
Bai An mendengar itu tetap tersenyum lalu mengangkat tangannya menunjukkan 3 jari.
“Aku pilih no 3, yaitu kematian kalian.”
“Atau kalian memilih no 4, penyiksaan sederhana dariku, pilih lah,” kata Bai An masih tetap tersenyum seperti biasa.
Mata keempat orang berjubah putih langsung memerah. “Kau sangat tidak tahu malu anak muda, hanya dengan tingkat kekuatan semut seperti itu, apa yang kau bisa,” kata pria yang paling muda sambil mengeluarkan auranya.
Bai An langsung mundur agar tidak terkena tekanan orang tersebut, Bai An saat ini menyeringai licik di balik tudungnya.
Cukup jauh di balik awan, saat ini Hu Qia baru saja sampai, ia juga sempat mendengar obrolan mereka.
“Hmm..!! Kenapa aku tidak bisa melihat wajah orang ini?” Gumam Hu Qia melirik ke arah Bai An.
Hu Qia ingin memastikan apakah orang ini targetnya atau bukan.
Di lihat dari segi kultivasi dan menurut pemberitahuan jendral Hu, orang ini memiliki kultivasi sama dengan target.
Saat Hu Qia ingin bergerak untuk memastikan, Energi Surgawi langsung menghentikannya.
“Tidak perlu repot-repot turun tangan Tuan Putri, walau kau tidak memandang keempat orang ini sebagai lawan, namun aku yakin mereka berempat dapat membunuh orang ini, mau ia target atau bukan itu tidak masalah untuk kita.”
“Jika ia benar target Tuan Putri, maka Tuan Putri tidak perlu mengotori tangan Tuan Putri dengan darahnya, jikapun ia bukan terget juga, ya kita tinggal pergi mencari target kita,” kata Energi Surgawi panjang lebar.
Hu Qia termenung, kemudian mengangguk santai sambil melirik ke arah kelima orang di bawahnya.
Sementara di bawah, saat ini Bai An mengeluarkan senjatanya untuk mencoba menahan tebasan musuh yang datang dengan cepat.
Trank..!!
Bai An berpura-pura terlempar ke udara, jarak Bai An dan Hu Qia kini sudah tidak terlalu jauh.
Hal itu membuat Bai An berpura-pura melawan dengan kekuatan penuh ranah senior.
“Mati,” teriak Bai An.
Wuss..!!
Bam..!!
Tangan pemuda berjubah putih terlihat hanya melambai untuk menghancurkan serangan Bai An.
“Heng,, serangan seperti ini kau tunjukkan kepadaku, sungguh lemah,” ejek pemuda tersebut kemudian muncul di depan Bai An.
Bai An pura-pura terkejut dengan membelalakkan matanya walau ekspresi Bai An ini tidak dapat di lihat oleh semua orang.
Dengan cepat Bai An melambaikan pedangnya mencoba untuk menahan tinju musuhnya.
Bam..!!
Tubuh Bai An terlempar, bersamaan dengan jubahnya langsung hancur menyisakan celananya saja.
__ADS_1
Ukkhh,, Bai An memuntahkan banyak darah sambil menatap tajam ke arah musuhnya.
Bai An yang masih melayang di udara, berpura-pura tidak menyadari ada wanita di belakangnya kini sedang tertegun.
Terlebih ada sedikit rona merah di wajahnya saat melihat bentuk tubuh dan wajah Bai An.
“Sangat tampan.”
Secara reflek mulut Hu Qia mengatakan itu tanpa di suruh.
Energi Surgawi Hu Qia kini tertegun saat mendengar ucapan Hu Qia, ia baru kali ini melihat Tuannya memuji seseorang, walau ucapan Hu Qia memang benar karena Bai An memang tampan.
Tapi ia tidak menduga jika Tuan Putrinya ini bisa langsung menyukai seseorang yang baru ia temui pertama kali.
Kembali ke Bai An.
Tanpa menunggu waktu lama ia langsung mengeluarkan jubah yang sama lalu memakainya.
Dengan cepat Bai An mengayunkan pedangnya saat merasakan ada musuh di sampingnya dengan niat membunuh yang kuat.
“Karena kau tidak mau tunduk menjadi budak ku, maka kau harus mati, aku tidak ingin kau menjadi farasit untuk Tuan kami,” kata pria paling tua muncul sambil menebas tombaknya.
Tatapan mata Bai An sangat tajam tanpa takut sama sekali, bahkan kini Bai An terlihat berusaha melawan.
Wuss..!!
Bam..!!
Bai An langsung tertegun saat melihat itu sambil melirik ke arah kiri kanan.
“Eeh..!! Apakah aku sekuat itu? Aku tidak menyangka ternyata aku sangat kuat,” kata Bai An melihat ke arah tangannya yang memegang pedang.
Hu Qia menutup mulutnya dari kejauhan mendengar kata Bai An yang sedikit tidak tahu malu.
Sementara orang yang terlempar kini di bangunkan oleh ketiga temannya.
“Hmm..!! hati-hati, ada ahli kuat melindungi pemuda ini,” kata pria paling tua sambil memegang dadanya yang masih terasa nyeri.
Seketika, ketiga temannya langsung waspada sambil menatap tajam ke arah Bai An.
Bai An kini menyeringai kecil.
“Hehe,, aku sudah bilang kalian semua akan mati di sini,” kekeh Bai An dengan bangga.
Sebenarnya jauh di dalam hati Bai An ia sungguh bingung dengan orang di balik awan, karena rencananya tidak seperti yang ia inginkan, terlebih ia di bantu oleh orang tersebut.
Bai An langsung tersadar setelah ia melihat jika keempat orang berjubah melesat bersamaan untuk menyerang Bai An.
Bai An seperti biasa bersandiwara langsung mengacungkan jarinya. “Nikmatilah siksaan kalian di neraka,” kata Bai An penuh kebanggaan sambil mengayunkan pedangnya tanpa energi sedikitpun.
Wuss..!!
__ADS_1
Bomm..!!
Tubuh keempat orang berjubah putih langsung terlempar.
“Hahaha,, sudah ku bilang jika kalian akan mati hari ini, berani macam-macam dengan Tuan muda klan Bai, kematian lah yang kalian dapatkan,” kata Bai An berkoar-koar.
Wuss..!!
Seketika keempat orang berjubah putih langsung bangun dari puing sisa pohon.
Mata mereka menatap tajam ke arah Bai An.
Bai An langsung tersenyum karena provokasinya ternyata berhasil.
Seketika keempat orang berjubah putih mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Hal itu langsung membuat daratan Naga Besi berguncang ringan.
Namun berbeda di lokasi Bai An, karena tekanan tersebut berasal dari sana.
Bai An langsung terduduk dan berusaha untuk tetap bediri.
Terlihat Bai An memuntahkan darah beberapa kali.
Hal itu membuat hati Hu Qia terasa mendidih, entah apa yang Hu Qia rasakan.
Saat melihat Bai An terluka, ia juga merasa terluka dan hatinya perih.
Hati Hu Qia menyuruh badan Hu Qia bergerak dengan cepat ke arah Bai An sambil mengeluarkan auranya.
Wuss..!!
Tekanan semakin besar terjadi, kali ini Daratan Naga Besi berguncang cukup keras, bahkan di setiap ujung Daratan Naga Besi dapat merasakannya cukup keras.
Tubuh keempat orang berjubah putih langsung merangkak tanpa bisa melawan, sementara Bai An merasa nyaman.
“Heng,, tindakan pengecut melawan seorang dengan tingkat jauh lebih rendah, terlebih dengan cara keroyokan,” dengus Hu Qia dengan nada dingin.
Bai An tertegun.
“Seorang wanita,” gumam Bai An.
Hu Qia yang mendengar suara Bai An bergumam merubah ekpresinya yang tadi dingin menjadi biasa saja.
Sambil menatap Bai An, Hu Qia berkata kepada keempat orang berjubah putih.
“Kabari Penguasa kalian, jika kalian di bunuh oleh klan Hu,” kata Hu Qia langsung menghilang, tak lama ia kembali di samping Bai An.
Tubuh keempat orang berjubah putih seketika terpotong-potong menjadi ratusan daging cincang.
Bai An yang melihat itu tertegun.-
__ADS_1