
"Aku tidak mengizinkan kamu menjadi brand ambasador dari brand itu. Kerja sama dengan Deni saja sudah membuat kamu sibuk. Apalagi kalau ditambah dengan kontrak itu,"
"Jhi, aku mohon. Aku ingin sekali menjadi---"
"Tidak, Nilla. Kamu meminta persetujuan dari aku 'kan? bukan memaksa aku. Kalau aku tidak setuju, kamu harus terima itu karena aku berhak menentukan semuanya,"
"Kontrak dengan bisnis clothing milik Deni sebentar lagi selesai. Aku ingin menjadi brand ambasador dari produk lain,"
Vanilla berusaha membuat Jhico menyerah. Ia ingin Jhico memberikan persetujuan sebelum Ia menanda tangani kontrak dari salah satu brand sepatu itu.
"Menjadi brand ambasador dari beauty shoes tidak mudah. Aku bukan hanya bersaing dengan model-model lain yang tidak kalah mumpuni tapi juga dari kalangan selebriti. Ini keinginanku dari dulu sebenarnya, karena aku juga pengguna setia brand ini,"
Jhico menghembuskan napas kesal. Ia bertolak pinggang menatap Vanilla yang masih setia duduk di depan cermin.
Tak lama kemudian, Vanilla berdiri karena ia sudah selesai menggunakan beberapa jenis produk untuk merawat wajahnya. Ia memeluk Jhico sebagai bentuk rayuan.
"Jhi---"
Jhico melepaskan pelukan mereka lalu mengangkat kedua tangannya. "Terserah, kalau kamu tetap keras kepala, aku tidak bisa lagi melakukan apapun. Yang jelas, aku tidak suka bila waktu kamu bersama Griz semakin berkurang,"
"Ini bukan pekerjaan yang menyibukkan aku setiap hari,"
"Tapi kontrak itu tetap mengikat kamu, Nilla."
"Jhico, please."
Jhico memilih untuk membaringkan dirinya di ranjang, tak mengacuhkan Vanilla yang belum juga berhenti berusaha membujuk.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin memberikan apa yang seharusnya Grizelle terima dari aku,"
"Caranya? menurutku, hanya dengan kamu mengurangi kesibukan kamu,"
"Jhi, aku---"
Kriieet
Vanilla menoleh saat pintu kamar yang belum Ia kunci tiba-tiba saja didorong oleh Grizelle.
"Pu, Mu, aku tidak bisa tidul (tidur)," ujar anak yang mengenakan pajamas nya berwarna biru dan sandal kamar yang berwarna senada.
"Mumu temani,"
"Aku boleh tidul di sini?"
"Boleh, Sayang." sahut Jhico dengan cepat. Ia langsung mempersilahkan anaknya untuk naik ke atas ranjang.
Vanilla menatap suaminya sekilas. Padahal pembicaraan antara Ia dan Jhico belum selesai. Kalau ada Grizelle ditengah-tengah mereka, sudah pasti Vanilla harus menghentikan pembicaraan nya dengan Jhico.
Grizelle segera mendekat dan meminta kehangatan dari pelukan Jhico. Vanilla mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur.
Kemudian perempuan itu bergabung dengan anak dan suaminya. "Pupu dan Mumu tadi mau betengkal (bertengkar) ya?"
"Hah? tidak, Griz."
"Tapi nada bicala (bicara) Mumu tadi tidak biasanya,"
Vanilla segera menggeleng dan meminta agar Grizelle memeluknya. Grizelle mendengar nada bicaranya yang terakhir sepertinya. Ia memang akan meluapkan kekesalannya pada Jhico yang Ingin Ia berhenti menjadi seorang model. Vanilla merangkum wajah anaknya, lalu mencium kening sang putri. "Mumu sangat menyayangi Griz,"
"I love you, Mu. Good night,"
*******
Seperti yang dikatakan Vanilla kemarin, hari ini Grizelle akan ikut bersama nya untuk menghadiri fashion show yang diadakan oleh agency yang menaungi nya dan fashion show itu hanya diisi oleh model-model junior.
Vanilla menjemput anaknya di sekolah. Grizelle semangat sekali keluar dari kelasnya karena Ia akan menghabiskan waktu bersama Mumu nya setelah ini.
"Pupu tidak ikut ya?"
__ADS_1
"Pupu tidak bisa diganggu, Sayang."
"Okay, kita hanya beldua (berdua),"
Vanilla tidak membawa suster yang biasa membantunya dalam mengasuh Grizelle. Karena Ia pun hanya ingin berdua dengan anaknya.
Vanilla membuka tas bekal makanan milik anaknya di dalam mobil. "Kamu tidak menghabiskan makanan mu?"
"Sisa sedikit, kalena (karena) aku sudah kenyang sekali, Mu."
"Ini buahnya juga tidak dimakan,"
"Aku mau makan itu sekalang (sekarang),"
Vanilla segera memberikan beberapa potong apel pada buah hatinya. Lalu disantap langsung oleh Grizelle.
"Setelah dali (dari) acala (acara) itu, kita ke lumah (rumah) Glandpa ya, Mu?"
"Grandpa yang mana?"
"Glandpa Thanatan,"
"Sepertinya jangan dulu, Sayang. Nanti kamu kelelahan. Lain kali saja,"
Meskipun usia Grizelle sudah tiga tahun, namun sikap Thanatan masih belum terlalu menjamin kalau anaknya tidak merasa sedih ketika mengunjungi Thanatan. Grizelle kerap sekali merasa tak diacuhkan. Tapi hal itu tidak membuat Grizelle jera datang ke rumah kakeknya walaupun sambutan yang diberikan oleh Thanatan tidak sebaik Raihan.
Vanilla merasa hancur ketika anaknya yang meminta bermain bersama dengan Thanatan terkadang hanya dianggap angin lalu saja oleh Thanatan. Paling Karina yang berusaha menghapus kesedihan cucunya dengan mengajak Grizelle bermain.
Tidak ada yang berkuasa merubah sikap Thanatan. Melihat Thanatan senyum tipis pada Grizele saja sudah membuat Vanilla bersyukur. Setidaknya itu lebih baik daripada Grizelle benar-benar tidak dianggap ada.
"Glandpa Thanatan jalang (jarang) mau menemani aku belmain tidak sepelti Glandpa Lai (Rai) Kenapa ya, Mu?"
"Nanti kalau Griz punya saudara laki-laki pasti Grandpa berubah,"
"Kenapa begitu?"
"Kalau tidak punya saudala (saudara) laki-laki, altinya (artinya) tetap begitu, Mu?"
"Grandpa itu sayang dengan Griz. Tapi terkadang Griz lupa dengan kesibukan Grandpa Thanatan,"
"Tapi aku jalang (jarang) datang ke lumah (rumah) Glandpa Thanatan. Setiap aku mengajak belmain atau belcanda, Glandpa hanya telsenyum tipis saja," keluh anak itu. Vanilla tersenyum pedih mendengar curahan hati anaknya.
"Tapi terkadang Grandpa mau menemani Griz bermain 'kan? Grandpa sangat menyayangimu hanya saja terlalu dingin. Sebenarnya bukan hanya padamu saja tapi pada Pupu dan Mumu juga. Bukti bahwa Grandpa sangat menyayangimu adalah, saat kamu terjatuh, siapa yang panik sampai memarahi Pupu yang lambat mengobati luka mu?
"Iya, waktu itu Glandpa pelnah memalahi (memarahi) Pupu ya? aku ingin teltawa ketika melihatnya. Hahaha kasihan Pupu,"
******
"Wahh calon model datang juga,"
"Hai, Aunty."
Beberapa teman Vanilla yang kebetulan bertemu tatap dengan Vanilla pasti menyapa Grizelle. Mereka tahu siapa anak itu. Malaikat kecil yang dilahirkan tiga tahun lalu oleh seorang model yang semakin profesional saja setiap waktunya.
Vanilla membawa anaknya untuk duduk tepat di samping catwalk. "Aku ingin dipangku, Mumu."
Vanilla dengan senang hati menuruti keinginan anaknya. Ia duduk lalu meraih tubuh kecil anaknya ke atas pangkuan dan. mereka mulai memperhatikan model-model yang berjalan di atas catwalk.
"Mumu kenal dengan semuanya?"
"Tidak semuanya, hanya beberapa saja yang sudah pernah bertemu dengan Mumu saat agency mengadakan meeting,"
Tidak seperti kebanyakan anak seusianya, Grizelle tampak nyaman berada di suasana yang cukup ramai seperti saat ini. Ia tidak merengek ingin pulang. Ini bukan pertama kalinya Grizelle turut serta menghadiri fashion show, dan Ia selalu antusias.
*****
Vanilla sudah menduga kalau Ia dan Grizelle akan bertemu dengan Lovi di acara fashion itu. Lovi merupakan pemilik butik yang sudah mengeluarkan banyak karya dan hampir semua kalangan menyukai karya nya. Tidak jarang Lovi turut andil dalam pagelaran fashion show.
__ADS_1
Sama halnya dengan Vanilla, Lovi pun mengajak anak perempuan nya, Auristella. Grizelle senang sekali bertemu sepupunya. Tidak langsung pulang, setelah menghadiri acara fashion show, mereka memutuskan untuk makan bersama di sebuah restoran.
"Griz---"
"Icell, kamu halus memanggilku Icell, Bukan Gliz."
"Hmm okay, aku punya kuteks baru di rumah,"
"Kenapa kamu tidak membawanya ke sini?"
"Aku 'kan tidak tahu kalau kita akan bertemu. Kamu datang lah ke rumahku. Biar kita bisa pakai kuteks bersama,"
"Aku tidak mau dipakaikan kuteks olehmu kalena (karena) pasti akan belantakan (berantakan),"
Auristella mencubit pipi Grizelle dengan gemas. Hingga sepupunya itu berdecak kesal.
"Mu, belikan aku kuteks supaya aku tidak minta telus (terus) dengan Aulis,"
"Iya, ingatkan Mumu nanti,"
"Ah mumu selalu lupa. Aku sudah seling (sering) minta dibelikan kuteks tapi tidak dibelikan juga,"
Grizelle memang sedang gemar-gemarnya menggunakan kuteks semenjak Ia melihat banyaknya koleksi kuteks milik Auristella di kamarnya. Kuteks untuk anak kecil yang bisa dihapus menjadi barang yang paling disukai Auristella saat ini.
"Memang untuk apa sih pakai itu? kamu masih kecil,"
"Aulis (Auris) juga masih kecil, belum lima tahun,"
"Sebentar lagi aku ulang tahun yang ke lima. Datang ya,"
"Aku datang, dan kamu belikan (berikan) aku bebelapa (beberapa) koleksi kuteks ya?"
"Hih? yang ulang tahun siapa? seharusnya kamu yang memberikan aku sesuatu,"
"Kamu ingin kado apa?"
"Mobil,"
"HAH?!" suara Grizelle tidak bisa dikendalikan.
"Hahaha, wajahmu lucu, Icell."
Grizelle mendengus saat Auristella tertawa puas melihat wajah terkejutnya. Mereka sibuk berbicara berdua begitupun dengan Ibu mereka.
"Aku tidak punya uang," ujar anak itu dengan ekspresi cemberut.
"Minta pada Pupu atau Mumu,"
"Aku saja belum punya mobil, masa aku halus (harus) belikan kamu mobil?"
"Hmm kita sama, aku juga belum punya tapi kedua kakak ku sudah punya,"
"Untuk apa juga punya mobil? kamu sudah bisa mengendalainya? (mengendarainya) belum 'kan? hanya membuang uang saja,"
Auristella memang dari kecil sudah terlihat lebih boros, menurunkan sifat Devan, sama halnya dengan Adrian. Sementara Grizelle, sama seperti Jhico yang dari dulu sampai sekarang bisa memilah mana yang lebih pantas untuk dipentingkan. Beruntungnya Grizelle tidak seperti Vanilla pada saat masih gadis dulu.
"Aku minta hadiah ulang tahun berupa mobil. Nanti saat kamu ulang tahun, kamu minta apa?" tanya Auristella yang hari ini mengenakan gaun tanpa lengan berwarna putih, senada dengan warna gaun lengan panjang yang dikenakan Lovi.
"Minta pelhatian (perhatian) yang lebih saja dali (dari) Mumu," jawab Grizelle seraya melirik Vanilla yang kini sedang tertawa dengan Lovi, entah mereka sedang membicarakan apa. Bibir Grizelle tersenyum tipis, pasti Vanilla tidak mendengar permintaan nya tadi.
-------
Bab sebelumnya udh aku revisi yaa. Sebenernya Icell msh cadel R guyss, dia blm lancar bgt ngomongnya. Tadinya niat aku gk ush bikin yg versi cadelnya krn ribet kataku wkwk. Tp kayanya kalian bingung pas liat Icell ngomongnya udh lancar yudh aku buat versi cadelnya. Maaf yaa😭
Icell emg gk aku bwt gemes" bgt guyss mungkin nnti adek nya kali yaa, kl dia punya adek :D dia di sini dewasa bgt dr cara ngomong sampe pemikirannya jg, gk beda jauh dr Andrean tp kl Andrean kan pendiem bgt yak dan Icell gk kek gt. Sedewasa nya anak seumuran Icell, pasti lah ada manja nya jg. Jd kalian bakalan nemu manja nya Icell dan gemes nya Icell kok, tenang aja ;)
Ada yg rancu lg? kasih tau aku yaaa 😊
__ADS_1