Nillaku

Nillaku
Nillaku 111


__ADS_3

Saat ini Vanilla dan Jhico tengah mengunjungi Gyeongbok palace, istana terbesar dari Dinasti Joseon.


Istana itu megah dan begitu cantik. Setiap beberapa jam sekali pengunjung bisa menyaksikan pertunjukkan pembukaan dan juga penutupan Royal Palace Gates dan upacara pergantian penjaga istana.


Vanilla sangat antusias datang kesana karena istana tersebut sangat tepat untuk dijadikan sebagai spot foto. Ia dan Jhico mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea kemudian berfoto berdua.


Selain berkunjung ke sana, mereka berdua juga tidak lupa untuk datang ke Bukchon Hanok Village yang merupakan kawasan perumahan tradisional Hanok. Rumah-rumah warga di sana masih terjaga keasliannya sehingga dijadikan sebagai pusat wisata budaya Korea bagi wisatawan yang ingin mengenal Korea lebih dalam lagi.


Dua tempat yang sudah mereka kunjungi tapi Vanilla dan Jhico masih semangat. Khususnya Vanilla yang begitu excited, tidak pernah bosan berfoto.


Kebetulan Jhico sengaja meminta bantuan salah satu fotografer yang berasal dari Korea untuk mengabadikan momen nya bersama sang istri. Fotografer itu adalah teman lama nya yang satu kampus dengannya namun berbeda jurusan, namanya Carrol.


Setelah mengunjungi kedua tempat itu, Jhico dan Vanilla memutuskan untuk bersantai sebentar di Seoulism Cafe. Vanilla dan Jhico berpose di kafe itu dengan latar Lotte world tower yang sangat Instagramable.


"Hasil fotomu selalu bagus, Carrol.


Terima kasih tiada henti aku persembahkan untukmu,"


Carrol terkekeh geli mendengar ucapan Vanilla. Jhico sudah memberi tahu bahwa istrinya itu gemar berfoto. Jadi bila hasilnya bagus, pasti Vanilla sangat senang sekali. Berpose di depan kamera adalah salah satu hobi Vanilla, mungkin karena Vanilla juga seorang model.


"Nanti aku akan kesulitan memilih foto-foto yang akan aku posting di media sosial. Semuanya bagus dan luar biasa,"


"Ayo, kita nikmati dulu makanan dan minuman nya, Nilla. Kamu tidak ada lelahnya berfoto,"


Vanilla menyuruh suaminya lebih dulu untuk menikmati sajian, sementara Ia masih ingin berfoto. Ia dan Jhico memang berbeda. Jhico lumayan sulit diajak berfoto, harus dibujuk dulu. Kalau tidak mau juga, Vanilla akan memaksa nya.


Jhico hanya ingin fokus melihat keindahan tempat-tempat yang Ia kunjungi, sementara Vanilla menginginkan ada kenangan di tempat itu. Caranya dengan berfoto, sehingga bila mereka memiliki keturunan nanti, gambar-gambar itu yang akan menjadi media untuk mengingat kembali saat-saat berlibur seperti ini.


*****


Di hari berikutnya, Vanilla dan Jhico mengunjungi Myeongdong street karena Vanilla ingin membeli skincare dan make up, dunia nya sebagai perempuan.


"Aduh mataku langsung segar melihat ini semua," gumam Vanilla melihat berbagai brand skincare dan make up terkenal di Korea ada di depan matanya.

__ADS_1


"Beli saja apa yang kamu mau dan perlukan. Jangan sampai tidak terpakai,"


Jhico menyuruh istrinya untuk membeli apapun yang Ia inginkan dan dibutuhkan. Karena Ia kurang suka bila barang yang dibeli tidak terpakai. Ia bukan perhitungan dengan istrinya sendiri, tapi sayang saja bila uang harus terbuang sia-sia karena membeli barang yang nantinya tidak dipakai.


Dulu Vanilla berbeda prinsip dengan suaminya. Perempuan itu sangat boros apalagi kalau sudah berlibur. Apapun akan Ia beli. Tapi sekarang tidak lagi, karena ada Jhico yang selalu memberinya pengertian. Tidak apa membeli banyak barang yang terpenting digunakan dengan baik.


Setelah membeli skincare dan make up untuknya, Lovi, dan juga Jane, sebagai saudara terdekatnya, Vanilla segera membayarnya tentu bukan dengan uangnya. Jhico sudah menunggu di luar karena di dalam Ia seperti orang bodoh sebab istrinya sibuk sendiri dan Ia hanya mengikuti kemanapun langkah istrinya. Daripada begitu, lebih baik Ia menunggu di luar.


Tidak hanya belanja itu saja, sebagai pasangan yang sama-sama suka mencicipi makanan, Jhico dan Vanilla juga membeli makanan khas Korea di sana.


Setelah perut terisi, Vanilla dan Jhico mengunjungi destinasi romantis di tengah kota yaitu Namsan tower. Spot itu terkenal romantis karena bisa memasang gembok cinta. Vanilla dan Jhico naik ke atas menara untuk menikmati indahnya landscape kota Seoul.


"Kamu senyum, Jhico! jangan datar begitu wajahmu,"


"Astaga, Nillaku. Jujur aku lelah senyum terus dari tadi,"


Carrol memang menyadari itu. Ia tertawa mendengar ucapan temannya yang terlihat sebal sekali karena Vanilla terus-terusan mengajaknya berfoto.


Jhico menghela napas pelan kemudian mengangguk. Ia berusaha mengangkat lengkungan bibirnya setinggi mungkin.


Tangan Jhico memeluk pinggang istrinya, dan mereka saling memandang satu sama lain. Mereka berfoto di atas menara, indahnya langit terlihat di lensa kamera yang digunakan Carrol. Hasilnya semakin menawan karena dipadu padan kan dengan keromantisan Vanilla dan Jhico.


*****


Seperti hari sebelumnya, mereka selesai menjelajahi destinasi wisata saat hari sudah malam.


"Terima kasih, Carrol."


"Okay, sama-sama. Selamat beristirahat," ujar Carrol sebelum berpisah dengan pasangan itu.


Kalau sudah sampai di hotel, lelahnya baru terasa. Selama berjalan-jalan tadi, tidak ada rasa lelah sama sekali.


Begitu tiba di hotel, pinggul Vanilla mulai nyeri, kaki nya pun terasa berat, begitupun Jhico.

__ADS_1


"Aku yang mandi sekarang atau---"


"Aku!" sahut Vanilla melarang suaminya untuk masuk ke kamar mandi. Akhirnya Jhico mundur lagi. Ia membiarkan istrinya dulu yang membersihkan tubuh setelah seharian lebih mencari kesenangan.


Vanilla pasti sudah tidak sabar untuk beristirahat, oleh sebab itu Ia yang ingin mandi lebih dulu daripada Jhico.


"Jangan lama mandi nya, Nilla." pesan Jhico sebelum Vanilla mengunci pintu kamar mandi.


"Iya, aku juga ingin cepat tidur,"


Seraya menunggu Vanilla mandi, Jhico memainkan ponselnya. Ia menggunakan waktu yang ada untuk memposting salah satu foto nya bersama Vanilla tadi. Tepatnya yang berada di atas menara. Mereka membelakangi kamera dan saling menggenggam tangan.


Baru beberapa menit, foto itu sudah menuai reaksi dari teman-teman Jhico salah satunya Kenzo yang meninggalkan komentar di postingan itu.


Woahh how sweet!


Jhico menggulir layar ponselnya untuk melihat tanggapan-tanggapan yang lainnya. Tidak lama, Ia sudah merasa bosan membuka sosial media. Berbeda dengan Vanilla yang bisa berjam-jam berselancar di sosial media.


Vanilla keluar dari kamar mandi dengan penampilan fresh nya. Air yang mengalir dari rambut basahnya menuju leher, membuat Jhico salah fokus.


Lelaki itu sudah menunggu Vanilla di depan pintu. Setelah Vanilla keluar, Jhico segera memasuki kamar mandi. Aroma sabun dan shampo perempuan itu membuat Jhico ingin memeluk Vanilla saat itu juga, dan membatalkan niat nya untuk mandi.


Sementara suaminya mandi, Vanilla menyiapkan baju tidur untuk mereka berdua. Pajamas yang Vanilla bawa adalah pajamas couple. Entah kenapa sejak hamil, Vanilla suka mengoleksi baju-baju yang kompak. Bahkan baju couple nya dengan sang anak sudah banyak Ia koleksi. Apalagi setelah tahu anaknya perempuan, Vanilla semakin gencar mencari baju-baju couple. Untuk Jhico pun ada, sehingga mereka bertiga akan terlihat kompak ketika memakainya.


 


Haloha cek cek cek 1 2 3, ada yg masih segerrr matanya kek aku skrg ini? Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 malam dan aku baru kelar ngetik. Jgn lupa tinggalkan jejak yaa supaya aku makin semangat up nya. Dukungan kalian itu sebagai obat capek nya akyuuu😊


Gk bosen ingetin, mampir yaa ke lapak nya Rai dan Rena pas msh muda di novelku yg judulnya Addicted. Trs mampir jg ke lapaknya MCH. Maaciw semuaaa. Wufyuu💙



__ADS_1


__ADS_2