Nillaku

Nillaku
Nillaku 227 Temani Kakek bekerja


__ADS_3

Grizelle benar-benar menemani Thanatan bekerja dan serius tidak mengganggu kakeknya sedikitpun.


Anak itu hanya diam memandang layar ponsel ayahnya yang menampilkan sosok sang kakek yang tengah bergelut dengan pekerjaan.


Thanatan fokus menatap laptop di atas meja sementara ponsel Karina yang masih tersambung dengan Grizelle Ia sandarkan pada vas bunga yang juga berada di atas meja.


Vanilla, Jhico, dan Karina sampai bingung dengan Grizelle yang bahkan tahan tidak memejam hingga hampir enam puluh menit lamanya.


"Tidur,"


Sudah sekian kali Thanatan mengatakan itu tapi Grizelle masih setia menatap layar. Bahkan Jhico, Vanilla, dan Karina pun ikut menyuruhnya tidur.


"Griz, Nay-Nay saja sudah mengantuk," ujar Karina dari ranjangnya, Ia mengencangkan suara agar Grizelle mendengar sebab ponselnya masih dalam jangkauan Thanatan.


"Ya sudah, Nay-Nay tidul (tidur) saja,"


"Mumu dan Pupu juga kenapa tidak tidul (tidur)? tidak usah menunggu aku. Nanti kalau aku sudah mengantuk, pasti aku langsung tidul,"


"Mana bisa Pupu tidur sementara kamu tidak. Pupu harus terus mengawasimu,"


Jhico saja bosan memandang kesibukan Ayahnya melalui layar ponsel. Akhirnya Ia beranjak dari sisi Grizelle. Namun anak itu tak mengizinkan.


"Pupu mau ke kamar mandi sebentar,"


"Ya sudah,"


Grizelle akhirnya membiarkan Ayahnya beranjak melepas pelukannya.


"Mumu aku mau snack,"


"Buah saja. Mau buah apa?"


"Hmm tidak mau buah,"


Vanilla menghembuskan napas pelan. Ia harus sabar menghadapi Grizelle. Meskipun terkadang tidak suka juga mendengar Grizelle yang merengek.


Saat diberikan box snack milik Grizelle, Grizele menolak. Ia ingin melihat isi box snack yang satunya lagi.


"Ya sudah, mau snack apa?"


Vanilla membawa box snack itu pada anaknya biar Grizelle memilih sendiri.


Saat Grizelle mengambil potato stik spicy, Vanilla dengan cepat merampasnya.


"Ini punya Mumu,"


"Tapi aku minta. Sediikiiiit.... saja,"


Ia memperagakan kata sedikit dengan gerak tangannya. Vanilla menggeleng tegas.


"Giliran disuruh makan buah, minum air putih, tidak mau. Tapi kalau snack semacam ini tidak menolak,"


Vanilla mencari snack yang menurutnya tidak bisa dimakan Grizelle untuk saat ini.


"Ini saja yang boleh kamu makan," ujarnya setelah memisahkan snack yang menurutnya bisa dimakan Grizelle dan yang tidak.


Sebenarnya snack yang ada di dalam sana adalah miliknya dan Jhico. Tapi kalau yang pedas-pedas tentu saja untuknya.


Jhico keluar dari kamar mandi melihat anaknya tengah mengobrak-abrik box snack dengan satu tangan yang diinfus masih memegang ponselnya.


"Sudah selesai menemani Kakek? kembalikan ponsel Pupu kalau begitu,"

__ADS_1


Grizelle menatapnya seraya menggeleng. Ia menunjukkan layar pada Jhico. "Belum, aku masih telsambung (tersambung) dengan Kakek,"


"Kakek, kalau aku temani sambil makan snack tidak apa?"


Thanatan tersenyum geli mendengar cucunya yang minta izin seperti itu. Sekalipun tidak meminta izin pun Ia rasa tidak masalah. Karena Grizelle makan snack tidak mengganggunya sama sekali.


"Ya makan lah," jawabnya datar.


"Maaf ya Kakek tidak ikut makan kalena (karena) makanan hanya ada di sini dan kakek ada di lumah (rumah),"


"Ya, Kakek juga sudah kenyang melihat kamu makan,"


"Tapi aku belum mulai makan, Kakek,"


Karena sedari tadi hanya menjawab tanpa melihat, Thanatan jadi tidak tahu kalau cucunya belum menikmati snacknya, masih mencari-cari yang sesuai dengan seleranya malam ini.


Thanatan tertawa pelan. Karina senang melihat interaksi antara suaminya dan cucu mereka. Oleh sebab itu Ia tidak mau tidur dulu karena jarang bisa melihat mereka tersambung panggilan video lalu mengobrol lama seperti ini.


"Pupu aku mau itu tapi tidak dibolehi Mumu,"


"Ya memang tidak boleh. Itu pedas, bukan untuk anak kecil. Nanti radangmu makin parah. Makan snack punyamu saja,"


Saat Jhico akan mengambil box kecil berwarna merah muda berisi makanan ringan Grizelle, anaknya itu terbatuk. Ia tidak jadi melangkah. Jhico mengusap pelan punggung anaknya sementara Vanilla mengambil air putih.


Uhukk


Uhukk


Uhukk


Uhukk


Uhukk


Grizelle menggeleng tidak mau meneguk air minumnya. Seperti kata Grizell sebelumnya, ketika Ia minum, di tenggorokannya terasa perih. Dan indera pengecapnya juga selalu merasa pahit bila Ia mengonsumsi sesuatu.


"Mungkin jangan makan snack dulu, Griz,"


Hueekk


Hueekkk


Keluar sudah isi perut Grizelle karena batuk yang memaksanya. Bangsal langsung kotor dan Grizelle menangis.


"Kenapa, Sayang? apa yang sakit? hmm?"


Jhico mematikan sambungan video antara anaknya dan sang ayah kemudian ia meletakkan ponsel itu di meja kecil sebelahnya.


Jhico tidak tahu kalau saat Grizelle terdengar muntah tadi, Thanatan langsung menoleh pada layar dan dadanya berdegup. Tapi sayangnya Ia tak tahu apa-apa lagi karena panggilannya dimatikan.


"Sudah-sudah, stop menangis. Nanti muntah lagi,"


"Semuanya jadi----jadi kotor kal--kalena aku," ujar anak itu disela isak tangisnya.


"Tidak apa, nanti dibersihkan,"


Vanilla segera meminta petugas kebersihan untuk membersihkan tempat tidur anaknya kemudian meminta untuk diganti alasnya.


Sementara waktu, Grizelle digendong oleh Jhico dengan tiang penyangga infus yang berdekatan dengannya sambil menunggu petugas selesai membereskan semuanya.


Vanilla menyimpan box snack yang tadi sempat dipegang anaknya tapi beruntung tidak terkena noda karena Grizelle mendorong box itu agar menjauh darinya.

__ADS_1


Setelah semua bersih, petugas pergi. Grizelle masih menangis apalagi melihat celana bagian bawah ayahnya sedikit kotor karenanya.


"Maaf ya Pu,"


"Ssstt Griz tidak salah, jadi tidak perlu minta maaf,"


"Mumu, maaf ya,"


Vanilla menggeleng tersenyum. "Griz tidak salah. Sekarang Griz tidur ya. Biar besok kondisinya lebih baik,"


Grizelle mengangguk. Jhico kembali menempatkan anaknya di bangsal. Kemudian mengusap keningnya pelan.


"Tidur, sebenarnya kamu itu sudah mengantuk. Tapi kamu melawan rasa kantuk itu,"


"Aku mau dipeluk Mumu,"


Jhico berpindah ke sisi satunya, dekat tiang infus, kemudian duduk sementara Istrinya naik ke atas bangsal dan langsung memeluk putrinya.


"Pupu tidak tidul (tidur) juga? di sini masih ada tempat,"


Grizelle melirik sisi yang masih kosong di sampingnya. Jhico mengangguk, "Iya, nanti Pupu tidur. Sekarang Griz dulu yang tidur dengan Mumu,"


"Nanti kapan, Pu? ayo, Pupu juga halus tidul (harus tidur),"


"Setelah Griz tidur, Pupu pasti tidur,"


Mendengar itu, Grizelle langsung memejamkan matanya. Ia tidak ingin ayahnya kekurangan istirahat. Sementara bila Ia tidak tidur, maka ayahnya pun akan begitu. Ia harus segera tidur kalau ingin ayahnya istirahat juga.


*****


"Pagi ini aku mau menjenguk Griz di rumah sakit. Jangan lupa, nanti siang kamu datang ke rumah sakit. Griz meminta kita makan siang di sana bersama Raihan dan Rena juga 'kan?"


Thanatan hanya mengangguk sembari menyimpulkan dasi di lehernya.


"Kamu harus datang. Dia sudah meminta begitu tadi malam,"


"Iya,"


Karina keluar dari kamar setelah siap dengan penampilannya. Ibunya sudah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama seperti biasa.


Tak lama, Tahanatan menyusul ke ruang makan. "Griz masuk rumah sakit. Pagi ini aku akan datang menjenguknya,"


"Astaga, sejak kapan?"


"Semalam, Ibu,"


Hawra tidak tahu menahu kabar ini. Karina pun demikian kalau saja Ia tidak kebetulan menelpon dan pada akhirnya mendengar pembicaraan Grizelle dengan perawat semalam.


"Ibu ingin melihatnya juga,"


"Iya, kita pergi bersama nanti,"


Hawra harus melihat secara langsung kondisi Grizelle. Kemarin setelah menghadiri acara Vanilla, Ia kira kondisi Grizelle akan membaik. Ternyata malah harus diopname.


"Siang ini juga dia meminta Ibu datang ke rumah sakit untuk makan siang bersama," Ucap Thanatan yang ingat semalam Grizelle juga meminta padanya agar mengajak Hawra.


"Oh ya? baiklah. Jadi pagi ini aku akan datang bersamamu, Karina. Dan pulang nanti setelah makan siang,"


"Iya, rencanaku juga begitu, Ibu,"


------

__ADS_1


Hulllaa aku up nya siang ya maap :) soalny br sempat. Icelle lembut bgt hatinya ya. Dia merasa bersalah sm Mumu & Pupu nya krn udh muntah dn ngerasa udh ngerepotin makanya nangiss.


__ADS_2