
"Pupu, aku boleh ikut ke klinik?"
"Boleh, tapi tidak bosan di sana? lebih baik di sini dengan Mumu,"
"Tapi Mumu kan sibuk. Sebental lagi lulus,"
Setelah berhasil bangkit dari kesedihan atas kehilangan anak keduanya, Vanilla memutuskan untuk kembali pada dunianya sebagai seorang model sekaligus influencer dan juga pelajar di kampus.
Belakangan ini Ia sedang sibuk dengan tugas akhir. Vanilla benar-bebar serius dengan tekad nya agar dua bulan ke depan Ia bisa lulus bersama teman-temannya. Ia tidak ingin seperti masih gadis dulu dimana kelulusan tidaklah begitu penting karena orangtuanya memiliki banyak harta.
Vanilla sadar kalau Ia jadi sedikit kurang perhatian pada anaknya dan Ia meminta untuk dimengerti oleh Grizelle dan juga suaminya. Beruntung mereka tidak keberatan, walaupun tak dipungkiri, setelah selesai dengan kesibukannya, Grizelle jadi begitu manja padanya.
"Ya sudah, pamit dulu dengan Mumu,"
"Okay, sebental ya, Pu,"
Kaki-kaki kecilnya berlari menuju ruangan dimana Vanilla berkutat dengan kesibukannya. Ruangan yang biasa digunakan Vanilla untuk foto-foto kini dibarengi dengan tempatnya mengerjakan tugas.
Grizelle membuka pelan pintu di depannya. Ia harus sedikit berjinjit agar bisa meraih handle pintu.
Kepalanya masuk, tapi tidak dengan tubuhnya. "Mumu, aku ikut Pupu kelja ya?" ujarnya masuh dengan huruf R yang belum jelas.
Vanilla yang tengah mengapit bolpoin di kedua sela jarinya pun menoleh. Ia menaikkan kacamata nya yang sedikit turun.
Ia menggerakkan tangannya, meminta Grizelle mendekat. Dengan cepat, anak itu masuk dan memeluk Mumunya yang duduk.
"Nanti sore kita jalan-jalan ya? dengan Aunty Joana. Dia merindukanmu,"
Grizelle mengangguk cepat. Ia paling senang diajak pergi oleh Vanilla. Kemanapun asalkan bersama dengan Ibunya, yang merupakan wanita karir itu. Tidak sering Grizelle dan Vanilla menghabiskan waktu di rumah.
Vanilla menyampirkan rambut anaknya ke belakang telinga. Ia tersenyum, menatap putri kecil di depannya ini lamat-lamat. Betapa bersyukurnya Ia memiliki Grizelle. Anak perempuan yang sangat memahami keadaan orangtuanya. Tak pernah banyak menuntut.
Waktunya untuk Grizelle terbilang sedikit. Mungkin hal itu juga yang membuat Tuhan berkendak lain, yaitu mengambil anak keduanya. Karena memiliki satu anak saja, Ia kurang bisa mengatur waktu. Tuhan tahu kapan saat yang tepat untuk memberikan Ia dan Jhico malaikat kecil lagi.
__ADS_1
"Hati-hati ya. Jangan nakal di klinik Pupu,"
"Iya, Mu. Aku tidak pelnah nakal. Aku tidak mengganggu Pupu. Kalau aku bosan, aku main dengan pelawat saja," ucap anak itu agar Mumunya tak perlu khawatir kalau Ia akan menyulitkan sang ayah selama bekerja.
"Ya sudah, berangkat sekarang? Ayo, Mumu antar,"
Vanilla menggendong anaknya yang semakin hari bobot tubuhnya terasa bertambah. Ah jelas saja, karena Grizelle tentu berkembang dan bertumbuh. Dan Ia bersyukur kedua hal itu terlaksana dengan baik dalam diri anaknya.
"Kalau sampai sore kamu belum pulang, Mumu ke klinik untuk menjemput kamu ya,"
Vanilla berusaha untuk meluangkan waktunya demi Grizelle. Vanilla tidak ingin anaknya yang selama Ia merasa kehilangan kemarin begitu mendukungnya, diam-diam merasa sedih karena Vanilla terlalu sibuk.
"Kamu di rumah baik-baik ya. Grizelle aku bawa,"
"Iya, kalian hati-hati. Nanti sore, aku dan Grizelle akan pergi dengan Joana,"
Jhico mengangguk dan meraih sang anak dari gendongan istrinya. "Ya ampun aku lupa, Mumu masih sakit ya pelutnya? kenapa Mumu gendong aku?"
"Mu, maaf,"
Vanilla tersenyum lembut. Sungguh, Ia sudah tidak merasa sakit lagi. Hanya saja, Suaminya yang terlalu khawatir. Mungkin bagi orang awam sepertinya tidak ada masalah lagi tapi bagi Jhico yang merupakan seorang dokter walaupun bukan dokter kandungan, lebih paham mengenai itu.
"Tidak apa, Sayang. Mumu baik-baik saja. Kalau Mumu sakit, tadi langsung Mumu turunkan Grizelle,"
"Jangan membawa beban apapun dulu. Kamu belum terlalu pulih," ucap Jhico dengan sorot mengingatkan di matanya.
Tangan Vanilla terangkat mengusap rahang suaminya. "Iya, tenang saja,"
"Ya sudah, aku berangkat ya,"
Vanilla mengangguk dan menemani suami serta anaknya masuk ke dalam mobil. "Sebentar, Grizelle tidak bawa minum?"
"Nanti beli ice cream di klinik Pupu. Boleh ya, Pu?"
__ADS_1
"Boleh, hanya satu,"
Grizelle mengerucutkan bibirnya saat sang ayah membuatnya terjatuh dari angan-angan. Anak yang begitu menyukai minuman dingin, seperti sepupunya itu, merasa bahwa ayahnya menyebalkan hanya mengizinkan Ia menikmati satu cup ice cream.
"Tapi Griz bisa nakal juga, Jhi. Waktu itu, Griz jujur sama aku kalau Griz pernah ajak perawat di klinik kamu untuk beli ice cream saat kamu sibuk dengan pasien padahal sebelumnya kamu sudah membelikan Griz tiga macam ice cream," adu Vanilla seraya terbahak, mengingat kejujuran putrinya saat itu.
Malam hari adalah waktu terbaik untuk Vanilla dan Grizelle berbagi cerita mengenai keseharian mereka. Saat itu, Jhico belum pulang dan Grizelle tiba-tiba saja bercerita demikian. Tak hanya Vanilla yang tertawa, Bibi dan Nada, pengasuh Grizelle pun tak bisa menahan tawa mereka.
Grizelle yang selama ini terlihat begitu penurut dengan kepolosan dan kejujurannya, ternyata bisa juga mencuri kesepatan dalam kesempitan.
Jhico mendengus lalu mencubit pipi anaknya dengan gemas. Grizelle yang duduk di sampingnya terkekeh meringis, memperlihatkan gigi-gigi kecilnya.
"Tadi ada sisa juice punyaku di freezer, tolong ambilkan, Nilla," pinta Jhico dari dalam mobil pada istrinya yang berdiri di samping pintu mobilnya yang belum ditutup.
Vanilla segera bergegas masuk ke dalam untuk mengambil juice yang dimaksud sang suami. Setelah Ia mendapatkannya, Ia segera kembali menghampiri Jhico dan Grizelle yang sudah siap pergi.
"Nanti juice ini, Griz yang habiskan ya,"
Grizelle tersenyum masam. Huh, susah sekali punya ayah yang begitu mendewakan pola hidup sehat.
"Ya begitu lah Pupu, Sayang. Mumu sudah lebih dulu di vonis tidak boleh makan makanan yang terlalu pedas bahkan sebelum ada kamu. Turuti saja ya,"
Vanilla kian terkekeh melihat anaknya mengangguk patuh. Setelahnya Ia melambai pada mobil suaminya yang perlahan menjauh.
*******
Hai-hai readers ku. Masih ada yang baca kan? up nya lama kali ya :( maaf yaaa aku baru mood nulis Nillaku lg.
Biar kalian gak sedih, aku punya kabar gembira nih. AKU AKAN UPLOAD CERITA DEWASA NYA TRIPLE A ESPECIALLY ANDREAN. AKU AKAN BUAT CERITA MASING-MASING DARI MEREKA TAPI DISELESAIKAN SATU PERSATU DULU YAAA. KALIAN BISA LANGSUNG NIKMATI KARYA TERBARU AKU SEKARANG!!!! AYO MAMPIR KE PROFIL AKU TERUS CARI KARYAKU YG JUDULNYA 'BECAUSE OF YOU'
SELAMAT MEMBACAAAAA👐JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN KOMEN SUPAYA AKU SEMANGAT LANJUT NYA. OH IYA, NILLAKU, DAN ADDICTED TETAP AKU LANJUT KOK. UP NYA BERGANTIAN. INSYA ALLAH GK LAMA-LAMA, AKU USAHAIN. DAN TERGANTUNG TEROR KALIAN JUGA SEBENERNYA. KALAU BANYAK YG NEROR, PASTI MAKIN CEPET. HEHEHE
TERIMAKASIH YA UNTUK KALIAN YG MASIH SETIA DENGAN KARYA-KARYA AKU.
__ADS_1