
"Kamu ingin memberi kado apa, Griz?"
"Cokelat,"
"Jangan cokelat, Sayang,"
Vanilla terkekeh mengusap kepala anaknya. Cokelat dijadikan hadiah? yang benar saja. Acara yang ingin dihadiri Grizelle adalah pesta ulang tahun. Kalau memberi cokelat, Vanilla yakin Evelyn suka. Tapi cokelat tidak bisa disimpan lama sehingga tidak ada kenangan dari Grizelle nantinya.
"Lalu apa, Mu?"
"Hmm...coba kita lihat-lihat dulu ya,"
Grizelle mengangguk, mengikuti kemana tangannya dibawa oleh sang Ibu menelusuri sebuah pusat perbelanjaan. Mereka melewati butik baju, toko mainan, dan tempat menjual cokelat atau makanan manis sejenisnya.
Vanilla mengajaknya memasuki butik dan tujuan Vanilla langsung pada baju anak kecil. Tak ingin melirik yang lain sebab sifat borosnya sudah meronta ingin meminta bagian yaitu membeli pakaian di sana.
"Kita mau beli baju, Mu?"
"Grizelle mau baju apa?"
Bila untuk dirinya sendiri, Ia harus bisa menahan diri, tapi kalau untuk Grizelle, justru Ia harus membuat Grizelle tidak menahan dirinya bila ingin ini atau itu.
"Aku tidak mau baju. Maksudku, kita ke sini mau beli kado untuk Evelyn? jadi kadonya baju, Mu?"
"Sebentar, Mumu lihat dulu apa ada yang menarik,"
Ia mulai memilah baju yang menurutnya pantas untuk dikenakan Evelyn. Sebenarnya Ia belum pernah bertemu Evelyn tapi mengingat bahwa usia Evelyn tak berbeda jauh dengan anaknya, maka Ia menggunakan Grizelle sebagai cermin.
"Griz, coba pilih untuk Griz sendiri,"
"Aku tidak mau, Mu,"
"Griz tidak mau mencari gaun untuk datang ke pesta ulang tahun Evelyn nanti?"
"Tidak, bajuku banyak. Jadi tidak usah beli,"
Vanilla justru merasa tersindir dengan ucapan putrinya walaupun Ia tahu Grizelle tidak bermaksud seperti itu.
"Lihat-lihat dulu, Sayang. Kalau ada model yang Griz suka, beli saja. Tidak setiap hari beli baju," Vanilla masih membujuk anaknya itu.
Vanilla memilih,cGrizelle akhirnya melakukan hal yang sama. Sebenarnya terkadang Ia juga boros. Bila melihat mainan yang menarik, pasti langsung minta dibelikan. Tapi untuk sekarang Ia memang sedang tidak ingin baju. Apa mungkin karena itu bukan mainan, make up, atau ice cream, sehingga Ia tidak ada keinginan untuk membeli.
"Selain baju, Evelyn dibelian mainan saja mungkin ya," batin Vanilla setelah berhasil memilih dua baju.
"Griz, bagus tidak?"
Ia memperlihatkan baju pilihannya untuk Evelyn pada Grizelle.
"Bagus, Mu,"
"Kamu mau baju yang mana? Mumu pilihkan ya?"
Grizelle angkat tangan. Ia menyerahkan urusan fashion pada Ibunya yang sangat pandai dalam bidang itu. Biar saja Vanilla yang memilihkan baju yang tepat untuk dikenakan olehnya.
"Kalau dua cukup tidak, Griz?"
"Untuk aku?"
__ADS_1
"Ya, Sayang,"
"Cukup. Untuk Evelyn?"
"Sama, dua juga,"
Vanilla mengambilkan dress dan stelan nonformal untuk Evelyn. Grizelle pun begitu. Tapi model dan warna tentu masing-masing berbeda.
Setelahnya, Vanilla segera membawanya ke bagian kasir untuk dibayar.
Setelah ditotal dan Ia menyerahkan kartu debitnya sebagai alat pembayaran, Ia menerima satu paper bag dari butik tersebut.
"Kita carrli (cari) apalagi, Mu? ini kadonya sudah ada, terrlus (terus)--"
"Kita berikan mainan juga untuk Evelyn,"
"Yah, nanti aku juga ingin," rengut Grizelle yang terlihat sekali menolak untuk datang ke toys store.
"Ya sudah kalau mau mainan, Griz juga beli. Kenapa harus cermberut?"
"Nanti uang yang Mumu simpan habis. Tadi untuk membeli baju harrlganya (harganya) sudah mahal,"
Vanilla tersenyum gemas. Terlalu takut kalap membeli mainan, Grizelle sampai tak ingin ke toys store.
"Tidak apa, selagi tidak setiap hari ya, Sayang," ungkap Vanilla seraya terkekeh kecil.
"Jadi beli mainan?"
Vanilla mengangguk yang disambut seruan senang dari Grizelle.
"Okay, ayo, Mu. Kita masuk ke dalam storrl nya (store nya),"
"Ya ampun, banyak sekali. Ingin alu beli semua. Tapi kasihan Pupu nanti uangnya habis,"
"Griz, mau mainan apa? tolong carikan juga untuk Evelyn ya. Mumu kurang tahu tentang mainan,"
"Iya, Mu,"
Vanilla mengikuti saja kemanapun anak itu pergi. Meskipun Grizelle terlihat ingin memiliki semuanya tapi dia tetap meminta persetujuan dulu dari Vanilla. Tangannya tidak langsung mengambil.
"Aku mau ini ya, Mu?" tanya nya pada Vanilla.
"Apa itu?"
"Pasirrl (pasir),"
"Pasir untuk apa, Sayang?"
"Untuk berrlmain (bermain). jadi cerrlitanya (ceritanya) aku dipantai, Mu. Aku akan buat kerrlajaan (kerajaan) pantai dengan pasirrl (pasir)
"Oh ya sudah, Grizelle boleh beli,"
Grizell segera memasukkan mainan berupa pasir-pasiran berwarna merah muda itu ke dalam troli.
"Woah ada kerrleta (kereta). Ini bisa buat Evelyn, Mu,"
"Bukankah itu mainan untuk anak laki-laki? boneka saja mungkin, Sayang,"
__ADS_1
"Ah mainan anak perrlempuan (perempuan) tidak jauh-jauh darrli (dari) itu ya,"
"Griz mau beli boneka juga?"
"Tidak usah, Mu. Aku banyak boneka dan barrlbie (barbie) di rrlumah (rumah),"
"Kita cari boneka sekarang,"
"Boneka apa, Mu?"
"Nanti Griz saja yang pilih,"
Grizelle selalu menggenggam tangan Mumunya meskipun Ia ingin sekali berlarian ke sana kemari mencari mainan yang ingin Ia beli.
"Woahh ada barrlbie (barbie) ini,"
Belum sampai di tempat boneka, mata Grizelle berbinar melihat barbie. Dia yang pecinta barbie pasti akan langsung minta dibelikan ketika melihat ada barbie yang Ia sukai dan belum Ia miliki.
"Iya, boleh,"
Grizelle tersenyum senang saat Vanilla tidak melarangnya. Kemudian mereka melanjutkan pencarian boneka. Ia berhasil menemukan tempatnya.
"Ini boneka, Mu,"
"Iya, Griz pilih untuk Evelyn,"
Grizelle nampak memandang satu persatu boneka yang dijual. Mulai dari boneka karakter sampai boneka hewan, tersedia semuanya. Dan kini Ia bingung memilihnya.
"Boneka kucing," tangannya tergerak untuk mengambil boneka hewan berkaki empat dengan mata cantik itu.
"Mu, aku mau boneka singa,"
"Kamu sudah ada di rumah. Boneka itu juga yang menginspirasimu untuk meminta singa pada Grandpa,"
"Baiklah, aku tidak akan beli,"
"Griz sudah cukup beli mainannya. Sekarang cari untuk Evelyn. Apalagi yang menurut Griz harus diberikan sebagai kado untuk Evelyn?"
"Aku mau keliling dulu, Mu. Mau lihat-lihat. Kalau Mumu lelah, duduk saja di sana. Ayo, aku antarrl (antar),"
Vanilla menggeleng. Ia tidak mungkin membiarkan anaknya sendiri berkeliking di area yang cukup luas ini.
"Coba tadi ajak Nada ya," gumam Grizelle.
"Tadi sudah Mumu ajak. Tapi kamu yang mengatakan kalau Nada tidak usah ikut karena kamu ingin dengan Mumu saja,"
Barangkali Grizelle lupa maka diingatkan oleh Vanilla bahwa yang meminta Nada diam di rumah adalah Grizelle sendiri padahal sebelumnya Nada sudah menawarkan diri untuk menemani Grizelle dan Vanilla. Bahkan Vanilla pun sudah menyetujui.
Grizelle terkekeh meringis. "Iya, maaf, Mu,"
"Tidak apa, Mumu ikuti Griz kemana saja. Ayo, Griz cari mainan untuk Evelyn,"
"Aku ambilkan pasirrl (pasir) juga untuk Evelyn,"
Ia kembali ke tempat mainan pasir dimana Ia mengambil miliknya tadi.
"Griz, tidak perlu berlari,"
__ADS_1
"Nanti pasirrlnya (pasirnya) terlanjurrl (terlanjur) habis, Mu,"
"Mumu lihat masih banyak tadi. Mana ada cerita habis. Kalaupun habis nanti disiapkan lagi,"