
Grizelle dengan wajah suntuknya menghampiri Bibi yang tengah mengemil dengan Nada dan Ariella. Ia baru saja bangun tidur dan Ia tak mendapati siapapun di kamar kedua orangtuanya dimana Ia tidur tadi.
"Bibi, Mumu dan Pupu kemana ya? kenapa tidak ada?"
"Oh sayang sudah bangun ternyata. Pupu menemani Mumu yoga,"
"Hmmm begitu,"
"Griz mau apa? sarapan ya?" Nada langsung menghampiri Grizelle dan menawari anak itu untuk sarapan.
"Iya, aku mau serrleal (sereal),"
Grizelle duduk, Ia tak memakan masakan Mumunya dulu sebab belum ingin. Maka minta dibuatkan sereal yang memang sering dijadikan menu sarapan Grizelle.
Ia makan dengan tenang dan pelan-pelan. Jujur Ia masih ingin tidur tapi entah kenapa malah terbangun dan langsung turun dari tempat tidur begitu tidak mendapati keberadaan Mumu dan Pupunya yang seharusnya hari libur ada di rumah.
"Mumu dan Pupu sudah lama perrlginya (perginya)?" Ia bertanya pada Nada yang menemani Ia makan.
"Ya, lumayan. Sengaja Griz tidak dibangunkan karena hari libur,"
"Iya, dan nanti Keyfa akan datang ke sini,"
"Habis ini Griz mandi jadi ketika Keyfa datang, Griz bisa langsung bermain,"
"Iya, Nada,"
Tok
Tok
Tok
"Permisi,"
Terdengar suara ketika yang diciptakan dari mulut. Grizelle dengan mata yang masih sedikit mengantuk langsung membulat begitu melihat Adrian.
"Ian, kenapa datang? Aurrlis dan Ean dimana?"
"Oh jadi aku tidak boleh datang?"
"Boleh!"
Auristella dan Andrean datang juga. Grizelle langsung memanggil sahabat sejatinya dalam hubungan tali persaudaraan.
"Icelle lagi makan ternyata,"
"Iya, aku belum mandi juga," kata Grizelle seraya menutup wajahnya malu. Adrian langsung meledeknya.
"Pantas aroma tidak sedap sampai keluar rumah,"
"Hei tidak ya! kamu kalau bicarrla sembarrlangan (bicara sembarangan),"seru Grizelle marah. Ia tidak terima ketika mendengar penuturan Adrian.
Adrian langsung tertawa melihat kekesalan sepupunya. "Bercanda. Kamu tetap harum, seharum pewangi ruangan,"
Kali ini Grizelle yang tertawa. Itu berlebihan! kenapa aromanya sampai disamakan dengan pengharum ruangan?
__ADS_1
"Ya sudah, habiskan serealnya. Setelah itu mandi, Icelle," kata Auristella yang diangguki patuh oleh Grizelle.
Ketiga saudaranya duduk berdekatan dengannya di meja makan.
"Sudah sarapan?" tanya Nada pada ketiganya yang langsung mengangguk.
"Sudah, Nada,"
"Nanti Keyfa juga akan datang mau berrlmain (bermain) denganku,"
"Oh ya? berarti kita bisa main bersama," Auristella semakin senang karena tak hanya mereka berempat saja yang bermain.
Grizelle berhasil menghabiskan sarapannya, kemudian Ia segera beranjak ke kamar untuk mandi diantar Nada.
"Eh Aunty dan Uncle kemana ya? rumahnya sepi,"
"Rumah ini tidak seramai rumah kita," ujar Andrean yang membuat Adrian dan Auristella tertawa. Memang benar penuturan Andrean. Seramai-ramainya rumah Grizelle tidak akan seramai rumah mereka.
****
Raihan datang ke kantor putranya hari ini. Dan kedatangannya tentu membuat Devan terkejut sekaligus senang.
"Pa, akhirnya datang juga ke kantorku setelah sekian lama," kata Devan seraya terkekeh pelan ketika menyambut kedatangan sang ayah.
"Papa ke sini mau menyerahkan ini,"
Raihan memberikan dua file bag ke hadapan Devan yang langsung mengerinyit menatap yang ada di ataa mejanya.
"Apa ini, Pa?" tanya Devan seraya mengambilnya dari atas meja unruk melihat apa yang sebnarnya diserahkan sang ayah.
"Ya ampun, Pa. Ini terlalu berlebihan,"
"Tidak ada yang berlebihan untuk cucuku,"
"Andrean Adrian saja belum mengerti tentang ini,"
"Ya, bukan untuk sekarang tapi masa depan mereka. Papa pergi dulu ya. Ada meeting setelah dari sini,"
Raihan datang hanya ingin memberikan itu saja setelahnya Ia pamit undur diri.
"Pa, terimakasih sekali. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana membalas kebaikan Papa,"
Raihan tersenyum mengangguk. "Iya, sama-sama. Papa pergi ya,"
"Iya, Pa. Hati-hati,"
Devan menatap terharu punggung Papanya yang sudah menjauh. Bisa seriyal ini ayahnya pada anak keturunan. Memang benar apa yang Ia katakan kalau semua yang punya akan berujung pada cucu-cucunya. Raihan membuktikan itu. Sudah seberapa banyak yang ia berikan untuk empat cucunya, entah Devan tidak bisa menghitung.
******
"Ayo Keyfa. Kita bermain. Jangan sungkan ya. Kamu sudah kenal dengan tiga sepupuku ini 'kan?"
Keyfa terang mengangguk tapi Ia jarang bertemu maka Ia sedikit canggung ketika mendapati triple A di kediaman Grizelle juga.
"Iya, Keyfa. Tidak usah takut dengan kita. Aku tidak menggigit atau mencakar. Kamu tenang saja," kata Adrian pada Keyfa agar suasana diantara mereka semakin mencair.
__ADS_1
"Kecuali kalau kamu nakal dengan kita, barulah aku cakar,"
Auristella melotot pada Adrian. Keyfa akan takit mendengar penuturan Adrian nantinya.
Adrian terkekeh lebar, "Aku bercanda," Tentu Ia tidak serius. Perlu diingat, Ia bukan singa.
*****
Vanilla dan Jhico memang datang terlalu cepat. Maka baru saat ini Vanilla akan memulai yoga.
Sebelum memulai, Vanilla menyempatkan waktu untuk menghubungi Nada. Tadi saat di perjalanan Ia sempat menghubungi untuk menanyakan Grizelle apakah sudah bangun atau belum.
"Hallo, Nada,"
"Iya, Nona. Grizelle sudah bangun, sudah sarapan, dan mandi,"
"Okay, terimakasih, Nada," Vanilla senang mendapat laporan dari Nada.
"Oh iya, Nona. Ada triple A di sini, Keyfa juga sudah datang. Sekarang mereka sedang bermain,"
"Oh ada triple A datang?"
"Iya, Nona. Mereka datang saat Grizelle sedang sarapan,"
"Ya sudah, terimakasi, Nada,"
"Sama-sama, Nona,"
Vanilla akan memasuki ruangannya untuk yoga. Tapi Ia mengabarkan dulu pada suaminya, "Icelle sudah bangun. Triple A dan Keyfa datang ke rumah dan sekarang mereka sedang bermain,"
Jhico mengangguk pelan. Ia sudah tenang kalau sudah tahu kabar anaknya. Sekarang Ia mengajak istrinya masuk ke dalam ruangan.
****
"Haaaa Keyfa, aku ingin pakaiĀ itu,"
Grizelle menunjuk sisir untuk barbienya yang kini tengah dikuasai Keyfa.
"Iya sebentar,"
Grizelle mendengkus, bibirnya sudah melengkung ke dalam. Ia yang lebih dulu meraih sisir itu tapi malah dirampas oleh Keyfa.
"Sudah jangan lama-lama,"
"Iya, sebentar,"
"Keyfa, aku hitung-hitung sebentar katamu itu sudah lama. Berikan pada Icelle," Adrian berhasil membuat Keyfa akhirnya berhenti menyisir rambut barbie yang sebnarnya sudah tertata cantik.
Grizelle langsung menerima sisir itu dan menyisir rambut barbienya.
"Lagipula itu sisirnya banyak," Adrian menunjuk sisir barbie punya Grizelle yang tidak hanya satu.
"Makanya jangan bermain barbie. Robot,"
Adrian menunjuk robot yang sedang Ia rakit. Andrean juga serius merakit robot yang mereka bawa dari rumah. Memang sudah niat akan bermain dir rumah Grizelle. Tapi berhubung Grizelle anak perempuan tentu tidak memiliki mainan laki-laki atau kalaipun ada belum tentu sesuai dengan keinginan mereka, maka mereka membawa mainan sendiri dari rumah. Kecuali Auristella yang memang mengandalkan mainan Grizelle. Sebab mainannya di rumah sudah membuat Ia bosan.
__ADS_1