Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Satu Hari sebelum lelang di mulai


__ADS_3

30 menit berlalu.


Kini Bai An, Tang Rou dan Duan Du sudah hampir sampai di kediaman Walikota Tang Rou.


Duan Du langsung diam saat melihat tulisan cukup besar di gerbang masuk.


“Kau tidak usah takut, ada aku di sini yang akan menjagamu jika ada yang mau menyakitimu.” Kata Bai An meyakinkan.


Duan Du tadinya ragu kini langsung mengangguk, tentu ia percaya ucapan Bai An. Karena Bai An sendiri tidak menganggapnya sebagai budak. Bai An juga tidak memasang segel budak ke tubuhnya.


Terlebih lagi. Duan Du tidak boleh memanggil Bai An dengan sebutan Tuan muda. Tapi harus memanggilnya kakak. Hal tersebut membuat Duan Du langsung tersentuh. Walau tidak 100% yakin.


Tap tap..!!


Saat masuk Bai An melihat semua orang telah menunggunya. Termasuk Long Yuan juga ada di sana.


Bai An melihat makanan sudah ada di meja.


“Kami telah lama menunggumu Tuan muda, saatnya makan malam. Ayo sebelum makanan ini dingin.” Kata Long Yuan melambaikan tangannya.


“Eeh,, apakah ini yang membuatmu pergi ke pasar budak? Tuan muda,” tanya Pixiu saat melihat Duan Du.


“Dari segi pisik, umurnya terlihat sama dengan murid keduamu Fang Liu,” tambah Long Yuan sambil meneliti Duan Du.


Duan Du terlihat agak takut. Karena ia sangat jarang dekat dengan orang orang kuat. Apalagi Duan Du dapat merasakan jika semua orang ini sungguh menakutkan.


Saat Tang Rou membuka jubahnya. Duan Du tertegun. Tentu saja ia tahu siapa dia. Siapa yang tidak mengenal Walikota Tang Rou yang tegas, adil dan jujur.


Duan Du awalnya kabur ke Kota Han untuk meminta bantuan kepada Walikota Tang Rou. Tapi karena ia masih kecil dan terlihat gelandangan, ia tidak bisa menemuinya. Apapun usahanya.


“Duduklah, jangan takut dengan mereka semua. Mereka adalah orang baik, tidak akan mengigitmu,” ajak Bai An sambil menepuk nepuk kursi kosong di sampingnya.


“Benar nak, kau jangan takut. Kebetulan sekali aku tidak mempunyai seorang buyut. Semua cucuku masih belum bisa melahirkan seorang anak.” Kata Jing Xan.


“Heh,, Anda harus senang bisa mempunyai keturunan. Saya ini belum mempunyai anak atau cucu. Jadi nak, kau lebih baik memilihku sebagai kakek mu,” sambung Fanghu.


“Sudah sudah, jangan ribut. Kita makan saja dulu. Adik ku pasti lapar karena melakukan perjalanan cukup jauh tadi.” Potong Bai An.


Mereka langsung diam.


Sedangkan Duan Du yang merasa lucu kini mulai tertawa.

__ADS_1


Melihat Duan Du tertawa semua orang ikut tertawa.


Mereka semua langsung makan malam bersama.


Saat Bai An mengeluarkan arak buatan klan Duan. Entah mengapa Duan Du merasa teringat keluarganya yang di bunuh semua tanpa pandang bulu oleh para klan klan besar pengikut Liu Wang.


Melihat tingkah Duan Du. Bai An langsung tersenyum, inilah cara pertamanya untuk memancing Duan Du.


Sedangkan Jing Xan, Fanghu, Yu Fan, Tang De, Long Yuan dan Pixiu sedikit heran dan mencoba menebak nebak.


Fanghu dan Long Yuan yang cukup pintar langsung tersenyum mengerti.


Untuk Tang Rou, ia sudah tahu dari pasar budak. Saat Duan Du membisikkan namanya. Tapi Tang Rou tetap diam walau ia cukup terkejut.


“Jika ingin menangis maka menangislah. Tapi jika kau ingin menjadi kuat maka kau harus kuat. Balaskan dendam keluargamu pada orang yang bersangkutan saja.” Kata Bai An menepuk pundak Duan Du.


Hmm..!!


Duan Du hanya mengangguk angguk.


Setelah acara makan malam, mereka semua kembali untuk beristirahat.


Bai An kini menatap Duan Du yang terlihat bersemangat.


“Apakah kau tahu mereka semua?” Tanya Bai An menunjuk semua orang yang sedang duduk sarapan pagi.


Duan Du hanya menggeleng.


“Aku hanya tahu Walikota Tang Rou dan Jendral Tang De, yang lain aku tidak pernah melihat mereka. Tapi aku yakin mereka semua sangat kuat.” Kata Duan Du.


Tang Rou dan Tang De menjadi bangga saat mereka di ketahui. Sedangkan para penguasa dan ahli kuat tidak di ketahui.


Bai An mengangguk. “Tentu saja mereka kuat. Yang duduk paling pojok kanan itu saudaraku Long Yuan. Dia sangat kuat, dan di sebelahnya juga saudaraku Pixiu.”


“Untuk yang berada di tengah itu saudaraku juga, dia adalah Penguasa Benua Hang Chen terdahulu kau pasti tahu namanya. Siapa Penguasa jatuh itu.” Kata Bai An.


“Aku tahu. Namanya Penguasa Yu Fan, orang yang sangat bijak dalam memimpin. Tapi kata ayah, Penguasa Yu Fan telah mati.” Ucap Duan Du polos.


“Hei nak, aku masih hidup dan sekarang ada di hadapanmu.” Kata Yu Fan tersenyum sambil menaik-naikkan sebelah alisnya.


“Dia adalah Dewa Kapak, saudara ku Fanghu.”

__ADS_1


“Dia adalah penguasa terkuat Jing Xan, ayah dari Penguasa JingXin.”


Tentu saja Duan Du langsung terkejut saat mendengar nama nama tersohor tersebut.


“Kau tidak usah terkejut. Mulai saat ini kau akan di latih oleh mereka semua termasuk kakakmu ini. Agar kau mendapatkan banyak pengalaman. Tapi jangan pernah kau mengeluh apapun pelatihan yang di berikan oleh mereka. Karena tentu kita mempertimbangkan dulu metode pelatihanmu.”


“Baik kakak Bai, aku siap,” teriak Duan Du dengan semangat.


Tentu saja ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan di depan matanya.


“Biar aku dulu yang melatihnya,” kata Tang Rou menggosok-gosok tangannya tidak sabar.


“Hei kau Tang Rou, jangan kau suruh nak Duan untuk membuatkan mu minuman. Aku melihatmu seperti itu membuatku curiga,” kata Fanghu.


“Hehe tentu saja tidak Tuan, mana berani aku menyuruh adik Tuan muda Bai membuat arak. Tanpa seizinnya.” Kilah Tang Rou sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Beberapa menit, setelah kepergian Tang Rou dan Duan Du ke ruang pelatihan.


Bai An menatap semua orang dengan serius. Terutama Fanghu.


Selama Fanghu menghilang, ia ternyata telah memata-matai kelompok mencurigakan di yang masuk ke kota ini.


“Bagaimana saudara Fang?” Tanya Bai An santai sambil menuangkan arak untuk dirinya sendiri.


“Ehem, Tuan muda,, apakah kau memang pelit berbagi?” Kata Fanghu kesal.


“Eeh aku lupa,” kata Bai An mengeluarkan 10 tong kecil berisi arak.


Melihat Bai An kini menatapnya dengan serius Fanghu tidak bercanda lagi.


“Aku dan mata-mata yang ku kirim menemukan banyak sekali kelompok baru dan setelah di selidiki. Ya mereka adalah klan besar tapi di setiap klan besar tersebut bersembunyi Para Jendral dari pengikut Penguasa Liu Wang.” Fanghu diam lalu meminum araknya.


“Aku rasa mereka akan melakukan serangan besar besaran dari beberapa gabungan klan pengikutnya Liu Wang dan klan besar pengikut Hongcun.” Kata Fanghu.


“Apakah sebegitu pentingnya kota ini sehingga Penguasa Liu Wang sangat menginginkan Kota Han ini?” Tanya Bai An.


“Tentu saja Kota Han ini adalah sebuah pulau. Jika mereka menguasainya maka, jika melakukan perdagangan antar Benua. Mereka akan untung besar.” Jawab Yu Fan.


Untuk Bai An ia kini menemukan sedikit jawaban. “Sebuah pulau ya?” gumam Bai An.


“Apakah Pulau ini pernah ada terjadi peperangan besar di jaman dulu? Atau ada seorang yang mati dan meninggalkan sebuah peninggalan atau sesuatu yang cukup penting?” Tanya Bai An melaluoi telepati kepada Long Yuan dan Jing Xan secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2