Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Ronde Kedua dimulai


__ADS_3

"Ronde kedua baru akan di mulai!" gumam Lang Zai, walaupun suara gumaman Lang Zai sangat kecil. Namun itu masih dapat di dengar oleh Bai Luan.


Bai Luan yang pendengarannya sangat tajam langsung bersiaga penuh, karena perasaannya kini tidak enak.


Tiba-tiba saja ia tersadar, karena dari tadi Lang Zai tidak pernah menyerang dan hanya bertahan.


"Semuanya merapat, bersiaga penuh!" teriak Bai Luan.


Cen Tian dan Yunxi langsung merapat dengan wajah penuh tanya. "Kenapa kau menyuruh kami merapat?" tanya Cen Tian.


"Apa kalian tidak sadar, jika senior Lang dari tadi hanya bertahan dan menghindari serangan kita."


Mendengar ucapan Bai Luan, mata mereka berdua langsung melotot dan baru menyadari hal itu, kini tenaga mereka belum pulih sepenuhnya. Dan saat mereka ingin bersiaga.


Lang Zai sudah berada di depan Bai Luan, karena Lang Zai merasa ia cukup merepotkan.


Dengan santai tangan Lang Zai dalam bentuk cakar diayunkan ke tubuh Bai Luan.


Menyadari hal tersebut, Bai Luan mencoba menahannya dengan pedangnya.


Craaacckkk...


Booomm..


Walaupun berhasil di tahan, Bai Luan tetap terpental dengan sangat keras dan terluka kecil. Karena Lang Zai menyerangnya dengan kekuatan setara Nirwana Puncak atau 5% dari kekuatan puncaknya. Namun itu tetap mengerikan bagi Cen Tian dan Yunxi yang melihatnya secara langsung.


Cen Tian langsung bersiaga penuh saat melihat hal itu, ia mengaliri seluruh tubuhnya dengan sisa kekuatan energinya. Yunxi pun melakukan hal yang sama.


Setelah Bai Luan, Lang Zai langsung bergerak cepat ke arah Cen Tian, dan mengayunkan tangannya yang berbentuk cakar.


"Sangat cepat," gumam Cen Tian dalam hati, ia tidak bisa melihat gerakan Lang Zai.


Tiba-tiba, Cen Tian merasakan tubuhnya menjadi sangat berat dan melihat pelindung energinya hancur dan merobek bajunya dan terpental jauh.


Boomm..

__ADS_1


Tubuh Cen Tian menabrak bukit kecil.


"Hooeekk!"


"Hoeekk!"


"Mengerikan!" Gumam Cen Tian dengan tubuh bergidik, namun ada jejak semangat dan tekad di matanya untuk menjadi lebih kuat.


Setelah Cen Tian, Lang Zai kini melirik Yunxi dngan seringai lebar, ia sengaja mengambil jeda untuk menyerang. Karena ingin melihat reaksi Yunxi.


Yunxi yang melihat hal itu, langsung bergerak mundur sejauh mungkin. Sambil menjulurkan pedangnya untuk menahan serangan lawan.


Lang Zai langsung kecewa melihat hal itu, itu sungguh berbeda dengan Huang Feng yang sangat berwibawa dan pesona Huang Feng saat bertarung sungguh mengerikan, itulah yang ia lihat saat Huang Feng bertarung dulu sebelum Bai An menjadi Tuan Muda mereka. Berbeda jauh dengan Yunxi.


Lang Zai sadar, jika Yunxi seorang wanita. Namun harusnya manusia yang mempunyai Tubuh Phoenix Langit akan menjadi lebih ganas dan sombong dari pada Phoenix Langit asli.


"Lemah!" ucap Lang Zai sengaja memprovokasi Yunxi, namun Yunxi tidak seperti tadi yang gampang marah.


Tanpa menunggu lagi, Lang Zai langsung bergerak cepat menuju Yunxi, Yunxi melihat itu ada jejak ketakutan dalam hatinya. Jika ia mati, maka dendamnya tidak ada yang membalas.


"Jangan melamun saat sedang bertarung!" ucap Lang Zai dan langsung mengayunkan cakarnya seperti biasa.


Krrraaaccckk...


Boooommm...


Tubuh Yunxi langsung terlempar.


Lang Zai yang melihat itu, kini diam di tempatnya dan menunggu ketiganya bangkit dan berkumpul.


Setelah ketiganya berkumpul, Bai Luan membuka suara. "Dia sungguh mengerikan, aku yakin ia hanya menggunakan secuil kekuatannya!"


Mendengar ucapan Bai Luan, Cen Tian dan Yunxi mengangguk membenarkan.


"Lalu bagaimana cara kita melawannya, seandainya!"

__ADS_1


Kata-kata Cen Tian kini terputus saat memikirkan sesuatu ada yang salah dengan kejadian ini, Cen Tian lalu melirik ke kiri dan kanan dan tidak mendapat orang yang akan ia sebut namanya tadi.


"An'er kurang,, ajar. Apakah ini ulah mu!" Cen Tian langsung berteriak kesal.


Mendengar teriakan Cen Tian, Yunxi juga tersadar jika Bai Luan dan Cen Tian adalah orang lain, mereka bukan teman sama sekali dan Yunxi mengira Bai An dan yang lainnya adalah musuh tadi, jadi ia menyerang Lang Zai.


Kini ia sadar jika, orang yang ia kira musuh malah membantunya melawan teman mereka sendiri.


Lang Zai dan Bai Luan yang mendengar teriakan Cen Tian langsung tersenyum kecut. Karena Lang Zai ingin menghajar mereka semua dan melihat apakah mereka akan menyerah begitu saja. Dan untuk Bai Luan, ia ingin menambah pengalaman bertarungnya untuk melawan orang yang lebih kuat darinya.


Setelah Cen Tian berteriak, namun tidak ada respon dari Bai An. Hal itu membuat Cen Tian makin kesal terhadap adiknya.


Saat akan berteriak lagi, ia tiba-tiba terdiam dan langsung melihat Bai Luan yang dari tadi diam. "Aku sadar sekarang mengapa Bai An membiarkan kita bertarung, dan kau menyadari hal itu dari awal bukan, Adik Luan?" ucap Cen Tian yang kini semangatnya tiba-tiba mencapai puncaknya.


Yunxi yang mendengar itu mengeryitkan alisnya, "Memang kenapa kalian di biarkan bertarung oleh siapa namanya? aku tidak tahu!" Yunxi langsung bertanya.


Cen Tian langsung tersenyum, "Itu karena adik ku ingin melihat potensi kami keluar, kesigapan kami saat bertarung, kerja sama dan apalah itu aku tidak tahu cara menyebutnya, yang penting ini untuk kebaikan kita masing-masing. Apakah ucapanku itu benar Adi Luan?" setelah menjawab pertanyaan Yunxi, Cen Tian langsung bertanya kepada Bai Luan.


Bai Luan mengangguk, dan melihat Lang Zai tidur di atas dahan pohon dengan santai. Seperti ia menunggu Bai Luan, Cen Tian dan Yunxi selesai berdiskusi.


Sedangkan Yunxi kini merenung, lalu mengangkat kepalanya langsung tersenyum, ia melirik Bai Luan dan bertanya. "Berarti kita tidak akan dibunuh bukan?"


Bai Luan langsung mengangguk dan menjawab. "Kita tidak akan dibunuh, namun untuk sekedar dibuat sekarat itu bisa saja, tergantung dari kemauan Guru, jika guru tidak mengizinkan itu bagus buat kita, tapi jika guru menyerahkan masalah ini kepada Senior Lang maka. Kalian pasti tahu jawabannya!"


***


Di tempat Bai An, kini ia berada di atas dahan pohon sedang senyum-senyum sendiri melihat ketiganya yang sedang berdiskusi cukup lama, hal itu lah membuat Bai An semakin tertawa dalam hati.


Sedangkan untuk Xiao Lee Tan dan Xiao Yi kini sedang berlatih di bawah, namun dengan tekanan dari Bai An, mereka terlihat sulit untuk bergerak saat melakukan serangan, tapi mereka berdua sama sekali tidak mengeluh. Malah senyum cerah terpancar di wajah mereka, entah apa yang dikatakan Bai An kepada mereka hingga begitu.


**


Lang Zai yang sudah terlalu lama menunggu langsung bangun, "Apakah diskusi sia-sia kalian, sudah selesai?" tanya Lang Zai.


"Tunggu sebentar!" Cen Tian langsung kesal, karena saat ia bicara, malah di potong oleh Lang Zai, hingga ia lupa akan apa yang akan ia ucapkan tadi.

__ADS_1


Lang Zai tidak mau mendengarkan ucapan Cen Tian, ia ingin menyerang mereka bertiga. Bai Luan, Cen Tian dan Yunxi cukup kesal namun bersiaga penuh. Namun mereka bertiga heran melihat Lang Zai tiba-tiba menjadi diam.


__ADS_2