
-Sekali lagi aku minta padamu, jangan ke sini sendiri. Aku yang akan menjemput kamu di sana setelah Ibu membaik-
Jane berdecak kesal membaca pesan yang baru dikirim suaminya. Giliran Ia ingin kembali untuk melihat Ibu secara langsung, malah diminta untuk menunggu sampai Richard datang.
Pesan Richard hanya dibaca dan itu membuat Richard resah. Ia khawatir bila Jane tidak mendengarkan ucapannya.
Ia meminta Jane untuk menunggu dirinya yang ke sini karena Ia ingin benar-benar menunjukkan bahwa Ia memang melakukan apa yang Ia katakan yaitu datang ke sini untuk menjemput Jane.
Ibunya pun tidak memaksa Jane untuk datang sekarang juga dan Ibunya bisa tenang karena sudah bicara pada Jane bahkan memastkan Jane mau kembali. Setidaknya itu sudah membuat Richard tenang. Ia hanya perlu menghampiri istrinya itu kemudian membawanya kembali.
Jane sudah mencari tiket keberangakatn untuk hari ini dan tidak ada lagi. Tapi yang Richard takutkan wanitanya memesan tiket untuk esok hari.
Richard menghubungi Jane yang langsung dijawab oleh Jane karena Jane kebetulan sedang memegang ponselnya.
"Jangan datang ke sini ya. Tunggu aku, Ibu juga tidak masalah kalau kamu belum bisa datang menjenguknya. Okay, Jane?"
"Ya, aku akan menuruti apa yang kamu ucapkan,"
Meskipun sedikit tidak rela melakukannya sebab Jane ingin sekali bertemu dengan Ibu Richard tapi Ia tidak mau memaksa.
"Okay, tunggu aku di sana ya,"
"Iya, Ri,"
Tok
Tok
Tok
"Aunty Jane, aku mau menunjukkan sesuatu,"
Richard belum menyudahi panggilan dan Ia bisa mendengar suara ketukan pintu dan Grizelle.
"Kamu sudah kembali ke rumah Vanilla?"
"Iya, mereka pergi ke acara pernikahan temannya Vanilla. Lalu aku pulang dari rumah Uncle Rai,"
"Masuk, Sayang," lanjut Jane yang bicara pada Grizelle.
"Tapi dikunci,"
Grizelle menekan-nekan handel pintu. Richard terkekeh di seberang sana. Bisa-bisanya menyuruh orang masuk tapi pintu dikunci.
"Sudah ya," katanya pada Richatd kemudian diselesaikan lah pembicaraan mereka. Jane mendekati pintu untuk membukanya.
__ADS_1
"Huh, Aunty menyurrluh (menyuruh) aku masuk tapi malah dikunci,"
"Iya, maaf, Aunty lupa. Kamu mau menunjukkan sesuatu tadi. Apa itu?"
Grizelle masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang. Jane mengikutinya kemudian Grizelle langsung memperlihatkan fotonya bersama Mumu dan Pupunya tadi.
"Foto?"
"Iya, bagus 'kan?"
"Hmm iya lumayan,"
"Kenapa lumayan? itu bagus, Aunty. Karrelna (karena) yang difoto itu aku, Mumu, dan Pupu jadi pasti bagus sekali,"
Jane terkekeh menyadari keponakannya ini yang terlampau percaya diri.
"Aku ingin meletakkannya di dalam bingkai. Tapi bingkaiku habis. Mumu akan membelikannya nanti,"
"Ya sudah, simpanlah, jangan sampai hilang. Nanti kalau Mumu sudah beli bingkainya, kamu letakkan di dalam bingkai,"
"Iya, Aunty,"
"Bagaimana acaranya tadi?"
"Aunty kira Icelle lama di sana,"
"Tidak, datang langsung memberi ucapan selamat, terrlus berrlfoto (terus berfoto), lalu pulang. Selesai cerrlitanya (ceritanya)," Ia mengakhiri dengan seruan senangnya.
"Aunty, kenapa koperrlnya (kopernya) dikeluarrlkan (dikeluarkan)? memang Aunty mau pulang sekarrlang (sekarang)?"
Grizelle menunjuk koper milik Jane yang sebelumnya diletakkan di dalam almari kini malah tampak terlihat di luarnya. Grizelle pikir Auntynya akan pulang saat ini.
"Tadinya begitu,"
"Memang kenapa?"
"Mumu sudah tahu?"
"MUMU, KE KAMARRL (KAMAR) AUNTY JANE SEKARRLANG, (SEKARANG),"
Anak itu berjalan cepat ke kamarnya untuk memanggil sang ibu dari belum tiba di kamar Ia sudah berseru memanggil Vanilla. Jane terkekut tiba-tiba Grizelle keluar dari kamarnya dan menjauh entah kemana.
Vanilla keluar dari kamar bertepatan dengan Grizelle membuka pintu.
"Kenapa, Sayang?"
__ADS_1
"Ayo ke kamarrl (kamar) Aunty Jane. Katanya Aunty Jane ingin pulang sekarrlang (sekarang),"
Vanilla terperangah beberapa detik. Sulit percaya dengan anaknya sebab sebelumnya Jane tidak mengatakan apapun mengenai kepulangannya.
Grizelle kembali ke kamar Aunty Jane dengan menggenggam tangan Vanilla.
"Kamu ingin pulang sekarang, Jane?"
Jane menepuk pelan keningnya. Grizelle riuh sekali, padahal jelas-jelas Ia sudah mengatakan 'tadinya' berarti untuk saat ini rencana itu gagal terealisasikan.
"Tadinya begitu," Jane kembali menegaskan. Ia menunjuk Grizelle dengan dagunya. "Anakmu saja yang salah pengertian. Padahal sudah aku bilang begitu,"
"Kenapa memangnya?"
Vanilla mendekati sepupunya. Ia duduk di tengah antara Grizelle dan Jane. Matanya menatap Jane yang kelihatan gelisah.
"Ibu dan ayahnya Richard jatuh sakit. Tapi ayahnya sudah lebih baik. Ibu tadi meminta maaf padaku dan berharap aku mau kembali lagi ke sana. Aku tentu tidak menolak, Van. Biar bagaimana pun dia orangtuaku meskipun memang aku sempat emosi dengannya,"
Vanilla mengusap bahu Jane yang kini menunduk memainkan kukunya. Grizelle menjadi pendengar yang baik saja tanpa niat menyela ucapan Auntynya yang kini kembali terdengar, "Tapi Richard tidak mengizinkan aku pulang sendiri. Dia yang akan menjemput aku di sini. Padahal sebenarnya aku ingin meihat kondisi ibu,"
Vanilla mengangguk paham. Jane dibuat cemas dan bingung sekarang. Ia cemas dengan ibu Richard tapi bingung juga apakah Ia bisa sabar menunggu di sini sampai Richard bisa datang menjemputmya sementara Richard saja sedang sibuk merawat Ibunya, Vanilla yakin sekali kalau Richard tengah fokus pada Ibunya.
"Ya sudah, dengarkn saja apa kata suami kamu, Jane. Jangan memaksakan, mungkin dia mau menunjukkan keseriusannya membawa kamu kembali ke sana dengan benar-benar datang ke sini menemui kamu. Ya walaupun kamu harus sabar menunggu karena Richard pasti sedang fokus dengan orangtuanya yang sakit,"
Jane mengangguk pelan. Ucapan Vanilla sama dengan kata hatinya yang memang menyuruh ia untuk melakukan apa yang dikatakan suaminya, Richard.
"Ibu sudah meminta maaf artinya kamu sudah memaafkan dia 'kan?"
Jane mengangguk cepat. Ia menatap Vanilla dengan sorot meyakinkan.
"Aku sudah memaafkan,"
"Semoga saat kamu kembali ke sana, tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini. Kamu bisa lebih dewasa, begitupun Richard bisa lebih peduli terhadap perasaan kamu sebagai pasangan hidupnya,"
Grizelle berdoa yang membuat Mumu dan Auntynya menoleh, "Ya Tuhan, berrlikan kesembuhan (kesembuhan) untuk Ibu dan Ayah Uncle Rrli (Ri),"
Kemudian mereka bertiga mengamini doa Grizelle. Jane berterimakasih pada anak itu yang bernisiatif mengirim doa untuk orangtuanya dan Richard. Ia terdengar sangat memohon pada Tuhan dan tulus mendoakan.
"Jadi Aunty mau pulang karrlena (karena) Ayah dan ibu Uncle sakit?"
Jane mengangguk membenarkan. Agar Grizelle tak mengira Ia tidak nyaman di sini. Sepertinya tadi pikiran Grizelle sepeeti itu sampai-sampai dengan cepat melaporkan pada Mumunya.
"Tapi sekarrlang (sekarang) belum jadi pulang?"
Jane menggeleng dan Grizelle berseru senang. "Lebih baik memang tunggu Uncle saja, Aunty," katanya yang bisa menyimpulkan dari pembicaraan Jane tadi bahwa Richard memintanya untuk tetap di sini sampai Richard datang menjemput.
__ADS_1