Nillaku

Nillaku
Nillaku 345 kedatangan triple A ke rumah Kakek Thanatan


__ADS_3

"ICELLE, HEY,"


Auristella berhambur dari mobil begitu tiba di kediaman Thanatan. Benar-benar terlalu antusias sampai hampir saja tersandung saat berlari.


Begitu tiba di dekat Grizelle dan Thanatan yang baru saja berpelukan, Auristella terkekeh meringis.


"Hati-hati, Auristella,"


"Hmm iya, Kakek. Maafkan aku,"


Auristella dengan canggung meminta maaf pada Thanatan yang menegurnya seperti itu.


"Memang begitu Aurrlis kalau berrltemu (bertemu) aku, Kakek,"


Lovi dan Devan menyapa sepasang suami istri yang merupakan tuan rumah.


"Terimakasih sudah datang. Ayo, masuk. Kita berbincang di dalam saja,"


Mereka semua masuk ke dalam, tidak mungkin ramah tamah di halaman.


"Kamu rrlindu (rindu) denganku ya?"


Auristella mengangguk jujur. Tanpa peru ditanya seharusnya Grizelle tahu bahwa Ia sangat merindukan Grizelle.


"Sampai sedih dia, Icelle, karena kamu tidak menginap lagi di rumah,"


"Oh ya ampun, sampai begitu. Ah aku tahu, aku memang sangat dirrlindukan (dirindukan)," Grizelle mengibas rambut cantiknya seraya berujar dengan percaya diri. Baru datang Devan dan Lovi sudah dibuat tertawa oleh tingkah Grizelle.


"Berarti besok sudah bisa beraktifitas lagi? membosankan di rumah? aku yakin iya,"


Thanatan mengangguk membenarkan ucapan Devan. Tidak perlu ditanya betapa membosankannya tidak ada kegiatan sama sekali hanya istirahat karena sakit.


"Tidak apa, Kakek. Itu namanya disuruh Tuhan untuk istirahat biar tidak sibuk terus,"


"Hah dengar ucapan Adrian," Karina melirik suaminya memastikan apakah Ia mendengar penuturan Adrian atau tidak. Apa yang diucapkan adrian itu tepat sekali.


"Itu cara Tuhan supaya Kakek istirahat ya?"


"Iya, benar, Nay-Nay. Kalau tidak sakit, Kakek tidak akan istirahat. Iya 'kan?"


"Kakek istirahat kalau malam, tidur,"


"Maksudku selain malam. Kakek jarang sekali libur ya?"


"Bukan jarang lagi, Ian. Memang sepertinya selama hidup hanya libur beberapa kali bisa dihitung dengan jari,"

__ADS_1


Karina itu semangat sekali menceritakan bagaimana kesibukan suaminya seolah lupa bahwa Ia juga masih sangat produktif diusianya sekarang.


"Harus sabar-sabar, Nay-Nay," Lovi tersenyum menggoda Karina. Ia juga sudah tahu bagaimana rasanya ditinggal suaminya yang benar-benar sibuk dengan dunianya sendri. Kini Ia sudah terbiasa hanya saja memang terkadang ingin suaminya rehat lalu menikmati waktunya sendiri tanpa diganggu dengan pekerjaan.


*****


"Jhi, masih sibuk ya?"


Vanilla bertanya seperti itu sebab tadi saat Grizelle pulang sekolah suaminya mengau tidak bisa menjemput anaknya dan mengantar anaknya kembali ke rumah Thanatan karena Jhico sedang sibuk dengan pasien.


"Sekarang tidak, kenapa, Nilla?"


"Aku mau dibelikan salad. Aku bisa membuatnya sendiri tapi aku ingin beli saja. Boleh aku minta tolong padamu untuk membelikan salad itu?"


"Boleh, nanti aku belikan saat pulang ya,"


"Okay, terimakasih, Jhi,"


"Iya, Nillaku. Apa lagi?"


"Sudah, itu saja,"


"Hmm aku kira kamu menghubungiku karena ingin mengajak aku staycation lagi karena Griz ada di rumah Kkek dan Nay-Nay nya,"


Usai mengatakan itu terdengar ledak tawa Jhico yang membuat Vanilla mendengkus kasar.


"Tidak menolak. Karena menyenangkan. Seperti yang aku bilang waktu itu. Kita seperti sepasang suami istri yang baru menikah, belum memiliki anak,"


"Aku tidak mau. Kamu staycation terus,"


"Staycation terus? rasanya baru waktu itu yang tanpa Griz,"


"Ah sering," bantah Vanilla yang mengundang tawa Jhico. Terkadang kalau Grizelle menginap di rumah Devan memang Jhico berinisiatif mengajak istrinya untuk menginap di luar juga. Tapi berhubung sudah beberapa bulan selama Triple A pergi keluar, Grizelle tidak menginap, maka Ia dan Vanilla juga jarang berlibur alias staycation hanya berdua.


"Nanti kalau Griz sudah pulang, kita staycation ya? dia sudah lama juga tidak dibawa staycation,"


"Kita berdua saja,"


"Ck!  Jhico..."


"Okay-okay, bertiga. Eh bereempat. Karena ada anak keduaku juga,"


"Ya sudah, aku tutup teleponnya ya. Nanti aku belikan salad,"


"Okay, hati-hati ya. Jangan lama sampai rumah,"

__ADS_1


"Iya, Nillaku. Aduh senangnya diirindukan denganmu,"


"Hfftt," Vanilla sengaja meledek suaminya yang kelewat percaya diri itu.


*****


Devan dan Lovi menolak tawaran makan siang dari tuan rumah namun karena anak-anaknya masih betah berlama-lama di sana bahkan setelah diajak pulang sebelumnya, maka akhirnya mereka makan siang di rumah Thanatan.


"Tapi Auris tidak kesal dengan kakek yang membuat Icelle tidak menginap lagi rumah Auris?"


"Hmm jujur sedikit kesal,"


"Ah tidak sedikit tapi banyak. Dia kesal pada Kakek karena Icelle tidak jadi menginap tiga hari di rumah," Adrian memanasi seperti biasa dan membuat adiknya menggeram kesal. Auristella melotot tajam dan Ka mengacungkan garpu ke arah kakaknya itu namun tidak benar-benar dipakaian untuk menyakiti sang kakak hanya untuk mengancam kalau-kalau Adrian melanjutkan ucapannya.


"Icelle mau menginap di sini. Buman dipaksa Kakek nya," ujar Karina lagi. Yang membuat Auristella mengangguk paham.


"Iya, aku tidak kesal lagi karena kata Mommy dan Daddy Kakek sakit jadi Icelle mau membantu merawat Kakek,"


"Padahal Kakek tidak sakit keras, Auris,"


Thanatan mencair dengan sendirinya. Tadinya memang sedikit kaku berinteraksi dengan keluarga dari Vanilla tapi lama-lama Ia nyaman dan memang sudah seharusnya seperti itu sebab mereka juga keluarga untuknya. Triple A adalah saudara dari cucunya yang artinya mereka juga bisa dibilang cucu untuknya dan Karina.


"Tapi Kakek 'kan sakit. Jadi Icelle pasti tetap mau merawat Kakek. Aku pun begitu kalau tahu Grandpa sakit. Sayangnya tidak setiap Grandpa sakit mengabari aku,"


"Ya tentu saja. Grandpa tidak mau membuatmu cemas," cetus Adrian.


Tidak mungkin setiap Raihan sakit mengabari Auristella. Raihan dan Rena tidak ingin cucunya panik berlebihan.


Kalaupun Auristella tahu, paling tidak sengaja. Misal ketika Auristella menelpon Ia curiga dengan suara lemah Kakeknya yang biasanya antusias tiap bicara dengannya, sekalinya terdengar lemah tentu Ia curiga kalau kakeknya tidak baik-baik saja. Begitupun kalau Rena yang sakit.


"Kalian itu anak-anak yang baik, tulus, berhati seperti malaikat. Terimakasih ya sudah menyayangi Kakek dan Nenek kalian dengan sangat baik,"


Karina merasa terharu dan bersyukur karena Ia dikelilingi anak-anak yang hebat. Tidak hanya hebat dalam hal prestasi saja tapi juga besarnya jiwa dan tulusnya hati mereka.


"Nanti kita mau berlibur bersama. Aku dan Icelle. Rencananya aku mau mengajak Grandma dan Grandpa. Aku juga mau mengajak Nay-Nay dan Kakek,"


"Ya ampun, baik sekali mengajak Nay-Nay dan Kakek liburan. Kemana?"


"Nanti kalau adiknya Icelle sudah lahir. Kemanapun tidak apa. Yang terpenting liburan bersama,"


"Itu menyenangkan sekali. Ayo, kalau ada waktu, boleh kita liburan bersama," Kalau Devan sudah mengajak maka akan semakin serius saja rencana liburan yang awal mula berasal dari Auristella dan Grizelle.


"Iya, boleh. Kita lihat nanti ya," ujar Thanatan yang membuat Grizelle bersorak senang.


"Ya Tuhan, semoga Kakek tidak berrlubah (berubah) pikirrlan (pikiran),"

__ADS_1


Grizelle sampai melepas sendok dan garpunya untuk meminta pada Tuhan.


__ADS_2