Nillaku

Nillaku
Nillaku 436 Akhirnya Richard datang


__ADS_3

Richard tiba di bandara dan langsung bergegas menuju rumah Vanilla dimana istrinya berada.


Ia datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia yakin Jane akan terkejut begitupun Vanilla, Jhico, dan Grizelle.


Begitu tiba di kediaman Vanilla, Ia tersenyum menatap kediaman Vanilla. Jantungnya berdetak tidak karuan untuk kembali bertemu dengan Jane. Seperti saat pertama kali bertemu ketika itu.


Ia menghembuskan napas kasar sebelum berjalan memasuki halaman rumah Vanilla.


Ia tersenyum melihat seorang anak perempuan yang keluar dari rumah diikuti perempuan dewasa yang Richard kenali adalah istrinya. Mereka kelihatannya akan pergi.


Mereka baru sadar kalau ada orang yang datang dan kini mendekat pada mereka.


"Aunty, itu Uncle,"


Grizelle menunjuk ke depan. Jane dan Grizelle sama-sama berbinar menatap Richard.


"Uncle, yeayy Uncle datang,"


Grizelle menyambut Richard dengan pelukan. Richard juga dengan senang hati memeluk anak ini. Ia merundukkan tubuhnya.


"Kamu semakin cantik ya. Mau kemana sekarang?"


"Diajak Aunty pergi," jawabnya yang memang selama Jane tinggal di rumahnya tak jarang menjadikan Ia sebagai teman untuk pergi. Karena Vanilla tidak bisa selalu diandalkan. Kandungannya sudah semakin besar.


Richard kini memeluk Jane dan mencium kening Jane. Istrinya itu menatap Richard dari atas sampai bawah.


"Kamu kelihatan lebih kurus,"


"Tentu saja, tidak ada yang mengurus,"


Jane terkekeh pelan mendapat jawaban lugaa dari suaminya. Ia mengusap wajah Richard singkat kemudian menatap Grizelle yang memperhstikan mereka.


"Aku pergi dulu dengan Icelle. Mau makan, kamu ikut?"


Terang saja Richard mengangguk. Ia belum cukup puas bertemu, menatap wajah istrinya.


"Tapi aku temui Vanilla dan Jhico dulu,"


"Okay,"


Jane dan Grizelle kembali masuk ke dalam rumah. Sambutan Vanilla tentu sama terkejutnya dengan Jane dan Grizelle tadi.


"Ya ampun, akhirnya yang dinantikan Icelle datang juga.Dia sudah ada wacana mau pergi dengan kamu bahkan saat awal Jane datang, Ri," kata Vanilla usai melepas pelukan singkatnya pada Richard.


"Letakkan kopermu di kamar Jane,"


"Rencananya aku ingin menginap di hotel dekat bandara,"


"Jangan-jangan, di sini saja. Istrimu di sini,"


"Ya aku ajak istriku juga," ucap Richard dengan terkekeh, tak mungkin ia hanya sendiri di hotel.

__ADS_1


"Woah Richard sudah datang,"


Jhico yang kebetulan baru turun dari lantai atas terkejut mendapat Richard. Mereka berpelukan sesaat. "Lebih kurus, Ri. Tidak ada Jane?" tanya Jhico dengan senyum jenaka. Richard mengangguk jujur.


"Tadi aku sempat dengar mau menginap di hotel? tidak usah lah, di sini saja,"


Jhico langsung meminta tolobg pada Ariella untuk membawa koper yang dibawa Richard.


Tadinya memang Richard ingin menginap di hotel saja tapi karena Ia tidak sabaran bertemu Jane maka Ia putuskan untuk ke runah Vanilla terlebih dahulu barulah kemudian ke hotel.


"Di sini juga sama seperti hotel, Ri," canda Vanilla yang mengundang tawa mereka yanga da di sana kecuali Grizelle yang mulai jenuh menunggu Richard berbincang dengan orangtuanya.


"Uncle, ayo kita pergi,"


"Okay, ayo,"


"Kita ajak triple A saja sekalian," saran Jane yang disetujui Grizelle dan Richard.


Mereka izin pergi membawa Grizelle pada Vanilla dan Jhico sebagai orangtua Grizelle.


Kemudian mereka bergegas ke rumah triple A untuk mengajak mereka juga.


Sore seperti ini pasti mereka sudah ada di rumah. Waktu yang tepat untuk didatangi.


Grizelle berhambur keluar dari mobil dengan berlari. Dan langsung masuk ke rumah Devan memanggil ketiga kakaknya itu yang kebetulan tengah di lantai bawah.


"Icelle, ya ampun Icelle datang,"


"Eh sudah bisa bicara jelas saat mengucap R," Auristella juga menyadari kalau Grizelle sudah sempurna dalam bicara.


"Iya, aku sudah bisa,"


"Yeayy Icelle hebat,"Adrian bertepuk tangan memuji adik sepupunya.


"Aku bawa siapa coba tebak?"


"Aunty Jane dan Uncle Richard,"


Grizelle merengut, kemapa mereka bisa tahu?ketika Ia menoleh ke belakang rupanya Jane dan Richard sudah berada di belakangnya.


"Uncle, akhirnya datang," Adrian dan kedua saudaranya memeluk Richard.


Devan dan lovi terkejut jufa mendapati kehadiran Richard. "Datang tanpa memberi tahu? heh?" tanya Devan setelah melepas pelukannya pada Richard. Lovi pun memeluk lelaki itu yang sudah cukup lama tidak bertemu.


"Dia kelihatan berbeda ya, Lov?"


"Karena tidak ada Vanilla," sahut Lovi menatap jahil pada Richard. Mereka menyuruh Richard makan dulu tapi Richard menggeleng dan mengatakan tuhuannya datang ke sini.


"Aku ingin mengajak mereka bertiga pergi. Boleh ya?"


"Bukankah kamu lelah? istirahat saja dulu di sini. Oh dimana bawaanmu, Richard?" tanya Lovi yang tak melihat Richard membawa apapun.

__ADS_1


"Sudah di kamar Jane yang ada di rumah Vanilla,"


"Oh jadi mau menginap di sana?"


"Ya, tadinya ingin di hotel saja. Tapi karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu Jane jadi aku ke rumah Vanilla dulu dan sampai sana barangku langsung ditahan," kekehnya mengingat Jhivo yan tadi langsung menyuruh Ariella mengambil barangnya dan diletakkan di kamar Jane.


"Ayo, Uncle. Aku sudah siap pergi ini,"


Adrian tidak mau mengganti bajunya yang saat ini tepat juga dikenakan untuk pergi.


"Okay, kami pergi dulu. Anak kalian aman," ucap Richard pada kedua orangtua triple A.


"Ya, kalian hati-hati,"


*******


Seperti apa yang dikatakan Grizelle tadi bahwa rencananya ia dan Jane akan keluar untuk makan. Kini rencana itu diwujudkan oleh Richard dengan mengajak serta triple A tentunya.


Jane dan Richard membebaskan anak-anak itu untuk memilih restoran tapi mereka malah mempersilahkan Richard dan Jane saja yang memilih.


Akhirnya mereka makan di restoran steak. Mereka datang dan langsung memesan apa yang diinginkan.


"Aku senang bisa pergi dengan Uncle dan Aunty. Jadi Aunty tidak sedih lagi karena Uncle sudah datang," kata Grizelle seraya menunggu.


Richard tersenyum menatap Jane yang kelihatan malu ketika Grizelle bicara seperti itu.


"Aku tidak menyangka kalau hari ini Uncle datang,"


"Iya, aku pikir masih lama,"


"Ternyata sekarang,"


Triple bersahutan dan diakhiri dengan Andrean yang menatap Unclenya sesaat. Kemudian Ia bertanya, "Bagaimana perjalanannya, Uncle?"


"Berjalan lancar. Sengaja Uncle tidak memberitahu siapapun. Biar menjadi kejutan,"


"Uncle, adikku perempuan. Terus, aku juga sudah bisa bicara R dengan jelas," Grizelle bercerita antusias pada Unclenya.


"Ya, kamu sudah cerita tentang adikmu," 


"Oh ya? aku lupa," Grizelle menepuk pelan keningnya seraya tersenyum lebar.


Makanan yang mereka pesan datang, dan mereka langsung makan dengan lahap. Sepertinya memang sama-sama lapar.


"Aunty akan kembali dengan Uncle ya?" tanya Adrian disela kegiatannya mengisi perut.


"Ya, Sayang," Jane menjawab dengan yakin. Ia akan kembali ke sana dan berharap tidak mendapat rasa sakit lagi.


Richard yang mendengarnya merasa senang sekali. Kedatangannya ke sini tidak sia-sia.


"Aku doakan Aunty dan Uncle cepat tinggal di sini lagi,"

__ADS_1


"Dan semoga sehat selalu, bahagia selalu," Grizelle menambahkan apa yang dikatakan Auristella.


__ADS_2