Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Raja Binatang Roh Iblis, Gorilla.


__ADS_3

Tak lama Tu Long datang dengan wajah semangat.


“Ayo kita masuk ke wilayah Hutan terdalam. Aku sudah tidak sabar melawan para Binatang Roh Iblis yang lain,” kata Tu Long bersemangat.


Bai An menggelengkan kepalanya. “Apa kau tidak sadar jika ini sudah malam. Kau terlalu lama bertarung tadi dan terlalu menikmatinya hingga kau tidak menyadari ini sudah malam.” Kata Bai An dengan santai.


Tu Long langsung melihat ke atas dan melihat hari sudah gelap.


“Hehe,, aku tidak menyadari hal ini,” kata Tu Long cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang botak.


Bai An langsung menggelengkan kepalanya. Setelah itu Bai An menyuruh Tu Long membawa mayat harimau yang ia bunuh untuk di jadikan daging bakar.


Setelah mengambil mayat Harimau dan mrngulitinya dan memotong kecil-kecil, mereka mulai membakar daging harimau tersebut.


Sementara Tu Long asik makan daging manusia mentah yang telah ia siapkan dari dulu.


Saat malam hari, mereka bertiga mencari tempat nyaman untuk istirahat. Namun jarak yang mereka ambil tidak jauh.


Bai An kini duduk bersila memejamkan mata, ia tidak tidur melainkan sedang berkutivasi. Terlihat Qi di sekitar Bai An terserap ke tubuh Bai An.


Qi di hutan ini cukup padat, maka dari itu Bai An menyerapnya mumpung ada kesempatan.


Jing Ling dan Tu Long juga melakukan hal yang sama.


Pagi harinya. Bai An, Tu Long dan Jing Ling kini sedang melesat dengan kecepatan penuh Tu Long.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Kenapa di sepanjang jalan ini tidak ada Bintang Roh Iblis?, dan hanya saat kita memasuki Hutan Kematian saja kita menemukan Harimau Hitam tadi,” tanya Tu Long sambil melihat sekelilingnya.


“Hmm..!! Itu karena aku membawamu di jalan teraman, tapi nanti saat kita sampai dan meningkatkan kekuatan lalu saat kembali aku akan membawamu ke sarangnya. Kau akan melihat nanti mengapa Hutan ini di namakan Hutan Kematian saat kau melihat sarang Binatang Roh Iblis.” Kata Jing Ling tersenyum tipis.


Mendengar itu, tentu Tu Long bersemangat. Ia dengan cepat berkata. “Ayo kita ke lokasi di mana kau menyimpan Hartamu saudari Jing, kita harus cepat, karena aku tidak sabar melihat sarang para Binatang Roh Iblis ini.”


Bai An dan Jing Ling terkekeh kecil, saat melihat kelakuan Tu Long.


Mereka kemudian berangkat saat itu juga karena desakan Tu Long.


Saat Bai An melihat semangat Tu Long, Bai An sadar ia begini karena kematian Hei Niu dan Fu Chen.

__ADS_1


Bai An juga dalam hati sebenarnya sangat hancur, tapi Bai An berusaha menguatkan dirinya agar tidak terlihat sedih. Bai An juga teringat akan Xiong Zai.


Tiba-tiba Bai An mengepalkan tangannya dengan erat.


Crak crak..!!


Terdengar bunyi tulang tangan Bai An karena terlalu kencang menggenggam erat kepalan tangannya.


Tu Long dan Jing Ling yang melihat itu hanya diam saja, mereka juga merasakan hal yang sama, siapa yang tidak marah, sedih campur aduk di dalam hati mereka saat kehilangan keluarga.


Terlebih keluarga mereka baru-baru ini terbentuk akibat Bai An, Tu Long dan Hei Niu yang kocak.


Jing Ling tahu siapa yang paling terpukul akibat kematian Hei Niu dan Fu Chen.


Yang paling terpukul tentu saja Bai An dan Tu Long, karena mereka berdua yang menyatukan semua orang dari berbagai ras menjadi sebuah keluarga.


Tapi Bai An dan Tu Long selalu menutup kesedihan mereka dengan pura-pura tegar, pura-pura semangat.


Jing Ling juga sebenarnya mengajak Tu Long ikut agar kesedihannya tidak muncul atau terlihat nanti jika berdiam diri di penginapan malam.


Beberapa saat kemudian..!!


Tap tap..!!


Bai An langsung merasakan jika ada 4 Binatang Roh Iblis setara ahli suci, tapi satu yang terkuat dan itu adalah seekor Gorilla.


“Hmmm...!! Apa Gorilla itu yang kau maksud Raja Binatang Roh Iblis di sini?” Tanya Bai An sambil melirik Jing Ling yang terlihat santai.


“Benar, tapi dulu hanya dia saja, tapi kini ia telah di temani 3 lagi. Hmmm,, aku tak tahu dari mana ia mendapatkan kawannya,” jawab Jing Ling berpikir sesaat.


Bai An yang melihat itu langsung melesat ke arah Gorilla dan tiga Binatang Roh Iblis yang kini sedang bersamanya.


Tap tap..!!


Goarr..!!


“Siapa kau?”, tanya Gorilla tersebut dengan dingin setelah berteriak sambil memukul dadanya dengan perkasa.


“Hmm..!! Aku tak ingin basa basi, tunduk atau mati,” kata Bai An dengan dingin.


Mendengar itu salah satu Serigala ekor perak langsung menyerang Bai An tanpa menunggu perintah dari Gorilla tersebut.

__ADS_1


Bai An dengan santai mengayunkan tinjunya.


Bom..!!


Serigala ekor perak langsung terbang kembali ke tempatnya, Bai An sengaja tidak membunuhnya karena Bai An terlihat tertarik menjadikan kawanan Binatang Roh Iblis ini menjadi pengikutnya.


Bai An kini membutuhkan tenaga yang sangat banyak untuk melawan para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan.


Melihat Bai An dengan santai memukul bawahannya. Gorilla tersebut tertegun.


Tak lama Jing Ling dan Tu Long datang dan berdiri di sebelah Bai An.


Saat melihat Jing Ling. Tubuh Gorilla tersebut langsung lemas, walau kekuatannya setara dengan Jing Ling, Gorilla tersebut tetap kalah dan di permainkan saat bertarung dengannya dulu.


Gorilla itu sengaja mengumpulkan bawahan kuat sebenarnya untuk melawan Jing Ling jika ia kembali kesini. Tapi saat melihat Bai An dengan santai memukul Serigala Ekor Perak dengan santai dan mengalahkannya. Niatnya membalas dendam langsung sirna.


“I.. Itu, jika kami tunduk apakah kau tidak akan menyiksa ku? Karena Elf di sebelahmu dulu sering menyiksaku,” kata Gorilla tersebut dengan gugup.


Ia sebenarnya takut mengatakan hal tersebut, karena bisa saja Jing Ling akan langsung menghajarnya jika ia merasa tersinggung.


Tapi Bai An yang mendengar itu langsung melambaikan tangannya dengan santai.


“Kau tenang saja, Saudari Jing menghajarmu dulu karena kau terlalu arogan dan sombong, ia menghajarmu agar kau tidak sombong lagi. Sekarang ia tak akan menghajarmu lagi,” Kata Bai An tersenyum hangat.


Gorilla tersebut dengan semangat berkata. “Baiklah jika begitu kami akan tunduk dan mulai saat ini kau adalah Tuan majikan kami.” Kata Gorilla tersebut dengan lantang.


Sementara ketika Binatang Buas yang di belakang Gorilla tersebut hanya mengangguk patuh saat mendengar Tuan mereka telah di tundukkan.


Bai An langsung tersenyum puas. Ia kini melirik Jing Ling.


Seakan paham arti tatapan tersebut. Jing Ling langsung berkata. “Ayo ikuti aku.”


Tapi sebelum mereka pergi, Tu Long langsung berteriak.


“Tuan muda, apakah aku boleh berlatih tanding dengan mereka, aku ingin lebih kuat lagi dan kebetulan ada mereka, ini bisa membuat ku lebih kuat lagi.”


Mendengar itu, Bai An tidak langsung setuju. Melainkan ia melirik ke arah Gorilla, Serigala Ekor Perak, Elang Emas dan Singa Merah.


Gorilla yang di tatap langsung mengangguk. “Tentu boleh, dia boleh memilih lawannya sendiri jika ingin berlatih.” Kata Gorilla.


Bai An langsung melirik Tu Long. “Kau sudah mendengarnya, mulai sekarang kalian adalah teman, jangan sampai saling membunuh,” kata Bai An santai.

__ADS_1


__ADS_2