Zin Ho.
Seketika kedua aura tersebut beradu.
Bam..!!
Ledakan terjadi dimana-mana.
Setelah itu, kepala Kaisar Dewa Sesat menghilang, sementara Bai An kini tertunduk sambil memuntahkan darah.
Ukhh,,
“Tuan muda,” teriak semua saudara Bai An.
Bai An mengangkat tangannya. “Ayo kita kembali, bereskan sisa-sisa disini lalu jangan lupa kuras semua harta mereka.” Kata Bai An memberi perintah.
Setelah itu, para saudara Bai An langsung bergerak cepat.
Setelah itu mereka melesat ke arah tertentu.
Setelah kepergian Bai An dan para saudara, semua ahli Dewa Abadi langsung muncul dari berbagai arah.
“Hmm..!! Disinilah tempat terjadinya pertarungan dan beradu aura yang sangat mengerikan,” kata salah satu pemuda dengan aura yang terlihat mendominasi.
“Hmm.. Siapapun dia, jangan mencari masalah adik, kita bukan lawannya, aku yakin akan hal tersebut. Lebih baik kita menjadikan dia teman daripada musuh,” kata seorang pemuda lebih tua dengan badan kekar dan tampan.
__ADS_1
“Hmm..!! Walau kita ahli Dewa Abadi peringkat pertama dan kedua di dunia ini, aku yakin masih banyak ahli Dewa Abadi yang bersembunyi di dunia ini, termasuk salah satunya orang yang melawan Jiwa Kaisar Dewa Sesat,” kata sang adik.
Setelah itu mereka berdua menghilang entah kemana.