Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Bertemu Jiwa yang Mirip Bai An


__ADS_3

“Kalau begitu ayo kita pergi,” ajak Bai An langsung menghilang dari tempatnya.


Dalam beberapa menit saja, Bai An dan Duan Du langsung muncul di atas Kerajaan Tang.


Saat Bai An dan Duan Du muncul, pandangan pertama yang ia lihat adalah Istana Kerajaan tersebut sudah rata dengan tanah.


Bai An kini melirik ke arah Tu Long yang duduk santai sambil minum arak di atas pohon yang paling besar.


“Heh,, orang ini tidak menyadari jika kerajaan ini telah hancur oleh auranya sendiri,” gumam Bai An sedikit kesal, namun ia dengan cepat menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.


“Woe paman Tu,, kau terlalu banyak minum hingga tak menyadari kehadiran kami,” teriak Duan Du melalui telepati.


Seketika Tu Long langsung bangun sambil melihat ke arah asal suara.


“Hehe,, maaf Tuan muda, aku terlalu asik minum, soalnya baru hari ini aku bisa minum dengan tenang.” Kekeh Tu Long sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bai An yang mendengar itu bukannya marah, melainkan langsung tersenyum lebar.


“Kau pintar juga dalam mencari alasan, sebagai hukuman karena kau telah menghancurkan kerajaan ini tanpa sadar, maka kita akan minum sampai puas hari ini,” kata Bai An langsung muncul di samping Tu Long.


Tu Long langsung tersenyum lebar sambil mengeluarkan banyak arak.


Bai An dan Tu Long langsung minum tanpa memperdulikan kehadiran Duan Du yang kini memasang wajah jelek bercampur kesal.


“Huff,, dari pada di sini sangat membosankan, lebih baik aku ke Jendral Bo Thol, Mhi Ring, Mhi Kir dan Mhi Ris,” gumam Duan Du langsung menghilang.


Sementara kini Tu Long dan Bai An yang sudah mabuk berat, mereka berdua bernyanyi seperti orang gila kesurupan.


***


Tap tap..!!


Duan Du kini melihat Kerajaan Lembah Naga juga sudah selesai.


Mhi Ring yang melihat Duan Du muncul di atasnya langsung mengira jika itu adalah Bai An.


Mhi Ring langsung melambaikan tangannya memanggil Duan Du.


Namun Duan Du langsung menghilang, hal itu membuat Mhi Ring langsung cemberut.

__ADS_1


Wuss..!


Tap tap..!!


“Kakak,, berhentilah bermain-main, ayo kita kembali membawa para saudara kakak agar mereka juga dapat meningkatkan kekuatan mereka, lebih cepat lebih baik.” Kata Duan Du, lalu menambahkan. “Aku sudah tidak sabar melanjutkan perjalanan ke dunia yang lain, siapa tahu disana banyak gratisan yang membuatku kenyang.”


Namun lagi-lagi Bai An dan Tu Long asik dengan minumannya hingga dua hari berlalu.


Saat ini Bai An menatap ke arah Duan Du dan Tu Long, kalian kembali saja dulu untuk membawa Bo Long, jika bisa kabari Long Yuan dan yang lainnya. Karena saat ini aku tidak bisa pergi, aku masih memiliki urusan yang cukup penting,” kata Bai Aj dengan nada yang sangat serius.


Melihat wajah Bai An yang tidak ada kebohongan dari matanya, Duan Du dan Tu Long langsung mengangguk lalu pergi tanpa bertanya urusan apa itu, karena mereka berdua yakin jika urusan tersebut memang penting bagi Bai An.


Wuss..!!


Bai An juga langsung pergi setelah melihat kepergian Duan Du dan Tu Long.


Tap tap..!!


Mata Bai An kini menatap ke arah gubuk kecil tempat yang mirip dengan gubuk tempat Bai An masuk ke dunia ini.


Bai An mengetahui tempat ini dari Raja He Bhat melalui perantara Mhi Ris dan Mhi Ring.


“Aku sudah lama menunggu dirimu, An'er,” kata sebuah jiwa langsung muncul di depan Bai An.


Bai An langsung terpana melihat dirinya namun dalam persi dewasa.


Saat Bai An ingin mengatakan sesuatu, jiwa tersebut langsung mengangkat tangannya.


“Cukup aku saja yang bicara dari awal hingga ahir perpisahan kita, kau tinggal menyimak saja.” Kata Jiwa tersebut.


“Tempat ini adalah dunia jaman lampau atau biasa di sebut masa lalu.” Kata jiwa tersebut lalu menambahkan. “Jadi kau pasti tahu jika dirimu saat ini datang dari masa depan.”


“Mereka semua yang ada di dunia ini masih tidak terlalu mengenal kultivator, jadi wajar saja kau melihat mereka tidak bisa memanfaatkan energi yang melimpah ini, dan juga aku sengaja di sini untuk menunggu dirimu karena aku yakin Mu Xia'er pasti akan membawamu ke dunia ini.”


“Kelak kau pasti akan bertemu dengan orang-orang yang telah kau bantu ini di masa depan, tapi kekuatan mereka sangatlah kuat, bahkan ada yang lebih kuat dari para Kaisar Dewa itu.”


Mendengar itu, Bai An sebenarnya ingin bertanya sangat banyak, namun ia mengingat apa yang di ucapkan jiwa di depannya ini.


“Tapi mungkin tidak di semesta ini, karena aku juga telah mencoba meneliti tentang adanya semesta yang lain dari semesta tempat tinggal kita.”

__ADS_1


“Tapi aku bisa meyakinkan jika ada beberapa dari mereka yang ada di dunia ini akan kau temui kelak di alam dewa. Dan juga waktumu disini telah selesai bertepatan dengan masalah di dunia ini telah selesai, jadi kau tidak bisa lagi kembali lagi kesini atau membawa teman-teman mu kesini lagi.” Kata Jiwa tersebut tersenyum.


Bai An tiba-tiba berubah menjadi sebuah cahaya, tapi sebelum ia menghilang, ia mendengar sebuah suara dari jiwa tersebut untuk memberikannya peringatan.


“Musuh yang memhunuhku adalah seorang monster dari alam semesta yang berbeda, berhati-hatilah jika bertemu dengannya, monster itu memiliki kekuatan melebihi tingkat tertinggi Alam Semesta tempat kita ini.”


Wuss..!!


Tap tap..!!


Saat Bai An muncul, ia langsung dengan cepat menyetabilkan diri untuk mendarat di tanah.


Bai An kini sudah berada di luar celah gunung tersebut.


“Hmm..!! Celahnya juga menghilang gumam Bai An menghela nafas panjang.”


Tap tap..!!


Duan Du, Tu Long, Bo Long juga muncul samping Bai An dengan pandangan heran.


“Eehh..!! Bukankah kita sedang melesat mencari kakak,, tapi kenapa kita muncul di sini?” Tanya Duan Du berpikir sesaat, lalu pandangan Duan Du mengarah ke Bai An.


“Hmm..!! Ini pasti ada kaitannya dengan kakak,” gumam Duan Du sedikit cemberut.


Sementara Bo Long kini sedikit bersemangat karena kekuatannya kini melebihi tingkat Dewa Raja Tinggi. Apalagi jika segelnya telah terbuka, maka kekuatannya akan meningkat lebih tinggi lagi dari kekuatannya yang dulu sebelum ia di segel.


“Apa yang terjadi?” Tanya Tu Long menghampiri Bai An.


“Untuk saat ini aku tidak tahu, tapi untuk nanti, mungkin aku tahu,” kekeh Bai An sedikit bercanda kepada Tu Long.


Wajah Tu Long langsung sangat jelek saat mendengar itu.


Sementara Duan Du dan Bo Long langsung tertawa lepas sambil mengejek Tu Long hingga ia membalas mengejek dan terlihat tak mau kalah.


1 jam berlalu.


Saat ini Bai An, Duan Du, Tu Long, To Gel dan keempat orang dari klan Dhu kembali melanjutkan perjalanannya.


Tidak ada yang berani bertanya kepada Bai An, Tu Long dan Duan Du mengapa mereka lama sekali.

__ADS_1


Karena To Gel dan keempat klan Dhu menunggu hampir satu minggu.


__ADS_2