
Grizelle tak hanya berenang dengan teman-temannya. Ia juga berani naik ke wahana waterpark yang tingginya cukup membuat Karina ketakutan dan langsung melarang Grizelle.
Tapi Grizelle tetaplah anak kecil yang terkadang malah suka dengan tantangan. Karina sampai heran dengan Grizelle yang nyalinya besar.
"Sudah, aku lelah. Mau makan, lapar,"
Grizelle naik ke tepian kolam. Kemudian Ia menghampiri neneknya. Temannya pun mengikuti. Karena mereka pun lelah.
"Nay-Nay aku laparll (lapar),"
"Ayo, makan,"
Karina mengajak Grizelle mengambil makanan yang telah disiapkan catering resort.
Kemudian Grizelle duduk di kursi panjang berpayung di tepi kolam. Ia duduk meluruskan kaki dengan makanan di atas pangkuannya.
"Nay-Nay suapi?"
"Aku makan sendrrli (sendiri) saja,"
"Baiklah,"
"Aku mau sambil telepon Mumu. Boleh, Nay-Nay?"
"Boleh, Sayang,"
Karina menyambungkan panggilan video pada Vanilla. Dipanggilan pertama langsung mendapat jawaban.
Vanilla tersenyum lebar melihat wajah anaknya. Apalagi mendengar Grizelle yang menyapanya "Mumu."
"Sayang, bagaimana berliburnya?"
"Senang, Mu. Aku banyak teman di sini. Tapi sekarrlang(sekarang) temanku sedang makan semua,"
Mengikuti jejak Grizelle, Daviska, Theresita, Shein, Grace, dan Novel juga makan ditemani dengan nenek dan kakek mereka yang ikut.
"Griz juga makan sekarang?"
"Iya, ini makananku,"
Grizelle menyorot makanan miliknya agar Vanilla melihat.
"Makan nya dijaga ya. Jangan karena tidak ada Mumu, jadi bisa bebas,"
"Iya, Mumu. Aman,"
"Ya sudah, Griz makan dulu,"
"Mumu sedang apa sih?"
"Ya santai-santai saja,"
"Huh, coba Mumu bisa menyusul ke sini,"
"Itu liburannya untuk nenek dan cucunya, Griz,"
"Iya, tapi ada juga kakek yang datang. Sayangnya, Kakek ku tidak bisa datang,"
"Nanti kita ajak Kakek lain kali ya, Nay-Nay?"
Karina mengangguk dan membatin, "Iya. Kalau dia mau, Griz. Kakekmu itu susah diajak berlibur."
"Mumu, aku makan dulu ya. Oh iya, Pupu dimana?"
"Belum pulang. Tadi habis mengantar Griz ke rumah Nay-Nay, Pupu langsung kerja terus belum pulang sampai sekarang. Mungkin sebentar lagi, karena ini sudah sore. Griz istirahat yang cukup ya. Liburannya masih sampai besok, jadi energinya di simpan dulu,"
"Okay, Mumu. Bye, jangan rrlindu (rindu) denganku ya,"
__ADS_1
Vanilla terkekeh sebelum suaranya menghilang karena panggilan berakhir.
Grizelle melanjutkan makannya. "Nay-Nay kenapa tidak makan?"
"Nay-Nay belum lapar,"
Grizelle mengangguk dengan mulut yang bergerak mengunyah makanan.
"Nanti boleh berenang lagi, Nay-Nay?"
"Sudah ya, Sayang? sekarang sudah sore,"
Tanpa membantah, Grizelle mengangguk. "Griz baru habis sakit. Takutnya nanti sakit lagi kalau terlalu lama berenang,"
"Iya, aku tidak mau sakit lagi. Kasihan Mumu dan Pupu mengerrlusi (mengurusi) aku,"
Grizelle menyudahi makannya kemudian segera beranjak ke kamar untuk membersihkan tubuh.
"Errllghh dingin," Ia bergetar begitu tubuhnya disiram air oleh Karina.
"Dingin 'kan? tadi mau lanjut berenang lagi," Karina terkekeh. Usai dibasuh dengan air, Ia menuang shampo di atas rambut Grizelle. Kemudian di pijatnya pelan kepala Grizelle. Setelahnya, Ia menyabuni badan mungil cucu perempuannya itu.
Tidak lama-lama, Karina langsung membalut tubuh Grizelle dengan bathrobe. Kemudian keluar dari kamar mandi.
"Huwaa dingin,"
Ia masih merasa kedinginan. Grizelle menghentak dirinya ke ranjang.
"Oh iya, nanti tempat tidurrl (tidur) nya jadi basah,"
Cepat-cepat Ia beranjak dari ranjang. Ketika sadar Ia baru habis mandi.
"Mumu bisa marrlah (marah) kalau aku begitu di rrlumah (rumah)," ujar anak itu seraya menunggu Karina mengambilkan pakaian miliknya.
"Memang mumu pernah marah?"
"Marrlah (marah) kalau aku nakal, Nay-Nay,"
"Hmm..."
Anak itu nampak berpikir sebelum menjawab. "Dua-duanya akan marah kalau aku salah," pungkasnya tak ingin menyebut salah satu. Karena memang Ia akan mendapat teguran, lebih tepatnya, jika Ia salah atau sulit diberi tahu.
"Griz 'kan anak baik. Nay-Nay kira tidak pernah dimarahi,"
"Kalau tidak dimarrlahi (dimarahi), berralti (berarti) tidak disayang,"
Karina membawa satu stel pakaian untuk Grizelle. Kemudian memakaikan anak itu baju.
"Aku pakai sendrrli (sendiri) saja,"
"Memang kenapa kalau Nay-Nay yang pakaikan?"
"Aku malu,"
Karina terkekeh menatap cucunya yang kini mengambil alih pakaiannya.
"Padahal tadi mandi dengan Nay-Nay,"
Grizelle terkikik menunjukkan gigi-giginya yang tersusun rapi. "Iya juga ya," gumamnya.
"Tapi aku mau pakai sendrrli (sendiri) saja, Nay-Nay,"
Karina mengangguk. Kemudian duduk melihat cucunya sampai selesai berpakaian.
Ia bersama Grizelle jadi lebih suka menjadi pengamat. Hatinya senang melihat anak itu melakukan apapun. Bila di rumah yang Ia lihat hanya pekerjaannya. Tapi kali ini, Ia bisa melihat bagaimana Grizelle seutuhnya. Ia ternyata sudah bisa mengenakan pakaiannya sendiri. Tak seratus persen apa-apa dibantu orang lain.
"Sudah, sekarrlang (sekarang) kita ngapain ya, Nay-Nay?"
__ADS_1
"Istirahat saja,"
"Nay-Nay lelah ya?"
Tadinya Grizelle mau keluar menemui teman-temannya lagi untuk kembali bermain. Tapi Ia melihat Karina yang sepertinya enggan keluar dari kamar, maka Ia bertanya.
"Tidak juga,"
Grizelle bergabung dengan neneknya di atas ranjang. Ia mengambil remote televisi dan menghidupkan benda datar berukuran besar di hadapannya.
"Biasanya Kakek jam segini masih belum pulang ya, Nay-Nay?"
"Belum, Kakek pulangnya malam,"
"Oh jam berapa?"
"Tidak pasti. Terkadang jam sembilan, bisa juga sampai jam dua belas. Tapi nanti sampai rumah masih bekerja. Aneh ya? seperti tidak ada rasa lelah,"
"Ya ampun, kasihan Kakek ya,"
Karina terkekeh pelan, mengusap kepala Grizelle yang berbaring di sampingnya, sementara Ia bersandar pada headborad.
"Grlandpa juga," ujar Grizelle.
"Sampai tua masih kerrlja kerrlas (kerja keras)," tambahnya.
"Griz, menurutmu, nanti adikmu laki-laki atau perempuan?"
"Hmm..."
Grizelle mengubah posisinya menjadi berbaring ke miring menghadap Karina.
"Aku tidak bisa menebak, Nay-Nay,"
"Kamu inginnya punya adik laki-laki atau perempuan?"
"Laki-laki,"
"Kenapa?"
"Supaya anaknya Mumu dan Pupu ada laki-laki dan perrlempuan (perempuan) jadi cuma aku saja prrlinces (princess) nya Pupu. Tapi, kalau Tuhan berrli (beri) perrlempuan (perempuan), tidak masalah. Aku akan menerima laki-laki ataupun perllempuan (perempuan). Aku senang punya adik,"
"Sudah lama ingin punya adik?"
"Hmm..iya, seperrltinya (sepertinya). Tapi aku itu sempat sedih, Nay-Nay saat tahu akan punya adik, aku pikirrl (pikir) nanti Mumu dan Pupu tidak sayang aku lagi. Tapi setelah adik perrlgi (pergi) aku jadi sedih, kehilangan. Dan aku berrlubah (berubah) pikiran. Aku mau punya adik, yang banyak juga tidak apa,"
Karina mendengar seksama cerita cucunya yang ternyata tidak semudah iu menerima berita tentang kehamilan Mumunya. Tapi setelah kehilangan, barulah ia berubah pikiran. Ia merasa sedih karena kehilangan. Ia salut dengan Grizelle yang dengan cepat mengerti. Bahkan bisa menguatkan Vanilla yang saat itu terpukul karena kandungannya keguguran.
"Kalau sekarang, tidak berpikir akan kehilangan kasih sayang Pupu dan Mumu lagi 'kan?"
"Tidak, aku yakin akan tetap disayang. Mumu dan Pupu selalu berrlkata (berkata) seperrlti (seperti) itu padaku,"
Karina memeluk Grizelle dan mencium pipinya berulang kali. "Hmm harum ya," gumamnya menghidu Grizelle.
"Kalau Nay-Nay, senang tidak?"
"Senang lah. Nay-Nay punya cucu lagi,"
"Tapi Nay-Nay tetap sayang aku 'kan?"
"Tentu, Sayang,"
"Terrlus (terus) kalau Kakek, tetap sayang aku juga tidak ya?"
Karina tersenyum, memang sudah menduga akan mendapat pertanyaan seperti itu dari Grizelle. Cucu dalam pelukannya ini memang butuh ungkapan langsung bahwa Ia akan tetap disayang oleh siapapun meskipun nanti memiliki adik.
------
__ADS_1
Ellooo selamat pagi. Hari minggu nih. Kalian tim apa? yg di rumah aja atau yg jalan-jalan keluar? komen di bawah yaa👇Like, komen, vote jgn lupa yaa. Makasih untk semua dukungan kalian🙏Sehat-sehat trs ya. Papaaaay🙌