Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mata Mata Yao Jing


__ADS_3

Bai An mengangguk-angguk tanda paham. Tidak ada jejak kekecewaan terlihat di wajahnya.


Melainkan kini ia sedang tersenyum. “Ingin menakut-nakutiku, agar aku tidak ingin kesana. Malah sebaliknya, aku merasa beruntung karena Raja Binatang Roh Iblis adalah salah satu harta bagiku,” gumam Bai An dalam hati.


Bai An tahu jika Jing Ling terlihat sangat polos dan jujur saat bicara tadi dan tidak terlihat sedikitpun maksud tertentu dari ucapannya. Tapi itu untuk orang lain, berbeda dengan Bai An dapat menangkap maksud Jing Ling.


“Rubah Tua yang sangat licin,” gumam Bai An kembali sambil tersenyum ke arah Jing Lin.


“Tidak apa-apa, kau tidak perlu takut. Karena saat ini kita fokus ke Kota Netral terlebih dahulu untuk meningkatkan kekuatan dengan mencari beberapa sumberdaya disana. Baru kita datang ke tempat kau menyimpan hartamu,” kata Bai An dengan tenang.


“Apa yang di rencanakan anak ini?” gumam Jing Ling dalam hati. “Anak ini sungguh jeli, aku yakin ia merencanakan sesuatu. Aku harus mencari tahunya,” gumam Jing Ling kembali dalam hatinya.


“Baiklah, terima kasih Tuan muda, niat baikmu akan aku balas berkali-kali lipat, suatu saat nanti.” Kata Jing Ling.


Bai An langsung melambaikan tangannya. “Tidak perlu, kita sekarang adalah saudara, masalahmu adalah masalahku juga. Termasuk sebaliknya, dan juga kita akan menjadi saudara harus saling mendukung satu sama lain.” Kata Bai An.


Saat Bai An ingin bicara lagi, merasakan beberapa monster sedang mengintainya dari jauh. “Hmm..! aku sampai tidak merasakan ada beberapa tikus yang mengintai karena terlalu fokus bicara dengan Jing Ling,” gumam Bai An lalu melirik Jing Ling yang ikut menyadarinya juga.


“Kau tunggu disini,” kata Bai An langsung pergi tanpa menunggu jawaban Jing Ling.


Wuss..!!


Bai An muncul di depan ketiga monster yang mengintai Tu Long dan Hei Niu. Bai An tidak membunuhnya karena ia merasakan mereka bertiga tidak memiliki niat jahat dan juga tidak memiliki niat bartarung sama sekali.


Melihat Bai An muncul, dengan cepat Komandan dan dua prajurit elitnya mundur sambil waspada.


“Katakan langsung maksud kalian? Jangan basa basi,” kata Bai An dengan nada dingin.


“Itu,,” komandan yang bernama Fu Chen itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak tahu harus menjelaskan dari mana.


Untung ia telah mengirim pesan kepada Yao Jing tadi saat ia melihat Hei Niu. Jadi tugasnya saat ini adalah menahan manusia di depannya sampai Yao Jing datang.


Melihat Fu Chen tidak mampu menjawab. Bai An langsung berkata. “Pergilah, karena aku tidak merasakan niat jahat dari kalian bertiga. Aku tidak ingin membunuh monster yang tidak mencari masalah denganku atau menyerang ku lebih dulu.”


Kedua prajurit elit tersebut langsung mendengus, mereka merasa di ejek lemah oleh Bai An.


Berbeda dengan Fu Chen yang telah bisa berubah menjadi manusia sepenuhnya dan memiliki pikiran jauh lebih pintar dari kedua prajuritnya. “Hmm, mungkin ini sebabnya Nona menyuruh ku untuk tidak menyerangnya lebih dulu, karena manusia ini cukup baik tapi menurutku naif,” gumam Fu Chen dalam hati.

__ADS_1


Wuss..!!


Hei Niu langsung muncul di samping Bai An, dapat terlihat kini Hei Niu telah bisa berubah sepenuhnya jadi manusia, Hei Niu terlihat gagah dan sangat muda saat berwujud manusia.


“Pergilah Komandan, Beritahu Jendral Pembantaian untuk tidak mengirim para komandan dan prajurit lagi. Jika tidak, aku dan Tuan tidak segan-segan membunuhnya,” kata Hei Niu.


Bai An yang mendengar itu langsung tersenyum. “Ooh jadi ini suruhan adikmu ya?” kata Bai An menyeringai.


Hei Niu langsung bergidik saat melihat senyum jahat Bai An.


Tanpa menumggu waktu, Bai An langsung menghilang lalu muncul di depan Fu Chen, Bai An langsung mengayunkan tinjunya di sertai sedikit energi.


Melihat Bai An menyerangnya. Dengan cepat Fu Chen langsung mengayunkan pedang yang saat ini masih di tangannya.


Brak..!!


Terdengar suara pedang tersebut langsung retak lalu tangan Bai An tetap melaju ke wajah Fu Chen.


Bom..!!


Hei Niu juga tidak mau ketinggalan, karena Bai An adalah Tuannya, ia juga harus membunuh kedua prajurit tersebut.


Dengan cepat Hei Niu mencoba kekuatan barunya. Ia muncul di depan salah satu prajurit lalu mengubah tangannya menjadi monster yang terlihat seperti kaki banteng.


“Mati,” teriak Hei Niu.


Prajurit tersebut yang terlambat menyadari serangan tiba-tiba Hei Niu hanya bisa menyilang tangannya di sertai menggunakan seluruh energinya untuk menangkis tinju Hei Niu.


Tangan Hei Niu langsung meluncur menghancurkan kedua tangan prajurit tersebut hingga remuk lalu mengenai wajahnya.


Bom..!!


Prajurit Monster Elit tersebut langsung mati seketika. Karena perbedaan tingkat kultivasi juga membuat Hei Niu begitu mudah membunuhnya. Hei Niu lalu melirik ke salah satunya lagi. Ia melihat kini prajurit tersebut mengganas dan telah berubah menjadi Monster seutuhnya.


“Haha, ayo marah dan serang aku,” teriak Hei Niu seperti orang gila.


Bai An yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya setelah ia kembali sambil menyeret Fu Chen tersebut yang kini babak belur oleh Bai An.

__ADS_1


“Hei Niu jangan bunuh dia, kau cukup menghajarnya saja.” Kata Bai An langsung pergi sambil menyeret Fu Chen.


Hei Niu langsung merubah seringainya menjadi senyum hangat lalu mengangguk patuh kepada Bai An. “Tentu Tuan,” jawab Hei Niu lalu melesat ke arah prajurit tersebut.


Bai An kini sedang menuju ke arah Jing Ling dan saat ia sampai, ia melihat Tu Long kini telah berubah juga menjadi manusia botak, ia terlihat lucu sehingga membuat Bai An tidak dapat menahan diri untuk tidak tertawa.


“Ha ha ha,, apakah ini wujud manusiamu Tu Long? Kenapa kau sangat jelek? Aku menyesal telah membawamu jika begitu,” kata Bai An sengaja mengejek Tu Long.


Tu Long sama sekali tidak marah. Melainkan membalas dengan bangga. “Aku begini dari lahir, walau aku tidak tampan. Tapi aku percaya diri bisa menundukkan 1000 wanita cantik. Ha..Ha..Ha..!”


Wajah Bai An yang tadi tertawa langsung berkedut-kedut. Saat melihat rasa percaya diri Tu Long.


Bai An langsung menggelengkan kepalanya, memiliki Tu Long yang mempunyai sifat seperti ini Bai An sudah kerepotan minta ampun. Tapi dibalik itu ia juga merasa beruntung.


“Siapa dia Tuan muda?” Tunjuk Tu Long ke arah Fu Chen.


“Mata-mata wanita yang menghajarmu beberapa waktu lalu,” kata Bai An santai.


Tu Long langsung berdiri, Bai An langsung tertegun saat melihat tinggi Tu Long yang mencapai 2 meter lebih. Terlebih otot-ototnya sangat kekar.


“Hmm..!! Tuan muda, kekuatannya lebih tinggi satu Bintang dariku. Apakah boleh mencobanya? Hitung-hitung melatih kekuatan baru,” kata Tu Long.


Tingkat Kultivasi Tu Long kini telah mencapai Prajurit Dewa Perunggu Bintang 3 Awal dan Fu Chen Prajurit Dewa Perunggu Binta 4 Awal.


Untuk Hei Niu ia telah berada di Prajurit Dewa Bintang 1 Puncak.


Bai An langsung melirik Fu Chen yang kini hanya menunduk. Ia tahu Fu Chen tidak memiliki niat bertarung dan seperti menunggu sesuatu.


“Tunggu dia sembuh lebih dulu, lalu ajaklah dia. Jika dia tidak mau, aku akan langsung membunuhnya,” kata Bai An untuk memancing Fu Chen. Apakah tebakannya benar ia sedang mengulur waktu.


Dan benar saja. Fu Chen langsung mengankat kepalanya. “Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika aku tidak sengaja membunuhmu,” kata Fu Chen melirik ke arah Tu Long.


Tu Long langsung tersenyum dengan semangat.


Tapi..?


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2