
Tetua ke tiga langsung melesat ke arah Shi Shuwan, ia takut jika ia yang akan terkena imbasnya karena terlambat membantu, begitu juga dengan ke empat yang memberi Shi Shuwan kabar jika ada gadis cantik di penginapan, mereka juga melesat membantu.
"Tuan Muda Muda Shuwan apa anda tidak apa-apa?" tanya tetua ke tiga dengan khawatir.
Mendengar pertanyaan tetua ke tiga seperti itu membuatnya langsung berteriak marah, "Tidak apa-apa apanya, apa kau buta jika aku sedang kesakitan aaaahhhh."
Tetua ke tiga langsung membantu untuk menutup luka Shi Shuwan agar tidak kehabisan darah yang membuatnya mati.
Sedangkan orang-orang yang dari tadi nonton semua ada yang langsung keluar karena tidak ingin ikut campur, ada yang berpikir picik sengaja membantu Tuan Muda Shuwan untuk uang, dan masih banyak yang berpikir tidak-tidak.
Kini Bai Luan hanya menonton dengan wajah berseri-seri melihat Shuwan yang terlihat kesakitan.
Sedangkan Lin'er yang sudah tidak minat makan kini menatap Bai Luan untuk meminta penjelasan, namun Bai Luan sengaja mengalihkan pandangannya agar tidak melihat Lin'er yang kini menatapnya.
Tetua ke tiga langsung melihat sekitar, lalu pandangannya tertuju pada Bai Luan yang terlihat senang atas penderitaan Shi Shuwan, lalu ia berteriak.
Kau... Kau pasti tau siapa yang berani melukai Tuan Muda Shuwan sehingga kau terlihat senang, cepat beritahu siapa orang yang memotong lengan Tuan Muda Shuwan!" Bentak tetua ke tiga ke arah Bai Luan.
Bai Luan mengangkat bahunya, "Kenapa kau tanya aku, kau sendiri melihat aku hanya berdua saja, lalu siapa yang kau maksut. Aku tidak mengerti!" jawab Bai Luan dengan nada polos.
"Bohong... Tetua, tadi mereka ber empat aku sebdiri yang menyelidikinya!" jawab pengikut Tuan Muda Shuwan yang tingkat kultivasinya pada tingkat Raja Awal.
Mendengar itu membuat Shuwan berteriak, "Bunuh dan siksa dia dan orang yang kau maksud kecuali para gadis-gadis ini milikku jangan sentuh mereka!"
Mendengar perintah itu mereka ber empat langsung menuju ke arah Bai An, namun baru tiga langkah mereka melangkah, kaki meraka sudah terputus.
"Kamu mencari orang yang memotong tanganmu kan, itu aku!" ucap Lin'er tiba-tiba mengagetkan mereka semua.
"Aaacccckkkk"
"Aaaccckkk"
Suara teriakan ke empat bawahan Shuwan menggema di penginapan itu membuat semua orang bergidik ngeri.
Tetua ke tiga langsung bersiaga untuk melindungi Shuwan dan mengarahkan pedangnya ke arah Lin'er, "Kau apa maksut mu melukai Tuan Muda dan yang lainnya?" tanya tetua ke tiga.
__ADS_1
Shuwan langsung bergidik ketakutan saat tahu orang yang memtong tangannya adalah gadis yang ia pegang tadi dan kini ia sadar, saat ia memegang tangan gadis itulah, gadis tersebut langsung memotong tanganya.
"Kau apa kau tidak tau kalau aku Tuan Muda Bangsawan Shi, Shi Shuwan, jika kau meminta maaf dan melayaniku, aku akan memaafkan mu!"
Tiba-tiba terdengan suara arogan Shuwan yang membuat, Bai Luan dan Lin'er merasa jijik, padahal kematiannya sudah didepan mata tapi masih berani mengancam.
"Ooh jika aku tidak mau!" jawab Lin'er.
"Aku akan membunuh pemuda itu dan mencincangnya di depan mu, aku tahu kalian pasti pasangan kekasih, lalu aku akan menikmati tubuhmu setiap inci di depannya."
"Ha ha ha!"
Terdengar suara tawa Shi Shuwan menggema ia kini tidak merasakan rasa sakit lagi, Shuwan terlihat menyeringai kejam.
"Oohh coba saja jika kau bisa!" balas Lin'er santai lalu ia menganyunkan tanganya, tak lama sebuah tangan kanan melayang lalu jatuh.
"Aaaaccckkk berengsek, beraninya kau memotong tanganku, bunuh.. Bunuh mereka semua!" ucap Shi Shuwan kini berteriak kesakitan.
"Cepat bunuh dia, kenapa kau diam tetua ke tiga!" ucap Shuwan lagi menatap tetua tersebut dengan amarah yang besar.
Tetua ke tiga kini berusaha melirik siapa orang yang menekannya, dan saat ia tahu siapa orangnya, tubuhnya tiba-tiba bergetar keras karena melihat Bai Luan yang sedang tersenyum ke arahnya dengan duduk santai.
Ia kini mengerti mengapa ia tak bisa melihat tingkat kekuatan pemuda tersebut, itu karena pemuda itu jauh lebih kuat darinya, dan mungkin ia jauh lebih kuat dari Patrick Bangsawan Shi.
Tidak hanya tetua ke tiga seorang yang ditekan, namun orang-orang yang berniat membantu Tuan Muda Shi Shuwan juga ia tekan, terlihat kini orang-orang tersebut terbaring ada yang masih sadar ada yang pingsan.
Shuwan masih belum menyadari hal ini sehingga ia masih berteriak-teriak kepada semua orang seperti orang gila, namun tidak ada yang membalas teriakan atau menuruti kemauannya.
"Tu... Tuan Muda Shuwan cepat lari dari sini, kita bukan lawannya, bahkan jika Patrick Shi turun tangan pun ia belum tentu menang melawan pemuda itu!"
Mendengar ucapan tetua ke tiga yang terbata-bata dan berusaha sekuat tenaga berbicara kepadanya ia lalu melirik Bai Luan, Shuwan heran lalu berteriak kepada tetua ke tiga.
"Apanya dia hanya pemuda biasa, jangan bercanda kau tetua ke tiga atau aku akan melaporkanmu kepada Ayah!"
Mendengar teriakan ancaman Shuwan membuat tetua ke tiga langsung lesu, ia tahu ia akan mati, namun ia tidak ingin Tuan Mudanya yang ikut mati, tapi melihat betapa bodohnya Shuwan membuatnya tidak bisa apa-apa.
__ADS_1
"Cepat selesaikan Luan'er, Lin'er."
Terdengar suara telepati dari Bai An untuk Bai Luan dan Shen Linlin, saat mendengar itu membuat mereka berdua tersenyum kecut karena mereka masih ingin bersenang-senang, tapi jika mereka lama, mereka berdua takut dihukum Bai An.
Tak lama Lin'er langsung mengayunkan pedangnya lagi membuat suara teriakan dari Shuwan yang lebih menggema lagi saat Lin'er memotong kedua kakinya.
Lin'er tanpa berlama-lama membunuh semua orang yang ingin ikut campur masalah mereka dan hanya menyisakan Shuwan dan tetua ke tiga.
Sedangkan orang-orang yang menonton dari luar penginapan kini ada yang langsung melarikan diri ada yang pingsan dibawa teman mereka, ada juga yang menabrak tembok saat mereka semua melihat adegan berdarah tersebut.
"Aaacccckkk"
"Aaaaccckkk"
"Beraninya kau, apa kau tidak takut jika kalian membunuhku, orang-orang Klan Shi dan sekutunya akan memburu kalian semua dan keluarga kalian!"
"Aaaaccckk"
Mendengar ancaman-ancaman yang banyak dilontarkan Shuwan, Bai Luan hanya tersenyum tipis.
"Bagaimana rasanya Shuwan!"
Saat mendengar namanya dipanggil yang terdengar akrab membuat Shuwan langsung bergetar.
"Kau... Kau adalah Bai Luan bangsat ku bunuh kau, ku bunuh kau!"
Terdengar teriakan marah, frustasi, pasrah dari Shuwan saat tahu pemuda didepannya ternyata mantan sahabat yang ia hianati dulu.
Sedangkan tetua ke tiga tertegun, karena ia tahu siapa Bai Luan seorang yang jenius dari Bangsawan Han yang berhasil melarikan diri 10 bulan lalu.
Tetua ke tiga tiba-tiba bergidik begitu tahu betapa kuatnya Bai Luan sekarang, "Bangsawan Shi akan berahir jika orang-orang berjubah tidak membantunya!" gumam tetua ke tiga.
Gumamannya tidak dapat didengar oleh siapapun termasuk Bai Luan, Shen Linlin, kecuali Bai An yang dari tadi memperhatikan mereka, walaupun ia berada di dalam kamarnya.
Tak lama Lin'er memenggal kepala Shuwan, dan saat Lin'er ingin memenggal kepala tetua ke tiga ia tiba-tiba berhenti membuat Bai Luan penasaran.
__ADS_1