Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Membantu Dari Balik Layar


__ADS_3

“Da.. Dari mana kau tahu aku memiliki dendam? Padahal aku selalu menutup rapat dan tidak ada yang mengetahuinya selain diriku?”


Mendengar pertanyaan langsung tanpa melalui telepati dari Dhe Peng, Duan Du sedikit kesal karena banyak orang-orang di sekelilingnya yang ikut mendengar.


menyadari kesalahannya, Dhe Peng langsung berkeringat dingin.


“Ikuti aku, kita akan berbisnis,” kata Duan Du langsung menarik jubah Dhe Peng pergi dari rumah makan tempat mereka saat ini.


Bai An yang melihat itu diam saja seperti para penonton.


Tak berapa lama setelah kepergian Duan Du dan Dhe Peng, tiga orang yang ikut menjadi penonton saling melirik satu sama lain, setelah itu mereka saling mengangguk satu sama lain.


“Kalian berdua bawa mayat ini ke klan, sementara aku melaporkan masalah ini dan memberitahu jika Tuan muda Peng berkhianat, aku akan memberi informasi palsu,” kata pria terlihat berusia 50 tahunan, tapi jika di lihat dari usia tulang maka usianya lebih dari ribuan tahun.


Dua dari mereka mengangguk, mereka tak lain orang-orang dari klan Dhe, tapi mereka rupanya memiliki konflik di klan mereka sehingga mereka sama sekali tidak mau membantu kedua Tuan muda klan Dhe tadi dan hanya menjadi penonton.


Bai An menyeringai melihat itu, dengan cepat Bai An melesat mengikuti pria tadi, tak lupa Bai An menghilangkan auranya agar ia tidak ketahuan.


Tap tap..!!


Tak sampai 5 menit Bai An kini mengintai dari balik pilar aula yang sangat besar.


Terlihat Bai An seolah menyatu dengan pilar tersebut sehingga tak ada yang berpikir jika ada seseorang berada di sana.


Tap tap..!!


“Saya mengahadap kepada patriark,” kata pria tersebut.


“Apa yang ingin kau laporkan tetua luar?” Tanya patriark dengan penasaran.


“Ini masalah serius patriark,” kata tetua luar tersebut sambil melirik ke arah tetua pertama.


Tetua pertama menagngguk santai, tapi ada sedikit senyum licik di bibirnya.


”Masalah apa? Jangan terlalu berbelit-belit,” kata patriark kini tidak bisa menahan emosinya.


“I.. Itu karena Tuan muda kedua telah berkhianat dan membunuh Tuan muda pertama bersama seseorang berjubah hitam,” kata tetua luar tersebut dengan nada terbata-bata.


Wuss..!!


“Dhe Peng tidak mungkin melakukan itu, terlebih Dhe Lon tak mungkin mati semudah itu, jangan pernah berani membodohiku.” Teriak Patriark klan Dhe.

__ADS_1


Sebuah aura langsung keluar dari tubuh patriark klan Dhe, aula pertemuan langsung bergetar beberapa saat setelah sebuah suara terdengar mencoba menenangkannya.


“Patriak, tenangkan dirimu, kita harus mencari tahu kebenarannya,” kata tetua pertama dengan nada sopan.


Tap tap..!!


Baru saja tetua pertama selesai mencoba menenangkan patriark klan Dhe, dua tetua luar datang membawa mayat yang telah di bungkus oleh kain bewarna putih.


Melihat itu patriark klan Dhe tanpa bertanya langsung melambaikan tangannya, energi tak kasat mata langsung melesat ke arah kain.


Wuss..!!


Saat melihat putra pertamanya mati dengan tubuh tidak utuh.


Aura patriark pertama langsung meletus.


Wuss..!!


“Siapa yang melakukan ini? Dan dimana Dhe Peng berada?” Tanya Patriark klan Dhe langsung menatap ke arah tetua luar yang membawa putra pertamanya, lalu pandangannya beralih ke arah tetua luar yang bicara tadi.


Dapat terlihat jika ketiga tetua luar kini berusaha menahan tekanan aura patriark mereka, tak hanya mereka bertiga saja, bahkan semua tetua luar yang hadir di sana kini mulai sulit bernapas.


“Patriark, mohon lihat sekeliling anda, jika begini maka para tetua akan mati,” kata tetua pertama sambil mengeluarkan senyum licik.


“Diam kau,” kata patriark klan Dhe sambil melirik ke arah ketiga tetua luar. “Dimana Dhe Peng dan orang yang membunuh putraku?, cepat jawab, jika tidak kalian akan bertiga akan aku bunuh untuk menemani putraku,” kata patriark dengan nada dingin.


“Heng,,!! aku bilang hilangkan tekananmu patriark, apa kau ingin membunuh anggotamu,” teriak tetua pertama tak kalah dingin.


Patriark klan Dhe langsung menatap ke arah tetua pertama.


“Hoho,, aku baru tahu ternyata ini rencana kalian semua untuk melengserkan aku dari kursi pemimpin,” kata patriark klan Dhe menatap tajam ke arah ke tiga tetua luar dengan ganas.


Tubuh ke tiga tetua luar itu langsung bergetar keras, mata mereka melotot tak percaya jika patriark yang bodoh ini ternyata menyembunyikan kebodohannya.


“Da.. Dari mana kau tahu jika kami merencanakan ini semua?” Tanya tetua luar memberanikan diri untuk bertanya, saat ini tetua luar tersebut masih belum bisa percaya karena jika patriark mereka sudah emosi, maka ia tidak peduli apapun dan hanya mementingkan egonya sendiri.


Jadi tidak mungkin patriark mereka tahu jika mereka sengaja membiarkan putra pertama mati tanpa mau menolongnya.


“Hehe,, langsung bunuh saja jika sudah ketahuan,” kata tetua pertama menyeringai kejam sambil mengeluarkan senjatanya.


Patriark klan Dhe kini berusaha tenang setelah di peringati melalui telepati oleh seseorang.

__ADS_1


Tentu saja Patriark Klan Dhe masih bodoh seperti biasanya jika ia tidak mendapat info dari suara telepati tadi, dan suara tersebut mengajarinya cara membuka kedok mereka dengan berpura-pura sok tahu.


Saat tahu ternyata benar, amarah Patriark Dhe sebenarnya semakin memuncak, tapi karena tekanan dari suara telepati jika ingin membalas dendam maka harus tenang dan berusaha mengikuti rencananya.


Karena patriark Dhe juga sadar jika yang ia lawan bukan satu atau dua pemberontak, melainkan hampir seluruh tetua inti dan tetua luar.


Kini tatapan mata patriark klan Dhe sangat tenang, tiba-tiba ia mengeluarkan senyum yang sangat jarang di lihat oleh orang-orang.


Dengan santai patriark klan Dhe menjentikkan jarinya.


Bam..!!


Tubuh ketika tetua luar langsung meledak tanpa perlawanan.


Mata semua orang termasuk tetua pertama langsung waspada.


“Aku tak meyangka jika kau menyembunyikan kekuatanmu sedalam ini,” kata tetua pertama sambil mundur menjaga jarak.


Padahal mereka tidak menyadari jika itu hanyalah tipuan, bukan patriark Dhe yang membunuh mereka, tapi ada orang di balik layar yang membantu patriark Dhe.


Patriark Dhe tersenyum santai.


“Aku tahu bahwa ada beberapa di antara kalian yang terpaksa melakukan pemberontakan karena di paksa oleh Dhe Thu ini, jadi jika kalian ingin mengabdi kepada klan, maka aku akan senang hati menerima kalian tanpa melihat apa yang telah kalian lakukan saat ini, atau bisa di bilang menutup mata.” Kata Patriark Dhe tersenyum tulus.


Beberapa orang yang di paksa oleh Dhe Thu langsung saling melirik lalu melesat sebelum Dhe Thu mengatakan sesuatu.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Beberapa tetua luar dan tetua inti langsung melesat lalu berdiri di belakang patriark klan Dhe.


Hal itu membuat tetua pertama menggeram marah.


“Kalian,, aku pasti akan membunuh kalian beserta keluarga kalian, camkan itu,” teriak tetua pertama meraung.


“Jangan dengarkan ocehannya, ia hanya bisa lewat mulut saja tanpa bisa membuktikan,” kata patriark melambaikan tangannya meyakinkan orang-orang di belakang Patriark Dhe.


Sementara Bai An yang kini keluar dari pintu harta penyimpanan klan Dhe menyeringai licik.


“Hehe,, hanya membantu membunuh 3 tetua luar dan memberikan beberapa kalimat saja sudah bisa mendapat masukan yang lumayan banyak.”

__ADS_1


__ADS_2