Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pembuat Onar Tak Lain Adalah Tu Long


__ADS_3

“Tuan muda.”


Teriakan Xian Wei, Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng sambil memberi hormat dengan berlutut satu kaki membuat semua orang yang awalnya mengeluarkan senjata langsung ikut berlutut.


Namun hanya satu prajurit yang tidak mau berlutut, ia dengan teguh berdiri.


Semua prajurit yang satu regu dengan pemuda itu langsung melirik ke arah pemuda tersebut dengan berkeringat dingin.


“Hei, cepat berlututlah, jika tidak, kita akan di hukum semua,” kata salah satu prajurit yang paling dekat dengannya, suaranya terdengar kecil dan sedikit kesal, namun semua orang yang memiliki tingkat kultivasi di ranah Senior dapat mendengarnya.


“Kenapa aku harus berlutut?” Tanya prajurit tersebut dengan nada polos, lalu ia pura-pura paham dan berkata. “Hmm,, aku pantang berlutut kepada orang, aku hanya berlutut kepada orang tuaku, guruku dan satu lagi seseorang yang membuatku tidak pernah takut kepada apapun, walau rintangannya matipun akan aku terjang.”


Pemuda tersebut dengan lantang berkata agar semua orang mendengarnya.


Xian Wei, Dhe Chi Yuan dan Dhe Peng langsung berkeringat dingin.


“Tu.. Tuan muda, maafkan saya yang tidak bisa mendidik dengan benar,” kata Xian Wei lalu menambahkan. “Saya berjanji akan mengajari semua pasukan tata krama dan memperbaiki kesalahan saya.”


“Be.. Benar, saya juga akan melakukan hal yang sama,” sambung Dhe Chi Yuan dan Dhe Peng bersamaan.


Tubuh mereka bertiga saat ini berkeringat dingin, sama halnya dengan para jendral, komandan dan para prajurit, kini mereka semua melirik ke arah pemuda yang menjadi prajurit tersebut.


Tatapan semua orang sangat tajam bercampur kesal, untungnya tidak ada yang menatap dengan niat membunuh atau niat dendam karena mereka semua di ajar untuk tidak saling menindas atau saling membunuh karena dendam, mereka di ajar untuk mengikat persaudaraan.


Hal ini dulu Bai An pesankan kepada Xian Wei dan Dhe Chi Yuan agar jika mereka berperang dapat saling mengandalkan dan bersatu saat melawan musuh yang jauh lebih kuat dari mereka.


Duan Du yang dari tadi diam kini terus menerus menatap pemuda yang tak lain adalah Tu Long, perubahan pada wajah Tu Long meningkat drastis, Tu Long kini jauh lebih muda dan tampan, bahkan jika Duan Du dan Tu Long berdiri, maka mereka terlihat seusia.


“Heh,, dari dulu sampai sekarang paman Tu Long masih tidak pernah berubah dalam sifatnya yang tak kenal takut,” gumam Duan Du tersenyum senang, tapi tak lama di balik jubah Duan Du kini berubah bingung. “Tapi mengapa Paman Tu mau bergabung dan tunduk kepada mereka ya?” Gumam Duan Du bertanya-tanya dalam hati.


Sementara Bai An di balik awan bergumam. “Hmm..!! Semakin ia meningkat, semakin cerdas juga dia, aku yakin ia sengaja bergabung karena mendengar isu tentang tunduknya semua orang di Daratan Naga Besi ini dan ingin bertemu dengan dalang dari semua ini yang tak lain adalah aku dan Du'er.”


“Tapi aku sangat penasaran mengapa, Tu Long bisa kesini dan juga, bukankah,” kata Bai An terhenti saat melihat Duan Du melakukan rencana licik.

__ADS_1


Saat ini Duan Du muncul di depan Tu Long dengan sedikit menekannya agar Tu Long jatuh berlutut.


Namun kaki Tu Long tetap tegak mempertahankan kakinya agar tidak jatuh.


“Oohh,, semangat yang bagus, aku jadi penasaran siapan orang yang kau maksud dengan orang yang membuatmu tak pernah takut,” kata Duan Du dengan nada sedikit dingin.


“Aku juga melihat ada sebuah segel budak menempel di tubuhmu,” kata Duan Du langsung mengulurkan tangannya pura-pura ingin melihat ingatan Tu Long.


Tu Long yang melihat itu langsung berusaha menggerakkan tangannya, terlihat Tu Long kini menatap tajam ke arah Duan Du.


“Jangan pernah kau mencoba menyentuh maupun menelusuri ingatanku, atau Tuan mudaku akan datang mencincangmu,” teriak Tu Long dengan nada mengancam sambil berusaha mengigit lidahnya untuk bunuh diri, namun tidak di biarkan oleh Duan Du.


Duan Du kini pura-pura mencerna ingatan Tu Long sambil menyeringai kejam.


“Hoho,, ternyata Tuan mudamu hanyalah sampah seperti dirimu,” kekeh Duan Du. “Terlebih aku cukup mengenal Tuan muda mu karena saat ini ia ada di penjara sedang aku siksa.”


Tu Long mendengus mendengar itu, ia yakin Bai An tidak mungkin ada di dunia ini pikirnya, Tu Long juga yakin jika Bai An ada sekalipun maka Bai An pasti dapat dengan mudah melarikan diri siapapun lawannya.


“Heng,, ingin membodohiku, bunuh saja aku, aku lelah mendengar ocehan nyamuk sepertimu yang selalu mendengung di telingaku,” dengus Tu Long.


Tu Long mengerutkan keningnya, ia kini merasa sedikit khawatir jika itu benar Bai An.


Tu Long kini berusaha lepas dari tekanan Duan Du, namun tetap saja tidak bisa karena perbedaan tingkatan yang sangat jauh.


Mata Duan Du menyapu semua orang lalu berkata. “Kalian semua berlatihlah lebih giat dalam waktu satu minggu terahir, jika aku melihat salah satu dari kalian semua tidak memiliki peningkatan maka kakak ku yang akan datang menghukum kalian.”


Tubuh Dhe Chi Yuan, Xian Wei dan Dhe Peng langsung jatuh lemas, mereka tentu tahu jika Bai An turun tangan, maka mereka semua akan mengalami nasip malang.


Sementara orang-orang yang belum mengetahui Bai An santai-santai saja, mereka hanya mengangguk mengiyakan dengan patuh.


Tanpa menunggu lama Duan Du langsung menghilang bersama Tu Long.


Wuss..!! Duan Du dan Tu Long muncul di depan orang yang mirip Bai An.

__ADS_1


Terlihat orang yang mirip Bai An ini dalam kondisi hidup dan mati dengan menyisakan tubuh saja tanpa kaki dan tangan.


Tubuh Tu Long langsung bergetar hebat saat melihat Bai An palsu, Tu Long kini yakin itu adalah Bai An tercium dari bau auranya.


“Tu.. Tuan muda,” teriak Tu Long meraung seperti orang gila.


Wuss..!!


Tubuh Tu Long langsung bercahaya terang menyebabkan silau.


Namun Duan Du dapat melihat jika saat ini Tu Long telah berubah sepenuhnya menjadi setengah monster dan setengah manusia.


Kekuatan Tu Long meningkat sedikit.


Duan Du terkekeh kecil.


Wuss..!!


Bam..!!


Hanya dengan tekanan sedikit lebih kuat, tubuh Tu Long terjatuh ke tanah.


Tapi Tu Long kini tetap merangkak ke arah Bai An palsu.


“Ayo terus , bersemangatlah lebih kuat lagi,” kata Duan Du seolah-olah memberi semangat dengan tertawa kecil.


Bai An yang melihat itu langsung muncul dan menepuk pundak Duan Du.


“Kau ini mengerjai Tu Long berlebihan,” kata Bai An menghela nafas berat.


Bersamaan dengan munculnya Bai An, aura yang menekan Tu Long langsung hilang dan tubuh Bai An palsu berubah menjadi sebongkah batu.


Tu Long merenung lalu melirik ke arah Duan Du dengan kesal yang kini membuka jubahnya, pandang Tu Long beralih ke Bai An.

__ADS_1


Tanpa sadar Tu Long meneteskan air matanya. “Tuan muda, kaukah ini?”


__ADS_2