Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga


__ADS_3

Mu Xia'er yang berada di dalam tubuh Bai An langsung bergumam, “Sudah ku duga, ia adalah seorang Reinkarnasi,” lalu Mu Xia'er terdiam dan melihat Bai An yang selalu bangga kepada Long Yuan,


“Dia adalah Reinkarnasi dari seorang Kaisar Dewa Naga yang hampir setara dengan An'Gege kelak, tapi biasanya mereka akan mengingat kehidupan mereka sebelumnya, apa bawahan An'Gege ini masih belum mengingat jati dirinya?” gumam Mu Xia'er cukup bingung.


“Huh, biar lah, jika dia sudah mengingat jati dirinya dan ingin berpisah dengan An'Gege maka biarkan saja, walaupun Raja Para Dewa dan Kaisar Dewa Naga dulu adalah musuh, tapi aku yakin jika Reinkarnasi dari seorang Kaisar Dewa Naga adalah orang bertanggung jawab dan dia pasti akan membalas jasa An'Gege,” Mu Xia'er tiba-tiba menyeringai saat mengatakan hal tersebut.


“Woah,, saudara Long Yuan juga bisa memunculkan sosok prajurit dari petir kesengsaraannya, terlebih lagi, prajurit tersebut sangat mirip dengan manusia setengan Naga,” seru Bai An cukup kagum.


**


Sedangkan di tempat Long Yuan, kini ia mengerutkan keningnya, “Sepertinya aku pernah melihat sosok ini, tapi dimana ya?” gumam Long Yuan bertanya-tanya.


“Aah,, jika terlalu banyak berpikir kapan selesainya,” tambah Long Yuan bergumam lalu ia tiba-tiba berubah menjadi bentuk aslinya.


“Rooaaarrr,,”


Long Yuan yang mengambil wujud sejatinya langsung mengaum.


Tak lama, prajurit petir tersebut langsung membuat sebuah tombak yang sangat indah dengan gagang tombak tersebut ber bentuk kepala Naga.


“Ayo serang aku sekuat tenaga mu, aku sudah siap dari tadi,” suara Long Yuan kini cukup berat dan berkarisma.


Seakan mengerti ucapan Long Yuan, prajurit tersebut langsung mengayunkan tombaknya ke arah kepala Long Yuan.


Long Yuan yang melihat itu tak mau kalah, ia langsung berteriak.


“Auman Dewa Naga,”


“Pukulan Pemusnah,”


Long Yuan langsung mengaum untuk memperlambat serangan prajurit tersebut, lalu ia mengayunkan cakarnya dengan kekuatan puncaknya, Long Yuan kini tidak menahan diri lagi.


“Trang,,”


“Duarr,,”

__ADS_1


Suara benturan tombak dan cakar Long Yuan terdengar keras lalu meledak ke segela arah.


Bai An yang berada di lokasi yang cukup jauh pun harus mundur kembali karena ia dapat merasakan dampak dari serangan keduanya.


“Wuuss,,”


“Apakah saudara Yuan tidak apa-apa?” tanya Bai An kepada Mu Xia'er yang kini berada di sampingnya.


“Ya, dia masih cukup baik-baik saja, walau di setiap tubuhnya kini mengalami luka bakar akibat sambaran dari tombak tersebut,” kata Mu Xia'er menjawab dengan matanya menunjukkan sinar keemasan saat memandang ke arah Long Yuan untuk melihat kondisinya.


Bai An yang melihat itu terkagum-kagum, “Apa mata itu bisa tembus pandang?” tanya Bai An kini mengganti pertanyaan.


Sinar mata Mu Xia'er menghilang lalu mengalihkan pandangan ke arah Bai An dengan tersenyum, “Iya, semua yang berjarak ratusan ribu kilo meter, bisa di lihat jika mengaktipkan Mata ini, tapi sayang, orang mesum seperti mu tidak akan pernah bisa mempelajarinya.”


Mu Xia'er langsung tersenyum mengejek Bai An, sedangkan kini wajah Bai An sangat gelap bercampur malu, “Bukan kah dulu aku yang menjadi korbannya, tapi mengapa sekarang aku selalu menjadi penjahatnya,? wanita sungguh mengerikan,” gumam Bai An dalam benaknya yang kini berusaha menahan rasa kesalnya.


“Apa aku perlu kesana untuk membantunya menyembuhkan diri?” kata Bai An mengalihkan pembicaraan, agar suasana tidak menjadi canggung.


Mu Xia'er terkekeh melihat Bai An bisa menahan amarahnya, “Biarkan saja, biarkan ia berjuang seorang diri tanpa bantuan orang lain, aku yakin ia juga tidak ingin kau membantunya untuk membuktikan bahwa ia cocok berdiri di samping mu.”


Di tempat Long Yuan, kini kondisinya lumayan buruk, namun ia masih bisa berdiri.


“Luka-luka ini cukup parah juga,” kata Long Yuan kini sudah mengambil bentuk wujud manusia, namun suara Long Yuan kini berubah drastis dari suaranya yang biasa saat ia bicara dengan Bai An.


“Ternyata aku adalah seorang Reinkarnasi dari Kaisar Dewa Naga yang Agung dan menjadi pemimpin semua Bintang di alam semesta ini.” Long Yuan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bai An berada.


“Walaupun aku seorang yang terkuat di Alam Semesta sekalipun, aku tetap akan mengikuti mu Tuan Muda, aku tidak peduli apapun kata para Dewa kelak, jika mereka ingin menyentuh mu atau menyakitimu maka aku Long Yuan Sang Kaisar Naga akan meluluh lantahkan mereka semua.”


Mata Long Yuan langsung berwarna Hijau kebiruan, ia kini telah mengingat sepenuhnya siapa dirinya yang sebenarnya.


Namun Long Yuan tetap ingin mengikuti Bai An, bukan berarti Long Yuan mempunyai banyak hutang budi, melainkan ia sangat senang dengan Bai An menganggapnya sebagai saudara, sebagai saudara, bukan hanya dirinya saja, melainkan semua orang-orang yang berdiri di sampingnya akan ia anggap saudara, tidak peduli mereka siapa. Selagi mereka menganggap Bai An teman, maka Bai An akan terbuka.


Setelah itu Long Yaun mengangkat kepalanya dan melihat prajurit petir kesengsaraannya.


“Eehh,,”

__ADS_1


Entah mengapa Long Yuan dan Bai An secara serempak kaget melihat petir kesengsaraan Long Yuan, Mu Xia'er juga salah satunya, namun ia langsung menyembunyikan rasa kagetnya.


Prajurit petir tersebut kini sedang bersujud kepada Long Yuan, satu kakinya ia tekuk kebawah dengan tangannya saling genggam dan kepalanya sedang tunduk.


Tentu saja Bai An dan Long Yuan Kaget, tak lama kemudian “Apa kau anak angkat ku Long Jie?” tanya Long Yuan yang kini seperti mengingat sosok petir tersebut.


Sosok petir tersebut mengangguk lalu berkata, “Aku akan menunggu ayah di dunia para Dewa,” setelah mengatakannya prajurit tersebut menghilang dengan tatapan matanya kini menuju ke arah Bai An dengan sebuah senyum penuh hormat.


Long Yuan menyadari tatapan tersebut langsung melesat ke arah Bai An.


“Eeh kenapa ia tersenyum kepada ku?” tanya Bai An lalu mengalihkan pandangan ke arah Mu Xia'er yang kini telah menghilang, Bai An langsung kesal, karena Mu Xia'er datang dan pergi sesuka hati tanpa memberitahunya terlebih dulu.


Wuuss,,


“Tuan Muda,” ucap Long Yuan menyapa dan ingin berlutut, namun.


“Pletak,,”


“Aku sudah bilang, jangan pernah berlutut kepada ku, apalagi orang lain, itu akan merendahkan drajat kita,” kata Bai An kini semakin kesal dengan kelakuan Long Yaun.


Sedangkan Long Yuan kini tersenyum, karena sifat dari Bai An masih tidak berubah, malah semakin tegas hingga memukul kepalanya tanpa ragu.


“Hehe,, maaf kan aku Tuan Muda, aku tadi hanya senang saja sehingga lupa diri.” Long Yuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Ooh,, ia mengubah sifatnya, ia tidak mengikuti sifat dari Kaisar Dewa Naga, namun tetap mengikuti sifatnya yang sekarang, itu bagus.” Mu Xia'er yang memperhatikan Long Yuan langsung bergumam dengan seutas senyum penuh maksut.


“Ya ya, lebih baik kita kembali, aku takut jika yang lain mengkhawatirkan kita, atau terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan” ucap Bai An.


Namun ia diam, ia menunggu Mu Xia'er merobek ruang, tapi yang di tunggu-tunggu tidak muncul.


Long Yuan yang melihat itu cukup heran, ia berpikir, “Apakah Tuan Muda tahu aku seorang Reinkarnasi?, dan menyuruh ku merobek ruang ketempat Benua Rendah?” gumam Long Yuan terheran-heran.


“Aahh lupakan lah, Ayo Tuan Muda,” ajak Long Yuan lalu ia mengayunkan tangannya.


Crass,,

__ADS_1


__ADS_2