
Bai An mengangguk sambil menghela nafas lega.
Setelah itu ia melirik ke arah Duan Du dengan pandangan kesal, apalagi Duan Du saat ini sedang cekikikan melihat dirinya.
“Heng,, awas saja kau anak nakal,” gumam Bai An dengan kesal.
Cukup lama mereka bertiga mengobrol santai, setelah itu Bai An dan Duan Du berpamitan kepada Mu Xia'er untuk pergi ke dunia tempat mereka pertama kali terdampar.
“Aku pasti akan mengunjungimu jika ada waktu luang,” kata Bai An memeluk Mu Xia'er.
Mu Xia'er mengangguk dalam pelukan Bai An.
“Baiklah, aku pergi dulu,” kata Bai An langsung melepaskan pelukan Mu Xia'er karena ia tahu jika Mu Xia'er akan semakin enggan melepaskan ia pergi kalau terlalu lama berpelukan.
Mu Xia'er kembali mengangguk dan mengeluarkan senyum paksaan.
Tanpa memperdulikan senyum Mu Xia'er, Bai An langsung menarik Duan Du pergi dari sana.
Wuss..!!
Bai An dan Duan Du langsung menghilang dari istana.
Tak lama kemudian Bai An dan Duan Du muncul di balik awan.
“Hmm..!! Disini hanya lautan lepas dan ada beberapa mahkluk hidup yang aku rasakan,” kata Bai An melirik ke arah kejauhan.
“Mungkin itu manusia kakak, dan jika aku tidak salah ini pasti yang di namakan daratan Naga air,” kata Duan Du sambil ikut melirik ke arah dimana Bai An melirik.
Bai An mengangguk. “Kapan-kapan kita akan berkunjung kesana, karena saat ini kita harus kembali secepat mungkin ke daratan Naga Besi,” kata Bai An langsung menghilang, lalu di ikuti oleh Duan Du.
Wuss..!!
Dalam sekejap Bai An dan Duan Du kini muncul di pohon yang dulu besar kini sudah hilang.
“Tuan muda,” teriak Pin Cang dan Pin Sang langsung berteriak saat melihat Bai An dan Duan Du muncul di depan mereka.
“Tuan muda,, kau tahu, aku sangat lama menunggumu, bayangkan sudah 15 tahun lebih,” kata Pin Cang langsung cemberut.
__ADS_1
Bai An mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi Pin Cang.
Pasalnya kini Pin Cang terlihat semakin tua, dan itu tidak cocok dengan tingkahnya.
“Huuff,, kau ini sudah tua, jadi berhentilah seperti anak kecil,” kata Bai An langsung melambaikan tangannya mengeluarkan satu kendi arak extra besar.
Mata Pin Cang langsung cerah saat melihat itu, dengan cepat ia melesat merampas arak di depannya.
Pin Sang yang melihat itu langsung memasang wajah jelek, ia hanya sedetik kurang cepat dari Pin Cang tadi, jadi kini Pin Sang hanya menyambar angin.
Bai An yang melihat itu menggeleng-geleng. “Adik kakak sama saja,” gumam Bai An dalam hati kemudan kembali melambaikan tangannya mengeluarkan arak dengan kendi ukuran yang sama.
Melihat itu, Pin Sang dengan cepat memeluk kendi arak tersebut seperti takut akan ada yang merebutnya.
Duan Du dari tadi menahan perutnya karena lelah tertawa dalam hati, kini semakin terpingkal-pingkal.
Sementara Bai An kini tak tahu harus mengatakan apa, jadi ia hanya diam saja.
Tak menunggu lama kini Bai An, Duan Du, Pin Cang dan Pin Sang duduk bersama.
Pin Cang langsung menceritakan semua yang terjadi selama 15 tahun ini.
“Dugaanku benar jika dalangnya bukan dari dunia ini,” gumam Bai An dalam hati.
Bai An menebak itu karena dulu 15 tahun yang lalu Pin Cang mengatakan jika orang terkuat hanyalah Ranah Kaisar Sejati, sementara Bai An dapat merasakan orang yang mengintainya dulu lebih kuat dari orang terkuat di dunia ini.
Sementara Duan Du menyeringai karena membayangkan sebanyak apa harta orang tersebut, Duan Du yakin jika pemimpin pasti memiliki banyak harta yang selama ini ia tabung.
Setelah itu Bai An pergi bersama Duan Du, membiarkan Pin Cang dan Pin Sang minum.
Wuss..!!
Bai An dan Duan Du muncul di balik awan, kini pandangan mereka mengarah ke Xian Wei yang sedang mengarahkan para prajurit yang akan di siapkan untuk berperang.
Para prajurit ini tak lain adalah hasil dari klan-klan yang berhasil ia tundukkan.
Tidak jauh dari Xian Wei, Dhe Chi Yuan dan Dhe Peng melakukan hal yang sama, namun orang yang mereka arahkan adalah orang yang menjadi komandan dan jendral.
__ADS_1
Bai An tersenyum saat melihat tingkat kultivasi mereka bertiga kini meningkat pesat dalam 15 tahun terahir.
“Hehe,, kak, sepertinya mereka bertiga berlatih mati-matian sehingga kekuatan mereka bertiga tidak mengecewakan,” kekeh Duan Du.
Kekuatan Xian Wei dan Dhe Chi Ruan kini sama-sama di ranah Grand Master ⭐ 5, namun Dhe Chi Ruan masih jauh lebih kuat dari Xian Wei, karena Dhe Chi Ruan berada pada ranah Grand Master ⭐ 5 Puncak yang mana perlu dorongan sedikit akan menembus Kaisar Sejati.
Sementara Xian Wei baru saja menembus Grand Master ⭐ 5 Ahir, dan masih cukup lama untuk mencapai ⭐ 5 Puncak.
Sementara Dhe Peng kini memiliki kekuatan Ranah Master ⭐ 4 Awal yang dulunya hanya Ranah Senior ⭐ 1.
Di antara mereka bertiga mungkin orang mengira Dhe Peng lah yang meningkat paling pesat, namun itu salah besar karena orang yang paling meningkat pesat adalah Dhe Chi Ruan, karena semakin tinggi ranah tingkatan maka akan semakin sulit untuk menembusnya.
Beberapa saat melihat-lihat para jendral, komandan dan prajurit yang di arahkan. Mata Bai An dan Duan Du melihat ke satu arah.
Bai An kini melirik ke arah salah satu pemuda yang menjadi prajurit.
“Hmm..!! Dia mirip pembuat onar itu,” kata Bai An tanpa sadar saat melihat pemuda yang baru di ranah pemula.
“Eehh..!! Bukan mirip kak, namun itu memang dia, tapi kenapa ia bisa kesini? Apa ini karena ulah kakak ipar juga?” Sambung Duan Du kini terkejut bercampur bertanya-tanya.
Duan Du yang memiliki rasa penasaran tinggi langsung melesat, namun Bai An menarik kerah jubahnya.
“Hehe,, dari pada kau langsung kesana dan melihat dirimu, maka ia pasti akan berkoar-koar tak jelas, karena saat ini ia seperti domba yang tak berani mengeluarkan suara, maka kau lebih baik ubah wajahmu atau setidaknya samarkan auramu menjadi aura yang berbeda agar ia tidak bisa mengetahui itu dirimu,” kata Bai An tersenyum licik sambil melirik ke arah Duan Du.
Bai An kembali menambahkan. “Selebihnya kau pasti tahu apa yang kau lakukan bukan?”
Duan Du terkekeh kecil. “Hehe,, tentu saja, karena aku adalah ahlinya,” kata Duan Du menepuk dadanya.
Bai An mengangguk lalu Duan Du dengan cepat menggunakan jubah dan menyamarkan auranya menjadi aura orang lain, namun masih dapat di kenali oleh Xian Wei, Dhe Chi Yuan dan Dhe Peng.
Wuss..!!
Duan Du langsung muncul di udara, tepatnya ia muncul di atas semua orang yang berjejer seperti semut.
Xian Wei, Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng melihat siapa yang muncul awalnya langsung waspada.
Tapi saat melihat dan merasakan orang berjubah di atasnya dengan cepat mereka bertiga berteriak dengan hati gembira.
__ADS_1
“Tuan muda.”