Nillaku

Nillaku
Nillaku 237 Ingin minta buaya


__ADS_3

Thanatan tak bisa berkata apapun. Ia hanya mampu tersenyum, merasa tersudut ketika Raihan begitu melindungi Grizelle hingga tak ingin sedikitpun membuat cucunya sedih.


Benar apa yang diucapkan Jhico ketika di rumahnya. Grizelle sudah bahagia hanya dengan Raihan. Raihan sudah menyayangi dan mencintainya begitu besar hingga pasti dilimpahi kebahagiaan. Tapi kenapa Grizelle masih berharap kasih sayang dan perhatian darinya? Sampai Ia berkata yakin bahwa Ia bahagia kalau punya dua kakek.


"Aku pergi dulu," pamitnya pada Raihan yang tersenyum mengangguk. Thanatan melangkah menjauh dari Raihan yang baru saja terang-terangan menegurnya yang telah membuat Grizelle sedih dan kecewa.


"Hari ini Grizelle terlihat senang sekali karena tidak hanya aku, tapi Thanatan pun datang. Raut wajah Grizelle berbeda sekali dengan saat dimana Thanatan tak jadi datang untuk makan siang bersama," gumam Raihan. Kalau Grizelle senang, maka Ia pun demikian. Hidupnya saat ini hanya berporos pada keluarga. Apapun yang dirasakan keluarganya yaitu istri, anak, dan cucunya, maka Ia pun akan turut merasakan.


*****


Vanilla menghembuskan napas lelah berkeliling di pusat perbelanjaan di tengah-tengah Dubai.


Ia memutuskan untuk keluar dari sebuah butik dengan brand ternama di dunia kemudian bergegas menghabiskan waktu di cafe sembari menunggu Nein dan Joana yang juga sedang berbelanja.


Tak bosan mengetahui tentang anaknya, Vanilla melakukan panggilan video dengan Jhico. Dua kali Ia memanggil, namun belum ada respon dari Jhico.


"Mungkin Jhico sedang sibuk dengan Griz,"


Saat akan mematikan sambungannya yang tak kunjung mendapat jawaban, Ia tersenyum saat akhirnya wajah Jhico hadir di layar ponselnya.


"Hallo, Nillaku,"


Vanilla tersenyum, 'Nillaku' sampai saat ini masih menjadi panggilan favoritnya. Pipinya masih suka memerah ketika dengan terang-terangan Jhico mengakui kepemilikan atas dirinya.


"Hallo, Jhi. Griz dimana?"


"Mumu, aku di sini," sahutan Grizelle terdengar namun wajahnya tak mucul.


"Pupu dulu yang bicara dengan Mumu," ujar Jhico pada putrinya yang tengah digantikan pakaian oleh Nada usai dibersihkan tubuhnya oleh sang Nenek, Rena.


"Aaaa aku juga mau. 'Kan aku anaknya Mumu,"


"Pupu suaminya Mumu," sahut Jhico tak ingin kalah.


Selama pergi, Vanilla selalu menanyakan Grizelle dan bicara dengan Grizelle. Tidak salah, hanya saja boleh lah kali ini Ia yang bicara. Ia merindukan perempuan yang menjadi Ibu dari anaknya itu.


"Kamu ada dimana sekarang?"


"Habis keliling. Sekarang di cafe,"


"Oh sendiri? Nein dan Joana dimana?"


"Mereka masih belanja,"


"Kamu tidak belanja?"


"Tidak perlu ditanya," ungkapnya seraya tertawa kemudian melanjutkan, "Aku sudah belanja."


"Untuk Griz, kamu, dan aku,"


"Woaahh aku akan dapat sesuatu,"

__ADS_1


"Erghh anak ini dengar saja," dengus Jhico melirik putrinya yang lagi-lagi masuk dalam pembicaraan.


"Aku punya telinga, Pupu. Jadi pasti aku dengal (dengar),"


Vanilla terkekeh mendengar perdebatan kecil Jhico dan Grizelle.


"Jadi sekarang Grizelle hanya dengan Grandma dan Nada?"


"Iya, Glanma masa tidak mau pulang, Mu. Mau di sini telus (terus) dengan aku,"


"Bukankah bagus? Griz jadi ada temannya, tidak hanya dengan Pupu saja,"


"Tapi 'kan kasihan Glandpa di lumah(rumah). Pasti kesepian,"


Rena tertawa menanggapi ucapan cucunya. Sebelumnya senang sekali saat tahu Ia akan menginap di rumah sakit. Tapi tak lama kemudian Ia tak setuju karena ingat kakeknya akan sendirian di rumah.


"Grandpa itu bukan anak kecil, jadi tidak perlu ditemani. Lagipula di rumah Grandpa tidak akan kesepian. Sebab ada hewan-hewan peliharaan yang siap menemaninya," ujar Rena.


Belum lama memang Raihan punya hewan yang dipeliharanya. Kucing dan ikan. Keduanya bisa menyita waktu Raihan cukup lama jika kebetulan Raihan sedang berada di rumah.


"Nanti aku mau minta buaya pada Glandpa,"


"Ihh Griz," terdengar suara Vanilla yang kaget mendengar permintaan putrinya.


"Masa perempuan minta buaya," cecar Rena tak setuju.


"Pasti Glandpa menuluti (menuruti) permintaan aku. Hanya buaya,"


Bahkan Nada tak habis pikir dengan anak itu. Disaat Ia bisa meminta hal lain yang lebih wajar, Grizelle malah minta buaya pada kakeknya.


"Atau nanti singa putih. Lucu, sepelti (seperti) boneka,"


Vanilla terbahak mendengarnya. Sejak kapan Grizelle suka dengan hewan-hewan buas semacam itu. Selama ini Ia lekat sekali dengan dunia perempuan. Makeup, boneka, dan segala macam tentang perempuan rata-rata disukai Grizelle. Dan entah mengapa sekarang malah hewan-hewan semacam itu.


"Woahh akan Grandma marahi Grandpa kamu itu kalau dia menuruti keinginanmu,"


"Pasti Glandpa tuluti(tururti). Pelcaya (percaya) padaku,"


"Lalu kamu pelihara di rumah kita, Griz?" tanya Jhico yang penasaran dengan niat putrinya bila memang benar keinginannya itu dipenuhi oleh Raihan.


"Tidak, Pupu. Nanti tidak telulus (terurus) kalau hewannya denganku. Aku tinggal saja hewannya di lumah Glandpa (rumah Grandpa) 'kan di sana ada olang (orang) yang ditugaskan Glandpa untuk ulus (urus) hewan,"


"Jangan, Griz. Grandpa bisa-bisa tidak pernah masuk rumah lagi kalau dia punya hewan peliharaan baru. Dia itu hobi menonton hewan peliharaannya bahkan sampai berjam-jam,"


Grizelle terkekeh geli mendengar neneknya yang seperti mengeluh. Terang saja Rena kesal karena memang sejak memiliki hewan peliharaan Raihan jadi punya kesibukan lain bila tidak kerja.


"Oh jadi ****** (jarang) beduaan dengan Glandma ya?"


Grizelle tertawa puas usai menggoda Neneknya yang kini tersenyum seperti sedang salah tingkah.


Jhico menyerahkan ponselnya agar Grizelle bicara saja dengan Mumunya daripada Ia menggoda neneknya tidak karuan.

__ADS_1


"Jangan membuat Nenek tersipu. Nanti nenek tidak mau temani kamu lagi,"


"Tidak mungkin lah, Mumu. Glandma sayang sekali padaku. Iya 'kan Glandma?"


Rena langsung mengangguk. Bagaimana pun pintarnya Grizelle menggodanya hingga membuatnya tersipu malu, tapi rasa sayangnya tidak akan berubah.


"Aduh Glandma sama saja dengan Mumu kalau habis dengal (dengar) Pupu bicara manis, Pasti Mumu senyum-senyum,"


"Astaga," Vanilla berucap sambil menggaruk pelipisnya. Sayang ia tak ada di samping Grizelle sekarang ini. Kalau tidak, sudah dipastikan Ia akan menggelitiki Grizelle sampai anak itu tak berkutik.


"Kamu sepertinya sudah sepenuhnya sembuh ya, Griz. Karena kamu sudah berani menggoda Mumu,"


Grizelle terkikik menutup mulutnya. Nada bahkan tak henti terkekeh juga melihat Grizelle yang pintar sekali membuat nenek dan Ibunya mati kutu ketika dijadikan bulan-bulanan.


"Awas, nanti Mumu pulang, akan ada pembalasam untukmu,"


"Okay, Mu. Aku tunggu ya,"


Jhico mengacak lembut rambut putrinya yang kini nampak menantang Ibunya dengan gaya seperti orang dewasa, menaik turunkan alisnya kemudian tersenyum miring. Bukannya terlihat menyebalkan, malah menggemaskan. Karena Grizelle jarang sekali memasang tampang menyebalkan seperti itu.


"Kamu diajari siapa seperti itu?"


"Ian kalau menantangku begitu, Mu,"


"Oh Adrian," Vanilla mengangguk-angguk.


"Tidak heran," sambung Rena yang tahu betul bagaimana cucu keduanya itu. Memang sudah menjadi kebiasannya membuat orang kesal bahkan hanya dengan raut wajah saja.


"Mumu besok beltemu (bertemu) Aunty Lovi ya? beli(beri) tahu aku kalau sudah ketemu ya, Mu. Aku mau bicala (bicara),"


"Bicara apa?"


"Mau tanya Ian, Ean, dan Aulis,"


"Okay, nanti Mumu telepon Griz ya,"


"Iya, Mu. Jangan lupa ya,"


"Kalau mau bicara dengan mereka bertiga, sekarang saja. Grandma yang telepon ke Uncle Devan. Semoga mereka jawab panggilannya ya,"


Melihat perbedaan waktu antara tempat mereka sekarang dengan tempat Devan serta ketiga anaknya, Rena khawatir mereka masih istirahat.


"Iya, aku mau,"


"Mumu, aku sudahi dulu ya. Nanti kita bicala (bicara) lagi. Bye, Mumu,"


Sudah rindu sekali dengan ketiga kakak sepupunya, Grizelle langsung mengangguk antusias ketika Rena menawarkan dirinya agar bisa bicara dengan mereka melalui sambungan telepon.


-----


Selamat hari minggu untuk semua pembacaku. Siapa yg liburannya di rumah aja? siapa yg liburannya pergi? coba komen di bawah👇 btw, aku double up yaa. ADDICTED juga udh aku up✔Silahkan mampir ke sana. Papaaayy🙌

__ADS_1


__ADS_2