Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kemunculan Para Musuh Di Alam Dewa Perunggu


__ADS_3

Sementara Bai An yang melihat dari atas hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Semua saudara dan pengikutku mempunyai karakter yang berbeda-beda dan keunikannya masing-masing. Tapi itulah yang aku suka dari mereka yang tidak mengikuti gaya masing-masing dari mereka.” Gumam Bai An tersenyum kecil.


***


Sementara di tempat yang cukup jauh dari tempat Bai An, saat ini ada dua orang berdiri di udara sambil melihat sebuah kota di bawahnya.


“Hmm..!! Katamu para pengikut Kaisar Dewa Jahat mati, tapi kenapa aku merasakan di setiap kota yang kita lewati aku merasakan para pengikutnya masih hidup?” Tanya seorang pria botak dengan satu tanduk kecil di kepalanya.


“Ampun Yang Mulia, saya benar-benar telah mengecek keaslian yang saya dapat dari anak buah saya dan benar mereka semua bertarung dan di bantai oleh kelompok berjubah hitam,” kata seorang pria cukup tua dengan wajah menyeramkan, namun saat ini wajahnya terlihat cupu dan ketakutan saat bicara dengan pria botak bertanduk di depannya.


Pria botak bertanduk tidak lain Kaisar Dewa Sesat, ini adalah wujud manusia Kaisar Dewa Sesat, dulunya ia adalah pria tampan, namun karena melakukan hal terlarang wajahnya berubah mengerikan.


Terlebih saat dimana Kaisar Dewa Sesat ingin berubah wujud menjadi besar, maka kepalanya berubah menjadi kepala iblis berbentuk anjing.


Saat ini Kaisar Dewa Sesat yang tak lain San Tet menatap tajam ke arah tangan kanannya. “Hmm..!! Jika kau bukan pengikut ku yang pertama maka aku pasti akan memakan semua organ tubuhmu, tapi untungnya kau adalah pengikut pertama ku dan yang paling setia. Jadi walau aku merasa informasimu sedikit salah, aku akan memaafkan mu.” Kata Santet dengan dingin.


Tubuh tangan kanan San Tet bergetar hebat, dengan cepat ia berkata. “Ampun Yang Mulia, berikan saya kesempatan untuk menebus kesalahan saya dengan membunuh tangan kanan Kaisar Kegelapan beserta pengikutnya, karena menurut info ia juga datang kesini.”


San Tet terdiam beberapa saat, setelah itu ia mengangguk santai. “Benar, saat aku membunuh Chu Tang, kau halangi yang lain, bila perlu bunuh mereka jika kau bisa, karena bukan hanya tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan saja yang datang, melainkan beberapa tikus kecil dari para pengikut Kaisar Dewa lainnya,” kata San Tet terdiam beberapa saat. Lalu menambahkan. “Untuk masalah kematian mereka semua kita limpahkan saja kepada Kaisar Dewa Jahat agar para Kaisar Dewa tidak curiga, walaupun curiga, mereka pasti tidak mempunyai bukti untuk menuduh kita,” kata San Tet tersenyum menyeringai kejam.


Tangan kanan San Tet yang bernama Khu Yang ikut tersenyum mengerikan.


“Kikiki,, rencana Yang Mulia sangat bagus dan tidak memiliki celah sama sekali untuk para Kaisar Dewa menuduh kita,” kekeh Khu Yang.


“Tentu saja karena aku adalah orang yang paling pintar,” dengus San Tet dengan bangga.


Setelah itu mereka berdua langsung melesat pergi.


Setelah kepergian mereka, di kota yang San Tet dan Khu Yang lihat tadi, muncul Fanghu dengan seringai lebar.


“Hehe,, jika Kaisar Dewa Sesat bersama tangan kanannya kesini, berarti Alam Dewa Rendah yang di kuasai dua Kaisar Dewa yaitu Kaisar Dewa Sesat dan Kaisar Dewa Kegelapan saat ini hanya memiliki Kaisar Dewa Kegelapan yang menjadi penghalang untuk menguasai Alam Dewa Rendah,” gumam Fanghu lalu melirik ke arah semua Kelompok Inti Pembantai yang menyamarkan auranya mirip para pengikut Kaisar Dewa Jahat.

__ADS_1


“Tinggal satu orang saja yang setara denganku maka aku yakin bisa mengusai Alam Dewa Rendah,” gumam Fanghu kembali berpikir karena tidak mungkin ia menang duel melawan Kaisar Dewa Kegelapan.


“Hehe,,!! Jangan lupakan Tuan muda mu ini,” kekeh pemuda tampan berambut biru dengan mata biru cerah.


Melihat itu tubuh Fanghu sedikit menegang. “Salam Tuan muda Bai En,” sapa Fanghu sedikit kikuk.


“Santai saja, aku juga ingin ikut pergi bersenang-senang, karena selama ini aku hanya meningkatkan kemampuan dan bertarung melawan Binatang Roh Iblis membuat aku ingin melawan manusia maupun iblis yang mempunyai pikiran dan teknik bertarung,” kata Bai En.


Bai En selama ini hanya melawan Binatang Roh Iblis yang hanya mengandalkan insting dan mengandalkan kekuatan kultivasi saja walau bisa bicara. Tapi Bai En cukup bosan karena musuhnya tidak bisa mengeluarkan teknik maupun berpikir taktik cara menyerangnya.


Fanghu kini tersenyum senang. “Tuan muda datang di waktu yang tepat, terlebih tingkat kekuatan Tuan muda saat ini hampir sama dengan Kaisar Dewa Kegelapan hanya selisih satu tingkat,” kata Fanghu bersemangat.


Tingkat kekuatan Bai En saat ini adalah Kaisar Dewa Tinggi ⭐ 1 Puncak, sementara Kaisar Dewa Kegelapan memiliki kekuatan Kaisar Dewa ⭐ 2 Awal.


Diantara semua Kaisar Dewa, maka Kaisar Dewa Kegelapan adalah yang terlemah.


Untuk tingkatan kultivasi di Alam Semesta Rendah tempat tinggal Bai An adalah :


Dewa Kuning ⭐1 ⭐2 ⭐3


Dewa Hijau ⭐1 ⭐2 ⭐3


Dewa Biru ⭐1 ⭐2 ⭐3


Dewa Raja Rendah ⭐1 ⭐2 ⭐3


Dewa Raja Menengah ⭐1 ⭐2 ⭐3


Dewa Raja Tinggi ⭐1 ⭐2 ⭐3


Kaisar Dewa Rendah ⭐1 ⭐2 ⭐3


Kaisar Dewa Menengah ⭐1 ⭐2 ⭐3

__ADS_1


Kaisar Dewa Tinggi ⭐1 ⭐2 ⭐3


Kaisar Dewa Alam ⭐1 ⭐2 ⭐3


Kaisar Dewa Dunia ⭐1 ⭐2 ⭐3


Sementara di Alam Semesta Rendah ini belum ada yang mencapai Kaisar Dewa Alam, yang terkuat hanya Kaisar Dewa Tinggi ⭐ 3 Puncak yaitu 3 Kaisar Dewa dan satu lagi, yaitu saudaranya ibu Bai An.


Sementara untuk Kaisar Dewa Dunia di Alam Semesta Rendah ini hanyalah awal di Alam Semesta Inti, yaitu jika disamakan itu adalah Ranah Pemula.


Bai En kini mengangguk santai sambil berkata. “Aku yakin tingkat kekuatan adik ku saat ini pasti lebih tinggi dariku, jika aku selalu bermalas-malasan maka aku akan semakin tertinggal jauh dan menjadi beban.”


Fanghu tersenyum. “Kau sadar diri juga Tuan muda,” gumam Fanghu terkekeh dalam hati.


“Kapan kita berangkat?” Tanya Bai En langsung menyadarkan Fanghu.


“Sekarang Tuan muda, ayo.” Ajak Fanghu dengan nada suara sedikit keras agar dapat di dengar Kelompok Pembantai.


Wuss..!!


Mereka semua langsung melesat pergi dari kota itu menyisakan para penduduk dan penguasa kota yang berharap kemenangan kelompok Fanghu.


***


Jauh di wilayah utara, saat ini seorang pemuda tampan melesat dengan kecepatan penuhnya, di belakang pemuda itu banyak sekali para monster setengah manusia mengikuti, ada juga beberapa monster yang telah berubah menjadi manusia sepenuhnya yang tentunya mereka memiliki tingkat kultivasi jauh lebih tinggi sehingga bisa berubah bentuk ke wujud manusia.


Tap tap..!!


Pemuda itu tiba-tiba berhenti sambil memberi komando. “Kalian istirahat selama 10 menit untuk memulihkan energi, karena sebentar lagi kita akan melakukan pertempuran hebat,” kata pemuda tersebut.


Jika Bai An melihat pemuda tersebut maka ia pasti akan mengenalnya, karena ia tak lain adalah orang yang sempat ingin Bai An lawan duel namun tidak jadi, orang tersebut tak lain Shi Qiang, murid Kaisar Dewa Kegelapan yang sekarang di angkat menjadi tangan kanannya, sementara She Gou kakak Shi Qiang yang dulu menjadi tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan kini hanya menjadi panglima perang.


Setelah semua patuh dan memulihkan diri, Shi Qiang kini melihat ke arah langit. “Aku merasa akan mati di Alam Dewa Perunggu ini,” gumam Shi Qiang.

__ADS_1


__ADS_2