Nillaku

Nillaku
Nillaku 201


__ADS_3

Jhico menatap jam di tangannya sebentar. Perkiraannya, Grizelle sudah selesai belajar. Ia menghabiskan cappucino late miliknya yang tersisa sedikit lagi lalu Ia segera beranjak ke sekolah Grizelle.


Grizelle memang sudah pulang. Ia sedikit bingung mencari keberadaan Pupunya yang katanya akan menunggu Ia pulang lalu mereka pulang bersama.


Grizelle berdiri di depan gerbang megah sekolahnya. Kepalanya menoleh ke sana ke sini. Ia tidak menemukan keberadaan Pupu nya. Kemudian Ia bergegas ke basement barangkali Jhico berada di sana. Ternyata tidak juga.


Anak itu menghembuskan napas pelan. Lalu berlari ke arah gerbang sekolah lagi. Ia berdiri di sana menunggu Jhico yang mungkin sedang ada keperluan sebentar di tempat lain.


Ia baru menunggu sebentar, ada sebuah mobil berwarna hitam mendekatinya. Grizelle langsung mundur. Negara tempatnya tinggal sekarang ini sedang gencar-gencarnya terjadi penculikan anak lalu organ tubuhnya dijual.


Grizelle merinding ketakutan setelah mengingat ucapan Mumu serta Pupunya. Griz, kalau ada orang yang tidak kamu kenali lalu mendekatimu, harus waspada ya. Bisa jadi dia memiliki niat jahat padamu.


Jhico dan Vanilla memang sering sekali memperingati buah hati mereka agar waspada terhadap kejahatan yang bisa saja terjadi kapan saja dan dimana pun. Mereka berdua pun rajin memperlihatkan berita-berita penculikan pada Grizelle agar anaknya itu tidak pernah lalai karena Vanilla dan Jhico tidak bisa setiap saat bersama Grizelle.


Keluar seorang laki-laki mengenakan jaket hitam dan juga celana hitam. Grizelle melirik sekitar. Biasanya ada penjaga keamanan sekolah yang berjaga di sekitar gerbang. Tapi sekarang kenapa hanya ada dirinya? semua temannya kenapa cepat sekali meninggalkan sekolah? tidakkah ada yang sepertinya--- yang belum dijemput?


Grizelle akan berlari masuk ke dalam, menjauhi laki-laki itu namun tangan mungilnya berhasil ditahan.


"Hay, Sayang. Belum dijemput?"


"LEPASKAN!" Teriak Grizelle dengan marah sembari berusaha meloloskan tangannya dari jeratan lelaki itu.


Tin


Tin


Tin


Grizelle dan laki-laki itu menoleh bersamaan pada kedatangan sebuah mobil yang begitu dikenali Grizelle, karena itu mobil milik Pupunya.


Grizelle menghela napas lega. Lelaki itu segera beranjak kembali ke mobilnya, sementara Jhico cepat-cepat keluar. Jhico berlari menghampiri anaknya.


"Griz, dia siapa?"


Grizelle langsung memeluk Ayahnya. Ia menggeleng. Melihat kecemasan putrinya, Ia segera menghampiri mobil lelaki itu yang sebentar lagi akan bergegas pergi. Kemudian Jhico mengetuk kaca mobilnya. Sayang, lelaki itu dengan cepat mengendarai mobil, meninggalkan Jhico yang bingung.


Jhico kembali pada anaknya. Ia menggendong Grizelle lalu membawanya masuk ke dalam mobil.


"Apa yang terjadi, Griz?"

__ADS_1


"Dia menyapaku, Pu. Aku tidak tahu dia siapa dan apa yang akan dia lakukan,"


"Astaga, apa dia penculik?"


"Aaaa Pupu,"


Grizelle merengek dan langsung beringsut mendekati Jhico padahal sebelumnya Ia sudah ditempatkan Jhico di kursi samping kemudi.


"Maafkan Pupu ya. Tadi Pupu ke kafe karena kamu belum selesai belajar,"


"Tidak apa, Pu,"


*******


Vanilla bingung dengan Grizelle karena semenjak kepulangannya dari sekolah, Grizelle diam saja. Hanya bicara kalau Ia ditanya.


"Griz, sudah ganti baju sekarang waktunya makan,"


"Nanti saja, Mu."


Kening Vanilla mengerinyit. Apa Griz marah karena Ia tidak jadi pulang bersama Griz? tapi Griz bukan anak yang seperti itu. Griz sangat pengertian selama ini.


Vanilla merangkum kedua pipi anaknya. Lalu menatap lurus manik bulat milik buah hatinya itu.


"Aku masih kepikilan (kepikiran) dengan olang (orang) tadi,"


"Orang? Mumu tidak mengerti, Griz."


"Tadi ada laki-laki datang menghampili aku yang sedang menunggu Pupu datang menjemput,"


"Memang Pupu kemana? bukankah Pupu menunggu kamu?"


"Pupu ke kafe sebental (sebentar),"


"Lalu apa yang laki-laki itu lakukan padamu?"


"Dia hanya bertanya kenapa aku belum pulang, saat dia memegang tanganku, aku langsung ingin masuk ke dalam sekolah lagi. Tapi dia menahannya. Beruntung Pupu cepat datang,"


"Ya Tuhan," Vanilla segera memeluk anaknya. Ada perasaan lega setelah Ia tahu anaknya masih dilindungi Tuhan, lolos dari laki-laki asing yang sepertinya memiliki niat tidak baik pada Grizelle. Tentu saja Grizelle kepikiran karena itu merupakan perbuatan yang janggal menurut Grizelle dan berhasil membuat Grizelle cemas hingga sekarang.

__ADS_1


"Apa perlu Nada menemanimu lagi sampai pulang sekolah?"


"Tidak mau, aku sudah besal, Mu."


"Griz, Mumu khawatir,"


"Mumu bantu aku beldoa saja supaya dia tidak datang lagi,"


Grizelle tidak mau diikuti kemanapun oleh Nada, pengasuhnya. Saat awal bersekolah, Nada memang selalu menemaninya.


"Lagipula kenapa sih Pupu pergi ke kafe? katanya dia mau menunggumu sampai selesai belajar,"


"Ya bial saja Pupu pelgi ke kafe, Mu. Dalipada Pupu menunggu aku telalu lama lalu Pupu bosan,"


Vanilla mendengkus mendengar ucapan anaknya. Seharusnya tidak ada kata bosan untuk menunggu anak selesai mencari ilmu. Justru Grizelle akan lebih semangat kalau tahu orangtuanya akan menjemput.


******


Jhico sudah selesai membersihkan tubuhnya setelah pulang bekerja. Ia menatap sang istri yang tengah menghadap ke cermin, memakaikan sesuatu di wajahnya. Tidak hanya satu saja, melainkan beberapa.


Jhico bingung, kenapa Vanilla begitu disiplin menggunakan semua produk itu? dan Ia juga tidak tahu kegunaan masing-masing dari produk tersebut. Kenapa juga harus dipakai dalam satu waktu? kenapa tidak satu-satu saja dulu?


Jhico menggeleng pelan, tak ingin ambil pusing. Untuk apa juga Ia memikirkan cara istrinya merawat diri?


"Jhi, tadi siang Griz hampir diculik ya? kamu tidak bercerita apapun padaku. Setelah mengantar Griz pulang, kamu langsung kembali ke klinik,"


"Aku harus segera kembali karena aku tidak ingin Kenzo kewalahan membantu pasien," ujar lelaki itu seraya menggusar handuk di kepalanya agar rambutnya segera kering.


Jhico melihat tas yang biasanya dibawa oleh istrinya saat bekerja sudah siap, diletakkan di atas sofa. Tas itu berisi barang-barang pribadi Vanilla. Sepertinya besok pagi Vanilla ada pekerjaan.


"Daripada bekerja di luar rumah, lebih baik kerja dari rumah, Nilla. Ada studio foto, alat-alat untuk fotografer juga. Berhenti saja jadi model untuk produk-produk besar,"


"Ck, kenapa jadi bicara itu sih? aku 'kan lagi membahas Griz yang tadi siang kamu tinggalkan,"


"Aku hanya pergi ke kafe sebentar, Astaga. Ya sudah, maafkan kelalaian aku. Karena aku, hampir terjadi sesuatu pada Grizelle,"


 --------


Ada yg nungguin Nillaku dan Addicted? Coba cung tangannya👆ADDICTED UP JUGA LHOO

__ADS_1



__ADS_2