Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Gong Tanru dan Aura yang menyebabkan Badai


__ADS_3

Pria tua yang bernama Gong Tanru langsung tersenyum lembut. “Apakah Pangeran belum di beritahu oleh Nyonya Ling?”


Bai An langsung bingung siapa yang di maksud oleh Gong Tanru, lantas ia langsung bertanya. “Siapa Nyonya Ling? Siapa juga yang Pangeran?”


Mendengar itu, Gong Tanru bukannya marah. Melainkan ia tersenyum sambil menghela nafas berat.


Gong Tanru langsung melirik ke arah Yao Jing yang kini masih menggerutu sendiri karena merasa di abaikan oleh Bai An.


“Yao'er, bisakah kau pergi lebih dulu? Guru ingin bicara 4 mata dengannya,” kata Gong Tanru.


“Tapi guru,” kata Yao Jing sedikit enggan. Walau enggan, ia tetap melaksanakan perintah gurunya dan langsung melesat pergi entah kemana.


Bai An yang melihat itu sedikit mengerut, karena ia memang tidak mengerti apa maksud pria tua di depannya ini.


Setelah kepergian Yao Jing, Gong Tanru melirik ke arah Bai An sambil tersenyum hangat.


“Ikuti saya Pangeran,” kata Gong Tanru berjalan ke arah dalam.


Tapi Bai An diam tak bergeming, ia masih ragu apakah mempercayai pria tua di depannya ini atau tidak. Terlebih lagi, Bai An tidak yakin bisa kabur darinya jika terjadi sesuatu.


Saat mencapai pintu, Gong Tanru membalik tubuhnya sambil menghela nafas. Gong Tangru mewajarkan sikap Bai An yang tingkat kewaspadaannya sangat tinggi.


Gong Tanru krmudian mengedarkan kesadarannya sampai batas yang ia kira cukup aman. Setelah merasa aman.


Bruk..!!


Gong Tanru berlutut sambil mengeluarkan air matanya, padahal ia sebisa mungkin menahannya dari tadi.


“Pangeran Bai, hamba adalah salah satu pelayan Nyonya Ling Mei dahulu sebelum kejatuhannya, hamba di tugaskan di sini untuk menunggu pangeran,” kata Gong Tanru dengan suara serak.


Bukannya langsung percaya. Bai An langsung mengeluarkan pedang pusaka klan Bai, kini tingkat kewaspadaan Bai An telah meningkat 100%.


Bai An melakukan ini karena ia pernah di beritahu oleh ibunya untuk tidak mempercayai setiap orang. Apalagi jika ia tahu asal usul ibunya, karena siapa tahu itu para pengikut yang telah menjatuhkan klan ibunya dulu. Terlebih lagi musuh ibunya juga mengincar Energi Semesta yang di miliki ibunya.


“Jawab dengan benar, siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau mengetahui nama ibuku?” Kata Bai An dengan nada dingin, matanya kini menatap tajam ke arah Gong Tanru.

__ADS_1


Gong Tanru tertegun melihat keganasan wajah Bai An. Ia kini tak tahu harus menjelaskan bagaimana dan membuktikan seperti apa. Jadi ia lebih baik berkata apa adanya.


“Nama hamba Gong Tanru, salah satu pelayan Nyonya Ling yang bertugas sebagai tukang kebun,” kata Gong Tanru jujur?


“Itu tidak bisa membuktikan bahwa kau adalah pengikut ibuku,” kata Bai An masih dingin.


“Jika aku mau, aku bisa saja membunuh pangeran dari pertama kali bertemu dengan satu jariku, apakah dengan ini bisa membuktikannya pangeran?” Kata Gong Tanru mengeluarkan auranya yang langsung membuat rumah seperti mansion tersebut berguncang hebat, bahkan sampai terjadi keretakan di setiap dindingnya.


Bai An kini langsung mempertahankan dirinya agar tidak berlutut, walau ia telah mengeluarkan kekuatan penuhnya. Tapi tetap saja tidak berarti apa-apa.


Wilayahan Gurun Monster langsung terjadi badai besar akibat tekanan aura Gong Tanru yang ia keluarkan.


Bahkan Raja Monster yang menjadi Monster Suci bisa merasakannya, ia bahkan sampai berkeringat dingin dan bergumam. “Apakah ada Dewa yang turun dari Alam Dewa ke dunia ini?”


Hal yang sama terjadi kepada semua Monster Suci, pikiran mereka kini campur adik.


Mereka mungkin mengenal Gong Tanru sekilas. Tapi tidak ada yang menebak jika kekuatannya sampai seperti ini. Mereka juga tidak tahu bahwa ini aura Gong Tanru.


Sementara Yao Jing yang baru sampai kediamannya kini langsung khawatir, mengapa gurunya marah. Ia lebih mengkhawatirkan laki-laki yang ia sukai akan terluka, sehingga ia dengan cepat kembali. Tapi, aura tersebut langsung menghilang.


Saat Bai An berusaha berdiri tegak.


Bruk..!!


Gong Tanru kini jatuh berlulut lagi dan berkata. “Maafkan pelayan ini pangeran, karena dengan tidak sopan menekan anda, pelayan ini akan menerima hukuman apapun dari anda, walau itu kematian sekalipun,” kata Gong Tanru merasa bersalah.


Bai An ternganga. Mulutnya terbuka lebar cukup lama, sehingga ia dengan cepat kembali sadar lalu melambaikan tangannya.


“Aku yang salah karena tidak mempercayaimu dan membutuhkan bukti. Dan satu hal lagi, jangan pernah berlutut kepadaku, kepada siapapun. Kecuali kepada orang tuamu, ingat itu. Jika kau melakukannya lagi, aku tidak akan segan kepadamu.” Ancam Bai An.


Gong Tanru cepat-cepat bangun sambil tersenyum haru. “Sifat anda sama persis dengan Nyonya Ling, membenci orang berlutut, dan Nyonya Ling juga menganggap para pelayannya sebagai saudara, aku yakin anda juga melakukan hal yang sama,” kata Gong Tanru.


Bai An yang mendengar itu langsung terkekeh kecil. “Apakah begitu sifat ibuku? Biasanya ia sangat dingin, termasuk kepada ayah dan kakakku jika mereka melakukan kesalahan. Tapi untuk ku berbeda,” kata Bai An.


Gong Tanru melambaikan tangannya. “Itu karena anda putra terahirnya, terlebih lagi anda juga sama-sama mempunyai Energi Semesta dengan Nyonya Ling, dan satu pesan dari hamba, jangan pernah menggunakan Energi Semesta anda secara sembarangan, itu bisa mengundang mereka datang, karena kekuatan anda saat ini masih kecil. Itu cukup berbahaya untuk anda.”

__ADS_1


Wajah Bai An langsung berubah menjadi serius. Perkataan ibunya sama dengan Gong Tanru ini, tapi yang membuat wajah Bai An serius adalah kata-kata mereka, mereka itu siapa? Itulah yang ada di pikiran Bai An.


“Mereka itu siapa? Ibu dulu tidak ingin memberitahukan ini kepadaku.” Tanya Bai An dengan wajah serius.


Gong Tanru langsung menggeleng. “Anda tidak perlu tahu untuk saat ini Pangeran. Bukannya hamba sombong, dengan kekuatan saya saat ini saja, pangeran tidak bisa berkutik. Mereka itu memandang saya tidak lebih dari semut jika bertemu dengan salah satu dari mereke hanya dengan lambaian tangan saja, hamba akan langsung musnah tanpa sisa.” Jawab Gong Tanru jujur.


Glek..!!


Bai An menelan ludahnya sendiri. “Jika begitu, bagaimana kekuatan Ibu dan ayah dulu sehingga mampu menahan mereka dan bisa melarikan diri?” Gumam Bai An dalam hati sambil mengepalkan tangannya hingga berdarah.


“Siapapun mereka, aku akan menghancurkan mereka tanpa sisa karena berani mengusik keluargaku,” kata Bai An dengan dingin.


Gong Tanru yang mendengar itu langsung tersenyum haru.


“Pangeran, satu hal yang hamba beritahu, Kaisar Dewa Kegelapan adalah satu satu dari mereka, terlebih lagi ia adalah yang terlemah. Dan melawan para pengikutnya saja aku yakin pangeran masih belum mampu, jadi aku mempunyai sesuatu yang di titipkan oleh Nyonya Ling dulu untuk meningkatkan kekuatan,” kata Gong Tanru sambil membalikkan badannya masuk ke dalam.


Bai An semakin menggenggam tangannya lebih erat saat mengetahui salah satu dari mereka. Mata Bai An menyiratkan sebuah dendam yang sangat dalam.


Setelah itu ia langsung masuk mengikuti langkah Gong Tanru ke dalam.


Saat Bai An akan masuk melalui pintu utama. Sebuah teriakan menghentikannya.


“Sayang,, apakah kau tidak terluka,”


Buk..!!


Yao Jing langsung muncul dan memeluk Bai An dari belakang.


Saat Bai An ingin berkata dengan nada dingin. Ia langsung diam saat merasakan punggungnya basah akibat air mata Yao Jing yang terus mengalir.


Bai An langsung menghela nafas, dengan cepat ia membalikkan badannya mengusap rambut Yao Jing.


“Aku tidak apa-apa, kau tak perlu khawatir. Aku ini adalah laki-laki yang kuat,” kata Bai An tersenyum lembut.


Yao Jing langsung mendongak melihat wajah Bai An. Saat melihat senyum Bai An, wajah Yao Jing sedikit memerah dan hasratnya langsung mendorongnya untuk.

__ADS_1


__ADS_2