
Mendengar itu, semua orang yang ada di dalam ruangan menatap ke arah Bai An, karena mereka semua mengira Bai An ini adalah dari klan Bai yang sengaja menutupi identitasnya.
Bai An menghela nafas, niatnya pergi sekarang harus di undur mungkin satu atau dua hari karena ia harus berterimakasih kepada klan Bai, jika klan Bai tidak ada atau Bai An yang ada di dunia ini, maka Bai An tidak akan dapat mendapatkan hasil seperti ini.
Bai An mengangguk ke arah Dhe Chi Yuan, Dhe Chi Yuan yang melihat itu dengan cepat keluar dan berpapasan dengan tetua yang berteriak tadi.
“Cepat ikut aku sambut patriark Bai,” kata Dhe Chi Yuan tergesa-gesa.
Seketika wajah tetua itu bingung, namun dengan langkah tergesa-gesa ia membalik badanya mengikuti patriarknya.
Tap tap..!!
Dhe Chi Yuan melihat dua orang sedang di kepung oleh ratusan komandan yang tidak sembarangan.
Saat melihat dua orang ini, Dhe Chi Yuan seketika memasang senyum lembut sambil berkata. “Apa yang kalian lakukan, mereka adalah salah satu keluarga kita, jadi itu juga alasan aku melarang kalian menyentuh klan Bai dan klan Chu.”
Seketika barisan yang mengepung patriark Bai Ling dan Chu Lang langsung mundur dengan rapi.
Melihat hal itu Bai Ling dan Chu Lang mau tak mau harus kagum melihat betapa terlatihnya mereka.
Seketika tatapan mata Bai Ling dan Chu Lang tertuju ke arah Dhe Chi Yuan yang kini berdiri dengan wajah penuh senyum.
Bai Ling dan Chu Lang langsung tertegun, mereka berdua tak menduga jika selain Dhe Chi Yuan ini kuat dan hampir memiliki kekuatan seperti Penguasa Dunia, Dhe Chi Yuan ini tidak sombong dan tetap merendah.
“Salam patriark Dhe,” sapa Bai Ling dan Chu Lang ingin membungkuk, namun dengan cepat Dhe Chi Yuan menekan auranya agar keduanya tidak membungkuk.
Bagaimana bisa Dhe Chi Yuan membiarkan sosok ayah dari orang yang kini menjadi Tuannya di biarkan membungkuk terhadap dirinya, memikirkan hal itu saja membuat Dhe Chi Yuan pasti akan bernasip na'as jika Bai An tahu.
Berbeda dengan pemikiran Dhe Chi Yuan, saat ini Bai Ling dan Chu Lang kini semakin kagum terhadap rendah hati Dhe Chi Yuan yang tidak gila hormat.
“Mari ikuti saya patriark Bai, patriark Chu, jangan sungkan disini, anggap saja ini semua punya kalian,” ajak Dhe Chi Yuan sambil mempersilahkan Bai Ling dan Chu Lang masuk.
Namun Bai Ling dan Chu Lang terdiam, mereka kini ragu untuk bertanya.
__ADS_1
Melihat itu Dhe Chi Yuan langsung tersenyum lembut sambil berkata. “Orang yang kalian berdua cari saat ini ada di dalam, jadi jangan ragu untuk masuk.”
Bai Ling dan Chu Lang saling memandang dan berpikir Bai An saat ini adalah pelayan di sini, karena saat ini mereka berdua masih mengira Bai An yang dulu sampah masih tetap sampah, walau begitu, Bai Ling tetap menyayangi putranya dengan tulus.
Tap tap..!!
Dengan langkah santai mereka bertiga berjalan ke arah aula yang di temani oleh tetua yang melapor tadi mengikuti di belakang.
Bai An yang berdiri di belakang Pin Cang langsung tersenyum cerah, seolah memahami karakter Bai An yang ada di dunia ini, terlebih lagi Bai An sudah mengatur semua orang yang ada di sini.
Saat ini langkah kaki Bai Ling langsung berhenti saat melihat wajah putranya yang kini jauh lebih tampan, tinggi dan kekar.
“Nak kau kah ini?” Tanya sebuah suara dengan nada sedikit bergetar.
“Tentu saja ini putra kesayanganmu ayah,” jawab Bai An dengan mata berkaca-kaca.
Jauh di dalam hatinya, Bai An sebenarnya tidak tega mempermainkan atau membohongi Bai Ling, namun untuk saat ini ia tak bisa membuka identitasnya yang sebenarnya.
Saat ini Bai Ling dengan langkah tergesa-gesa langsung berjalan ke arah dimana putranya Bai An berdiri.
Bai Ling langsung memeluk Bai An dengan erat, seolah takut kehilangan putranya lagi.
“Maafkan ayah yang tidak bisa menjagamu dengan benar nak,” kata Bai Ling dengan nada tulus sambil mengeluarkan air matanya tak bisa membendung kebahagiannya.
“Maafkan juga An'er yang selalu nakal tidak bisa mengikuti ucapan ayah,” balas Bai An dengan nada tulus.
Ruangan di aula itu hening saat keduanya asik bercengkrama.
Hingga beberapa saat Chu Lang langsung berdeham.
Ehem ehem..!!
Seketika Bai Ling melepaskan pelukannya, ia kini agak canggung telah mengabaikan tuan rumah.
__ADS_1
“Patriark Dhe, maafkan ketidak sopananku ini,” kata Patriark Bai Ling ingin membungkuk, namun sebuah energi tak kasat mata menghalanginya.
“Jangan terlalu merendahkan diri patriark Bai, sebagai orang dari kalangan yang lebih tua, kita harusnya lebih berteman,” kata patriark Dhe maju sambil memeluk tubuh Bai Ling.
“Benar, kita semua adalah saudara,” sambung Xian Wei.
Seketika mereka berbincang-bincang sambil membicarakan Bai An adalah ahli strategi mereka, jika tidak ada Bai An, maka mereka tak akan mungkin bisa seperti ini, mereka juga di ajarkan cara untuk mengingkat erat tali persaudaraan yang sama dengan klan Bai.
Hal itu membuat Bai Ling dan Chu Lang kini mengangumi Bai An, walau tidak mempunyai kekuatan, tapi ia mempunyai kelebihan lain, yaitu kecerdasan, hal itu membuat Bai Ling kini lebih tenang, terlebih Bai Ling kini yakin bisa meninggalkan Bai An sendiri tanpa harus dijaga.
Cukup lama mereka bicara hingga Chu Lang kini menatap ke arah Bai An.
“Kapan kau akan berkunjung ke Chu Jia? Saat ini ia sedang merindukanmu dan tidak pernah mau keluar dari kamarnya,” tanya Chu Lang sambil menghela nafas berat.
Bai An yang mendengar itu langsung mengingat akan janjinya yang dulu jika akan mengunjungi Chu Jia dalam waktu dekat, namun sudah bertahun-tahun telah berlalu.
Walau Bai An bukan Bai An yang ada di dunia ini dan bukan tunangan Chu Jia yang asli, tapi ia merasa bersalah karena telah membuat janji.
“Aku akan mengunjunginya besok Paman Chu,” kata Bai An dengan tulus.
Mendengar itu, mata Chu Lang seketika cerah, semangatnya kini kembali lagi.
“Aku tunggu janjimu nak,” kata Chu Lang menatap tajam ke arah Bai An.
Bai An langsung mengangguk serius. Melihat itu, Chu Lang kini sudah tenang, beban beratnya kini seolah telah terangkat.
Beberapa jam telah berlalu, Bai Ling dan Chu Lang sudah pamit pulang karena alasan tidak ada yang menjaga klan.
Sementara Bai An kini menatap semua bawahannya sambil berkata. “Rahasiakan lah ini, jangan sampai mereka tahu, karena aku merasa ini bukan waktu yang tepat bagi mereka untuk tahu.
Seketika semua orang mengangguk patuh tanpa ada yang berani membantah.
Pandangan Bai An kini beralih ke Duan Du dan Tu Long yang sudah bosan, mereka bahkan tak malu untuk menguap sambil membuka mulut.
__ADS_1
“Ayo kita selesaikan masalah yang ada di dunia ini lebih dulu baru kita pergi ke asal kita,” kata Bai An melalui telepati.
Tanpa menunggu jawaban dari Duan Du dan Tu Long, Bai An langsung menghilang dari sana.