
“Benar, Tuan muda telah menganggapku keluarga, jadi musuh keluarga Tuan muda musuhku juga,” lanjut Tu Long ikut-ikutan. Tapi wajah Tu Long kini seolah ingin menelan musuh hidup-hidup.
Bai An hanya diam, pandangannya kini menuju ke arah utara, karena Bai An merasa akan ada sesuatu yang menarik disana.
“Ayo kita ke arah utara,” ajak Bai An langsung turun yang di ikuti oleh Duan Du dan Tu Long.
Tap tap..!!
Setelah itu Bai An langsung melesat layaknya kultivator tingkat rendah yang hanya bisa terbang rendah dari pohon ke pohon.
Duan Du dan Tu Long yang mengikuti cukup heran sehingga Duan Du langsung bertanya. “Kak, kenapa kita tidak langsung menggunakan teknik ruang saja, dalam sekejap kita bisa sampai ke yang kakak maksud dan juga kenapa kita harus berjalan seperti ini?”
Bai An langsung tersenyum kecil, “Kau ikuti saja yang aku katakan, kau juga akan langsung mengerti,” jawab Bai An santai.
Menyadari mungkin ada sesuatu yang menarik, Duan Du langsung mengangguk paham, sementara Tu Long hanya diam saja.
Satu jam telah berlalu, Duan Du kini akhirnya menyadari jika setiap ia melewati kota atau desa, maka Duan Du merasa di tatap sebagai target empuk.
Tu Long juga menyadari hal itu, mereka juga menyadari saat ini mereka sedang di ikuti.
“Hehehe,, kakak, kau ternyata mengerti aku juga,” kata Duan Du memuji.
Bai An hanya bisa mendengus sambil berkata. “Jangan bergerak dulu, tunggu sampai ada orang yang lebih kuat datang atau merasakan ia cukup berpengaruh.”
Duan Du langsung paham, informasi adalah hal yang di perlukan saat ini, walau mereka kuat dan mampu langsung menghancurkan alam semesta ini. Tapi Bai An lebih baik bertindak sedikit hati-hati agar keluarganya tidak menjadi sasaran, terlebih Bai An tidak ingin menghancurkan alam secara sembarangan.
Duan Du juga tahu mengapa Bai An mengajak ia berjalan seperti ini, ini dilakukan untuk menemui para bawahannya karena siapa tahu mereka ada saat berpapasan.
Tap tap..!!
Saat melihat kota besar, Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung berhenti lalu berjalan ke arah gerbang.
Penjaga yang melihat itu langsung tersenyum sinis. “100 Kristal Berlian dan buka jubah kalian, maka kalian boleh masuk,” kata penjaga tersebut dengan sombong.
Macan kecil yang mirip kucing langsung melesat ke arah penjaga.
__ADS_1
Wuss..!!
Crak..!!
Mendengar suara tulang pecah, semua penjaga melirik ke asal suara, tak lama tubuh penjaga yang tadi sombong langsung hancur.
Semua penjaga yang duduk langsung berdiri sambil mencari siapa pelakunya.
Tidak ada yang menyadari maupun melihat pergerakan macan tersebut, sehingga semua perjaga langsung berpencar mencari pelaku.
Hingga datang seorang pria tua dengan tubuh kekar dan rambut putih.
“Komandan,” sapa salah satu penjaga gerbang.
“Kenapa kau menghubungiku, saat ini aku sedang sibuk,” dengus sang Komandan, hal itu membuat prajurit bergetar ketakutan hingga ia menunjuk ke arah Bai An, Duan Du dan Tu Long yang masih di tahan karena mengira mereka pelakunya, tapi karena tidak memiliki bukti yang kuat, mereka harus memanggil salah komandan terlebih dahulu yang memiliki kendali lebih tinggi.
Saat melihat tiga orang berjubah hitam. “Jubah Kelompok Pembantai,” gumam Komandan dalam hati, ia juga sedikit bergetar.
3 tahun yang lalu komandan tersebut adalah salah satu dari 100 kelompok pembantai elit yang ikut pergi ke alam dewa untuk meningkatkan kekuatan maupun mengumpulkam pasukan, dan jika mereka ketahuan berkhianat maka mereka akan langsung di bunuh saat di temukan.
Komandan tersebut adalah orang ke 57 terkuat dari 100 Kelompok Pembantai elit resmi.
Bai An tersenyum lebar bersama Duan Du saat mendengar suara tersebut, ternyata ada juga bawahan mereka di sini sedang menyamar.
“Kosong sepuluh kali,” jawab Bai An santai.
Tubuh komandan tersebut ingin jatuh dan berlutut, namun Bai An dengan santai menahannya menggunakan energinya.
“Bawa kami pergi dari sini, aku tak ingin banyak nyawa melayang untuk saat ini,” kata Duan Du melalui telepati.
Komandan tersebut langsung mengangguk patuh, setelah itu pandangan mata komandan tersebut mengarah ke para prajurit.
“Kalian tidak perlu mencurigainya, mereka ini manusia biasa yang kebetulan Tuan Kota sewa untuk acara sirkuit, dan apakah kalian tidak lihat dua hewan mereka, dua hewan ini sangat terlatih,” kata komandan dengan serius menatap dengan sedikit tajam.
Semua penjaga gerbang mengangguk patuh.
__ADS_1
Melihat kepergian Komandan dan kelompok Bai An, para prajurit kini mulai bergumam dalam hati mereka masing-masing.
“Apa benar mereka bertiga orangnya?”
“Aku yakin komandan ingin berkhianat.”
“Aku harus melapor ini ke komandan tertinggi.”
Sementara Bai An, Duan Du dan Tu Long hanya bisa tersenyum saat mendengar gumaman para penjaga.
Tap tap..!!
“Silahkah Tuan muda,” kata komandan tersebut menyuruh Bai An duduk.
Kode yang Bai An berikan adalah kode asli untuk pemimpin tertinggi.
Bai An mengangguk lalu duduk bersama Duan Du dan Tu Long.
Melihat Bai An dan kelompoknya duduk, komandan tersebut langsung bertepuk tangan tiga kali, setelah itu ia berkata. “Maafkan yang tua dan lemah ini Tuan muda jika lupa mengenalkan nama, nama yang tua ini adalah Sung Kem, no 57.”
Bai An mengerutkan keningnya. “Bukankah dulu ada 10? Aku tidak menduga kini Kelompok Pembantai meningkat sepesat ini,” kata Bai An dengan tulus memuji.
Sung Kem tersenyum mendengar itu. “Ternyata Tuan muda tidak menyeramkan seperti rumor,” gumam Sung Kem yang tadinya ia takut salah bicara akan langsung di bunuh, walau Sung Kem belum tahu ada di tingkat berapa Bai An saat ini, tapi Sung Kem yakin jika Bai An ini sangat kuat, terlihat dari aura wibawanya.
Kini pandangan Sung Kem ke arah dua orang di belakangnya. Duan Du dan Tu Long menyadari arti dari tatapan Sung Kem langsung membuka tudung kepala tampa bicara.
Saat melihat keduanya, Sung Kem kembali tegang, Sung Kem tentu mengenal dua orang ini, Yu Fan bercerita jika kedua orang ini sangat ganas dan sering berbuat onar, kekuatan mereka juga sangat tinggi, hanya itu yang Sung Kem ketahui.
“Salam Tuan muda Duan, salam Tuan Tu Long,” sapa Sung Kem tanpa menunduk.
Duan Du dan Tu Long mengangguk santai.
Tak lama pelayan datang membawa makanan yang sangat banyak.
Mereka kemudian makan bersama, saat sedang makan. Bai An langsung bertanya. “Kau pasti memiliki cukup banyak informasi disini dan juga jika kau tahu adik dan Tu Long, kau pasti di beritahu nama dan wajah semua keluarga maupun bawahanku dari saudara Yu Fan?”
__ADS_1
“Benar Tuan muda, untuk informasi, yang tua ini tidak terlalu memiliki banyak informasi, tapi ada Jendral tertinggi yang memiliki banyak info, dia adalah seorang wanita, namanya adalah Nona Jing Ling, Tuan muda pasti mengenalnya,” jawab Sung Kem dengan jujur.
Bibir Duan Du dan Tu Long langsung terangkat dan tersenyum licik saling melirik. Untuk Bai An, ia hanya mengerutkan keningnya karena tak mengira Jing Ling sangat cepat meningkat hingga bisa menjadi Jendral di alam dewa.