Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kelicikan Gi Lian


__ADS_3

Wajah penjaga tersebut langsung mengeluarkan senyum licik.


“Patriark, dia,, dia menjelekkan nama klan Gi dan katanya akan menghancurkan klan Gi, mohon patriark hukum dia,” kata penjaga tersebut sambil menunjuk-nunjuk ke arah Bai An dan para saudara.


Patriark tersebut langsung lemas, ia langsung menatap tajam ke arah penjaga tersebut dengan amarah yang tidak bisa ia tahan.


“Pancung dia beserta semua keluarga, mau anak-anak ataupun tua aku tidak peduli,” kata patriark klan Gi menunjuk ke arah penjaga tersebut.


Penjaga tersebut langsung berkeringat dingin.


“Di.. Dia yang salah kenapa aku yang di hukum,” teriak penjaga tersebut tak terima.


Tapi ia langsung tertegun setelah melihat patriark dan semua tetua langsung berlutut di depan Gi Lian.


“Salam Dewi Mawar, maafkan kelakuan anggota klan, saya sendiri akan menanggung akibat dari perbuatan mereka,” kata patriark merasa bersalah.


Gi Lian langsung mendengus.


“Pantas saja kau mengganggu pertapaanku dan meminta bantuan bersama para leluhur, kini aku tahu bagaimana 3 klan Besar memusuhi kalian.” Kata Gi Lian dengan dingin.


“Sifat sombong dan angkuh kalian inilah yang tidak bisa kalian hilangkan dan itu yang membuat kalian mempunyai musuh tanpa kalian sadari. Terlebih lagi akua malu di depan tamuku, aku meminta bantuan kepadanya, tapi sambutan apa yang tamuku dapatkan.” kata Gi Lian kembali tapi kini dengan penekanan yang membuat semua tetua dan patriark berkeringat dingin.


Tap tap..!!


4 Leluhur klan Gi datang dan berkata dengan sopan.


“Dewi Mawar dan para saudara sekalian, saya pribadi meminta maaf atas apa yang telah di perbuat anggota klan Gi, sejujurnya saya juga baru melihat kejadian seperti ini dan benar apa yang di ucapkan oleh Dewi Mawar,” kata salah satu leluhur yang terlihat seumuran dengan Gi Lian.


Gi Lian langsung mendengus.


“Kau Gi Ten, apa kau tidak tahu betapa malunya diriku ini, dengan hanya meminta maaf saja itu percuma,” kata Gi Lian menatap tajam ke arah Gi Ten.


Gi Ten langsung menghela nafas, ia mengerti apa yang di maksud dari Gi Lian.


Sama halnya dengan Bai An, ia kini terkekeh dalam hatinya. “Wanita ini cukup pintar juga dalam mengambil tindakan, klannya sendiri di kuras habis, apalagi klan musuhnya,” gumam Bai An merasa tertarik.


“Ehemm..!! Apakah kita bisa bicarakan ini di tempatku saja,” kata salah satu leluhur klan Gi.


Gi Lian dengan santai mengangguk, setelah itu Gi Lian menatap tajam ke arah patriark klan Gi. “Jika kau tidak menghukumnya dengan sepantasnya, kaulah yang akan ku hukum,” kata Gi Lian dengan dingin.

__ADS_1


“Ba.. Baik Dewi Mawar,” kata patriark klan Gi tergagap sambil mengeluarkan keringat dingin.


Setelah itu Gi Lian melirik ke arah Bai An dan berkata. “Ayo Tuan muda silahkan ikuti saya.”


Wuss..!!


Tanpa menunggu perintah dari para leluhur, Gi Lian, Bai An dan para saudaranya langsung menghilang.


Para leluhur langsung tertegun.


“Leluhur Ten, apa kau merasakan aura yang tadi, sepertinya ia sengaja melepasnya ke arah kita,” kata salah satu leluhur sambil berkeringat dingin.


Sementara Leluhur Ten kini diam tak bisa mengatakan apapun.


“Di.. Dia adalah orang yang menghancurkan sebagian Kota Chu menggunakan aura saja, ini mirip dengan aura tersebut,” kata leluhur terlihat kurus.


“A.. Apa yang akan kita lakukan? Jika kita tidak memberikan kompensasi yang memuaskan, aku yakin klan kita akan tinggal nama dalam sekejap, aku juga merasa mereka semua jauh lebih kuat dari Dewi Mawar,” kata Leluhur Ten kini mulai tersadar.


Leluhur yang paling kekar langsung melihat ke arah patriark.


“Gi Fin, kau pancung semua anggota keluarganya, ini adalah awalan kita untuk meringankan kemarahan mereka,” kata leluhur paling kekar.


Semua leluhur beranggapan seperti itu juga, setelah itu mereka melesat.


Tap tap..!!


Gi Lian, Bai An dan para saudara yang telah sampai ke rumah leluhur kurus.


“Silahkan duduk Tuan muda sekalian,” kata Gi Lian tersenyum dengan sedikit paksaan.


Bai An terkekeh kecil. “Kau cukup licik juga untuk seorang wanita.”


Mendengar itu Gi Lian mendengus dingin. “Diam kau, seandainya aku tidak meminta bantuan, aku tak akan sopan seperti ini terhadap laki-laki cuek sepertimu,” kata Gi Lian langsung memutar kepalanya kesal.


Tap tap..!!


Tak lama kemudian para leluhur langsung sampai, mereka langsung menyapa Bai An dan para saudara dengan sopan.


“Tuan sekian, maaf jika kami datang terlambat,” kata Gi Ten meminta maaf tulus.

__ADS_1


Bai An melambaikan tangannya dengan santai. “Tidak apa-apa langsung saja ke intinya,” kata Bai An tak ingin basa basi.


Gi Lian dan para leluhur langsung tersenyum kecut.


“Apakah kau tidak bisa lebih menghangai kami hanya sedikit saja, lama-lama kau membuatku kesal saja,” dengus Gi Lian dengan dingin.


Para leluhur langsung berkeringat dingin. Mereka lebih baik melawan Gi Lian dari pada Bai An dan para saudaranya.


“Dewi Mawar,” belum sempat leluhur kurus itu menyelesaikan ucapannya, Gi Lian lebih dulu membentaknya.


“Diam,” kata Gi Lian dingin.


Sementara Bai An merasa lucu saat melihat wanita yang kini mulai galak.


“Dari pada kau ngomong tidak jelas, lebih baik langsung bicarakan masalah bayaran kami untuk membantumu melawan 3 klan Besar,” kata Bai An melirik ke arah Gi Lian.


Gi Lian mendengus.


“Kompensasi untuk para tamuku lebih dulu di bicarakan, terlebih lagi aku tadi di lecehkan,” kata Gi Lian dengan tersenyum cerah ke arah Patriark Klan Gi yang baru saja datang bersama tetua agung.


Patriark langsung cemberut, ia mau tak mau harus memberikan semua harta yang telah ia tabung kepada Dewi Mawar.


Patriark klan Gi Fin langsung melepas cincin di jarinya lalu memberikan kepada Gi Lian.


Gi Lian langsung melotot ke arah tetua agung yang sengaja dari tadi diam.


Dengan terpaksa Tetua agung memberikan cincinnya juga sambil mengutuk Dewi Mawar.


“Hihi,, terimakasih atas kebaikan kalian, nah sekarang kita bisa membicarakan bayaran Tamu kita,” kekeh Gi Lian.


Bai An yang dari tadi diam langsung melirik ke arah Long Yuan.


Long Yuan langsung mengerti, ia langsung berkata. “Cukup kalian tunduk kepada kami saja, itu adalah bayaran yang kami inginkan dan juga semua hasil jarahan nanti akan menjadi milik kami.”


“Itu tidak bisa, kami tidak akan pernah mau menjadi budak orang lain,” kata semua leluhur, patriark dan tetua agung, mereka semua berdiri sambil bersiap untuk bertarung.


Sementara Gi Lian kini menatap tajam ke arah Bai An.


“Apa yang kami dapat jika tunduk?, terlebih kami tidak ingin di atur dan yang terpenting kami tidak mengenal kalian semua, bagaimana kami bisa percaya jika kalian adalah musuh dalam selimut yang menjadikan kami sebagai poin,” kata Gi Lian bertanya dengan nada dingin dan terdengar serius.

__ADS_1


“Tidak ada imbalan apapun, tapi..!” Kata Long Yuan kini melirik ke arah Bai An.


__ADS_2