
Setelah kepergian Leng Cung, Leng Cong dan Min Sha, kini Jendral Iblis yang bernama Mo Zhu, kini merasakan tubuh nya tiba-tiba merasa kepanasan.
“Acckkkhh,,”
“Jendral Zhu,,”
Teriak semua iblis yang berada disana ingin mendekat untuk membantu, tapi.
“Jangan mendekat, energi ini akan menyebar jika kalian menyentuh ku,” teriak Jendral Zhu dengan kesakitan.
Mereka semua tiba-tiba menjadi diam, mereka semua ingin mendekat lagi, namun Jendral Zhu memarahi mereka lagi membuat mereka bertekad akan membalas penghinaan ini.
***
Di tempat Bai An, setelah ia selesai berdiskusi, kini Bai An duduk berdua bersama Long Yuan.
“Saudara Yuan, apakah saudara Hei Long dan Feng Yuan kini sudah sampai di Benua Naga?” tanya Bai An membuka percakapan terlebih dulu.
“Hmm,, aku tidak tahu Tuan Muda, mungkin sudah, mungkin juga mereka masih disini, karena mencari beberapa orang yang mereka akan bawa juga kesana,” jawab Long Yuan dengan jujur.
Bai An langsung mengangguk, ia tidak bertanya lagi, karena ia tahu siapa orang yang di cari untuk di bawa pergi.
Saat suasana hening kembali, Long Yuan ingin bertanya namun ia agak ragu-ragu.
Bai An yang melihat hal tersebut tersenyum lalu berkata, “Apa yang ingin kau tanyakan saudara Yuan? katakan lah, jangan ragu.”
“Itu, Tuan Muda, apakah benar kita akan menyerang setelah saudara Tang Meng dan Jendral Liang telah berhasil mengamankan penduduk daratan utara?” tanya Long Yuan agak ragu-ragu, ia ragu karena merasa kekuatannya belum cukup untuk melawan mereka semua.
“Benar saudara Yuan, jangan pernah ragu, jika kau ragu, maka. Kematian akan menghampiri mu.”
__ADS_1
Mendengar itu, mata Long Yuan langsung menyala dan bertekad dalam hati, “Aku akan berusaha dan tidak akan mengecewakan mu Tuan Muda.”
“Kau kembalilah untuk berlatih, dan gunakan ini untuk meningkatkan kekuatan mu, mungkin besok atau beberapa hari lagi maka kekuatan mu akan meningkat ke tingkat yang tidak kau bisa bayangkan,”
Bai An memberikan sebuah, bola kecil seukuran telur ayam, bola tersebut bewarna putih kuning, hampir mirip dengan telur ayam. Cuman yang membedakannya adalah ada energi yang terasa kuat dan padat di dalamnya.
Bola tersebut Bai An dapatkan dari Mu Xia'er, karena Mu Xia'er sengaja memberikan bola itu kepada Bai An untuk di berikan lagi kepada Long Yuan.
Long Yuan yang melihat itu langsung bersemangat, ia tidak akan pernah meragukan Bai An, apapun yang di berikan kepadanya, itu pasti barang beharga semua, hal itu membuat Long Yuan semakin bertekad menjaga Bai An dengan segenap jiwa dan raganya.
Kini ia melihat bola seperti telur tersebut dengan mata yang cerah, tapi ia langsung melihat Bai An, “Tuan Muda, apa kau yakin memberikan ini kepada ku? tidak kah sebaiknya kau yang menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan mu Tuan Muda?”
Bai An tersenyum, ia tidak merasa tersinggung atau marah, “Kekuatan ku sudah tidak bisa menggunakan bola ini, seandainya bisa, maka aku pasti akan menggunakannya tanpa memberikannya kepada mu, jadi kau mengerti sekarang saudara Yuan?” tanya Bai An.
Long Yuan yang paham langsung mengangguk bersemangat, “Terus, apa tingkatan mu sekarang Tuan Muda?” tanya Long Yuan tanpa sungkan.
“True God Puncak,” jawab Bai An santai.
Long Yuan mengangguk-angguk tanpa sadar matanya langsung melotot dengan mulut terbuka lebar.
“Eehh,, apa yang kau ucapkan tadi itu benar Tuan Muda? kapan kau mencapai tingkatan itu? seharusnya kau akan menghadapi Petir kesengsaraan dulu saat menembus True God Awal.”
Long Yuan langsung membanjiri Bai An dengan berbagai pertanyaan.
Mu Xia'er yang berada di dalam tubuh Bai An kini tertawa terbahak-bahak, “Bagaimana rasanya, kau pasti kesal bukan? An'Gege,” kata Mu Xia'er kini tertawa bahagia.
Kini wajah Bai An sangat gelap bercampur malu, bukan karena pertanyaan Long Yuan. Melainkan karena ejekan Mu Xia'er yang terus menggema di kepalanya.
“Xia'er bisakah kau mengirimkan bagaimana cara merobek ruang? karena aku ingin berpindah tempat, atau kirimkan cara bagaimana berteleportasi?” gumam Bai An di dalam pikirannya.
__ADS_1
Mu Xia'er yang mendengar itu cukup heran mengapa Bai An meminta hal tersebut, memang bagaimana cara berteleportasi dan merobek ruang untuk pindah tempat sangat di butuhkan untuk orang-orang yang berada pada tingkat True God, tapi Mu Xia'er tidak dapat menebak jalan pikiran Bai An, sehingga ia bingung dan heran.
“Caranya cukup mudah, asal kau bisa menguasai hukum ruang dan waktu tingkat pertama,” kata Mu Xia'er langsung menjawab.
Bai An langsung cemberut, karena ia belum mempelajari hukum apapun, tapi ia cukup heran, mengapa ia bisa merobek dunia jiwa dan memasukinya? kini ia curiga terhadap Mu Xia'er.
Apakah Mu Xia'er mengerjainya? itu yang ada dalam benak Bai An.
Melihat kelakuan Bai An, Mu Xia'er ingin menjelaskan, namun ia diam karena Long Yuan bertanya lebih dulu.
“Tuan Muda, mengapa kau melamun?”
Bai An langsung mengalihkan pandangan ke arah Long Yuan, “Tunggu sebentar, saudara Yuan kau tunggu sebentar dulu,” kata Bai An sambil mengangkat tangannya tanda Bai An menyuruhnya untuk diam terlebih dulu, Long Yuan lamgsung mengangguk patuh, walau ia cukup bingung dengan kelakuan Bai An.
“Sekarang jelaskan Xia'er?” gumam Bai An dalam pikirannya.
“Hmm,, dari mana dulu ya?" ucap Mu Xia'er berpikir dulu.
“Ah,, ya, itu karena tingkat kekuatan mu bisa di anggap setara dengan Hukum Ruang Benua Rendah ini, bahkan bisa di anggap melebihi. Jadi, secara otomatis kau bisa merobek ruang dan berpindah tempat sesuai ke inginan mu tanpa harus mempelajari Hukum Ruang dan Waktu, tapi,”
Mu Xia'er tediam sesaat untuk menarik nafas dan menambahkan.
“Tapi, jika itu di Dunia lain atau Benua Menengah, atas, kau akan sulit merobek ruang, karena hukum disana lebih kuat dari tingkat kekuatan mu, jadi lebih baik kau mempelajari hukum ruang lebih dulu karena itu sangat penting untuk mu dan memudahkan mu dalam bertarung.”
Bai An langsung tersenyum saat mendengar penjelasan Mu Xia'er, “Berarti aku bisa berpindah sesuai keinginan ku di Benua Rendah ini?” tanya Bai An dengan bahagia.
“Aku sudah beri peringatan, jangan suka bangga akan pencapaian mu, itu akan membuat mu malas dalam berlatih lagi, karena terlalu bangga dan senang, hingga kau lupa diri,” dengus Mu Xia'er dengan kesal.
Bai An langsung berkeringat dingin saat mendengar suara Mu Xia'er yang sangat kesal, seandainya hanya mereka berdua, ia sudah membayangkan bagaimana nasifnya sekarang.
__ADS_1
“Untung saat ini ada Long Yuan sebagai penolong ku,” gumam Bai An dalam benaknya agar tidak di dengar oleh Mu Xia'er.
Long Yuan yang sedari tadi melihat kelakuan Bai An kini terheran-heran, “Apa ini karena efek cairan itu ya? sehingga Tuan Muda berubah dan suka bicara sendiri dalam hati? hingga tersenyum sendiri, lalu tiba-tiba takut,” gumam Long Yuan dalam hati.