
Tak terasa pagi hari telah tiba.
Bai An masih duduk bersila hingga suara ketukan pintu di depan kamarnya membuat Bai An membuka matanya.
Tok,, tok,, tok,,
“Tuan Muda,, apa anda ingin ikut sarapan?”
Suara tersebut cukup jelas, dan Bai An mengetahui asal suara tersebut dari Lee Song.
Cklek,,
Bai An membuka pintu dan melihat Lee Song masih berdiri menunggunya.
“Ayo Tuan Muda, kita pergi sarapan dulu,” ucap Lee Song yang di jawab hanya anggukan oleh Bai An.
Kemudian Lee Song dan Bai An langsung berjalan menuju ruang makan.
Saat sampai ruang makan, Bai An melihat jika Lang Zai dan Pixiu sudah menunggunya, banyak juga para tetua inti, tetua besar dan tetua luar disana.
“Hmm,, Xia'er. Apakah mata-mata tersebut masih disini?” tanya Bai An tiba-tiba.
“Dia sudah pergi,” jawab Xia'er.
Bai An langsung menghela nafas.
“Tuan Muda.”
Suara semua orang secara serempak menyapa Bai An, yang mana membuat Bai An cukup kaget. Namun, dengan cepat ia menutup rasa kagetnya dengan sebuah senyum sederhana.
“Tuan Muda, masih sangat muda. Namun, ia di usianya yang muda sangat di hormati walau kekuatannya tak seberapa,” gumam Yu Fan dalam hati.
Yu Fan juga sekarang semakin menghormati Bai An, ia sadar Lang Zai dan Pixiu juga jauh lebih kuat dari Bai An tapi tetap mengikutinya, Yu Fan juga banyak mendengar cerita tentang Bai An dari mereka berdua. Hal itu jugalah membuat Yu Fan ingin menjadi yang terbaik untuk Bai An, sebagai menebus rasa bersalahnya, karena dulu ia ikut andil dalam tugas menyuruh Lee Yunsho ke dunia dimana Bai An tinggal.
Setelah Bai An duduk, mereka mulai makan dengan mengobrol kecil.
Beberapa puluh menit kemudian.
“Aku ingin bicara dengan kalian bertiga, tapi nanti setelah urusan klan Lee selesai.” Bai An langsung memberitahu Lang Zai, Pixiu dan Yu Fan yang mana mereka hanya saling melirik satu sama lain kemudian mengangguk bersama.
Setelah itu Bai An memanggil Lee Song, Lee Dong dan beberapa tetua yang dapat mereka berdua sangat percayai.
Setelah mereka berkumpul, Bai An langsung memberikan beberapa tugas kepada mereka.
__ADS_1
“Tetua Agung, ingat. Peringatkan anggota klan untuk berusaha menutup kejadian untuk tidak menyebar terlalu cepat.”
“Baik Tuan Muda,” jawab Tetua Agung.
“Tetua ketiga, atau yang sekarang menjadi patriark, jika orang-orang Penguasa Liu Wang datang, kau sudah tahu apa yang kau lakukan bukan?”, kata Bai An sambil menatap patriark baru.
Patriark baru klan Lee langsung mengangguk.
“Hmm,, jika begitu, yang terahir. Aku menyuruh kalian meningkatkan kekuatan kalian secepat mungkin, dan untuk sumberdaya aku tidak mempunyai banyak sumberdaya untuk kalian. Jadi, cobalah untuk bekerja sama dengan pihak alchemy atau asosiasi. Bagaimanapun cara kalian melakukannya aku tidak peduli, asal jangan ada korban jiwa.”
Lee Dong dan Lee Song langsung tersenyum kecut saat mendengar kata-kata Bai An.
Namun semua anggota klan Lee hanya mengangguk patuh.
Setelah melihat semua orang mengangguk dan sudah tidak ada yang di bicarakan. Bai An langsung pamit pergi ke kamarnya, tapi langsung di hentikan oleh Lee Dong.
“Tuan Muda, apakah kau tidak bisa memberikan kami isi dari cincin penyimpanan kami saja.”
Mendengar ucapan Lee Dong. Bai An langsung pura-pura bingung dan polos.
“Maksut kalian apa?”
Lee Dong dan Lee Song semakin tersenyum pahit, “Tu,, Tuan Muda, kami tahu kau lah yang mengambil semua sumberdaya klan Lee termasuk cincin semua orang. Dari mana kami tahu itu gampang, hanya para saudaramu saja yang tenang dan tidak panik saat kehilangan Cincin penyimpanannya. Dari itu kami sadar jika pelakunya adalah kau Tuan Muda,” kata Lee Dong sedikit terbata-bata.
Bai An langsung tersenyum kecut saat mendengar analisis mereka berdua yang cukup pintar.
Setelah itu Bai An mengayunkan tangannya untuk mengeluarkan dua cincin penyimpanan, lalu memberikannya.
“Ingat rahasiakan ini,” ancam Bai An dengan suara dingin.
“He,, he kau tenang saja Tuan Muda, pokoknya beres.” Kekeh Lee Dong dan Lee Song bersamaan.
Setelah itu Bai An langsung pergi, yang mana di ikuti Lang Zai, Pixiu, Yu Fan dan Pak Tua Ho.
“Apa yang di bicarakan Tuan Muda tadi?”, bisik Yu Fan penasaran kepada Lang Zai, karena ia tidak bisa menembus telepati mereka.
“Aku juga tidak tahu, paling-paling mereka berdua menyadari jika Tuan Muda penyebab hilangnya sumberdaya klan Lee,” jawab Lang Zai sadar yang mana membuat Yu Fan membelalakkan matanya.
“Apa,,?”
Teriakan Yu Fan membuat Bai An dan yang lainnya langsung berhenti.
Lang Zai langsung menyumpal mulut Yu Fan.
__ADS_1
“Kenapa kau teriak saudara Yu Fan?”, tanya Bai An heran.
Yu Fan langsung menggelengkan kepalanya, “Tidak ada Tuan Muda,” jawab Yu Fan dengan cepat.
Bai An langsung mengangguk dan berjalan ke kamarnya yang mana tetap di ikuti oleh Lang Zai, Pixiu, Yu Fan dan Pak Tua Ho.
Beberapa menit kemudian.
Bai An kini menatap yang lainnya, “Pak Tua Ho, kau bisa menunjukkan wajah aslimu,” kata Bai An.
Pak Tua Ho langsung terkekeh dan membuka topengnya mana membuat Bai An terbelalak kaget, karena ia cukup mengenal siapa yang berada di depannya.
Iya, dia tidak lain adalah orang yang pertama Bai An temui saat datang ke dunia ini.
“Kau,,” tunjuk Bai An.
Xi Xing mengangguk dengan tenang, “Klan Xi kami adalah salah satu pengikut setia Yang Mulia Penguasa Yu Fan, walau beliau telah jatuh, aku hanya di perintahkan oleh ayah untuk mengawasi Yang Mulia jika terjadi sesuatu, maka aku tinggal meminta bantuan.”
Xi Xing dengan tenang langsung mengutarakan apa misinya kepada Bai An. Namun, di dalam hati Xi Xing ada rasa kesal dan dendam yang sangat dalam dan semua orang dapat menyadarinya.
Bai An hanya tersenyum masam, “Bisakah kau keluar, ada yang ingin kami berempat bicarakan,” kata Bai An kepada Xi Xing yang mana membuat Xi Xing semakin kesal.
“Tidak bisa, aku harus menjaga Yang Mulia, karena kekuatan Yang Mulia masih di segel.” Teriak Xi Xing tidak terima.
“Eeh,, bukannya walaupun saudara Yu Fan di segel, kekuatannya tetap lebih tinggi darimu,” ucap Bai An tidak mau kalah.
“Itu,, itu,, pokoknya aku tetap akan menjaga Yang Mulia, titik.” Xi Xing langsung berkata dengan tegas.
Bai An kemudian melirik Lang Zai, Pixiu dan terahir Yu Fan yang sedang menutup mulutnya menahan tawa.
“Saudara Yu Fan, apa wanita ini bisa di percaya?” Bai An secara terang-terangan menunjuk Xi Xing.
Xi Xing semakin emosi saat ia tidak di percayai oleh Bai An.
Dengan kesal Xi Xing keluar dan menutup pintu dengan keras.
Brak,,
“Aku akan membalasmu laki-laki tidak berperasaan,” teriakan Xi Xing menggema dari luar.
“Maaf, Tuan Muda,, walau putri dari pengikutku seperti itu, namun aku percaya ia dapat di percaya,” kata Yu Fan masih menahan tawa karena merasa lucu.
Bai An mengangguk, “Bisakah kau memanggilnya lagi, ini salah ku yang keterlaluan,” kata Bai An tersenyum pahit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Yu Fan mengangguk, kemudian menghilang dari tempatnya.