
Richard berusaha menekan rasa sedih dan marahnya selama berbicara dengan Jane. Ia sedih kenapa keadaan menjadi seperti ini?dan Ia marah pada dirinya sendiri yang menyebabkan Jane memilih pergi.
Harapannnya hanya satu,
Semoga mereka bisa kembali dalam waktu dekat.
Jane memang benar-benar berbeda kali ini. Dia lebih banyak menjadi pendengar saja ketika Ia bicara dan tak jarang hanya sekedar membaca pesan yang Ia kirimkan. Richard semakin kalut. Rasanya tanpa Jane benar-benar kosong.
"Uncle, ini aku Icelle. Kenapa tidak datang ke sini? kenapa hanya Aunty Jane saja yang berliburrl (berlibur)?"
Ruchard mendengar dengan jelas suara seorang anak perempuan yang tanpa perlu mengenalkan diri, Ia sudah tahu itu siapa. Menginhat keberadaan istrinya saat ini adalah di kediaman Vanikla dan Jhico maka itu adalah suara anak mereka yang mengenalkan dirinya sebagai Icelle. Ia juga lumayan hafal dengan suara Grizelle walaupun tak lagi sama seperti terakhir Ia bertemu.
Grizelle mengambil ponsel yang diberikan Jane padanya. Jane membiarkan Grizelle untuk bicara dengan suaminya itu. Ia juga sudah selesai bicara dengan Richard. Maka biarkan saja Grizelle berceloteh dengan Unclenya itu hingga dia pusing.
"Hallo, Uncle. Dengarrl suarrla (dengar suara) aku tidak?"
Richard tersenyum, Mendengar suaranya yang menggemaskan itu ingin sekali Ia mencubit pipi Grizelle yang pasti sekarang sudah semakin besar dan semakin cantik.
"Hallo, Grizelle,"
"Hallo, Uncle apa kabarrl (kabar)?"
Ia tak sungkan bertanya lebih dulu pada pamannya itu. Richard langsung menjawab kalau Ia baik, dan Richard pun menanyakan kabar anak sulung Vanilla, sepupu istrinya istrinya itu.
"Aku baik. Uncle, aku akan punya adik perrlempuan (perempuan) Uncle sudah tahu belum?" katanya dengan akrab seolah memang sudah sering bertemu dan berinteraksi.
"Perempuan ya? Uncle hanya tahu kamu akan memiliki adik. Tapi belum tahu kalau adikmu itu perempuan,"
"Oh jadi Aunty Jane belumĀ mengatakannya pada Uncle?"
Richard tersenyum menggeleng pelan. Jangankan bercerita tentang hal itu, menjawab pesannya saja tidak selalu. Hanya beberapa kali saja. Telepon pun baru kali ini yang durasinya lumayan panjang. Sebab biasanya Jane akan memutus panggilan.
Tapi Ia tidak boleh merasa kesal apalagi emosi sebab Ia sadar kalau Vanilla sedang butuh waktu untuk tenang, Ia pun sebenarnya begitu. Tapi Ia tidak akan benar-benar tenang bila tidak mengetahui kondisi istrinya yang sedang jauh dari radarnya itu.
"Belum, Uncle turut senang mendengarnya. Bantu Mumu jaga adik ya,"
"Tenang saja, Uncle. Aku pasti akan melakukannya,"
__ADS_1
"Grizelle sudah jalan-jalan kemana saja dengan Aunty Jane?"
"Hmmm, belum kemanapun. Hanya ke rrlumah (rumah) Grrlandpa saja tadi,"
"Uncle kenapa tidak ikut ke sini? padahal aku ingin selali berrltemu (bertemu) dengan Uncle. Mata Aunty, Uncle sibuk ya?"
Grizelle memastikan langsung apa yang menjadi jawaban Jane ketika Ia bertanya mengenai keberadaan Richard.
"Iya, tapi nanti Uncle akan ke sana. Menemui Aunty,"
"Woah Uncle serrlius(serius)? Kapan, Uncle?"
"Belum tahu, tapi secepatnya,"
"Okay, aku tunggu ya. Aunty Jane juga menunggu. Aunty Jane itu rrlindu (rindu) dengan Uncle,"
Jane menatap Grizele dengan mata membola. Sejak kapan anak itu tahu tentang rindu? dan kapan juga Ia mengatakan bahwa Ia merindukan Richard.
"Aunty melihat foto Uncle terrlus (terus),"
"Apa-apaan bicara begitu? Aunty tidak pernah melakukannya!" elak Jane dengan tegas. Ia merasa tidak pernah meligat foto suaminya.
"Grizelle bohong!" Tegas Jane agar Richard yang sedang tersenyum kini tidak merasa besar kepala.
"Aunty, jujurrl (jujur) saja. Orrlang kalau rrlindu (rindu) memang suka melihat foto orrlang (orang) yang sedang dirrlindukan, Aunty. Seperrlti (seperti) Mumu atau Pupuku,"
Jana menggeram kesal. Ia menatap Vanilla tak klah kesal. Bisa-bisanya Vanilla tertawa. "Anakmu ini benar-benar menyebalkn ya!"
"Makanya Uncle jangan lama datang ke sini. Aku juga rrlindu (rindu) dengan uncle,"
"Okay, terimakasih ya sudah mau menemani Aunty Jane,"
"Sama-sama, Uncle. Kasihan Aunty Jane kalau tidak ditemani. Aunty suka sedih sendirrli (sensiri) di kamarrl (kamar),"
Jane memijat kepalanya pelan. Menyesal membiarkan Grizelle bicara dengan Richard.
Di seberang sana Richard langsung tertegun mendengar penuturan polos Grizelle. Yang justru kedengarannya tidak menggoda malah mengungkapkan apa yang memang ia lihat.
__ADS_1
Artinya Grizelle pernah atau mungkin beberapa kali mendapati Jane yang murung di kamar. Tapi mungkin Grizelle tidak berani bertanya. Dan sebenarnya Ia sudah berpesan pada Jane agar tidak sedih karena ada dirinya di samping Jane.
"Hibur Aunty ya. Biar dia tidak sedih, temani Aunty,"
Grizelle tersenyum lenar mendaat tugaa itu dari Richard bahkan Ia langsung berujar tegas, "Siap, Uncle. Akan aku laksanakan,"
Jne dan Vanilla mengerinyit mendengar Grizelle bicara seperti itu. Mereka tidak bisa memdengar jelas Richatd bicara apa hingga Grizelle mengatakan 'siap'
"Terimakasih ya,"
"Sama-sama, Uncle. Cepat datang ke sini ya. Supaya Aunty tidak sedih lagi,"
Keinginan Jane untuk menggigit Grizelle kembali muncul usai Grizelle bicara seperti itu. Sebenarnya darimana Grizelle tahu kalau Ia sedih? Ia tidak pernah menunjukkannya.
Grizelle mengembalikan ponsel Auntynya pada sang pemilik. Jane langsung mencubit gemas pipi Grizelle. Inginnya memberi pelajran lebih dari ini untuk Grizelle yang mulutnya tidak bisa diam, dan pintar sekali bicara. Tapi sayangnya Ia tak bisa melakukan itu. Ia telalu menyayangi anak ini, sampai tidak mau memberinya pelajaran.
"Kamu bicara sembarangan pada Uncle ya!"
Grizelle tertawa kemudian memeluk jane dengan erat. Ia merangkum wajah Jane dan mengusap pipi Jane singkat.
"Supaya Uncle cepat datang ke sini. Aunty pasti sedih 'kan karrlena (karena) tidak berliburl (berliburl) dengan Uncle?"
"Ya ampun, kamu berpikir begitu? padahal sebenarnya tidak,"
"Ah yang benar, Aunty? aku merralasa (merasa) Aunty serrling (sering) sedih,"
"Kamu tahu darimana? Aunty tidak sedih. Aunty bahagia karena berlibur ke rumahmu,"
"Aku tahu Aunty sedih. Tapi Aunty selalu menutupinya dengan senyum,"
Jane tertegun mendengar penuturan Grizelle yabg tidak disangkanya akan mengamati Ia sampai tahu apa yang Ia rasakan untuk saat ini. Ia selalu tertawa, bahagia kalau bersama Grizelle. Entah kenapa anak itu bisa beranggapan bahwa itu semua hanya sebagai pengalihan?
"Sayang, Aunty tidak sedih. Dia bahagia, tapi akan lebih bahagia kalau Uncle datang,"
Vanilla berujar seperti itu seraya tersenyum pada anaknya yang artinya memikirkan tentang Jane hingga bisa menyimpulkan sendiri kalau Jane sedih dan hanya kehadiran Richard yang bisa menjadi penghilang rasa sedih Jane, bahkan Ia sampai menilai bahwa senyum dan tawa Jane selama ini hanya untuk menutupi kesedihannya saja.
"Padahal Aunty itu kalau sama kamu memang benar-benar bahagia, Icelle," ujar Jane kemudian melanjutkan dalam hati, "Kecuali kalau sudah sendirian di kamar. Barulah, rasa sedih Aunty datang lagi,"
__ADS_1